Tampilkan postingan dengan label KUBIKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KUBIKA. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Februari 2013

THE FOREST OF HANDS & TEETH (THE FOREST OF HANDS & TEETH #1)

✮✮✮
Judul Buku : The Forest of Hands and Teeth
Pengarang   : Carrie Ryan
Penerbit      : Kubika

Sinopsis :

Di suatu masa, ada satu kelompok mayarakat di sebuah desa kecil. Sepintas mereka tampak biasa saja, mereka bekerja, beristirahat, bergembira dan melakukan perayaan saat panen mereka berhasil namun sesungguhnya yang mereka lakukan adalah bertahan hidup dari para ternoda. Mary hidup dalam suatu desa yang dikelilingi pagar yang dapat melindungi desa dari para Ternoda. 

Desa tersebut diatur oleh para biarawati dan para biarawati inilah yang menentukan segalanya, seperti membuat peraturan bagi para warga desa karena menurut warga desa, para biarawati selalu tau apa yang terbaik karena mereka mengetahui segalanya. Mary selalu diberitahu bahwa hanya merekalah para manusia yang selamat dan berhasil bertahan hidup setelah masa Kembali dan untuk terus bertahan dan melanjutkan hidup, Mary harus hidup menurut bimbingan gereja dan para biarawati. 

Namun Mary selalu meyakini ada suatu tempat di luar sana, suatu tempat yang bebas dari para Ternoda, tempat yang memiliki air yang banyak, yaitu laut. Tapi bisakan Mary keluar desa dan menerobos belantara Tangan dan Gigi untuk menemukan laut? Atau menemukan kehidupan lain yang bebas dari Ternoda ?

Kesan saya:

Menye-menye dan mellow. Itulah gaya penceritaan novel ini. Sebagai heroine, Mary juga agak mengewakan bagi saya. Dia memang tidak digambarkan kick-ass tapi bukan itu yang bikin saya kecewa, saya tidak pernah mempermasalahkan karakter seorang heroine dari kemampuan bertarungnya, tapi yang saya nilai adalah tindakan dia sepanjang cerita, sikap dan interaksi dia terhadap karakter lain, dan yang terutama tentu saja motivasi heroine itu sendiri. Tapi mungkin memang menye-menye bukanlah favorit saya dalam suatu karakterisasi. 

Somehow I feel Mary is really plain and at certain point she also remind me of Bella Swan. Self centered, selfish and just thinking about 1 thing. But since she came from apocalypse mess world, I can understand her a bit. 

Meskipun tentang zombie, tapi penulis sepertinya sengaja tidak bermaksud membuat novel ini menjadi novel horror atau suspense, karena sepanjang membacanya sama sekali tidak ada seram-seramnya, bahkan adegan yang seharusnya tegang pun jadi terasa datar karena pikiran mellow dari Mary. Yah tidak apa-apa sih bila ingin membuat tema yang beda, hanya saja berhubung saya terbiasa mengaitkan zombie dengan horror dan suspense, sepertinya ekspektasi saya terlalu jauh. Agak disayangkan, karena menurut saya pribadi bila cerita menyangkut zombie, justru kelebihannya ada di suspense atau horror. Tapi kalau mau dibilang novel romance, cerita ini juga gagal, karena chemistry Mary dan Travis ngga masuk kalau menurut saya.

O ya dan karena sifat self centered Mary, karakter lain jadi kurang dieksplor, selain Travis yang lain hanyalah seperti pelengkap. 

Nah sekarang mengenai misteri, ini yang bikin saya kuciwa sama buku ini, ada begitu banyak pertanyaan dan rahasia yang tidak dijelaskan atau dijawab, seperti misalnya, siapa Gabrielle, mengapa bisa ada mahluk seperti ternoda (apakah itu virus atau hal gaib) dan apa yang menyebabkan masa kembali, baiklah mungkin penulis bermaksud menjawabnya di buku berikutnya tapi yang ada malah menimbulkan banyak plot hole di buku ini, selain itu banyak kejadian yang tidak jelas seperti misalnya setelah Mary berhadapan dengan zombie-zombie itu, tau-tau di bab selajutnya hanya diceritakan dia terdampar di pantai dan selamat dari serangan segerombol zombie, not clear how she manage to survive? Hmmm, I guess Mary is such a lucky girl.

Sabtu, 02 Februari 2013

THE IRON KING (THE IRON FEY #1)

✮✮✮✮
  • Judul Buku : The Iron King
  • Pengarang  : Julie Kagawa
  • Penerbit     : Kubika
Buku ini bercerita mengenai Meghan Chase, gadis biasa yang di ulang tahunnya yang ke 16 menjadi kacau karena Meghan terpaksa masuk ke dunia peri demi mencari adik lelakinya yang berusia 4 tahun, yang diculik dan ditukar dengan changeling. Awal-awal buku ini agak mengingatkan dengan Alice in Wonderland, mungkin karena ada Grimalkin si kucing yang menjadi pembimbing  Meghan selama di dunia peri. 

Ini buku kedua yang saya baca mengenai fairy, yang pertama sudah lama sekali dan cerita mengenai fairynya tidak terlalu banyak, oke, kembali ke The Iron King. So far dari berbagai jenis buku cerita fantasy paranormal-romance, ini buku yang paling saya nikmati membacanya. 

Why? 

Mungkin karena universe dunia peri dalam The Iron King ini kaya akan unsur high fantasy dan mitologi dan unsur tersebut lebih banyak ketimbang adegan percintaannya. Dan bukannya saya tidak menyukai romance, tapi selama romance tidaklah berlebihan dalam suatu buku genre YA fantasi dan menjadikan cerita di buku tersebut lebih terfokus pada petualangan dan cerita fantasi itu sendiri daripada percintaannya, itu akan lebih seru dan menarik. 

Universe fairy disini mirip dengan cerita-cerita dalam novel high fantasy. Bangsa peri utama di sini adalah para elf itu loh peri yang kupingnya lancip, mirip Legolas & Arwen dalam LOTR. Ada 2 region kekuasaan yaitu istana musim panas dan istana musim dingin. Terus ada juga mahluk-mahluk fantasy lain macam Goblin, Troll, Ogre, dll

Selain itu,

Saya suka dengan karakter-karakter dalam buku ini. Misal protagonis cewek, Meghan Chase. Dia memang bukan jenis badass heroine macam Katniss di THG atau Rose Hathaway dari Vampire Academy, dan ada beberapa bagian dimana dia menjadi "damsel in distress" yang butuh pertolongan cowok dan kucing untuk membantunya, tapi selebihnya karakternya menurut saya cukup "kuat" dengan caranya sendiri. Yang saya maksud "kuat" bukan dengan kemampuan fisik tapi sifatnya yang rela berkorban demi orang-orang yang dia cintai, istilahnya tidak egois. 

Dan juga saya suka sama konsepnya di mana kekuatan dan keberadaan kaum peri itu sendiri ada karena imajinasi dari manusia. Jadi author juga membangun suatu ide bahwa bangsa peri itu sebenarnya secara tidak langsung mempunyai kebutuhan pada manusia meskipun di buku diceritakan mereka kuat dan immortal, tapi juga ada unsur ketergantungan akan manusia.  

Soal cowok-cowoknya, yah tipikal khas YA, misal sang pangeran musim dingin yang digambarkan luar biasa ganteng, kuat, gagah dan sifatnya cool abis. Terus ada temennya Meghan yang jail banget, walau saya merasa kadang keisengannya itu annoying. 

Yah githu deh, pokoknya buku ini komplit. Petualangannya dapet, fantasinya dapet, penokohan karakternya dapet (maksudnya ngga setengah-setengah sifatnya), romancenya dapet. 

Semoga penerbitnya tetap konsisten untuk terbitin sequelnya, sebab secara universe dan konsep sudah cukup menarik, begitu pula pengemasan cerita dan plot yang baik dan saya cemas akan sequel karena sepertinya penerbitnya menghilang 


Untuk Zai-zai, terjemahannya sipp . 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...