Tampilkan postingan dengan label Scene on Three. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Scene on Three. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Januari 2015

SCENE ON THREE #10: UNWIND

Hari terakhir di Januari, saya mau update blog dengan SO3, secara saya suka dengan meme ini, cuma kadang suka malas buat foto adegan dalam buku #toyordirisendiri. 




Untuk So3 ke-10, saya ambil dari buku YA yang baru selesai saya baca minggu lalu, yaitu Unwind oleh Neal Shusterman, cek reviewnya di sini, salah satu buku YA dystopia terbaik yang pernah saya baca, IMO. Saya merekomendasikan buku ini bagi mereka yang suka dengan tema serius dan bikin merenung atau mikir, terlepas buku tersebut bersegmen YA.

Sabtu, 03 Januari 2015

SCENE ON THREE #9: GONE GIRL



Postingan kedua tahun 2015 ini mepet banget karena sebentar lagi tanggal akan berubah menjadi 4 Januari. Sebenarnya saya ada banyak So3 yang mau saya masukkan tapi mumpung lagi baca buku hadiah dari Santa saya, saya mau So3 yang dari currently reading saja. 

Senin, 13 Januari 2014

SCENE ON THREE #8

Rasanya sudah lama sekali saya tidak ikut Scene on 3, terakhir ikut pada tanggal 23 Oktober. Niat saya untuk tahun 2014 ini memang ingin menyeimbangkan antara review dan meme, karena 2 bulan terakhir kemarin, isi blog saya lebih banyak meme dan curhatan alih-alih review. 

Trus kenapa tiba-tiba saya posting meme? Hehehe jujur saya akui salah satunya untuk membantu memeriahkan 2nd Blogoversary Bacaan B.zee yang kebetulan lagi ada giveawaynya (ketahuan banget baru muncul pas ada maunya ><), tapi memang saya sudah ada beberapa ide untuk posting So3, hanya saja kadang saya tuh suka kelupaan tanggal. Tau-tau sudah lewat saja tanggal yang ada angka 3-nya. Dan mumpung besok hari libur, makanya saya lebih bebas waktu malam ini untuk posting So3. 

Scene on 3 kali ini saya ambil dari buku anak-anak karya Enid Blyton, jadi ada gambarnya, hehehe.

Rabu, 23 Oktober 2013

SCENE ON THREE #7

Rasanya sudah lama banget absen dari meme So3. Sebenarnya ide sudah ada, cuman terkadang suka lupa tanggal. Tahu-tahu pas mau ngepost sudah lewat dari tanggal yang ada angka 3-nya. Nah mumpung hari ini tgl 23 dan saya masih ingat adegan yang mau saya So3, langsung saja.

    Lalu kau sadar bahwa kau sedang menciptakan gunung-gunung penuh lubang. Menyadari betapa piciknya dirimu. Sudah tentu kau mungkin merasa tak bisa mengendalikan kota ini. Rasanya seolah setiap kali ada yang mengulurkan tangan kepadamu, mereka akan melepaskanmu sehingga kau terpuruk semakin jauh. Tapi kau harus berhenti menjadi pesimis, Hannah, dan belajar memercayai sekelilingmu. 
            Jadi begitulah aku. Sekali lagi. 
           Dan kemudian...yah...pemikiran tertentu perlahan muncul. Apakah aku akan bisa mengontrol kehidupanku? Apakah aku akan selalu dibenci dan dijauhi orang-orang yang kupercayai?

Adegan di atas dari buku yang saat ini masih saya baca, yaitu Thirteen Reasons Why. Ada sejenis rasa yang sama saat saya membaca buku tersebut. Karena terakhir saya juga mengalami kejadian ditipu. Mengapa orang-orang jahat padaku, mengapa orang-orang menikamku. Apa salahku? Dan yang paling parah mungkin, justru korban yang dipersalahkan. Apa rasanya air susu dibalas oleh air tuba? 

Saya selalu bingung sama sama mereka yang suka jahat dan menyakiti orang lain, apa yang ada dalam pikiran mereka? Sebut saya polos dan naif, tapi saya butuh jawaban. Saya penasaran sama criminal and evil's mind. Why you do this?

Maaf kalau So3 saya kali ini agak mebingungkan. 

Apa itu Scene on 3. So3 adalah meme yang di host oleh mbak Bzee. Caranya :
  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).
Please click MR LINKY and add your link :)

Senin, 30 September 2013

SCENE ON THREE #6

Sudah 2 kali saya absent meme Scene on 3 di bulan September ini. Bukan karena sibuk, lebih tepatnya karena nggak ada ide :P

Nah mumpung kali ini kebetulan saya dapat ide untuk So3, jadi saya lanjutkan lagi. Scene on Three ke-6 ini saya ambil dari buku yang baru saja saya selesai baca, minggu kemarin, yaitu Seraphina.


Kiggs mendekat; aku menatap kancing emas pada jaketnya. "Seraphina, kalau kau berada dalam masalah, jika kau butuh perlindungan, aku ingin membantu. Dan aku tidak bisa membantumu jika kau tidak memberitahukan ada apa sebenarnya."

" Aku, tidak bisa memberitahumu." Daguku bergetar. "Aku tidak ingin berbohong kepadamu, dan jika tidak berbohong, tak ada yang bisa kukatakan. Aku tidak bisa berbuat apa-apa."

Dia menyerahkan saputangannya. Aku melirik wajahnya; dia kelihatan begitu cemas sehingga aku hampir tidak sanggup menanggung semua ini. Aku ingin memeluknya, seolah dialah yang butuh penghiburan. 

Kata-kata ayahku semalam terngiang kembali. Bagaimana jika Papa benar? Bagaimana jika ada kemungkinan, sedikit saja, bahwa Kiggs tidak akan membenciku jika tahu yang sebenarnya? Satu kemungkinan di antara sejuta lebih baik daripada nol. 

Entah mengapa adegan itu sangat connect dengan beberapa hal mengenai keadaan yang saya rasakan. Saya selalu merasa dalam diri saya punya banyak inner conflict yang membuat saya membangun tembok tinggi untuk melindungi perasaan saya, dan justru menjadi ganjalan atau penghalang bagi orang lain untuk lebih dekat ke saya. Tapi di satu sisi lain, rasanya begitu sulit untuk jujur dan terbuka, karena belum apa-apa sudah muncul perasaan takut dijauhi, takut dibenci, takut dihakimi, yang membuat saya menjadi semakin introvert dan sulit untuk bisa merasa lepas. 

Padahal belum tentu semua orang itu sama, sekiranya ada 1 kemungkinan di antara sejuta dibanding nol alias tidak mencoba sama sekali. 

Duh curcol lagi. Akhir-akhir ini ngga review, ngga meme, saya suka kebablasan curcol. 

Mau ikutan Scene on Three juga ? Ini caranya :
  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).
Please click MR LINKY and add your link :)

Selasa, 03 September 2013

SCENE ON THREE #5

Ketemu angka 3 lagi di kalender, maka saatnya So3 :D  Sejujurnya, untuk meme ini ada kalanya saya sudah membuat postingannya jauh sebelum jadwalnya. Karena kalau saya teringat suatu adegan, lebih baik saya tulis dulu sebelum lupa. 

Scene on Three saya kali ini diambil dari satu novel anak-anak klasik berjudul Pollyanna karangan Eleanor H. Porter (klik linknya untuk melihat review saya) dan inilah adegannya :
"At nine o'clock every morning you will read aloud one
half-hour to me. Before that you will use the time to put this room in
order. Wednesday and Saturday forenoons, after half-past nine, you will
spend with Nancy in the kitchen, learning to cook. Other mornings you
will sew with me. That will leave the afternoons for your music. I
shall, of course, procure a teacher at once for you," she finished
decisively, as she arose from her chair.
Pollyanna cried out in dismay. 
"Oh, but Aunt Polly, Aunt Polly, you haven't left me any time at all just to--to live."
"To live, child! What do you mean? As if you weren't living all the time!"
"Oh, of course I'd be BREATHING all the time I was doing those things, Aunt Polly, but I wouldn't be living. You breathe all the time you're asleep, but you aren't living. I mean living--doing the things you want to do: playing outdoors, reading (to myself, of course), climbing hills, talking to Mr. Tom in the garden, and Nancy, and finding out all about the houses and the people and everything everywhere all through the perfectly lovely streets I came through yesterday. That's what I call living, Aunt Polly. Just breathing isn't living!"
Hehehehe, adegan di atas agak lucu. Oke, intinya Pollyanna nggak mau hidup hanya sekedar rutinitas dan jadwal. Pollyanna tetap harus punya waktu untuk senang-senang dalam menjalani kehidupan, kalau hanya bernafas dan rutinitas, namanya bukan hidup. 

Saya ingat dulu ada teman sekelas saya waktu SMU sampai curhat ke wali kelas kalau dia pusing sama mamanya karena terlalu banyak disuruh les ini dan itu. Senin les matematika-fisika-kimia (mafia), Selasa les piano, Rabu les bahasa Inggris, trus Kamis les mafia lagi, Jumat les piano, dan Sabtu les bahasa Inggris dan tambahan les mafia kalau ada ujian.

Mengapa teman saya sampai curhat ke wali kelas? Karena wali kelas panggil teman saya yang nilai-nilai ulangan hariannya menurun. Rupanya nilai-nilai ulangan teman saya turun karena keteteran dengan semua kegiatan les yang harus dijalanin olehnya tapi takut bilang langsung ke mamanya. Maksud mamanya sih baik tapi masalahnya apakah efektif dan efisien dalam pelaksanaannya? Lha malah ngalor ngidul cerita masa SMU, kebiasaan jelek saya. Intinya hidup jangan hanya karena rutinitas, lakukan kegiatan yang menyenangkan hati juga.

Merasa ada adegan yang berkesan saat membaca buku? Ayo share di Scene on 3 juga :
  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).
Please click MR LINKY and add your link :))

Jumat, 30 Agustus 2013

SCENE ON THREE #4

Scene on three ini, menurut saya adalah salah satu meme yang susah-susah gampang. Why?
  1. Saya dituntut untuk mengingat kembali adegan-adegan dalam buku
  2. Mau gak mau harus buka kembali buku-buku lama yang telah dibaca dan memilih adegan mana yang (menurut saya) berkesan
  3. Bahkan setelah adegan  saya pilih, minimal saya harus merasa ada alasan atau logika dibalik mengapa saya pilih adegan tersebut. 
Untuk Scene on 3 saya yang ke-4 ini saya ambil dari novel Dear John karangan Nicholas Sparks (click tautan link di tulisannya jika ingin membaca review saya). Langsung saja adegannya :


Detilnya saya tuliskan :
     Setelah rumah cukup bersih, aku duduk di ruang tamu, mengawasi ayahku tidur. Dia tampak kecil di bawah selimut, dan saat aku mengulurkan tangan untuk mengusap rambutnya, beberapa helai rambut rontok. Saat itu aku mulai menangis, tahu dengan pasti bahwa ayahku sekarat. Itu pertama kalinya aku menangis setelah bertahun-tahun, dan sekali-kalinya dalam hidupku aku menangis untuk Ayah, tapi untuk waktu yang lama air mataku tak mau berhenti. 
   Aku tahu ayahku pria terhormat, pria yang baik, dan meskipun dia menjalani hidup yang terluka, dia telah berbuat sebaik mungkin untuk membesarkan aku. Tak pernah sekali pun dia memukulku karena marah, dan aku mulai menyiksa diri dalam kenangan akan tahun-tahun yang kusia-siakan dengan menyalahkan ayahku. Aku ingat dua kunjungan terakhirku ke rumah, dan aku tercekat memikirkan bahwa kami takkan pernah berbagi saat-saat sederhana itu lagi. 
Adegan ini membuat saya sedih. Sekaligus pengingat bahwa meski ortu kita kadang tidak seperti yang kita harapkan, tapi mereka tetaplah ortu yang sudah mengasuh, menjaga dan membesarkan kita.  Jangan sampai saat semuanya terlambat kita baru sadar, nanti yang ada malah seperti John. Penyesalan. Sesibuk apa pun, luangkan waktu untuk bercakap cakap bersama orang tua dan tanyakan keadaan mereka serta coba pahami kondisi mereka. 

Jadi apa adegan favoritmu, bagaimana kalau ikuti Scene on Three :
  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).
Please click MR LINKY and add your link :)

Jumat, 23 Agustus 2013

SCENE ON THREE #3

Jumpa lagi bersama saya dalam scene on three (pembukaan yang membosankan) Langsung saja, berhubung ini Scene on Three saya yang ketiga, maka saya saya akan memasukkan 3 adegan dari Demon's Lexicon karangan Sarah Rees Brennan.



Click all pictures to enlarge

Secara cerita dan plot sebenarnya Demon's Lexicon ngga terlalu istimewa. Ceritanya urban fantasy dan unsur fantasy pun biasa saja, ngga terlalu banyak. Dari segi plot, masih banyak yang perlu diberesin karena plotnya kurang rapih dan ada beberapa adegan yang terkesan loncat. Plot twistnya saya akui salah satu keunggulan novel ini. Tapi yang membuat saya suka sama seri ini adalah hubungan bromance yang dituturkan dengan nyata dan mengena oleh sang pengarang.

Bagaimana sejak kecil Alan merawat adiknya Nick, dan pengarang melalui tokoh Nick, menggambarkan rasanya kehangatan seorang kakak dengan begitu detail tanpa terkesan berlebihan, bagaimana gesture-gesturenya, nada suara Alan saat berbicara dengan Nick dan tentu saja kata-kata Alan. 

Sedangkan sang adik, Nick bukanlah tipikal lembut dan Nick selalu kesulitan dalam mengekspresikan perasaannya, karena itu pengarang membuat perbedaan bagaimana cara Nick menyayangi kakaknya, berbeda dengan Alan yang bisa mengekspresikan kelembutan, Nick tidak bisa tapi sepanjang buku, pengarang selalu menunjukkan pada pembaca bahwa Nick akan melakukan apapun untuk membantu kakaknya, bahkan ada adegan di mana Nick memberikan kamarnya untuk tamu yang tinggal di rumah mereka agar rak buku yang berada di kamar kakaknya tidak sampai diganggu oleh para tamunya. Intinya ngalah deh, terus Nick selalu berusaha menuruti permintaan kakaknya, meskipun dalam hati Nick tidak suka. Ada kalanya Nick juga cemburu bila kakaknya lebih memerhatikan orang lain. 

Hehehe, saya memang suka yang bromance-bromance-an

PS: Thanks to Ren atas kiriman ebooknya

Bagaimana denganmu? Apakah kamu punya scene atau adegan yang berkesan dalam buku-buku yang selama ini kamu baca? Kalau punya, mengapa tidak di share di Scene on Three?

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).
Please click MR LINKY and add your link

Selasa, 13 Agustus 2013

SCENE ON THREE #2

Terakhir mengikuti Scene on Three pada tanggal 13 Juli 2013 yang juga Scene on 3 pertama saya. Karena kesibukan, saya suka terlewat saat mau ngepost next Scene on 3.  Kali ini saya mau ambil Scene on 3 dari buku Perfect Chemistry.

Jelasnya seperti ini :

Benar atau salah, berjuanglah untuk apa yang kauyakini. Tanganku sudah mengepal saat melayangkan tinju ke arah Colin. Dia mengelak, lalu mencengkram pergelangan tanganku dan memuntirnya di belakang punggungku. 
Doug ikut maju, "Lepaskan dia, Colin."
"Jangan ikut camput, Thompson."
"Sobat, mempermalukannya karena dia mencampakkanmu demi laki-laki lain itu payah sekali."
Colin mendorongku ke samping dan menyingsingkan lengan bajunya.
Aku takkan biarkan Doug berkelahi untukku. "Kalau kau ingin memukulnya, kau harus melewatiku dulu," tantangku pada Colin.
Apa yang membuatku kaget, Isabel melangkah ke depanku. "Dan kau harus melewatiku dulu sebelum bisa mendekati Britanny."
Sierra berdiri di samping Isabel. "Dan aku."
Seorang cowok Meksiko bernama Sam mendorong Gary Frankel ke sebelah Isabel. "Orang ini bisa mematahkan tanganmu dengan sekali hantam, bajingan. Menyingkirlah sebelum aku menyuruhnya menghajarmu," ancam Sam. 
Gary, yang mengenakan kaus berwarna koral dan celana putih, menggeram agar terlihat tangguh. Upayanya gagal. 
Colin menoleh kiri kanan mencari dukungan tapi tidak mendapatkannya.
Adegan tersebut sangat berkesan bagi saya, karena begitu kuat unsur persahabatannya.  How many friends in the world will stand for you when you need it ? Tidakkah rasanya senang dan terharu saat ada temanmu yang mau menopang badan membelamu? Cari teman untuk bersenang-senang itu gampang, tapi teman yang tetap mendukung di kala sulit? well if you have  friends like those, no matter what happened, you must keep them, because the friends like those won't come twice in your life. 

Mau ikutan Scene on Three juga, ini caranya :

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).
Please click MR. LINKY and add your link :)

Sabtu, 13 Juli 2013

SCENE ON THREE #1

Ini kedua kalinya saya ikutan meme, yang pertama Wishful Wednesdaynya Kak Astrid. Gara-gara habis mampir ke blognya Mbak Dewi, saya jadi tahu kalau salah seorang BBIers yaitu Bzee sedang mengadakan meme ini. Nama meme ini adalah Scene on Three, yaitu memilih sebuah adegan dari buku yang menjadi favorit kita. Biasanya kan cuma quote yang selalu diingat, nah kali ini Bzee punya ide untuk memorable scene
Inilah Scene on Three pertama saya :
Rue berguling menyamping, tubuhnya bergelung membungkus tombak. Kudorong tubuh anak lelaki itu menjauh dari Rue dan kukeluarkan belatiku untuk membebaskannya dari jaring. Sekali melihat lukanya, aku tahu luka itu jauh dari kemampuanku untuk bisa kuobati. Bahkan mungkin takkan bisa diobati oleh siapa pun juga. Mata tombaknya tertanam di ulu hati Rue. Aku berjongkok di hadapannya, memandang senjata yang menancap di tubuhnya tanpa sanggup berbuat apa-apa. Tidak ada gunanya mengucapkan kata-kata yang menenangkan, dengan mengatakan padanya bahwa dia akan baik-baik saja. Rue tidak bodoh. Tangannya terulur dan aku menggenggamnya seperti berpegangan pada tali penyelamat. Seakan akulah yang sekarat, bukannya Rue.  
“Kau meledakkan makanan mereka?” bisiknya.
“Semuanya sampai habis,” kataku 
 “Kau harus menang,” kata Rue
 “Aku akan menang. Sekarang aku akan menang demi kita berdua,” aku berjanji. Aku mendengar dentuman meriam dan mendongak. Pasti meriam untuk anak lelaki dari Distrik 1.
“Jangan pergi,” Rue mempererat genggamannya pada tanganku.
“Tidak akan. Aku tetap di sini,” kataku. Aku bergerak mendekatinya, menaruh kepalanya di pangkuanku. Dengan lembut aku membelai rambutnya yang tebal dan berwarna gelap.
“Bernyanyilah,” kata Rue, tapi aku nyaris tidak bisa menangkap ucapannya. 
Rasanya rata-rata pasti bisa tebak itu scene dari buku apa. The Hunger Games adalah salah satu buku yang cukup menguras emosi saya saat membacanya. Boleh dibilang pasca Harry Potter dan The Bartimaeus Trilogy, saya belum ketemu lagi buku YA yang bisa bikin saya betah dan rela begadang saat membacanya. Sewaktu awal-awal saya baca The Hunger Games, saya tidak tahu menahu masalah genre, saya beli buku ini karena ratingnya di gutrits tinggi dan untunglah The Hunger Games tidak mengecewakan harapan saya. Karena banyak adegan di buku ini yang membuat saya nyesek. Salah satunya yang ada dalam meme pertama saya ini. 

Karena The Hunger Games pula, genre dystopia jadi terkenal di kalangan para pencinta Young Adult yang tampaknya sudah mulai bosan dengan tren vampir yang sempat heboh gara-gara Twilight

Bagaimana dengan kalian, apa adegan favorit atau memorable yang akan selalu kalian ingat dalam buku?
Yuk ikutan Scene on Three, ini caranya :

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...