Tampilkan postingan dengan label Mysteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mysteri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 April 2016

TRIO DETEKTIF #1: MISTERI PURI SETAN



Judul: Misteri Puri Setan (Trio Detektif #1)
Pengarang: Robert Arthur
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Agus Setiadi
Jumlah halaman: 216 halaman
ISBN: 978-602-03-0595-0
Cetakan 1, Juli 2014
Segmen: Anak-anak, remaja
Genre: Misteri, detektif, petualangan

The New Old Brand. 

Saya masih ingat, saya pernah membuat Wishful Wednesday yang wish-nya ingin beberapa buku-buku lama di cetak ulang oleh Gramedia. Buku-buku lama yang saya maksud adalah buku-buku masa kecil yang akibat keterbatasan dana, belum kesampaian saya baca. Salah satu buku yang saya "wish" untuk dicetul lagi adalah seri Trio Detektif.

Seri Trio Detektif adalah seri yang lumayan populer kalau dilihat dari banyaknya jumlah seri yang diterbitkan oleh GPU. Dan tahun 2014, keinginan saya dikabulkan dengan dicetak ulangnya seri ini.

Kalau saya cek, sejauh ini GPU sudah menerbitkan hingga 10 seri buku Trio Detektif (silakan koreksi kalau saya salah).

Buku pertamanya Trio Detektif adalah Misteri Puri Setan. BTW, ada yang sedikit berubah, yaitu endorser buku ini. Dulu seingat saya Alfred Hitchcock, sekarang berubah menjadi Alfred Hitfield. Mungkin hal ini lebih berkaitan dengan lisensi atau copyright.

Sinopsis:

Tiga orang pemuda yang terdiri atas Jupiter Jones, Pete Crenshaw dan Bob Andrews memulai usaha mereka membangun Biro Deteltif yang diberi nama Trio Detektif, sesuai dengan jumlah anggota mereka. 

Usaha baru tentu sangat membutuhkan publisitas. Karena itu, Jupiter Jones (Jupe) ingin meminta bantuan salah satu sutradara Hollywood terkenal, Alfred Hitfield untuk membuka kasus pertama mereka. Alfred Hitfield sedang mencari tempat paling berhantu untuk tempat syuting filmnya. Ia memberi tantangan pada Trio Detektif untuk mencari tempat paling seram yang pernah ada, dan Trio Detektif pun harus bisa membuktikan bahwa tempat itu memang seram dan sungguh berhantu. 

Kebetulan di kota itu, ada sebuah puri yang disebut puri setan karena tidak ada orang yang tahan untuk tinggal di sana meski hanya untuk semalam saja akibat banyak teror dari para hantu. Akibatnya selama bertahun-tahun, tidak ada yang berani menghuni puri tersebut. Trio Detektif pun harus mencari tahu mengenai misteri puri setan tersebut. Apakah benar-benar ada setan di puri tersebut?

What I thought about it:

Senin, 22 Februari 2016

THE DEAD RETURNS: TERNYATA TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN


Judul Buku: The Dead Returns
Pengarang: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Penerjemah: Andry Setiawan
Jumlah halaman: 252 halaman
ISBN: 9786027742574
Cetakan 1, Agustus 2015
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Misteri

Nobuo Koyama adalah pemuda introvert, berwajah jauh dari tampan, tak populer dan mempunyai hobby tidak umum-yaitu tergila-gila pada kereta api. Keberadaannya pun cenderung terabaikan oleh teman-teman sekelasnya. Ia hanya mempunyai 1 orang teman di sekolah, yaitu Yoshio Tanaka.

Pada suatu hari Koyama mendapat sebuah surat misterius. Si pengirim surat meminta Koyama untuk menemuinya di sebuah tebing pada malam hari. Koyama mengira, surat itu dikirim oleh sahabatnya, Yoshio. Sesampainya di tebing, dalam keadaan gelap, tiba-tiba saja Koyama didorong jatuh oleh seseorang.

Seorang pemuda berusaha menyelamatkannya, namun ternyata si pemuda juga ikut terjatuh bersama Koyama. Saat Koyama mengira dirinya mati, ia mendapati dirinya selamat. Hanya saja, ia tidak selamat sebagai Nobuo Koyama, melainkan sosok pemuda yang berusaha menyelamatkannya saat terjatuh, yang bernama Takahashi Shinji.

Berbeda dengan Koyama Nobuo yang berwajah biasa-biasa saja, sosok pemuda yang ia dapati sangat tampan dan dengan mudah menjadi anak populer di sekolah. Dengan tubuh dan kehidupan barunya, Koyama berniat mencari tahu siapa yang membunuhnya dan ia yakin kalau pelakunya adalah 1 di antara 35 orang teman sekelasnya.

Misteri? Ya
Thriller? Bukan

Minggu, 27 Desember 2015

THE WHISPERING SKULL: SUPERNATURAL RASA MIDDLE GRADE

Judul Buku: The Whispering Skull (Lockwood & Co #2)
Pengarang: Jonathan Stroud
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Editor: Primadona Angela
Jumlah halaman: 488 halaman
ISBN: 6020310124
Cetakan 1, Januari 2015
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Misteri, horror, dark fantasy
Rate: ★★★★

Lebih seru, lebih ramai.


Semenjak kesuksesan misi terakhir mereka. agensi penyidik paranormal Lockwood & Co kebajiran klien yang meminta jasa mereka untuk mengatasi teror hantu. 


Kali ini Lockwood dkk harus mengatasi teror hantu dari makam Edmund Bickerstaff, seorang dokter yang terkenal kejam dan suka melakukan ritual kegelapan di zaman Victoria. Namun selain mengatasi teror hantu, ada suatu hal lain yang mereka temukan di makam Bickerstaff, yaitu sebuah cermin.  Dan cermin itu bukan cermin biasa. Sebab konon cermin itu menyimpan misteri mengenai kehidupan setelah kematian dan hal tersebut membuat cermin tersebut menjadi buruan para kolektor relik psiskis yang sesungguhnya dilarang oleh pemerintah. 

Namun tak berapa lama setelah ditemukan, cermin tersebut dinyatakan hilang dan diyakini benda tersebut dicuri oleh para pedagang relik untuk dijual di pasar gelap. 

Lockwood dkk harus berpacu dengan waktu untuk menemukan cermin itu, sebab benda tersebut sangat berbahaya dan bisa membunuh orang yang melihatnya. Namun tugas mereka makin sulit karena mereka mendapat saingan dari kelompok Quill Kipps dkk, yaitu para agen-agen Fittes yang juga ingin menyelesaikan misi tersebut demi prestise masing-masing agensi. 

Selain itu tiba-tiba saja tengkorak dalam wadah hantu mau berbicara denga Lucy dan tampak tertarik dengan kasus tersebut. 

Berhasilkan Lockwood dkk menemukan cermin yang hilang tersebut? Apa sebenarnya rahasia cermin tersebut? Siapa Edmund Bickerstaff? Mengapa tengkorak dalam wadah hantu tiba-tiba mau bicara?

Sabtu, 29 November 2014

GUA RAHASIA: WALKING DOWN THE MEMORY LANE

Judul: Gua Rahasia (Hidey-Hole) Fabulous Four #5
Pengarang: Enid Blyton
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Agus Setiadi
Jumlah halaman: 96 halaman
Cetakan 1, Januari 1993
Segmen: Anak-anak
Genre: Petualangan, misteri
Rate: ★★★

Musim buah bram telah tiba. Bobby, Betty & Jocko sangat bersemangat mengumpulkan buah-buah bram liar  yang siap dipetik dari hutan di dekat rumah mereka. Nantinya buah-buah bram yang telah mereka petik akan mereka jual dan hasil penjualannya akan digunakan untuk membantu membelikan sepeda roda tiga untuk seorang anak penyandang cacat  yang miskin. 

Siapa sangka karena memetik buah bram,  ketiga anak-anak itu menemukan sebuah gua rahasia yang tersembunyi di balik semak-semak pohon bram. Jocko, Bobby dan Betty sangat senang dengan gua rahasia tersebut dan mereka menggunakan gua tersebut sebagai tempat persembunyian dan bermain mereka yang baru, termasuk Jiminy, anjing kesayangan Jocko. 

Namun ternyata bukan mereka saja yang menggunakan gua tersebut sebagai tempat persembunyian mereka, karena ada orang lain juga yang menggunakan gua tersebut. Maka dimulailah petualangan Jocko, Bobby dan Betty dalam menyingkap misteri gua tersebut. 

Rabu, 12 November 2014

THE GRAVEYARD BOOK: ANAK YANG BERTAHAN HIDUP

Judul: The Graveyard Book (Cerita Dari Pemakaman)
Pengarang: Neil Gaiman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Lulu Wijaya
Editor: Ariyantri E. Tarman
Jumlah halaman: 351 halaman
Cetakan pertama, Maret 2013
Segmen: Anak-anak, semua umur
Genre: Fantasi, misteri
Harga: Rp 55.000
Rate: ★★★

Ini kisah tentang Nobody Owens atau Bod, anak lelaki yang tinggal di pemakaman dan dibesarkan oleh para hantu. Kisah Bod dimulai pada suatu malam saat ia masih bayi kecil yang baru belajar berjalan. Suatu malam seorang pembunuh kejam yang bernama Jack menghabisi seluruh anggota keluarganya, namun si bayi berhasil meloloskan diri dan pergi ke suatu kompleks pemakaman. Dengan dilindungi oleh para hantu dari pemakaman, si bayi berhasil selamat dari pembunuh kejam yang ingin menghabisi nyawanya. 

Oleh para hantu, si bayi diangkat anak, dilindungi dari keganasan dunia luar dan pembunuh keji yang masih mencarinya, si bayi tumbuh besar menjadi bocah lelaki, dididik dan disayangi oleh para hantu dan diberikan Kebebasan Pemakaman untuk bisa menjelajah seluruh pemakaman sebagaimana para hantu. 

Minggu, 26 Oktober 2014

LOCKWOOD & CO - THE SCREAMING STAIRCASE: BETWEEN SOLVE THE CASE AND PARANORMAL ACTIVITY

Judul Buku: The Screaming Staircase: Lockwood & Co #1
Pengarang: Jonathan Stroud
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Editor: Barokah Ruziati
Desain Sampul: Martin Dima
Jumlah Halaman: 424 halaman
Cetakan 1, Januari 2014
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Misteri, horror, dark fantasy
Rate: ★★★★

The Screaming Staircase (Saat Kisah Horror Dibuat Ala Misteri Detektif)

London dilanda wabah hantu yang sangat mengerikan. Wabah itu membuat malam hari menjadi sangat berbahaya karena ada hantu-hantu yang bergentayangan dan suka menyerang manusia. Jam malam pun diberlakukan, para penduduk langsung masuk rumah segera setelah matahari terbenam. Setiap rumah harus dilapisi perlindungan besi, garam dan bunga lavendel untuk mencegah hantu masuk rumah. Tidak ada yang berani beraktivitas di luar ruangan saat malam hari. Selain itu, banyak pula agensi-agensi pembasmi hantu yang bermunculan untuk mengatasi tempat-tempat yang dihantui dan masalah-masalah paranormal lainnya.

Salah satu agensi itu bernama Lockwood & Co, sebuah agensi hantu kecil dan independen yang beranggotakan 3 orang, yaitu:
  1.  Anthony Lockwood, sang pemimpin yang tangkas dan juga pemilik agensi Lockwood & Co. Pemuda tinggi ramping yang karismatik sekaligus eksentrik yang mempunyai bakat melihat hantu secara jelas.
  2. George Cubbins, pakar riset dalam agensi tersebut. George bertubuh gemuk dan berkacamata, suka membaca buku dan melakukan penelitian ilmiah terhadap hantu.
  3. Lucy Carlyle, anggota terakhir dan satu-satunya anak perempuan dalam agensi Lockwood & Co. Lucy mempunyai bakat cenayang yang luar biasa, yaitu bisa mendengar dan merasakan emosi hantu. 
Suatu hari, agensi Lockwood & Co menerima kasus untuk menangani gangguan hantu di suatu rumah. Sayangnya kasus tersebut berakhir kacau dan membuat mereka mengalami banyak kerugian yang bisa mengakibatkan agensi mereka ditutup. Untuk menyelamatkan agensi dan mengembalikan reputasi, mereka membutuhkan kasus besar untuk ditangani.

Kesempatan itu datang, ketika seorang klien kaya raya dan terkenal menawarkan hadiah besar pada mereka apabila mereka berhasil mengatasi suatu kasus. Tapi kasus yang ditawarkan oleh klien tersebut sangat berbahaya karena mereka harus mengatasi para hantu di salah satu rumah paling berhantu di Inggris yang sudah banyak menelan korban jiwa.

Jadi bagaimana keputusan Lockwood dkk? Apakah mereka akan menolak dan membuang peluang emas yang bisa menyelamatkan agensi mereka atau sebaliknya, demi menyelamatkan agensi, mereka akan menerima kasus tersebut meski nyawa taruhannya.

Sabtu, 04 Oktober 2014

ORANG-ORANG TANAH: SEGELAP MALAM DAN SEHITAM TANAH

Judul: Orang-Orang Tanah
Pengarang: Poppy D. Chusfani
Penerjemah: Gramedia Pustaka Utama
Editor: C. Donna Widjajanto
Sampul & ilustrasi dalam: Anne M. Oscar
Jumlah halaman: 200 halaman
Cetakan 1, Agustus, 2013
Segmen: Dewasa
Genre: Kumpulan cerpen, dark fantasy, mystery,
thriller, horror
Harga: Rp 42.000
Rate: ★★★★


Masih dalam rangkaian October Hallowen reading alias membaca buku bertema horror/mystery/thriller/dark selama bulan Oktober, kali ini pilihan saya adalah Orang-Orang Tanah dari penerjemah favorit saya, Mbak Poppy D. Chusfani.
 
Orang-Orang Tanah adalah sebuah novel yang berisi kumpulan cerpen dari penulis sekaligus penerjemah Poppy D. Chusfani. Tepatnya 9 cerita pendek yang mempunyai satu benang merah yang sama, yaitu perjuangan dan balas dendam. 

Jangan terkecoh oleh ilustrasi sampul Orang-Orang Tanah yang mirip ilustrasi pada buku anak-anak. Buku ini sama sekali tidak ditujukan untuk anak-anak. Beberapa adegannya (Bulan Merah) bahkan terkesan vulgar dan balik ke isi ceritanya yang rata-rata mempunyai tema balas dendam. Kalau yang pernah baca Malaikat Jatuh-nya Clara Ng, suasana atau aura buku ini banyak mengingatkan saya akan novel tersebut, yaitu perasaan suram dan seram saat membacanya.

Mari  bahas satu-persatu:

Sabtu, 06 September 2014

THE MYSTERIOUS AFFAIR AT STYLES: SIAPA YANG MERACUNI KORBAN

Judul: The Mysterious Affair at Styles (Misteri di Styles) Hercule Poirot #1
Pengarang: Agatha Christie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Mareta
Desain sampul: Satya Utama Jadi
Jumlah halaman: 268 halaman
Cetakan kedelapan, November 2013
Segmen: Dewasa muda
Genre: Misteri, detektif
Harga: Rp 20.000 (beli di obralan Gramedia Sunter Mal)
Rate: ★★★★

Suasana pedesaan Styles yang tenang menjadi gempar saat seorang perempuan tua terhormat dan kaya raya tiba-tiba saja meninggal akibat diracun. Setiap bukti-bukti yang ditemukan justru semakin membingungkan dan  membuat penyelidikan bertambah rumit. Apalagi ternyata beberapa orang mempunyai motif untuk membunuh korban. 

Jadi bagaimana M. Poirot dapat menemukan pelakunya di antara beberapa tersangka yang mempunyai motif untuk membunuh korban?

Senin, 18 Agustus 2014

THE AFTER-DINNER MYSTERIES: SEBUAH NOVEL DETEKTIF DENGAN CITA RASA KOMIK

Judul: The After-Dinner Mysteries (Nazotoki wa Dinner no Ato de - 謎解きはディナーのあとで
Pengarang: Higashigawa Tokuya
Penerbit: Haru
Penerjemah: Khairun Nisak
Editor: Novianita
Proofreader: Dini Novita Sari
Desain Cover: Yusuke Nakamura
Jumlah halaman: 291 halaman
Cetakan 1, Februari 2014
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Misteri, detektif, kumpulan cerpen, komedi
Harga: Rp 59.000, bisa dibeli di owlbook store, bukabuku
Rate: ★★★
Special Note: Thanks to Dinoy atas hadiah GA-nya

"Maaf, Tuan Putri.... Kalau Anda tidak tahu kebenaran kasus sepele seperti ini, apakah Tuan Putri sebenarnya bego?" 

"Maaf, Tuan Putri, jangan-jangan mata Tuan Putri sebenarnya hanya lubang tak berguna?"

"Kalau Tuan Putri tidak tahu mengetahui hal mudah seperti ini, apakah Anda bisa disebut detektif profesional?"

Apa yang akan kamu lakukan kalau kamu mempunyai pelayan dengan mulut lancang yang mengeluarkan kalimat-kalimat kurang ajar seperti di atas?

Rabu, 13 Agustus 2014

GIRLS IN THE DARK: STILL DARK TILL THE END

Judul Buku: Girls in The Dark (Ankoku Joshi)
Pengarang: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Penerjemah: Andry Setiawan
Editor: Nona Aubree
Proofreader: Dini Novita Sari
Desain Cover: Kana Otsuki
Jumlah halaman: 279 halaman
Cetakan 1, Mei 2014
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Misteri, psikologis, detektif, kumpulan cerpen
Harga: Rp 44.200 (15% off dari Rp 52.000) bisa dibeli di owl bookstore
Rate: ★★★★


Sekolah khusus putri elite itu dikejutkan oleh berita kematian mendadak salah seorang muridnya yang bernama Shiraishi Itsumi. Kematian Itsumi sangat mengejutkan seisi sekolah, karena Itsumi terkenal sebagai murid yang populer, cantik, pandai dan dikagumi oleh hampir seluruh siswi SMU Santa Maria. Banyak yang berspekulasi kalau kematian Itsumi bukan karena bunuh diri, melainkan dibunuh oleh teman-teman Itsumi yang tergabung di klub sastra yang dibentuk dan diketuai oleh Isumi sendiri. Klub sastra adalah klub istimewa dan elite di mana anggotanya hanya bisa masuk bila diundang oleh Shiraishi Itsumi sendiri. Siapa sajakah keenam orang anggota klub sastra tersebut (with imaginary cast of young talented Japanese actress and some uniforms):

Sabtu, 10 Mei 2014

GOOSEBUMPS: PENEMUAN PROFESOR SHOCK (BERANI MENERIMA TANTANGAN INI #14)

Judul: Penemuan Profesor Shock
Pengarang : R.L. Stine
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: L. Ratnayanti
Jumlah Halaman: 135 Halaman
Cetakan Oktober, 1999
Segmen: Anak-anak, remaja
Genre: Petualangan, horror
Pinjam dari Joo
Rate: ★★

Apakah kau berani menerima tantangan ini?


Masuklah ke rumah seram di ujung jalan sana. Ada seorang ilmuwan gila dengan berbagai macam penemuan anehnya di suatu ruangan. Ada mesin dingdong keren, dunia di balik cermin dan juga robot yang bisa hidup. Tapi resikonya kau tanggung sendiri, karena sang ilmuwan gila sudah memperingatimu bahwa kau tidak boleh masuk ke ruangan itu. Namun rasa penasaranmu lebih besar daripada rasa takutmu. 

Minggu, 23 Maret 2014

THE STREET LAWYER: UNDERDOG VERSUS FRONT RUNNER

Judul Buku: The Street Lawyer (Pengacara Jalanan)
Pengarang: John Grisham
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Widya Kirana & Diniarty Pandia
Cover: Marcel A.W.
Jumlah Halaman: 479 Halaman
Terbit: Cetakan keempat - September 2006
Segmen: Dewasa
Genre: Legal Drama (Hukum), Mystery, Realistic Fiction
Rate: ★★★½
Beli obralan Rp 20.000 (sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu)

Premis: Bisakah kaum miskin menang melawan mereka yang kaya dan berkuasa?


Berawal dari premis itulah saya memutuskan untuk membeli buku ini. Ceritanya berkisah mengenai Michael Brock, seorang pengacara muda yang sukses dan sangat mapan. Selama 32 tahun kehidupan Michael, segala sesuatunya bagi Michael selalu berjalan mulus dan sempurna. Michael berasal dari keluarga mapan yang tinggal di lingkungan sub-urban yang nyaman, lulusan sekolah hukum terkenal di dunia, yaitu Yale Law School. Dan menjalani hari-harinya sebagai pengacara sukses yang karirnya sedang meningkat di salah satu biro hukum terbesar di Amerika Serikat. Gaji besar dan kekayaan sudah dimiliki dan hanya tinggal menunggu waktu sampai ia diangkat menjadi partner di biro hukum tempatnya bekerja. 

Namun suatu peristiwa terjadi. Pada suatu pagi, seorang gelandangan tiba-tiba menerobos masuk ke biro dan menyandera 8 orang pengacara, Michael salah satunya. Penyanderaan itu memang berhasil diatasi, si gelandangan tewas tertembak, sedangkan 8 orang pengacara yang disandera, semuanya selamat. Dan saat itulah hati nurani Michael terketuk. Ia penasaran, apa yang menyebabkan si gelandangan sampai menerobos biro hukum tempatnya bekerja dan menyandera para pengacaranya. 

Maka dimulailah perubahan Michael. Ia yang selama ini bekerja hanya demi uang dan kedudukan, tiba-tiba menjadi tertarik untuk mengetahui kehidupan jalanan para kaum gelandangan. Dan ternyata ada rahasia kotor di biro hukum tempatnya bekerja yang melibatkan kaum gelandangan. Michael pun memutuskan untuk meninggalkan segala yang ia punya demi menjadi pengacara pembela kaum miskin. 

Selasa, 14 Januari 2014

BOOK REVIEW: VIOLETS ARE BLUE

★★
Judul Buku: Violets Are Blue (Violet Biru)
Pengarang: James Patterson
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 422 Halaman
Penerjemah: B. Sendra Tanuwidjaja
Segmen: Dewasa
Genre: Thriller, Misteri, Detektif

Kronologis penemuan mayat  (diambil dari hal. 34):
  • Korban pria dan wanita ditemukan tewas pada pukul 03.20 di Golden Gate Park, San Fransisco. 
  • Korban digantung pada kakinya di pohon ek.
  • Mayat telanjang dan berlumuran darah.
  • Kaki, lengan dan dada korban pria tercabik hebat - korban tampak telah digigit berkali-kali. Korban pria bahkan tewas akibat gigitan!!!
  • Korban wanita digigit - tapi tidak separah rekannya. Juga dilukai dengan benda tajam. Tewas akibat kehilangan banyak darah, kelas IV (artinya kehilangan darah > 2000 cc). Korban wanita kehilangan lebih dari 40% darahnya.
  • Ada bintik-bintik merah kecil di pergelangan kaki yang diikat, tempat kedua korban digantung. 
  • Bekas-bekas gigi di korban pria tampak berasal dari hewan besar.
  • Cairan putih di kaki dan perut korban pria. Mungkin air mani. 

Belum selesai berurusan dengan penjahat super kejam dan licik yang bernama Mastermind, detektif pembunuhan Alex Cross kembali dilibatkan untuk menyelidiki sejumlah kasus pembunuhan brutal yang semua ciri korbannya tewas karena kehabisan darah dan luka gigitan di bagian leher. Detektif Alex Cross tidak percaya bahwa pelakunya adalah vampir. Namun bagaimanapun, ia harus menangkap para pelaku pembunuhan sadis tersebut sebelum jatuh korban lebih banyak, baik pelakunya manusia atau bukan. 

Minggu, 05 Januari 2014

BOOK REVIEW: ROSES ARE RED

 
★★★
Judul Buku: Roses Are Red (Mawar Merah)
Pengarang: James Patterson
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 416 Halaman
Penerjemah: B. Sendra Tanuwidjaja
Segmen: Dewasa
Genre: Thriller, Misteri, Detektif

Serangkaian perampokan Bank terus terjadi. Modus operasinya adalah 1 kelompok merampok Bank sementara 1 kelompok lain mengancam para keluarga pekerja Bank dengan cara menjadikan mereka sandera. Apabila para pekerja Bank ini tidak menurut, maka keluarga mereka akan langsung dibunuh. Dan para perampok ini tidak main-main, karena korban terus berjatuhan, mereka tega membunuh mulai dari anak-anak, wanita hamil hingga orang dewasa lain yang tidak berdaya. Semua perampokan dan pembunuhan keji tersebut didalangi oleh seseorang yang mengaku sebagai 'Mastermind'. 

Kamis, 28 November 2013

BOOK REVIEW: SATIN MERAH


★★★
Judul Buku: Satin Merah
Pengarang: Brahmanto Anindito dan Rie Yanti
Editor: Widyawati Oktavia
Penerbit: Gagas Media
Jumlah Halaman: 313 Halaman
Segmen: Remaja, Dewasa-Muda
Genre: Thriller
Harga: Rp 10.000 (obral)
"Pengakuan, bagi sebagian orang jauh lebih penting dibanding apa pun."
Sinopsis:
Nadya hanya ingin diakui bahwa ia hebat, bahwa ia cerdas. Karena itu ia selalu mati-matian belajar giat agar bisa menjadi siswa berprestasi dan teladan di sekolahnya. Nadya pun selalu berhasil menjadi 3 besar di sekolah setiap tahun, namun masih ada 1 ambisi lagi yang ingin Nadya capai, yaitu memenangkan gelar siswi teladan se-Bandung. Dan untuk meraih ini, salah satu persyaratannya, Nadya harus membuat suatu makalah atau karya tulis. 

Karena itu Nadya ingin membuat karya tulis yang berbeda. Karya tulis yang temanya tidak pasaran. Tapi tema apa yang harus Nadya buat agar bisa memenangkan gelar siswi teladan se-Bandung?

Sekarang, ripiu yang sebenarnya:
Saya tidak akan kasih banyak sinopsis, secara tema thriller itu paling asyik kalau dibaca sendiri tanpa baca sinopsis atau review lain sama sekali. Saya agak bingung sama inti buku ini, apakah:
  1. Buku bergenre thriller dengan tema Sastra Sunda, atau
  2. Cerita mengenai tips-tips menulis dengan latar belakang Sastra Sunda dan unsur thriller.
Yah, yang manapun tidak masalah, yang penting bukunya enak dibaca. Saya agak bingung sih review Satin Merah ini tanpa spoiler jalan ceritanya, walau dari sinopsis belakang buku, sebenarnya sudah jelas who is the suspect. Karena alasan itulah, saya tidak melabeli buku ini dengan misteri, karena misterinya sendiri sudah terpapar jelas sejak awal. So, this is not mystery-detective genre. 

Saya akan coba memberi pendapat tanpa melibatkan isi ceritanya. Buku ini menurut saya:

- Sebaiknya dibaca oleh siapa pun yang mempunyai cita-cita jadi penulis. Serius, buku ini punya banyak sekali tips-tips mengenai cara menulis. Saya coba ambil sebagian ya:
  1. Syarat penulis ya harus sering-sering menulis. Hal. 42
  2. Mempercantik karangan dengan penjelasan terperinci, menambahkan majas, metafora. hal. 42
  3. Buatlah prioritas untuk untuk mendeskripsikan tokoh. Tokoh utama diberi porsi detil. Tokoh figuran dideskripsikan seadanya. Kalau setiap tokoh didetailkan atau porsinya dibikin hampir setara, nanti tokoh utama kehilangan pamor. Hal. 90
  4. Malas itu musuh. Jangan mau bersahabat dengan rasa malas. Hal. 150
  5. Baca, baca dan baca. Ingin bisa nulis dengan baik harus banyak baca karya orang dulu. Hal. 155
- Selain itu, ada juga penjabaran singkat dan padat mengenai self publising.

Nah, sekarang bagian yang saya pertanyakan:
- Penjelasan yang terlalu frontal. dan kalanya saat baca buku ini, bagian tips-tips menulisnya, meskipun inspiratif tapi juga membuat saya merasa membaca text book Bahasa Indonesia dalam bentuk novel. Oke, saya tahu semua penjabaran itu masih termasuk logis, tapi untuk buku fiksi, hal tersebut bukanlah selera saya (agak menggurui). Maksud saya kalau memang mau menjelaskan tips-tips menulis, mending buat saja satu buku soal tips menulis. 

- Nanggung. Berasa buku ini serba nanggung. Misteri? Seperti yang sudah saya tulis, sejak awal, pembaca sudah tau siapa "tersangkanya" Tapi yang jadi misteri adalah psikologisnya. Nah, yang saya sayangkan tuh, aspek psikologis ini kurang banget dibahas. Memang duo penulis sudah menjelaskan alasan dan latar belakang mengapa si penjahat sampai jadi seperti itu melalui adegan flasback. Tapi tetap saja masih terasa kurang dan nanggung. 

- Nanggung 2. Saya agak kecewa, dari beberapa pembunuhan yang dilakukan oleh si tokoh, hanya 1 yang diperlihatkan adegannya. Yup, hanya 1. Sisanya instant alias langsung berupa penemuan mayat tanpa ada penjelasan bagaimana? Saya merasa, ini seperti penulisan yang malas. Padahal untuk setiap kejadian dalam novel thriller saya sangat mengharapkan ketegangan di adegan suspense pembunuhan tersebut. 

- Ending deus ex machina. Dan Sim Salabin, semua beres. Saya tuh paling ngga puas kalau baca buku thriller yang selama konflik berlangsung seru, tapi justru eksekusi adegan finalnya malah terasa hambar. Metaforanya adalah, saya sedang menyusun menara dari setumpuk kartu remi lalu tiba-tiba ada orang yang membanting pintu, dan wuussh, semua susunan menara kartu saya langsung hancur berantakan. 

yang saya suka dari Satin Merah adalah:
  • Penokohan. Satin merah mempunyai penokohan atau karakterisasi yang kuat pada setiap tokoh yang berperan. Baik yang figuran maupun tokoh utama. Ada beberapa bagian, yang membuat saya sedikit mengasihani pelaku, walaupun tidak sampai membuat saya suka dengan si pelaku. Duo penulis pintar membuat karakter pelaku, kadang likeable kadang annoying. jadi tidak ada karakter 1 dimensi. Begitu pula dengan karakter figuran. 
  • Kalimat-kalimat atau gaya bahasa yang sederhana, rasanya seperti membaca tabloid atau cerpen dalam koran.  
Overall, saya suka Satin merah, karena jarang ada buku-buku lokal yang bergenre thriller dan juga mempunyai pesan moral kuat mengenai pelestarian budaya daerah (Sastra Sunda). 
Catatan typo:
- Hal 200: berlawaan → berlawanan
- Hal 271: amit → pamit
- hal 277: puitih → putih

Memorable quote:
"Kamu ini ya, Sastra Sunda aja dipikirin! Ngapain sih, mau-maunya! Biar orang desa yang lebih berbakat kesenian yang ngurusin perkara remeh gitu. Di keluarga kita, nggak ada darah-darah sastrawan, tahu nggak! Kamu mau jadi apa, Naaak, ngurusin sastra itu mau jadi apaaaa? Orang kere di Indonesia ini udah banyak!"
Buku ini saya ikut sertakan sebagai buku untuk tema baca bareng BBI

Sabtu, 19 Oktober 2013

BOOK REVIEW : AKU TAHU KAMU HANTU


✭✭✭½
Judul Buku : Aku tahu Kamu Hantu
Pengarang : Eve Shi
Penerbit : Gagas Media
Editor : Alit Tisna Palupi
Jumlah Halaman : 208 Halaman
Segmen : Remaja
Genre : Horror, Paranormal, Thriller
Special Note : Kado untuk Blogger dari Gagas Media #unforgotTen

Cerita bermula saat :

Ulang tahun ke-17 Liv. Sweet Seventeen seharusnya jadi peristiwa membahagiakan dalam hidup Liv. Tapi alih-alih bahagia, hari ultahnya malah terasa buruk. Bagaimana tidak? pertama-tama ayahnya sendiri lupa mengucapkan selamat ulang tahun padanya, lalu kelasnya kena semprot seorang guru akibat ulah jahil seorang murid dan keadaan tambah parah dengan penampakan sosok ganjil di toilet sekolah. 

Mulanya Liv tidak pernah menyangka kalau dia akan memiliki kekuatan untuk melihat mahluk halus. Liv sempat mengira semua yang dilihatnya hanyalah halusinasi sesaat karena Liv sedang dilanda stress. Sahabat baiknya sendiri, tidak percaya pada pengakuannya tentang melihat roh dan mahluk halus. Namun akhirnya Liv tahu kalau apa yang ia lihat bukanlah khayalan semata. Sebab mama Liv memberitahu bahwa dalam keluarganya, setiap anak sulung perempuan yang telah berusia 17 tahun akan mewarisi kemampuan untuk melihat mahluk halus atau arwah. 

Bagi Liv, kemampuan istimewa ini sama sekali tidak menyenangkan. Bagaimana bisa menyenangkan bila banyak sosok berwujud ganjil dan seram tiba-tiba menampakkan diri setiap saat di mata Liv. Namun sebenarnya apakah kemunculan mahluk-mahluk tersebut hanya sekedar untuk menakut-nakuti Liv? ataukan ada maksud lain, seperti meminta bantuan Liv untuk menolong mereka?

My thought :

Rasanya sudah nyaris setahun saya nggak menyentuh genre horror atau thriller. Terakhir genre horror yang saya baca mungkin seri demonatanya Darren Shan. Kisah tentang hantu sendiri sebenarnya sudah sering saya baca, tapi berhubung bukunya lebih banyak yang ke genre pararom macam seri mediatornya Meg Cabot, maka alih-alih seram, justru jatuhnya malah romantis. 

Karena itulah saya kangen sama genre fantasi yang lebih ke thriller atau horror, macam Goosebumps. Saya kangen untuk merasakan feel tegangnya. Pas tahu kalau dari 10 buku yang Gagas berikan saat ultah ada buku bertema hantu, maka tanpa ragu langsung saya masukkan ke daftar reading-list saya untuk short term. 

Saya suka sama cerita ATKH ini, misteri dan suspense-nya cukup terasa. Faktor misterinya itu yang bikin saya betah untuk baca buku ini terus menerus tanpa henti (kecuali jeda makan, minum dan mandi) dan kebetulan saya baca pas weekend. Ilustrasi "hantu" yang ada di tiap beberapa bab sukses bikin saya mengambil kertas untuk menutupinya karena ketakutan sendiri. Saya akui, saya emang penakut akan gambar-gambar seram. 

Saya juga suka dengan covernya yang bergambar mawar merah. Mulanya saya bingung, kok buku horror, covernya bunga mawar. Tapi perhatikan deh bunga mawarnya, tepatnya di bagian tengahnya, bentuknya mirip tengkorak. Sedangkan warna merah yang menghias kelopaknya seperti bercak darah. 

Hanya saja ada untuk ukuran novel horror, saya merasa kurang plot twist di sini. Penulis cukup sukses mengeksekusi ketegangan, hanya saja menjelang 3/4 cerita, saya justru merasa ketegangan menurun. Karena sejak awal, pembaca sudah digiring untuk menebak tokoh antagonisnya dan saya sebenarnya berharap tebakan saya salah atau meleset, tapi ternyata memang begitulah adanya. Untuk motifnya sendiri juga standar (bully), bukan suatu hal yang baru. Spoiler, highlight to view: coba pembunuh sebenarnya Dani, yang mempunyai motif sebagai syarat masuk genk Stefan dkk. 

Adegan rumah kosong yang awalnya seram, mendadak jadi tidak seram akibat pestanya pecah. Dan saya lebih berharap antagonis yang cool-psikopat alih-alih yang malah berubah jadi brutal - gila dan suka teriak-teriak. Trus hantu-hantunya sendiri, saya ngerti misi utama Liv adalah Frans, cuma saya berharap hantu-hantu lain juga dibahas, penasaran dengan hantu penunggu bilik di toilet anak perempuan di sekolah. 

Buku ini sebagai buku baca bareng BBI untuk tema buku debut. 

Minggu, 01 September 2013

The Thirteenth Tale (Dongeng Ketiga Belas)

✭✭✭✭
Judul : The Thirteenth Tale (Dongeng Ketiga Belas)
Pengarang : Diane Setterfield
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah : Chandra Novwidya
Jumlah Halaman : 608 Halaman
Segmen : Dewasa

Sinopsis belakang buku :

"Ceritakan padaku yang sesungguhnya."

Permintaan sederhana itu mengusik hati Vida Winter, novelis ternama yang penuh rahasia. Bukankah selama enam puluh tahun ini dia telah mengarang banyak dongeng, tapi tak pernah mengungkapkan kisahnya sendiri? Namun, menjelang ajal, masa lalu tak dapat dihindarinya lagi, berapa pun banyaknya dongeng yang telah ditenunnya.

Maka Vida Winter mengundang Margaret Lea, penulis biografi muda, yang memiliki rahasia sendiri tentang kelahirannya, yang telah dikubur dalam-dalam oleh orang-orang yang paling dia kasihi, dan menciptakan bayang-bayang kelam yang membuntuti tiap langkahnya.


Inilah kisah Vida dan keluarga Angelfield: Isabelle yang cantik dan keras kepala, si kembar Adeline dan Emmeline yang liar, rumah besar Angelfield yang tua dan nyaris ambruk, serta semua penghuninya, hidup atau mati. Sementara Margaret tenggelam dalam dongeng Vida, rahasia kelam itu lambat laun tersingkap, dan saat kebenaran mengemuka, kedua wanita itu pun harus menghadapi hantu-hantu yang selama ini membayangi hidup mereka.

What I though about this book :

Bahasa gampangnya : Ceritanya tentang seorang penulis biografi amatir Margaret Lea yang mendapatkan undangan untuk menuliskan kisah hidup Vida Winter, seorang novelis terkenal pada era itu. Margaret sendiri mempunyai masa lalu yang menghantui hidupnya, dan ada alasan tertentu mengapa Vida Winter ingin Margaret yang menulis biografinya. Alasan yang berhubungan dengan semua misteri dan masa lalu Vida Winter, yang semuanya bermula dari keluarga Angelfield. 

Akhirnya selesai juga baca buku ini. Jujur 100 halaman pertama, benar-benar butuh usaha bagi saya untuk membacanya, karena ceritanya sangat membosankan (IMO). Di 100 halaman awal itu cerita lebih ke seputar pengenalan tokoh utama (Margaret Lea) tentang kegiatan normalnya, pekerjaannya (sebagai penulis biografi orang-orang yang tidak terlalu dikenal dan sudah tiada), rutinitasnya yang semuanya normal-normal saja di toko buku milik keluarganya. Dan menurut saya, Margaret bahkan bukan tokoh utama dalam cerita utama buku ini.

Untunglah setelah lewat dari 100 halaman utama penulis langsung memulai ceritanya. Plot cerita pun mengalir dengan baik dan misteri pun dimulai. Apa yang membuat saya tertarik dengan cerita ini, mungkin karena cerita ini termasuk dark, unsur-unsur tidak lazim macam disorder personality, incest, autisme, bahkan perkosaan ada dalam The Thirteenth Tale. Biasanya ada anggapan yang berkata, semakin gelap suatu cerita maka semakin cerita itu menarik/berbobot. (Well I can agree with that quote)

Penuturannya atau gaya bahasanya agak mellow-mellow senyap. Tapi itulah yang menarik karena rasa sunyi, gothic, dan misterinya itu sangat terasa. Bacalah di kamar tanpa mendengarkan musik atau bunyi apa pun, dan bagaikan magnet kamu akan terhisap dalam ceritanya dan membalik lembar demi lembar halaman dengan cepat :D 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...