Tampilkan postingan dengan label Anthology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anthology. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Mei 2015

LOVE AND THE CITY: SAAT HARUS MEMILIH ANTARA KARIR ATAU JODOH

Judul: Love and The City
Pengarang: Momoe Rizal, Nabila Budayana, Anggun Prameswari, Indah Arifallah, Kent Sutjipto, Indah Hanaco, Zelie Petronella, Winda Oei, Winda Krisnadefa, Nurilla Iryani, Windhy Puspitadewi, Septantya Chandra
Penerbit: Bypass
Editor: Aditya Yudis
Jumlah halaman: 208 halaman
Cetakan 1, Januari 2015
ISBN: 978-602-1667-05-7
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Metropop, chiclit, romance
Rate: ★★★

"Bahagianya orang itu nggak sama, Jani. Kalau bahagiamu adalah menikah, bahagianya Ajeng belum tentu."

Love and The City adalah sebuah kumpulan cerpen yang ditulis oleh 12 penulis dengan satu tema utama yaitu mengenai karir dan jodoh.


Boleh dibilang karir dan jodoh adalah salah satu realita sosial yang biasa ada dalam kehidupan masyarakat urban. Kehidupan kota yang sibuk terkadang membuat seseorang harus memilih antara menghabiskan waktu bersama pasangannya atau menghabiskan waktu akibat tuntutan pekerjaan.

Waktu mendengar tema utama buku ini yaitu mengenai memilih antara karir atau jodoh, saya sedikit mengerutkan kening. Mengapa? Karena menurut saya karir dan jodoh bisa saja jalan berdampingan secara damai asal bisa kompromi. Mengapa temanya terkesan hanya bisa memilih salah satu?

Tapi itu hanya tema, isi cerita di dalamnya ternyata tidak melulu mengenai memilih karir atau jodoh, memang setiap cerpen membahas kedua hal tersebut tapi eksekusinya bermacam-macam. 

Sabtu, 04 Oktober 2014

ORANG-ORANG TANAH: SEGELAP MALAM DAN SEHITAM TANAH

Judul: Orang-Orang Tanah
Pengarang: Poppy D. Chusfani
Penerjemah: Gramedia Pustaka Utama
Editor: C. Donna Widjajanto
Sampul & ilustrasi dalam: Anne M. Oscar
Jumlah halaman: 200 halaman
Cetakan 1, Agustus, 2013
Segmen: Dewasa
Genre: Kumpulan cerpen, dark fantasy, mystery,
thriller, horror
Harga: Rp 42.000
Rate: ★★★★


Masih dalam rangkaian October Hallowen reading alias membaca buku bertema horror/mystery/thriller/dark selama bulan Oktober, kali ini pilihan saya adalah Orang-Orang Tanah dari penerjemah favorit saya, Mbak Poppy D. Chusfani.
 
Orang-Orang Tanah adalah sebuah novel yang berisi kumpulan cerpen dari penulis sekaligus penerjemah Poppy D. Chusfani. Tepatnya 9 cerita pendek yang mempunyai satu benang merah yang sama, yaitu perjuangan dan balas dendam. 

Jangan terkecoh oleh ilustrasi sampul Orang-Orang Tanah yang mirip ilustrasi pada buku anak-anak. Buku ini sama sekali tidak ditujukan untuk anak-anak. Beberapa adegannya (Bulan Merah) bahkan terkesan vulgar dan balik ke isi ceritanya yang rata-rata mempunyai tema balas dendam. Kalau yang pernah baca Malaikat Jatuh-nya Clara Ng, suasana atau aura buku ini banyak mengingatkan saya akan novel tersebut, yaitu perasaan suram dan seram saat membacanya.

Mari  bahas satu-persatu:

Sabtu, 20 September 2014

AUTUMN ONCE MORE: 13 KUMPULAN CERPEN METROPOP

Judul: Autumn Once More
Pengarang: Aliazalea, Anastasia Aemilia, Christina Juzwar, Harriska Adiati, Hetih Rusli, Ika Natassa, Ilana Tan, Lea Agustina Citra, Meilia Kusumadewi, Nina Addison, Nina Andiana, Rosi L. Simamora, Shandy Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Desain sampul: Marcel A.W.
Jumlah halaman: 232 halaman
Cetakan 1, April 2013
Segmen: Dewasa muda
Genre: Metropop, Chiclit, Anthology
Harga: Rp 40.000, bisa beli di bukabuku, bukukitagrazera
Rate: ★★★


Sudah lama saya tidak menyentuh genre Metropop karena pada dasarnya Metropop sendiri bukan selera saya, namun sesekali saya membaca Metropop bila ingin bacaan ringan. Salah satu alasan saya membeli buku ini karena beberapa nama tenar dari penulis Metropop yang ada disampulnya, seperti Ilana Tan yang terkenal dengan tetralogi musim-nya, lalu Ika Natassa, Aliazalea, dll. Dan walau tenar, saya belum kesampaian membaca karya mereka, hanya Ika Natassa saja yang saya punya bukunya, tapi itupun belum sempat saya baca. 

Dan saya cukup penasaran ingin mengetahui gaya menulis beberapa penulis populer tersebut, tapi kalau harus baca 1 buku ada kecenderungan ogah karena harus menambah lagi daftar timbunan yang sudah menggunung. Karena itu saat keluar buku kumpulan cerpennya, tanpa ragu saya pun membelinya untuk sekedar memuaskan sedikit rasa penasaran saya akan gaya menulis mereka.

Dan inilah pendapat saya (yang jelas subyektif) akan ke-13 cerpen tersebut:

Minggu, 08 Juni 2014

MALAIKAT JATUH DAN CERITA-CERITA LAINNYA: KISAH PEREMPUAN DALAM BERBAGAI ABSURDISME HIDUP

Judul: Malaikat Jatuh
Pengarang: Clara Ng
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Editor: Hetih Rusli
Jumlah halaman: 176 halaman
Cetakan kedua, Februari 2009
Segmen: Dewasa
Genre: Fantasi, kumpulan cerpen
Note: Thanks untuk Dewi atas pinjaman bukunya :)
Rate: ★★★★

Malaikat jatuh adalah sebuah buku yang berisi 10 cerpen di mana dalam setiap ceritanya ada satu sosok sosok ibu dan perempuan dalam beragam profesi pekerjaan. Entah pekerjaan tersebut hanyalah ibu rumah tangga biasa, pemilik bengkel, pelacur hingga siluman. Awal saya tahu buku Malaikat Jatuh ini dari review-review para peserta Short Stories Reading Challenge, entah mengapa saat tahu kalau ini tipikal cerita dark fantasy saya malah makin penasaran untuk membacanya. 

Bila ada 1 hal yang saya sukai sekaligus tidak saya sukai secara bersamaan dari genre fantasi, hal tersebut adalah keabsurdan dalam ceritanya, terlepas keabsurdan itu hanya sekedar metafora ataupun tidak. Karena itulah tidak semua orang bisa menyukai genre fantasi, karena tidak semua orang dapat memahami keabsurdan cerita dalam genre fantasi. Mereka yang tidak menerima akan menganggapnya aneh dan sering DNF (did not finish), sedangkan mereka yang menerima keabsurdannya mungkin akan mendapat kesan setelah menyelesaikan cerpennya.

Senin, 27 Januari 2014

BOOK REVIEW: JUST SO STORIES

★★★
Judul: Just So Stories (Sekedar Cerita)
Pengarang: Rudyard Kipling
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 160 Halaman
Penerjemah: Maggie Tiojakin
Ilustrasi: Staven Andersen
Segmen: Anak-anak
Genre: Kumpulan Cerita, Fabel, Classic
Harga: Rp 15.000 (obralan Gramedia Citraland, titip sama Indah's Books Dreamland)

Phew, akhirnya selesai juga. BTW, buku sebagai bagian dari baca dan posting bareng BBI bulan Januari 2014 untuk buku bertema fabel.


Kelegaan. Itulah kalimat pertama yang saya ucapkan saat saya selesai membaca buku ini. Ini salah satu buku dengan rating yang cukup bagus di Goodreads, yaitu 4.09. Jadi waktu ada yang info obralannya, tanpa ragu saya langsung titip beli.

Namun setelah saya membaca hingga halaman 60, saya tidak tahu mengapa saya belum juga "klik" sama beberapa cerpen yang telah saya baca. Tidak ada yang salah atau aneh dengan cerpen-cerpen dalam buku ini, tapi juga tidak terasa suatu unsur yang segar dan baru bagi saya pribadi. Memang cara Kipling menceritakan kembali mengenai mitos-mitosnya cukup inovatif, tapi sepertinya tidak cukup bikin saya penasaran. Yang ada saya cenderung mengantuk saat membaca buku ini. 

Kamis, 03 Oktober 2013

BOOK REVIEW : HERE, AFTER

✮✮✮½
Judul : Here, after
Penerbit : Gagas Media
Pengarang : Mahir Pradana
Editor : Samira
Desain Sampul : Jeffri Fernando
Jumlah Halaman : 197 Halaman
Segmen : Dewasa
Genre : Metropop, Chiclit, Romance
Keterangan : Buntelan dari Gagas, kado untuk blogger #unforgotTEN

Kalau ditanya peribahasa apa yang cocok untuk melukiskan pengertian cinta berdasarkan buku ini, maka jawabnya adalah :
"Beginilah cinta, deritanya tiada berakhir."
Yup, ungkapan itu terasa familiar bagi yang suka menonton serial silat jadul yang berjudul Journey To The West. Betapa sering ungkapan tersebut dikatakan oleh Chu Pat Kay, seorang jendral yang dihukum harus menjalani beribu kali siksaan cinta dalam setiap kehidupan reinkarnasinya, hanya karena jatuh cinta pada seseorang yang tidak seharusnya ia cintai. 

Tapi tidak. Saya tidak akan bahas serial tersebut. Hanya meminjam ungkapan yang sering ditangisi oleh salah satu tokohnya saja, karena ungkapan itu juga cocok untuk 10 kisah cinta dalam buku ini. Lebih tepatnya 10 kisah percintaan dari karakter-karakter yang saling berhubungan dalam buku ini walau tidak semua karakter itu saling berinteraksi atau mengenal satu sama lain. 

Sepuluh kisah cinta
Sepuluh sudut pandang 
Sepuluh rasa pahit

Tunggu dulu, bukankah ini novel romens, cinta itu kan seharusnya indah, cinta itu kan seharusnya manis, mengapa menjadi pahit? 

Mengapa bingung? Bukankah judulnya dan premisnya sudah menjawab hal tersebut? Cerita cinta berakhir di sini. Jadi buku ini lebih membahas kepahitan dari cerita cinta atau penyebab negatif yang ditimbulkan oleh akhir sebuah cinta. 

1. Adi
Mengambil tema LDR. Saya tidak pernah merasakan LDR jadi saya tidak tahu bagaimana rasanya. Tapi LDR lebih daripada cinta. Sejujurnya cerita Adi ini mungkin yang paling sederhana dibanding yang lain, ok, mungkin cerita Adi dan Ollie, awal dan akhir boleh dibilang yang paling simple dibanding 8 cerita lain. 

2. Diana
Insecurities, insecurities, insecurities. Sebenarnya tidak ada cinta di cerita ini, hanya akhir cerita cinta semuanya. Akhir cerita cinta saat seseorang tidak bisa melepaskan belenggu masa lalunya. So this is how love become lust? because why we need love when lust is more fun? Love are pain, bitter, sacrifice, compromise and commitment while lust are sex, pleasure, freedom and fun. 

3. Rio
When love become illusion even dream could be real. Dari semua kisah cinta berakhir, saya paling tidak suka dengan cerita Rio, agak membosankan menurut saya. The 'dream' things nya itu rada maksa. 

4. Putra
Temanya rada lemah dan terlalu abege menurut saya. To be honest, I don't like when love is telling as philosophy. I want to see some show, some action. 

5. Nia
Marriage by arrangement. Tema basi tapi selalu disukai. Setelah 4 cerita awal terasa hanya sekedar cerita cinta sambil lalu, saya mulai merasakan tensi dan tone meningkat lebih serius di cerita Nia. 

6. Arya
Masih lanjutan dari tema Marriage by arrangement. Yang saya bingung di sini, mengapa ceweknya menyerah begitu cepat hanya dalam hitungan hari. Padahal saya berharap bagian yang ini lebih dibahas, kan cowonya janji mau memberikan cinta yang lebih tinggi, tapi saya tidak merasakan itu. Tapi suka sama endingnya #lha

7. Novi
Dari semua cerita, inilah cerita favorit saya. Meski masih nyerempet soal cerita cinta berakhir, tapi elemen utama cerita Novi adalah psikologis campur sedikit suspense dan horror, itulah yang membuat saya suka. Saya sempat berasa tegang juga di bagian cerita Novi yang pas ada adegan Dr Jekyll and Mr Hyde. Juga adegan crazy love Novi yang bikin saya geleng-geleng kepala dan teringat lagu Agnes ~Cinta ini kadang-kadang tak ada logika, brisi semua hasrat dalam hati, ku hanya ingin dapat memiliki, dirimu hanya untuk sesaat~

8. Rizal
Beneran ya, adegan pembuka bangun tidur kuterus mandi itu memang membosankan. Tapi itu cuma openingnya doank. Ceritanya bukan tentang itu. Ya intinya, menikahlah karena cinta, jangan karena terpaksa. 

9. Intan
Baca cerita Intan ini agak ingetin saya sama film Korea Untold Scandal, yaitu affair vs affair. Berhubung tokoh-tokohnya suka puisi maka di cerita ini banyak puisinya.

10. Ollie
In the end, what is the difference between love and lust? Mungkin jawabnya gampang, cinta itu long term, sedangkan nafsu itu short term. Sesaat kita mengira kita mencintai seseorang dengan sangat bergelora dan menggebu-gebu tapi hanya dalam hitungan jam, oke mungkin hari, kita langsung move on dengan cepat. 

Overall : Saya suka dan menikmati buku ini, gaya bahasa atau penuturan Mahir Pradana benar-benar enak diikuti, kalimat-kalimatnya terasa membumi dan dialog-dialognya tidak ada yang berlebihan sebagaimana khas novel romens yang ujung-ujungnya suka jadi keju. 

Karakter? Sejujurnya saya rasa penulis membuat karakter disini untuk kebutuhan cerita bukan untuk diidolakan. Tidak ada karakter hitam dan putih. Semuanya hanya mencoba untuk menjalani hidup dengan lebih 'enjoy' melalui berbagai macam cara yang dapat mereka lakukan.

Cover? saya baru sadar, gambar jam pasir itu memang menandakan, cinta pun ada batasan waktunya. Eternal Love mungkin hanya ada dalam dongeng. Cinta bisa berakhir karena batasan jarak, hasrat, kondisi, dll. 

Kamis, 05 September 2013

KRISTALISASI (SEPULUH KISAH VANDARIA SAGA)

✮✮✮½
Judul Buku : Kristalisasi (Sepulah Kisah Vandaria Saga)
Pengarang : Various
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 282 Halaman
Tahun Terbit : 2012
Segmen : Remaja
Harga : Rp 55.000

Pendahuluan (ribet ama yah gue pake ada prolog segala, padahal cuma ripiu):

Sepertinya tidak lengkap bila saya tidak membaca minimal 1 cerita Vandaria Saga, sebagai bagian dari tema membaca kumcer fikfan lokal bulan Agustus kemarin (oke, saya tahu agak terlambat karena sekarang sudah September, tapi yang penting sudah terbaca). Mengingat novel-novel Vandaria Saga termasuk yang sukses diterbitkan oleh major publishing di Indonesia dan dunia Vandaria Saga sendiri sangat luas dan termasuk yang paling berkembang di tanah air karena menawarkan konsep open world, yang bermula dari permainan trading card. Hmmm atau coba cek saja di internet apa itu Vandaria Saga, karena bakal terlalu panjang kalau saya jelaskan di sini (males.com). Gampangnya Vandaria Saga itu adalah suatu franchise tentang universe dalam suatu dunia high-fantasy, yang melingkupi trading card, video games, novel, komik, bahkan ada film animasinya juga. Silakan gugel kalau mau tahu persisnya :D

Saya sendiri meski sering dengar tentang Vandaria Saga, tapi saya belum benar-benar tertarik untuk menyentuhnya (novelnya maksud saya). Sejujurnya walau dulu, saya suka main games, bahkan pernah punya account dan karakter di MMORPG Ragnarok Online (Hunter lv 60 dan Priest full support lv 70) tapi sudah lama saya meninggalkan dunia games, selain karena kesibukan pekerjaan dan faktor u, mungkin karena hobby saya juga sudah berubah. Karena itu sewaktu terbit buku kumpulan cerpennya dan yang terpenting harganya ngga mahal-mahal amir, saya putuskan untuk beli 1 karena penasaran, seperti apa sih Vadaria Saga itu. 

And this are what I thought :

Cover : Pada dasarnya saya selalu suka sama cover bergaya ilustrasi ala video games. Covernya sendiri ingetin saya sama ilustrasi ala games macam Ragnarok Online, Lineage, DotA. Saya selalu suka ilustrasi cover yang digambar memakai sketsa tangan alih-alih terlalu banyak permainan photoshop Kalau melihat cover dan isi cerpennya, sepertinya cover ini untuk cerpen nomor 1. 

Bukunya ngga terlalu tebal, cuma ada 282 halaman untuk keseluruhan dan 253 halaman untuk isi cerpennya, Tapi kok ngga ada daftar isi yah? (bolak-balik halaman, tunggu apa daftar isinya itu di peta?) lalu sebelum masuk ke cerpen ada penjelasan singkat banget mengenai dunia Vandaria secara sekilas yang dihiasi dengan ilustrasi. Mengenai terciptanya dunia Vandaria, lalu ras-ras utama Vandaria (cuma 2 sih yang dibahas, yaitu ras frameless dan manusia) dan terakhir peta. Cuma yang saya bingung dari peta ini kan ada penjelasan mengenai waktu atau timeline dari kapan cerpen-cerpen tersebut bersetting tapi malah ngga ada penjelasan apa arti dari I.V, A.V, A.R. Bingung? sama saya juga bingung, mengingat saya ini nubie. Sepertinya saya baca kumcer ini bakal seperti menebak-nebak kesimpulan essay. 

1. Bisikan Sang Angin, penulis Alexia DeeChen.
Cerita langsung dibuka dengan adegan perang dan pertempuran. Saya cukup suka sama cerita ini, terutama karena penuturan atau gaya bahasanya yang mirip novel terjemahan. Cuma sepanjang membacanya ada yang mengganggu saya, entah karena karakter utamanya terlalu telmi atau memang sengaja dieksekusinya seperti itu dengan maksud jadi plot twist, kalau saya jadi karakter utamanya, pasti saya bakal keluarin kalimat, "Why are you helping me?" di awal-awal adegan. Meskipun udah ketebak, tapi sepertinya alasan why-nya itu terkesan maksa dan mirip mie instant.  Mungkin kalau ada alasan yang lebih reasonable dan believable saya bisa kasih 4 stars, secara saya suka sama penuturannya. 
Rate : ✭✭✭½

2. Padamnya Bintang-Bintang Vaeran, penulis Melody Violine.
Adegan dibuka dengan kalimat-kalimat puitis. Dalam hati saya cuma berdoa agar kalimat puitisnya tidak terlalu berlebihan, karena jujur saja akhir-akhir ini saya suka sakit kepala cenat-cenut, kalau terlalu banyak membaca kalimat puitis (saya memang bukan orang yang romantis, sekiranya yang lewat kata-kata). Ceritanya tentang kegalauan. Semua tokohnya galau. Ehem untuk saya pribadi, saya lebih suka galauisme tidak menjadi tema utama dalam cerita bersetting high-fantasy. Selain itu, entah mengapa saya merasa ada yang mengganjal di penamaan tokoh-tokohnya, macam Atwirya.
Rate : ✭✭✭

Sampai sini saya mengambil kesimpulan kalau frameless itu seperti manusia planet Vulcan, miskin emosi, miskin ekspresi. 

3. Batu Filsuf, penulis Aryo Pratomo.
Philosopher Stone tampaknya selalu menarik untuk dijadikan tema. Tidak dijelaskan tokohnya ini ras apa. Tapi yang menarik dari cerita ini adalah character's development yang ditampilkan penulis. Dari yang tadinya polos menjadi pemikir, dari yang tadinya emotionless mulai merasakan emosi. Untuk ceritanya sendiri biasa saja, tapi seperti yang saya bilang, kelebihannya ada pada pengembangan karakter. 
Rate : ✭✭½

4. Musim Gugur, penulis Harbowoputra.
Saya asli sama sekali ngga paham dengan ceritanya atau pun makna dari ceritanya. Terus yang bikin kepala saya cenat-cenut itu alurnya yang maju mundur pake cara selang-seling.  Tema utamanya tentang plin-plan dan hingga akhir ceritanya saya juga tetap plin plan buat menyimpulkannya. Kalau lihat dari nama-nama yang dipakai macam Lena, Ivan, Yelen, Tsarik, Raspin, sepertinya sangat berbau Russia atau Slavik. Kalau saya lihat sih ini cerpennya lebih tentang cerita atau legenda mengenai Musim Gugur. Meski membingungkan tapi cerpennya mempunyai satu kesatuan utuh, ada awalan, tengah(permasalahan) dan akhir. 
Rate : ✭✭½

5. Nyanyian Alam, penulis Andry Chang.
Awal cerpen dibuka dengan puisi. Sepertinya ini cerpen mengenai pesan moral bertema lingkungan yang ingin disampaikan penulis. Cuman gimana yah, penyampaiannya terlalu mirip cerita anak-anak tanpa ada narasi atau adegan sebagai filter. Trus terlalu banyak CAPS LOCK dan tanda seru dalam dialog juga agak mengganggu. ras Flavianus? Dan kenapa tokoh antagonis atau menyebalkan selalu digambarkan berperawakan kasar? agak klise sih cara pengambaran karakter-karakternya kalau kata saya. 
Rate : ✭✭

6. Padang Hijau Atap Merah, penulis Pratama Wirya.
Cerpen yang cukup enjoyable, penuturannya lugas dan plotnya linear (lurus). Tapi yang bikin menghibur adalah tokoh-tokohnya yang kocak. Tokoh utamanya sih menurut saya bukan cerdik tapi nekat. Salah satu cerita yang punya plot utuh atau penuh sebagai cerpen. Walaupun tokoh-tokohnya sepertinya one dimensional semua.  BTW baru ngeh, kok ngga ada ilustrasi yah di cerpen ini?
Rate : ✭✭½

7. Relik Agung Gallizur, penulis Rynaldo C. Hadi.
Ceritanya cukup oke, alur bagian awalnya cukup menarik, sehingga saya langsung tersedot mengikuti ceritanya, walau pas si tokoh utama mulai dapat citra, saya sudah bisa nebak siapa dia. Cuma saya merasa terganggu di bagian ending, entah apa endingnya terlalu terburu-buru atau penulis bermaksud membuat cerita bersambung, yang saya rasakan setelah konflik terpecahkan, ceritanya jadi menguap dan anti-klimaks. BTW hal 168, nama karakternya ada yang hilang.
Rate : ✭✭½

8. Di Bawah Bulan Separuh, penulis Iris Aegis.
Terlalu banyak narasi, mungkin karena 1st POV. Dibanding tokoh-tokoh lain dalam 10 kisah, tokoh dalam cerpen ini mungkin yang paling 'terlihat' pemikirannya. Jujur, masalahnya saya tipe yang bosan dengan monolog yang terlalu banyak, apalagi monolog berupa pemikiran dan setelah beberapa halaman baru masuk ke konflik. Itu pun saya masih tidak paham apa maksud si gelandangan? Kok nggak dibahas lebih lanjut?
Rate : ✭✭

9. Beri Kami Damai, penulis Ami Raditya.
Sangat terlihat kalau penulisnya ingin menyampaikan pesan moral langsung. Dengan memakai tema perang dan propaganda, maka terciptalah cerita ini. It's okay lah, the story quite fine and easy to read. Cuma sepertinya asal usul si tokoh cowo masih misterius yah (saya lupa namanya). Tidak ada penjelasan kenapa dia bisa hidup abadi? Apakah dia Pejalan Cakrawala? Atau vampir? Atau apa githu?
Rate : ✭✭½

10. Pentagon, penulis Hans J. Gumulia. 
Duh, sudah ini cerita pendek, masih dibagi lagi menjadi 5 cerita pendek. Membaca cerpen ini, ibaratnya saya seperti disuruh menyusun puzzle dan dikasih potongan-potongan puzzle yang tidak utuh. Cerita-ceritanya lebih seperti adegan-adegan singkat yang dicomot dari suatu bab dalam novel. Cerita 1 seperti sebuah permulaan dan ya sudah itu saja permulaan, terus nyambung ke cerita 2 yang sama sekali beda dan seterusnya, kecuali cerita nomor 4 dan 5 yang masih nyambung atau ada hubungan. Membaca Pentagon ini seperti membaca sebuah sampel dari buku. Mungkin cerpen ini memang ada hubungannya dengan cerita-cerita dalam novel satuan Vandaria Saga sebagai suatu cara marketing dalam bentuk cerpen. Cuma bagaimana dengan saya yang nubie?
Rate : ✭✭

Itu saja, kalau ditanya cerita mana saja yang saya suka terlepas dari segala bentuk kekurangannya termasuk typo, maka jawabannya : Cerpen nomor 1, 3, 6 dan 7. 

Dan kesimpulan saya sendiri mengenai Vandaria Saga? Well this is just another fantasy story set in universe of high fantasy, there are war, kingsom, magic, battle, but not enough monster or beast or any magical creatures, too much writer's thought and opinion karena kumcer ini tidak terlalu banyak menjelaskan apa itu Vandaria Saga. Perang, sihir, pertempuran, iya saya sudah tau, tapi mengenai ras-rasnya, saya hanya tetap tahu 2, sama seperti penjelasan awal dalam kumcer (padahal kan sepertinya banyak ras dalam VS, oke memang ada sekilas mengenai Flavianus, tapi saya tetap bingung, di cerpen nomor 5, saya nangkepnya Flavianus itu manusia tapi di cerpen terakhir ternyata itu sejenis frameless). Trus kritalisasinya sendiri ngga dibahas apa. Apakah cara kerjanya sama dengan kristal dalam game Final Fantasy XIII? 

Saya ngga akan lihat masalah teknis macam tatanan kalimat, typo, aksara, dll karena saya hanya mereview secara garis besar, dari sisi pembaca awam, bukan editor. Kesimpulan saya sendiri mengenai Kristalisasi, cukup oke, beberapa cerita cukup menghibur tapi masih dibawah ekspektasi saya. 

Sabtu, 31 Agustus 2013

ARASSI

✭✭
Judul Buku : Arassi (Kumpulan Cerpen Fiksi Fantasi dari Pemenang Lomba Sayembara UFUK)
Penulis : Various
Penerbit : UFUK Fiction
Jumlah Halaman : 245 Halaman
Segmen : Remaja
Tahun Terbit : Januari 2013
Harga : Rp 31.450 (15% off from 37.000, bought at www.bukabuku.com)

Jadi ini adalah kumcer fantasi lokal ke-3 yang saya baca di bulan Agustus. Namun tidak seperti 2 buku sebelumnya, kali ini saya merasa agak kecewa dengan bukunya. Lebih tepatnya beberapa cerpennya yang menurut saya eksekusinya sangat poor (IMO). Langsung saja saya mulai dan sekalian penjelasan mengenai rate yang saya pakai untuk menilainya :
  • Exceed Expectation (E) artinya cerita cukup baik, plotnya terstruktur, gaya bahasa mudah dimengerti dan yang terutama saya tetap bisa mengingat ceritanya sesudah saya selesai membacanya. Istilahnya cukup well written deh
  • Acceptable (A) artinya cerita dan plot sudah oke, penuturannya mudah dipahami hanya saja seharusnya cerita bisa lebih baik. 
  • Poor (P) artinya cerita lemah, penuturannya ngejelimet (please CMIIW the spelling), plot ngga rapih karena terlalu banyak adegan kutu loncat. Dengan kata lain, cerpen perlu ditulis ulang
Troll? yah saya tergelitik untuk memberikan nilai itu, tapi sudahlah, bagaimana pun sekiranya bagi yang sudah mencoba menulis, selesai, dan mengirimkannya ke penerbit, apa pun hasilnya, menurut saya tidak selayaknya diberi nilai T. 

Pertama : Cover
Sepertinya UFUK gemar sekali memakai kaver yang berbau malaikat. Mungkinkah ini karena seri terbitan UFUK yang mengandung unsur malaikat laris manis (Halo, Hush.Hush)? yah bisa jadi, karena biasanya pembaca (terutama cewek) selalu suka sama mahluk-mahluk fantasi yang berbau malaikat. Mungkin karena penggambaran malaikat itu cantik, tampan, bersayap, apalagi kalau malaikat cowoknya bertelanjang dada dan six pack pokoknya keren githu lah.  

OR NO


Lalu hmmm, lho kok ngga ada daftar isi? mana daftar isinya? #BolakBalikHalaman, yah terpaksa buka per bab deh. 

1. Nora Antoine, penulis Icha Azania.
Nggg, saya bingung sama ceritanya. jadi si tokoh sudah tau kalau dia akan xxx. Trus kemudian dia ditaruh dalam sebuah tempat yang mirip sekolahan. Saya merasa cerpennya rada aneh saja sih. Seperti berusaha menggabungkan unsur time travel dan high school setting, ngga masalah sih selama eksekusinya wajar, cuma yang ini terkesan maksa gitu. Plotnya juga terasa kurang sinkron sama ceritanya.  Terlalu banyak editing kah?
Rate : Poor

2. Kembali, penulis Sani Nurahayu.
Tema nya sih klise dan agak mirip sama salah satu tema dari FF 2011. Tapi yang saya permasalahkan bukan tema klise tapi pengemasannya. Sejak awal cerpen sudah dibuka dengan tone mellow si tokoh utama, entah apa karena memang karakternya datar atau penuturannya yang melankolis. O ya cuma saya bingung sama adegan yang kekasihnya suka menggoda sepanjang perjalanan waktu berkendara di motor, apa ngga bahaya yah naik motor sambil menggoda orang yang dibonceng? Orang misterius itu siapa? Everything feels so flat. 
Rate : Poor

3. 83845, penulis Angela Oscario.
Cerpen bertema dystopia. Secara penuturan sudah cukup enjoyable. Suasana depresi ala dunia dystopia juga langsung tersampaikan ke pembaca. Cuma yah, saya lebih suka kalau ceritanya nggak ada unsur romens sama sekali. Misal dia hanya ingin bebas dan penasaran akan dunia di luar sana. Trus siapa yang mengajari membaca dan memberikan buku harian? Cukup berpotensi untuk berkembang kalau saja plotnya dipoles lebih dalam. 
Rate : Acceptable 

4. Biru, penulis Nastiti Denny.
Sebenarnya tokoh utama di sini itu siapa sih? Setelah dikisahkan mendapatkan item berharga itu, Marta bermaksud menggunakan item berharganya untuk rencana A, tapi ternyata dipakai untuk tujuan B, terus untuk rencana C terus tahu-tahu semuanya bersih dalam sekejap. Hmmm, tapi kok kesannya repot dan ribet banget yah. Sepertinya penulis terlalu  memikirkan banyak cerita waktu menulis cerpen ini. Ceritanya sudah klise, pengemasannya juga klise. 
Rate : Poor

5.  Mutiara Mimosa, penulis Chen-Chen.
Ini salah satu yang paling aneh dan buruk. Rasanya seperti membaca cerita abstrak. Gaya bahasanya bermaksud puitis dengan kalimat berbunga-bunga, tapi jatuhnya malah menjadi jargon-jargon yang bikin kening berkerut. Juga banyak narasi ngga penting yang tidak memberikan pengaruh bagi jalan cerita. Selain itu saya benar-benar tidak mengerti ceritanya tentang apa? questnya tentang apa? tujuannya apa? Sama sekali tidak ada struktur dalam plotnya. Lalu ada kalimat aneh, misal, "Pada musim dingin, suhu bisa mencapai 40 derajat Celcius." Mungkin musim dinginnya berbeda, I dunno. 
Rate : Poor 

6. Wina The Witch, penulis Ria Tumimomor.
Ceritanya sangat teenlit. High school setting, wannabe popular genk, naksir cowok. Untung penuturannya masih enak dibaca walau saya bingung, apa maksud dari ceritanya. No offense, but the story it's forgettable. 
Rate : Poor 

7. Apa Arti Kebebasan? penulis Susanty Tandra.
Salah satu cerpen yang cukup enjoyable dari segi penuturan dan cerita. Adegan actionnya cukup ditunjukkan dengan baik dan terarah. Mulai dari kejar-kejarannya sampai endingnya. Entah mengapa tema sains fiksi ini agak mengingatkan saya sama buku ini
Rate : Acceptable

8. Gelang Lelyard, penulis Alexia DeeChen.
Yah sebenarnya sih tema ceritanya klise mirip sama Solomon Ring. Tapi penulis mengemasnya dengan plot yang rapih dan teratur. Penuturan pun lugas tanpa melupakan detil yang perlu jadi cerita terasa padat terisi meski hanya dibatasi beberapa halaman saja. 
Rate : Exceed Expectation
 
9. Jack & Unicorn, penulis Rickman Roedavan.
Ceritanya simpel, plotnya juga linear. Gaya bahasanya sederhana. Saya rasa cocok untuk cerita anak-anak juga. Ceritanya sudah ketebak sih endingnya bakal bagaimana. Rupanya ini kali kedua saya membaca karya penulis, tampaknya settinngnya masih berhubungan dengan universe dari cerpen yang sebelumnya.
Rate : Acceptable

10.  Jantung Naga, penulis Feby Anggra
Another familiar name for fantasy author, so I think the story should decent at least. Mulanya saya kira cerita ini akan seperti cerita lain yang serius dan kelam. Tapi ternyata di pertengahan, cerita berubah menjadi komedi. Yah lumayan lah, it's just like breath of fire, I mean breath of fresh air. Ceritanya sendiri standar, tapi cukup menghibur.
Rate : Acceptable. 

11. Malaikat Pemberi Luka, penulis Ginanjar Teguh Iman
Waduh, multiple 1st person POV. Walau agak membingungkan sepanjang membacanya, karena saya harus tebak-tebak, siapa narasi siapa. Tapi secara keseluruhan saya paham sih sama ceritanya. Yah kalau suka sama kalimat-kalimat galau, sendu, melankolis, dan agak puitis mungkin bakal suka sama cerpen ini. Tapi berhubung saya selalu mengharapkan hal lebih dari setiap tema Angel daripada sekedar romens, jadi....
Rate : Poor

12. Ray of Light, penulis Fay Shalamar
Saya baca cerita ini kok berasa rempong. Sama seperti cerpen no. 4, berasa alurnya berkelok-kelok padahal intinya sederhana. Terus yang menggangu itu adegan atau kata-kata yang lebih cocok untuk video game, comic atau anime tapi dituang secara mentah-mentah oleh penulis. Padahal konseptual novel itu berbeda dengan video games. Dan memaksakan suatu hero's journey dalam cerpen 2000-an kata. Please, just no. 
Rate : Poor

13. Sang Pemanah Fajar, penulis Alfian Daniear
Pembukaan awal cukup menarik, sayang eksekusi ke titik permasalahan itu seperti kebingungan. Kalau memang mau perang, beritahukan saja sejak awal, terus buat heronya mencoba menyelamatkan atau memperingatkan seseorang akan perang itu. Saya rasa itu lebih reasonable. In the end, it's feel nothing. 
Rate : Poor

14. The Jin, penulis Aoi Shinji dan Shine Cyrus
Kenapa hanya cerita dengan tema jin saja yang paling mendingan di kumcer ini? Saya suka sama karakter-karakternya. Baik itu si jin yang tidak sabaran, sang kakak yang tegas dan tentu saja sang adik yang polos. Penuturan ceritanya sudah oke. Ide ceritanya juga agak berbeda dari ide cerita pemanggilan jin pada umumnya. Endingnya kok githu yah ._.
Rate : Exceed Expectation

15. Arassi, penulis Anggari Purnama Dewi
Diletakkan di akhir cerita, dan karena judul yang dipakai di cerpen juga merupakan judul yang dipakai di kaver utama, saya berasumsi, mungkinkah ini pemenangnya? Dan ceritanya disimpan terakhir dengan maksud save the best for the last? Sayangnya selesai saya membacanya, saya malah menjadi jengkel dengan semua tema malaikat dan cinta yang dibahas dalam buku. Entahlah, mungkin saya sudah capek membaca tema malaikat yang jatuh cinta. Padahal sepertinya cerita ini mempunyai jumlah halaman yang paling tebal dibanding cerpen lain, tapi ceritanya tidak jauh-jauh dari malaikat yang ingin merasakan cinta. I think if the story is just romance without the whole angel things, I might be like it. No need Angel, there are a lot of human who are not ready to fall in love even though they have found the right person. Yah, tapi saya coba obyektif. Gaya bahasa, standar. Cerita, standar. 
Rate : Acceptable

Sekarang akumulasi :
2 E + 5A + 8P = 3 STARS

E = 8
A = 6
P = 4

Khusus yang A (Acceptable) ada beberapa A+ sebenarnya. 

Lalu soal ilustrasi dalam halaman-halaman bukunya, saya tidak tahu diambil dari mana, sepertinya dari internet atau deviantart seseorang, biasanya saya suka sama ilustrasi, tapi untuk kali ini justru terasa disturbing dan terlihat maksa. Menurut saya, lebih baik tidak usah ada ilustrasi sekalian. 

Akhir kata, sayang sekali dibandingkan FF, kumcer di sini agak down. Saya tidak tahu apakah hal ini disebabkan keterbatasan jumlah kata (yang kurang lebih 2000-an kata jadi terpaksa banyak cerita yang diedit dengan sadis dan menyebabkan plot yang kurang nyambung) atau memang fiksi fantasi butuh ditangani orang-orang yang memang betul-betul paham dan mengerti bagaimana cara menilai fikfan? Meskipun suatu cerita itu fantasi dan memakai logika ala fantasi, tetap perhatikan hal-hal yang membuat cerita menjadi reasonable dan believable.  (I'm talking about the stories I rate poor)

Rabu, 21 Agustus 2013

ANTHOLOGY (THER MELIAN SHORT STORIES ANTHOLOGY)

✮✮✮✮
Judul Buku : Anthology (Ther Melian Short Stories)
Pengarang : Shienny M.S. dkk
Penerbit : Elex Media Komputindo
Jumlah Halaman : 328 Halaman
Segmen : Remaja

Masih lanjut ke tema baca saya untuk Agustus ini yaitu Kumcer Fantasy. Kali ini saya membaca Ther Melian Anthology. Ther Melian Anthology merupakan kisah-kisah tambahan dari cerita utama tetralogi Ther Melian. Apa itu tetralogi Ther Melian, silakan cek di sini untuk melihat review saya mengenai tetralogi Ther Melian. 

Boleh dibilang Anthology ini sebagai cerita pendamping atau pelengkap dari kisah-kisah utama Ther Melian. Terutama untuk pembaca yang masih penasaran akan kisah-kisah sesudah Ther Melian atau pun karakter-karakter pendukung yang kurang dibahas dalam cerita utama. Maka Anthology adalah jawabannya. 

Trus kalau mau baca ini, perlu gak baca buku utamanya dulu? Kalau saran saya sih sebaiknya baca dulu buku utamanya supaya lebih nyambung tapi seandainya mau baca Anthology-nya langsung juga tidak masalah, karena cerita dalam Anthology lebih seputar romance dan bisa berdiri sendiri tanpa spoiler dari cerita utama tetralogi Ther Melian, di dalamnya pun tetap ada penjelasan singkat macam Glossarium agar pembaca paham dengan istilah-istilah dalam Ther Melian. 

Langsung saja mulai review saya. Secara keseluruhan saya suka sama seluruh cerpen dalam Anthology (mungkin karena romance, saya kan orangnya hopeless romantic). Karena ada beberapa karakter dari Ther Melian yang bikin saya penasaran dan hanya dibahas secara garis besar saja di buku tetralogi, jadi membaca Anthology membantu mengetahui kepribadian karakter-karakter tersebut secara lebih dalam.  Review saya kali ini hanya ada 2 rating yaitu :
  1. I like it ♥♥ yang berarti saya suka ceritanya tapi tidak terlalu meninggalkan kesan selesai saya membacanya. 
  2. I really like it ♥♥♥ yang berarti saya sangat suka ceritanya karena masih meninggalkan kesan selesai saya membacanya. 
Pertama cover. Waktu awal-awal melihat cover Anthology, saya merasa konsep covernya mirip sama buku ini karena hanya menampilkan siluet dari pasangan utama cerita, sementara latar belakangnya colorful. But it's beautiful book cover. I really like it. ♥♥♥

Sekarang ceritanya (note, ripiu saya mungkin bakal sedikit menyinggung tetralogi TM, kalau kamu takut spoiler sebaiknya abaikan review di bawah):

Prekuel (kejadian sebelum peristiwa tetralogi Ther Melian)
1. Ribuan Tahun, penulis Shienny M.S. 
Ini kisah Odyss dan Ratana. Sejak TM-Genesis benarnya saya sudah merasa kalau mereka tuh ada history. Nah dugaan saya terjawab di cerpen ini. Tapi memang pada dasarnya saya ngga terlalu suka sama Ratana sejak di Genesis, jadi saya sama sekali ngga merasa bersimpati sama karakter dia di sini. Sedangkan Odyss, dia tidak sesuci yang orang duga, walaupun dari latar belakang keluarganya, saya belajar kalau ternyata Elvar dan manusia ngga jauh beda dalam hal kelakuan #eh 
Untuk saya pribadi sih, cerita ini biasa saja. Mungkin karena saya juga tidak terlalu penasaran sama salah satu karakternya. Jujur saya lebih penasaran sama sepak terjang Odyss setelah dia turun ke permukaan. But since Anthology more focus on romance, this is just about star-crossed loversI like it ♥♥

2. Tilas Mawar Cadas, penulis Luz Balthasaar
Ini kisah tentang masa lalu Karth, sekaligus asal muasal Karth sampai menjadi seorang Shazin. 
Baru baca judulnya saja, saya sudah harus mengintip KBBI. Walau benarnya saya sudah menduga arti kata 'tilas' sedangkan cadas, sepeti musik rock yang keras. Tapi itu baru judul. Sepanjang ceritanya, saya menemukan beberapa diksi baru (bagi saya) seperti menggamit, tercenung. Dibanding cerpen lain membaca cerpen ini lebih sulit karena pengarang banyak menggunakan penuturan ala puisi, macam 'menghimpung tenang', merasai terpaan angin berpasir', 'menjejak gelap', dll. Selain itu menurut saya cerpen ini yang paling banyak adegan actionnya dibanding yang lain. Bagi saya yang orang visual, ada kalanya saya perlu membaca lebih dari sekali untuk bisa membayangkan adegannya. I like it ♥♥


3. Penantian, penulis Shienne M.S.
Kisah ini tentang bagaimana pertemuan Eizen dengan Valadin, utamanya, cerita ini membuka sedikit mengenai isi hati seorang Eizen yang selama ini terkesan cuek dan hanya memikirkan dirinya sendiri dan kekuatan. 
Menurut penulis, kisah ini dikhususkan untuk penggemar Eizen sang Magus. Saya sih bukan fans Eizen, tapi saya suka karakternya karena tidak membosankan. Atau lebih tepatnya makiannya selalu membuat saya  nyengir. Eizen mengkin karakter paling meledak-ledak dan cuek. I like it ♥♥

4. Liontin Kristal, penulis Brown
Salah satu cerita yang menurut saya paling stand alone atau tidak terlalu berhubungan dengan peristiwa utama dalam Ther Melian. Cerita ini lebih mengulas mengenai sifat altruisme Vrey yang seorang pencuri. 
Yang membuat saya kagum, penulisnya masih sangat belia, baru berusia 13 tahun. Saya saja yang tua bangka setiap kali mencoba untuk menulis selalu berakhir dalam bentuk draft melulu (_ _') I like it ♥♥

5. Pencuri Jurnal, penulis Shienny M.S.
Lagi-lagi kisah yang stand alone. Kali ini tentang sisi lain dari Aelwen. Benarkah Aelwen hanya bisa memasak, mencuci dan bersih-bersih seperti yang selama ini dikira Vrey?
Ceritanya lebih tentang Aelwen, enjoyable to read but nothing else, maybe I should update my diary. I like it ♥♥

6. Festival Pertama, penulis Katherine H.S.
Kali ini giliran cerita Putri Ascha dan sang pengawal Desna. Cerita ini lebih tepatnya cerita mengenai suka duka Desna menjadi pengawal Putri Ascha yang bandel dan keras kepala. 
Kisah ini terjadi sewaktu hubungan Putri Asha dan Desna masih sebatas hubungan profesional (majikan-pengawal) sebelum berlanjut ke hubungan 'istimewa'. Salah satu cerpen favorit saya di Anthology, mungkin karena saya lebih suka Putri Ascha dibanding Vrey. Begitu pun kisah romansa sang putri.   I really like it ♥♥♥

Midkuel (saya juga baru pernah dengar istilah midkuel, eniwei midkuel ini adalah kejadian yang berlangsung dan bersetting bersamaan dengan peristiwa dalam Ther Melian)

7. Kenangan, penulis Feby Anggra
Isi cerpen ini mengenai karakter Feyn. Dalam TM, karakter Feyn termasuk yang tidak menonjol dan hanya mendapat porsi sedikit, padahal saya cukup suka sama karakternya yang kalem dan bijaksana. Karenanya saya semangat membaca cerpen ini, karena menceritakan masa lalu Feyn. 
Bagian awal atau pembukaan agak membosankan tapi sewaktu masuk bagian flashback, saya mulai masuk ke ceritanya. Dibanding Eizen yang meledak-ledak dan so cuek atau Valadin yang terlalu idealistic dan Leighton yang terlalu optimistic dan baik hati, karakter Feyn lebih seperti air tenang yang menghanyutkan. Saya tidak merasakan ledakan emosi atau sejenisnya dari Feyn tapi saya bisa menangkap perasaan kesepiannya dan sifat nurturingnya. Selain satu-satunya cerpen di midkuel, ini juga yang menurut saya satu-satunya cerpen yang endingnya somehow feel bitter. (Curiga saya ada kecenderungan masokis karena suka yang sedih dan pahit).
Selain itu, meski tokoh utamanya Elvar, cerpen ini terasa manusiawi. Ternyata Elvar juga manusia.  I really like it ♥♥♥

Sekuel (Kejadian sesudah peristiwa di Ther Melian, maka itu menurut saya lebih enak kalau baca dulu buku tetralogi TM sebelum baca Anthology)

8. Awal Baru, penulis Elwin
Cerpen ini opposite dari cerpen nomor 6. Masih seputar romansa putri Ascha yang susah move on pasca peristiwa di TM. Rion juga salah satu karakter yang saya suka di TM, karena itu oke-oke saja kalau akhirnya Rion dishipping dengan Putri Ascha. Secara ukuran tubuh kan juga lebih proportional :P 
Seperti yang saya bilang kalau saya suka cerita romansa Putri Ascha, tapi selain romens, cerpen ini juga menceritakan bagaimana sifat Putri Ascha saat sedang down dan patah hati. Annoying but reasonable and acceptable.  I really like it ♥♥♥

9. Selamanya, penulis Shienny M.S.
It's all about Vrey and Leighton relationship. Saya tidak banyak komen deh selain daripada saya punya kecenderungan aneh yaitu "reaksi yang tidak pada tempatnya" terutama menyangkut dialog keju. Misal saat baca dialog ini, "Setiap pagi saat terbangun dengan kamu di sisiku, saat aku memanggil dan kamu berbalik dan menatapku; tidak ada kebahagiaan yang melebihi semua itu... Jadi, tentu saja aku akan mencarimu kalau kamu hilang."
Kalau membaca kata-kata seperti itu, kan harusnya  ekspresi saya seperti ini :
Tapi ekspresi saya malah seperti ini :
Oke, abaikan saja.  I like it ♥♥

10. Vrey dan Ornata, penulis R.A. Zhang
Cerpen ini lebih berkisah bahwa sejak jaman dahulu kala, sudah banyak Elvar yang jatuh cinta dengan manusia, hanya saja panjang umur atau keabadian justru menjadi kutukan bagi Elvar yang jatuh cinta dengan manusia. 
Ceritanya sih ngga terlalu membahas banyak mengenai para tokoh utamanya, lebih seperti additional story seperti cerpen nomor 4 dan 5. Tapi masih menyangkut sedikit mengenai hubungan Vrey - Leighton. I like it ♥♥

11. Malam Terpanjang, penulis Ghia K. 
Kalau 2 cerpen sebelumnya tentang couple life maka yang ini tentang family life. Kali ini tentang kelahiran anak pertama Vrey dan Leighton. Hahaha Leighton di sini jadi mellow banget, nangis melulu. Trus ada juga tentang keluarga Karth dan Laruen. Nama anaknya Vrey dan Leighton juga lucu :D Ada sedikit typo karena ada 2 atau 3 kali nama Vrey terketik Very. I like it ♥♥

Begitulah pendapat saya mengenai cerpen-cerpen dalam Anthology Ther Melian (ATM), dibanding dengan kumcer fantasy yang belum lama ini saya baca, ATM (meski universenya high-fantasy) tergolong ringan dan mudah dipahami baik dari segi cerita maupun penuturan (kecuali mungkin cerpen nomor 2). Mungkin karena itulah saya membacanya dengan cepat, dan karena tema utama kumcer ini tentang romance, I don't have absurd feeling this time. It's just enjoyable to read. 

Sabtu, 17 Agustus 2013

FANTASI FIESTA 2011 : ANTOLOGI CERITA FANTASI TERBAIK 2011


✭✭✭✭
Judul Buku : Fantasy Fiesta 2011 : Antologi Cerita Fantasi Terbaik 2011
Pengarang : Various
Penerbit : Adhika pustaka
Jumlah Halaman : 325 Halaman
Segmen : Remaja

Saya telat baca buku ini, bukunya terbit 2011, tapi saya bacanya baru sekarang, tahun 2013. Yah, namanya juga penimbun buku, yang penting punya dulu, baca emmmm kapan-kapan, heheheh. Buku ini adalah kumpulan cerpen dari cerita-cerita fantasy karya penulis lokal, sebelum Fantasy Fiesta 2011, saya juga baca Fantasy Fiesta 2010, saya pernah buat reviewnya di sini. Secara keseluruhan saya merasa cerpen-cerpen dalam Fantasy Fiesta 2011 lebih matang walau juga lebih meninggalkan kesan absurd (entah mengapa saya merasakan seperti itu, mungkin karena banyaknya genre dan cara penulisan yang berbeda, just my humble opinion #abaikan).

Rabu, 22 Mei 2013

THE NOT-SO-AMAZING LIFE OF @aMrazing

✭✭✭✭
Judul Buku : The Not-So-Amazing Life of @aMrazing
Pengarang : Alexander Thian
Penerbit : Gagas Media 

Akhirnya saya ikut-ikutan juga beli nih buku. Sebelum saya tau tentang buku ini, saya tau mengenai penulisnya dulu via, yah manalagi kalau bukan twitter. aMrazing alias Alexander Thian alias si seleb tweets. Pertama tau @aMrazing dari salah satu rituit teman yang saya follow akun twitternya. Terus cek tentang @aMrazing dan liat wuih nih orang followernya banyak banget (jujur saya itu ngga aktif banget di twitter dan waktu itu belum tau istilah selebriti twitter) setelah follow akun twitternya, saya baru ngeh apa itu seleb tweets (kesimpulan saya, orang yang punya banyak waktu luang dan suka ngetweets ngalor ngidul ngga jelas).

Saya akui, tweets nya emang lucu-lucu dan gokil tapi suka juga tweetsnya menyentil, kadang beberapa tweetsnya suka saya RT juga. Yah sembari tweets, dia dagang buku juga (lebih tepatnya pengalaman-pengalaman aneh bin ajaibnya), cuma waktu itu karena mikirin timbunan buku yang masih bejibun, saya belum kepikiran beli, cuma waktu lihat review orang-orang kalau nih buku tipis dan ringan serta tak perlu waktu lama untuk membacanya (biasanya antara 1.5 - 2 jam) saya jadi tertarik beli,  itung-itung sebagai bacaan pelepas stress.

Maka mulailah saya membaca buku ini dan inilah ekspresi saya sepanjang baca buku ini :

atau
tapi ada juga yang

Kisah dalam buku ini terdiri dari 14 cerita pendek, yaitu :
  1. Maria Kere vs Seline Dion, hahahah emang kadang ada aja orang yang udah salah, ngeyel lagi, dan saya juga pernah ketemu yang tipe beginian, annoying emang. 
  2. Kondom Ona Sutra, sama kayak yang lain, saya baca bagian ini sambil ngakak keras, cuma yang bikin saya heran, itu kok bisa-bisa nya aMrazing berlama-lama pegangin tuh kondom bekas, kalau saya yang pegang dan pas tau  kalau itu kondom bekas pasti reaksi tangan saya langsung reflek buang /lempar /jatuhin tuh kondom. *O ya sempet penasaran sama siapa itu Ona Sutra, dan (serius) gw gugling dan liat youtubenya lalu nyesel sendiri.*
  3. Fesbuk oh Fesbuk, kisah yang ini dapat highlight langsung di sinopsis belakang buku dan sukses bikin saya penasaran tapi setelah selesai baca bukunya, dari seluruh cerita-cerita dalam TNSALOA, justru kisah ini yang paling kurang membekas. 
  4. Dummy Seharga Dua Juta. Ini kisah yang paling sedih dari semua cerpen-cerpen di TNSALOA. Saya pun ikut terenyuh dan sedih pas baca. Kagum sama pak Soni yang tegar dalam menjadi orang tua dan tegar dalam menyikapi masalah handphone dummy-nya. Gue selalu kagum dan respek sama orang yang tetap tegar dan bijaksana saat menghadapi masalah. BTW apa kabar Rama yah sekarang? 
  5. Ngga Canggih, Nggak Gaya, Nggak Gaul. Kebalikan ama kisah sebelumnya, kisah ini bikin gemes dan bikin saya pegen jitak si anak manja yang merongrong ibunya minta beli hape cuma gara-gara masalah gaul. Ini sih tipikal yah, karena sayangnya banyak anak-anak jaman sekarang yang mirip sama si mini-me nya Pretty Asmara ini. Gue inget temen kantor gue pernah cerita kalau dia punya teman yang suka merongrong nyokapnya untuk minta dibeliin barang-barang mewah karena pengen gaya hidup ala orkay padahal nyokapnya cuma dagang di pasar tradisional dengan penghasilan pas-pasan dan suaminya udah ngga ada tapi kalau ga diturutin selalu ngancem bakal pergi dari rumah (kadang gue mikirnya ini anaknya yang salah pergaulan atau ortunya ga bisa didik anak).
  6. Amnesia Mendadak.  Jujur saya juga termasuk yang jarang atau mungkin udah ngga pernah lagi nonton sinetron dan nonton infotainment (yah mungkin baca infotainment di internet dengan hanya sekilas tampilan muka artis yang biasanya saya ngga hafalin) tapi , kalau ada artis saya juga mungkin ngga ngeh, eh tapi tergantung artisnya juga sih.  Seberapa sering buat prestasi, karya atau gosip :D
  7. Nafas Dari Neraka. Kesan gw cuma 1, udah jatuh tertimpa tangga pula :D
  8. That Awkward Moment. Moral dari cerita ini : 1. Saat ada masalah, hadapi dengan kepala dingin. 2. Jangan pake bahasa canggih ala dokter saat ngomong ke pelanggan. Gue inget, dulu pernah komputer gue rusak, padahal bukan rusak, cuma power supply  perlu diganti tapi kalau gue bilang ke ortu, kalau power supply rusak, mereka pasti bingung, akhirnya gw bilang aja komputernya ada sedikit kerusakan dan perlu diservis. Cuma yang kadang bikin annoying, tanya rusaknya apa? dan kalau gue bilang power supply rusak, ortu tanya lagi power supply apa?  kalau udah gini gw bingung jelasinnya karena bakal lebih panjang x lebar yang bikin mereka tambah gak ngerti. Curiosity is good but to understand it, sometimes it cannot instantly, you need to observe and learn it.
  9. Don't Judge The Heart By The Look. Kisahnya sih klise, dan ini termasuk kisah dalam TNSALOA yang saya tangkep ditulis Alexander Thian dengan tone lebih serius dibanding yang lain. Beauty is only skin deep. Just my opinion, kayaknya kisah ini ditulis sebagai bentuk respek dan hormat sama Mas Bambang. 
  10. Dangdut Halitosis, ini kisahnya mirip sama yang nomor 7. Tapi menurut saya yang lebih lucu ada di bagian awal,  yang mahasiswa tapi ngga bisa bedain iPod dan iPhone :D. 
  11. Manajer Masturbasi, saya asli ngakak kenceng pas bagian manajer dan Alex sama -sama kaget :D. Moral dari cerita ini : Makanya kalau mau nonton bokep, kunci pintu dulu kalau ketahuan bakal rempong, karena bakal dibikin cerpen dalam buku atau dimasukin ke blog :D
  12. Saya Anggota Dewan Y U Know?! Rasanya udah rahasia umum yah, kalau di negara kita tercinta, orang yang harusnya jadi abdi rakyat tapi kelakuannya malah norak dan kayak orang non-education, yang ada kalau  ada anggota dewan kena musibah macam ditipu, bukan dapat iba dari masyarakat ,malah dapetnya, "Sukurin loe, korupsi melulu sih."
  13. Preman Jadi-Jadian. Bab ini sepertinya ditulis untuk menertawakan nasib sial aMrazing. Saya no comment deh, kasihan udah berdarah masih harus diketawain lagi. emang kayanya hari itu jadi hari derita loe.
  14. Jujur Itu Mahal. Ada satu quote yang dalem di sini, "Sometimes, the reality makes people don't want to wake up and smell the coffee, because they're afraid to feel the pain. They choose to live in the warm blanket of denial instead". Alias udah tau, tapi berpura-pura ngga tau, dan ngga mau tau. Terlepas dari apapun kasusnya, tapi banyak orang yang seperti itu, menolak untuk menerima faktanya dan lebih milih tutup mata. Kenyataan ngga selalu seindah bayangan.  Janji banyak yang palsu. Harapan banyak yang tidak kesampaian. Ekspektasi ternyata gagal.  Well, call me pessimistic, but that's life. Hmmm gue belajar bahasa gaul baru, baru tau kalau melambai ada kata lain yaitu ngondek. 
TNSLOA itu lucu? Jelas. Menghibur? Pasti. Enak buat dibaca ulang?iya, kalau lagi stress.  Worth untuk dibeli? ngga terlalu mahal, beli aja lah. Menginspirasi? belum  sampai sih :D


Akhir kata kalau penulis ingin melanjutkan kisahnya di buku 2, aku nantikan deh, soal setau aku, penulisnya punya banyak pengalaman malu-maluin (apalagi kalau lagi traveling), jadi boleh donk di share, biar bisa kita ketawain lagi :D (#eh #LariAlaKeong)

PS : Gue masih penasaran, kenapa sih aMrazing berangan-angan dipangku dan di gendong sama Hugh Jackman?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...