Tampilkan postingan dengan label METROPOP-CHICLIT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label METROPOP-CHICLIT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juni 2015

4 DOZEN ROSES: SEBUAH NOVEL DOMESTIC ROMANCE YANG TO THE POINT

Judul: 4 Dozen Roses - Aku Mencintaimu Tanpa Syarat
Pengarang: Bey Tobing
Penerbit: Sunray Books
Editor: Beby Yunina
Jumlah halaman: 164 halaman
Cetakan 1, Maret 2012
ISBN: 978-602-8325-14-1
Segmen: Dewasa
Genre: Domestic romance, chiclit, metro-pop
Rate: ★★★½

Ada doktrin yang tertanam dalam pikiran Odilia, sebelum ia memutuskan untuk menikah. 

Bahwa laki-laki yang menyayangi keluarganya adalah laki-laki yang pantas untuk dijadikan suami. Karena bagaimana mungkin seorang suami bisa menyayangi keluarga istrinya jika ia bahkan tidak menyayangi keluarganya sendiri? ~hal 10.

Namun ternyata tahun pertama mengarungi kehidupan rumah tangga bersama Alan, membuat Odilia menyesali keputusannya sendiri, karena ia harus berbagi perhatian dan finansial suaminya dengan keluarga suaminya. Karena keluarga Alan masih membutuhkan bantuan Alan untuk membiayai kuliah adik Alan, Laura. Tambah lagi ketiadaan anak membuat Odilia tidak bisa menuntut penuh perhatian suaminya. 

Karenanya Odilia berpikir bahwa ia harus segera hamil, karena mempunyai anak akan mengubah prioritas Alan untuk lebih mengurangi perhatiannya terhadap keluarganya. Namun ternyata dokter memvonis Odilia akan sulit mempunyai keturunan. 

Namun bukan itu saja masalahnya, karena akibat ego masing-masing masalah lain pun berdatangan dan rumah tangga mereka terancam hancur berantakan. 

Senin, 01 Juni 2015

PS: I LOVE YOU - THE STORY ABOUT MOVE ON

Judul: PS: I Love You
Pengarang: Cecelia Ahern
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah:  Monica Dwi Chresnayani
Desain dan ilustrasi sampul: Marcel A.W. 
Jumlah halaman: 632 halaman
Cetakan kedua, Februari 2007
ISBN: 978-979-22-1537-3
Segmen: Chicklit, drama
Genre: Dewasa
Rate: ★★★★

Sayangku Holly,


Aku tidak tahu di mana kau berada saat ini atau kapan tepatnya kau membaca surat ini. Aku hanya berharap mudah-mudahan surat ini sampai di tanganmu saat kau dalam keadaan sehat, tak kurang suatu apa. Belum lama ini kau berbisik di telingaku bahwa kau tidak bisa menjalani hidup sendiri. Kau bisa melakukannya, Holly.

Kau tabah dan berani, jadi kau pasti bisa melewati masa-masa sulit ini. Kita pernah mengarungi saat-saat yang indah bersama, dan kau membuat hidupku... kau membuat hidupku berarti. Aku tidak memiliki penyesalan apa pun. Tapi aku hanya sebuah babak dalam hidupmu, akan ada banyak babak baru menantimu di masa yang akan datang. Ingatlah semua kenangan manis kita, tapi kumohon, jangan takut menciptakan kenangan-kenangan baru.

Terima kasih karena telah memberiku kehormatan dengan menjadi istriku. Untuk semua yang telah kaulakukan untukku, selamanya aku akan selalu mengucap syukur. Kapan pun kau membutuhkanku, ketahuilah bahwa aku selalu mendampingimu. 

Mencintaimu selamanya,
Suami dan sahabatmu, 
Gerry

PS, Aku pernah berjanji akan membuatkan daftar untukmu, dan inilah daftar itu. Setiap amplop harus dibuka tepat pada waktu yang tertera di bagian depan dan apa pun yang kutulis di dalamnya, harus ditaati. Dan ingat, aku mengawasimu, jadi aku pasti tahu...

Minggu, 24 Mei 2015

LOVE AND THE CITY: SAAT HARUS MEMILIH ANTARA KARIR ATAU JODOH

Judul: Love and The City
Pengarang: Momoe Rizal, Nabila Budayana, Anggun Prameswari, Indah Arifallah, Kent Sutjipto, Indah Hanaco, Zelie Petronella, Winda Oei, Winda Krisnadefa, Nurilla Iryani, Windhy Puspitadewi, Septantya Chandra
Penerbit: Bypass
Editor: Aditya Yudis
Jumlah halaman: 208 halaman
Cetakan 1, Januari 2015
ISBN: 978-602-1667-05-7
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Metropop, chiclit, romance
Rate: ★★★

"Bahagianya orang itu nggak sama, Jani. Kalau bahagiamu adalah menikah, bahagianya Ajeng belum tentu."

Love and The City adalah sebuah kumpulan cerpen yang ditulis oleh 12 penulis dengan satu tema utama yaitu mengenai karir dan jodoh.


Boleh dibilang karir dan jodoh adalah salah satu realita sosial yang biasa ada dalam kehidupan masyarakat urban. Kehidupan kota yang sibuk terkadang membuat seseorang harus memilih antara menghabiskan waktu bersama pasangannya atau menghabiskan waktu akibat tuntutan pekerjaan.

Waktu mendengar tema utama buku ini yaitu mengenai memilih antara karir atau jodoh, saya sedikit mengerutkan kening. Mengapa? Karena menurut saya karir dan jodoh bisa saja jalan berdampingan secara damai asal bisa kompromi. Mengapa temanya terkesan hanya bisa memilih salah satu?

Tapi itu hanya tema, isi cerita di dalamnya ternyata tidak melulu mengenai memilih karir atau jodoh, memang setiap cerpen membahas kedua hal tersebut tapi eksekusinya bermacam-macam. 

Sabtu, 20 September 2014

AUTUMN ONCE MORE: 13 KUMPULAN CERPEN METROPOP

Judul: Autumn Once More
Pengarang: Aliazalea, Anastasia Aemilia, Christina Juzwar, Harriska Adiati, Hetih Rusli, Ika Natassa, Ilana Tan, Lea Agustina Citra, Meilia Kusumadewi, Nina Addison, Nina Andiana, Rosi L. Simamora, Shandy Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Desain sampul: Marcel A.W.
Jumlah halaman: 232 halaman
Cetakan 1, April 2013
Segmen: Dewasa muda
Genre: Metropop, Chiclit, Anthology
Harga: Rp 40.000, bisa beli di bukabuku, bukukita,  grazera
Rate: ★★★


Sudah lama saya tidak menyentuh genre Metropop karena pada dasarnya Metropop sendiri bukan selera saya, namun sesekali saya membaca Metropop bila ingin bacaan ringan. Salah satu alasan saya membeli buku ini karena beberapa nama tenar dari penulis Metropop yang ada disampulnya, seperti Ilana Tan yang terkenal dengan tetralogi musim-nya, lalu Ika Natassa, Aliazalea, dll. Dan walau tenar, saya belum kesampaian membaca karya mereka, hanya Ika Natassa saja yang saya punya bukunya, tapi itupun belum sempat saya baca. 

Dan saya cukup penasaran ingin mengetahui gaya menulis beberapa penulis populer tersebut, tapi kalau harus baca 1 buku ada kecenderungan ogah karena harus menambah lagi daftar timbunan yang sudah menggunung. Karena itu saat keluar buku kumpulan cerpennya, tanpa ragu saya pun membelinya untuk sekedar memuaskan sedikit rasa penasaran saya akan gaya menulis mereka.

Dan inilah pendapat saya (yang jelas subyektif) akan ke-13 cerpen tersebut:

Kamis, 03 Oktober 2013

BOOK REVIEW : HERE, AFTER

✮✮✮½
Judul : Here, after
Penerbit : Gagas Media
Pengarang : Mahir Pradana
Editor : Samira
Desain Sampul : Jeffri Fernando
Jumlah Halaman : 197 Halaman
Segmen : Dewasa
Genre : Metropop, Chiclit, Romance
Keterangan : Buntelan dari Gagas, kado untuk blogger #unforgotTEN

Kalau ditanya peribahasa apa yang cocok untuk melukiskan pengertian cinta berdasarkan buku ini, maka jawabnya adalah :
"Beginilah cinta, deritanya tiada berakhir."
Yup, ungkapan itu terasa familiar bagi yang suka menonton serial silat jadul yang berjudul Journey To The West. Betapa sering ungkapan tersebut dikatakan oleh Chu Pat Kay, seorang jendral yang dihukum harus menjalani beribu kali siksaan cinta dalam setiap kehidupan reinkarnasinya, hanya karena jatuh cinta pada seseorang yang tidak seharusnya ia cintai. 

Tapi tidak. Saya tidak akan bahas serial tersebut. Hanya meminjam ungkapan yang sering ditangisi oleh salah satu tokohnya saja, karena ungkapan itu juga cocok untuk 10 kisah cinta dalam buku ini. Lebih tepatnya 10 kisah percintaan dari karakter-karakter yang saling berhubungan dalam buku ini walau tidak semua karakter itu saling berinteraksi atau mengenal satu sama lain. 

Sepuluh kisah cinta
Sepuluh sudut pandang 
Sepuluh rasa pahit

Tunggu dulu, bukankah ini novel romens, cinta itu kan seharusnya indah, cinta itu kan seharusnya manis, mengapa menjadi pahit? 

Mengapa bingung? Bukankah judulnya dan premisnya sudah menjawab hal tersebut? Cerita cinta berakhir di sini. Jadi buku ini lebih membahas kepahitan dari cerita cinta atau penyebab negatif yang ditimbulkan oleh akhir sebuah cinta. 

1. Adi
Mengambil tema LDR. Saya tidak pernah merasakan LDR jadi saya tidak tahu bagaimana rasanya. Tapi LDR lebih daripada cinta. Sejujurnya cerita Adi ini mungkin yang paling sederhana dibanding yang lain, ok, mungkin cerita Adi dan Ollie, awal dan akhir boleh dibilang yang paling simple dibanding 8 cerita lain. 

2. Diana
Insecurities, insecurities, insecurities. Sebenarnya tidak ada cinta di cerita ini, hanya akhir cerita cinta semuanya. Akhir cerita cinta saat seseorang tidak bisa melepaskan belenggu masa lalunya. So this is how love become lust? because why we need love when lust is more fun? Love are pain, bitter, sacrifice, compromise and commitment while lust are sex, pleasure, freedom and fun. 

3. Rio
When love become illusion even dream could be real. Dari semua kisah cinta berakhir, saya paling tidak suka dengan cerita Rio, agak membosankan menurut saya. The 'dream' things nya itu rada maksa. 

4. Putra
Temanya rada lemah dan terlalu abege menurut saya. To be honest, I don't like when love is telling as philosophy. I want to see some show, some action. 

5. Nia
Marriage by arrangement. Tema basi tapi selalu disukai. Setelah 4 cerita awal terasa hanya sekedar cerita cinta sambil lalu, saya mulai merasakan tensi dan tone meningkat lebih serius di cerita Nia. 

6. Arya
Masih lanjutan dari tema Marriage by arrangement. Yang saya bingung di sini, mengapa ceweknya menyerah begitu cepat hanya dalam hitungan hari. Padahal saya berharap bagian yang ini lebih dibahas, kan cowonya janji mau memberikan cinta yang lebih tinggi, tapi saya tidak merasakan itu. Tapi suka sama endingnya #lha

7. Novi
Dari semua cerita, inilah cerita favorit saya. Meski masih nyerempet soal cerita cinta berakhir, tapi elemen utama cerita Novi adalah psikologis campur sedikit suspense dan horror, itulah yang membuat saya suka. Saya sempat berasa tegang juga di bagian cerita Novi yang pas ada adegan Dr Jekyll and Mr Hyde. Juga adegan crazy love Novi yang bikin saya geleng-geleng kepala dan teringat lagu Agnes ~Cinta ini kadang-kadang tak ada logika, brisi semua hasrat dalam hati, ku hanya ingin dapat memiliki, dirimu hanya untuk sesaat~

8. Rizal
Beneran ya, adegan pembuka bangun tidur kuterus mandi itu memang membosankan. Tapi itu cuma openingnya doank. Ceritanya bukan tentang itu. Ya intinya, menikahlah karena cinta, jangan karena terpaksa. 

9. Intan
Baca cerita Intan ini agak ingetin saya sama film Korea Untold Scandal, yaitu affair vs affair. Berhubung tokoh-tokohnya suka puisi maka di cerita ini banyak puisinya.

10. Ollie
In the end, what is the difference between love and lust? Mungkin jawabnya gampang, cinta itu long term, sedangkan nafsu itu short term. Sesaat kita mengira kita mencintai seseorang dengan sangat bergelora dan menggebu-gebu tapi hanya dalam hitungan jam, oke mungkin hari, kita langsung move on dengan cepat. 

Overall : Saya suka dan menikmati buku ini, gaya bahasa atau penuturan Mahir Pradana benar-benar enak diikuti, kalimat-kalimatnya terasa membumi dan dialog-dialognya tidak ada yang berlebihan sebagaimana khas novel romens yang ujung-ujungnya suka jadi keju. 

Karakter? Sejujurnya saya rasa penulis membuat karakter disini untuk kebutuhan cerita bukan untuk diidolakan. Tidak ada karakter hitam dan putih. Semuanya hanya mencoba untuk menjalani hidup dengan lebih 'enjoy' melalui berbagai macam cara yang dapat mereka lakukan.

Cover? saya baru sadar, gambar jam pasir itu memang menandakan, cinta pun ada batasan waktunya. Eternal Love mungkin hanya ada dalam dongeng. Cinta bisa berakhir karena batasan jarak, hasrat, kondisi, dll. 

Senin, 12 Agustus 2013

MARRIAGEABLE

✭✭✭½
Judul Buku : Marriageable
Pengarang : Riri Sardjono
Penerbit : Gagas Media
Editor : Windy Ariestanty
Proofreader : Mita M. Supardi
Jumlah Halaman : 357 Halaman
Segmen : Dewasa
Special Note : Buku ini saya terima dari Gagas sebagai kado untuk blogger #unforgotTEn

Reviewer : 



Chiky


Oniyon



Momon



Monky



Kitten


Ada lima orang sahabat yang saat itu sedang berkumpul, sebenarnya mereka tidak berniat untuk hangout bareng. Chiky berencana membeli snack cacing kering di minimarket terdekat, Oniyon sedang asyik sendiri sama buku yang dibacanya, Momon ingin ke rental untuk meminjam DVD Korea, sedangkan kembarannya Monky sudah berjanji untuk main bola membantu temannya melawan tim RT tetangga sebelah yang berhadiah satu tandan pisang dan Kitten seperti biasa cuma bergolek-golek di kasur. Namun hujan deras turun dengan tiba-tiba membuat kelima mahluk tersebut terpaksa mengurungkan niatnya dan akhirnya berkumpul di ruang santai. Sambil menunggu hujan mereda, Chiky memutuskan untuk main games, sedangkan Momon dan Monky hanya berdiam diri melamun. 

"Sebel kenapa sih harus hujan," gumam Monky jengkel

"Tapi hujan itu romantis, gue suka hujan," sahut Momon yang berdiri di dekat jendela dan memandang hujan. 

"Romantis?" ejek Monky. "Becek, macet, gak ada ojek gini, menurut loe romantis?"

"Kenapa sih Ky,  elo tuh jadi mahluk sinis banget, ngga ada imajinasi sama sekali," desah Momon

Oniyon yang dari tadi asyik baca buku, menghentikan kegiatan bacanya dan berteriak jengkel kepada sepasang monyet kembar tersebut, "Tolong loe orang berdua jangan ribut, gue ngga bisa konsen nih," ujarnya dan lalu ia kembali tenggelam dalam buku yang dibacanya.  

Monky yang lagi bete karena hujan langsung mengalihkan perhatiannya pada Oniyon yang tampak sedang cengar-cengir di pojokan. Penasaran ia menuju ke tempat Oniyon membaca buku. 

"Lagi baca buku apa sih, dari tadi loe cengar-cengir sendiri kaya orang gila?" tanyanya sambil melirik cover sebuah buku yang bergambar kotak susu dengan totolan sapi. 

"Bentar lagi gue selesai, elo jangan ganggu gue dulu," ujar Oniyon sambil membalikkan badan membelakangi Monky. 

Tapi bukan Monky namanya kalau terima saja dicuekin sama Oniyon, dengan gesit dia langsung menyambar buku yang dibaca Oniyon dan membaca sinopsis yang ada belakang cover buku. 

Namaku Flory. Usia mendekati tiga puluh dua. Status? Tentu saja single! Karena itu Mamz memutuskan mencarikan Datuk Maringgi abad modern untukku.
"Kenapa, sih, gue jadi nggak normal cuma gara-gara gue belom kawin?!"
"Karena elo punya kantong rahim, Darling,” jawab Dina kalem. “Kantong rahim sama kayak susu Ultra. Mereka punya expired date."
"Yeah," sahutku sinis. "Sementara sperma kayak wine. Masih berlaku untuk jangka waktu yang lama."
Mamz pikir aku belum menikah karena nasibku yang buruk. Dan kalau beliau tidak segera bertindak, maka nasibku akan semakin memburuk. Tapi Mamz lupa bertanya apa alasanku hingga belum tergerak untuk melangkah ke arah sana.
Alasanku simple. Karena Mamz dan Papz bukan pasangan Huxtable. Mungkin jauh di dalam hatinya, mereka menyesali keputusannya untuk menikah. Atau paling tidak, menyesali pilihannya. Seperti Dina, sahabatku.
"Kenapa sih elo bisa kawin sama laki?!"
Dina tergelak mendengarnya. "Hormon, Darling! Kadang-kadang kerja hormon kayak telegram. Salah ketik waktu ngirim sinyal ke otak. Mestinya horny, dia ngetik cinta!"
See??
"Oh my God!" desah Kika ngeri. "Pernikahan adalah waktu yang terlalu lama untuk cinta!"
Yup!
That’s my reason, Darling!
"Kembaliin, gue belum selesai," sembur Oniyon sambil berusaha menarik kembali buku tersebut dari Monky. Namun seperti biasa Monky selalu lebih gesit dari bawang. 

"Wah kayanya nih buku lucu" ujar Monky sambil tetap memerhatikan cover belakang buku. Setelah itu Monky tertawa ngakak 

"Kenapa loe, tiba-tiba ketawa?" tanya Oniyon jengkel

"Kayanya gue tau deh, kenapa elo pilih buku ini buat elo baca?" sahut Monky sambil senyum-senyum

"Maksud loe?" tanya Oniyon heran

"Tema buku ini tuh sesuai sama keadaan elo," jawab Monky sambil tetap senyum-senyum

"Tema? keadaan gue? maksud elo apa sih?"

"STMJ," jawab Monky sambil tergelak

"STMJ? Apa itu STMJ? Ngomong yang jelas, emang loe kira gue kerja di CIA," tegur Oniyon tambah jengkel.

"STMJ itu artinya Sudah Tua Masih Jomblo." 

"Siaul loe!" 

Momon yang sedari tadi mengamati tampak tertarik dan ikut bergabung, "Buku apa sih? romantis ga?"

Monky memandang jengkel saudari kembarnya, "Gue rasa cerita horror pun di otak loe jadi romantis."

"Monky jahat!" teriak Momon sambil pergi meninggalkan ruangan tersebut. 

Chiky yang sedari tadi asyik main video game, tiba-tiba berhenti, "Kenapa sih elo sama kembaran loe sendiri aja susah akur, Ky?"
"Bukan begitu Chik, tapi dia tuh perlu disadarin kalau kenyataan ngga seindah impian," sahut Monky sambil memberikan buku tersebut kepada Oniyon yang langsung dikeukeup oleh Oniyon. 

"Gue udah baca tuh buku, menurut gue ceritanya lumayan," ujar Chiky sementara matanya tetap melihat layar TV

"Jadi gimana? akhirnya si Flory ini berhasil kawin ga? sebelum uh expired?" tanya Monky

"Kalau yang loe maksud apa si Flo dapat jodoh, jelas dapat, karena buku itu bukan soal pencarian jodoh," jawab Chiky datar.

"Eh, kalau gitu tentang apa donk?" tanya Monky keheranan

"Meoow, tentang cinta dan apa itu cinta," ngeong Kitten yang tiba-tiba saja memunculkan kepalanya dari balik selimut. 

"Huh cinta," dengus Monky sambil mencibir, "Gue sih ngga percaya cinta."

Kitten kecil kembali mengeong menyatakan ketidaksetujuannya atas Monky, "Jadi kalau elo gak percaya cinta, menurut elo kenapa para manusia itu pada menikah?"

"Gampang Ten," jawab Monky mantap. "Karena manusia perlu melanjutkan keturunan, dan dalam dunia manusia untuk melanjutkan keturunan, mereka harus menikah."

Chiky tiba-tiba menoleh dari layar TV dan bertanya, "Tapi kalau memang tujuannya buat melanjutkan keturunan, kenapa ada manusia yang mau menikah tapi ngga mau punya anak?"


Monky tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya mengambil kesimpulan dengan gaya sotoynya, "Mungkin untuk kenikmatan dan pengabdian."

Oniyon yang tampaknya sudah selesai membaca tiba-tiba nyerocos, "Kenapa bahasan elo orang jadi rumit gitu, pernikahan kan urusan para manusia, yang penting commitment."

"Apa pula itu commitment?" tanya Kitten polos. 

Oniyon tidak mengacuhkan pertanyaan Kitten dan alih-alih melemparkan pertanyaan kepada Chiky, "Chik, apa pendapat elo soal buku ini?"

Kali ini Chiky meletakkan tuas kendali video games yang dipegangnya, lalu dia mengeluarkan sebuah buku kecil berwarna biru dan berkata, "Kalau menurut gue, konflik utama cerita ini ada pada karakter utama yang bernama Flory, karena dia cenderung over thinking  dan tema cerita secara keseluruhan tentang insecurity, tidak ada konflik yang benar-benar nyata dalam buku ini, karena semua konflik bersumber pada Flory yang cenderung menyelesaikan masalah dengan masalah."

Oniyon hanya manggut-manggut setuju, lalu menambahkan, "Kalau menurut elo gaya penceritaannya bagaimana?"

"Mirip script film, 70% dialog dan 30% narasi, buku ini banyak di percakapan dan permainan dialog" jawab Chiky.

"Bagaimana dengan typo?" tanya Monky tiba-tiba. 

Oniyon dan Chiky hanya saling memandang lalu Chiky kembali berkata, "Typo ada sih tapi ngga terlalu banyak. Halaman 204, 'membutuh' seharusnya 'membutuhkan' trus halaman 327, 'permaian' seharusnya 'permainan' dan hmmm kayanya cuma segitu aja."

"Elu yakin typonya cuma segitu?" ejek Monky. "Buku terakhir yang elo baca kan typonya ada 10 tapi elo sebut cuma 5."

"Tugas gue kan bukan memeriksa typo, Ky," jawab Chiky tenang. "Itu kan bagian elo yang memeriksa typo, kalau jumlah typonya ada lebih yah maklum deh."

"Kan gue belum baca bukunya, Chik," Monky mengingatkan Chiky. 

"Tapi ada satu hal yang mengganjal gue, Chik," gumam Oniyon, tangannya membuka-buka halaman buku dan menunjukkan sebuah kalimat dalam buku lalu membuka lagi lembar halaman lain dan kembali menunjukkan kalimat lainnya. "Gue bingung sama kata acuh di sini. Kalau yang gue nangkep dari penyampaian kalimatnya, makna kata acuh di sini adalah cuek. Tapi kenapa depannya ngga pakai kata 'tak'?"

Monky tampak bingung, "Maksud loe?" lalu Monky ikut membaca kalimat yang ditunjukkan oleh Oniyon. "Aneh ya, gue yakin acuh itu maknanya peduli, tapi kenapa di kalimat ini bermakna cuek?"

"Itu karena tidak ditambahkan kata 'tak' di depan kata 'acuh', jadi yang benar itu tak acuh bukan acuh," jawab Chiky. 

"Apa kelolosan?" tanya Oniyon pada Chiky

"Kelolosan kok banyak? bisa dibilang semuanya?" Chiky balik bertanya kepada Oniyon

"Hanya editor dan penulis yang tahu."

"..."

Kitten kembali menongolkan kepalanya dari balik selimut dan ikut nimbrung, "Kalau ceritanya bagaimana? kok ngga ada yang bahas cerita dan karakternya?"

"Lha tadi kan sudah disebut sama Chiky," seru Monky heran. "Makanya kalau nyimak tuh yang serius jangan sambil guling-guling di kasur."

"Gue dengar kok, tapi itu kan Chiky cuma bilang temanya. Bukan pembahasan cerita atau karakternya. Maksud gue banyak adegan romantisnya ga? adegan yang bisa bikin pembacanya merasa terenyuh," ujar Kitty dengan mata berbinar-binar. 

Monky, Oniyon dan Chiky cuma terbengong menatap Kitten. Tapi mereka memakluminya karena Kitten ditemukan dalam sebuah tong sampah saat masih seekor bayi kucing oleh Momon dan sejak saat itu Momonlah yang mengasuh Kitten, tidak heran kalau sifat Kitten miirp dengan Momon, sama-sama melankolis dan hopeless romantic. 

"Ceritanya seputar dunia sosialita. Adegan romantis ada, kata-kata keju ada, tapi ngga banyak, yang lebih banyak itu seputar persahabatan Flory dan genknya daripada interaksi Flory sama cowonya," ujar Chiky dan sebelum Oniyon sempat menyela, ia kembali menambahkan, "Kalau menurut gue buku ini lebih tentang persahabatan daripada kisah pernikahan itu sendiri."

"Persahabatan yang membahas tentang pernikahan," tambah Oniyon lalu ia kembali berujar, "sebenarnya gue berharap lebih banyak interaksi antara Flory dan suaminya. Kalau untuk karakter, gue paling suka Dina."

"Elo demen yang model bitchy begitu?" tanya Chiky

"Lho justru kan menariknya sifat dia karena bitchy itu. Kalau yang lain typical, ada Gerry yang tipikal cowo gay tukang gosip, si Flory sendiri tipe yang impulsif karena tindakan dan perkataannya bekerja lebih dulu daripada otaknya trus Kika si feminis nanggung dan Ara yang mirip-mirip sama Momon dalam hal romantika cinta. That's all"

"Jadi gue rasa kita udah siap buat laporan untuk Lady Storytelling," ujar Chiky sambil menutup buku catatan kecilnya dan disetujui dengan anggukan Oniyon. 

Sementara itu hujan di luar sudah mulai reda, Momon sudah menghilang entah kemana, Kitten melanjutkan bergolek-golek di kasur. Monky langsung pergi untuk bertemu temannya. Chiky pergi ke minimarket untuk membeli snack cacing kering favoritnya dan Oniyon menghadap Lady Storytelling.

Why I gave the rate 3.5 instead of 4


Note : Semua karakter saya ambil dari http://www.laymarks.com/ saya terinspirasi untuk membuat review ala cerpen dari blog Mbak Dewi saat saya membaca reviewnya yang berjudul Fifty Shades of Grey dan ternyata yah saya gagal untuk membuat cerpen yang lucu jadi sorry yah kalau reviewnya garing.  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...