Tampilkan postingan dengan label Paranormal Romance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paranormal Romance. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 April 2016

STOLEN SONGBIRD: (NOT) MYTH ABOUT TROLL


Judul buku: Stolen Songbird (The Malediction Trilogy #1)
Pengarang: Danielle L. Jensen
Penerbit: Fantasious
Penerjemah: Nadya Andwiani
Jumlah halaman: 493 halaman
ISBN: 978-602-0900-04-9
Cetakan 1, November 2014
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Fantasy, romance

Buku ini sudah lama terbit, dan unsur kata "troll" membuat saya memasukkan buku ini ke dalam daftar keinginan. Beruntung saya terpilih sebagai salah satu pemenang YA reading challenge yang pernah dihost oleh Tammy dari Teatime & Books dan saya memilih Stolen Songbird sebagai hadiahnya. Dan setelah lama mengendap di lemari, maka saya memutuskan memilih buku ini sebagai PosBar BBI untuk bulan Maret.

Cerita:

Cecile de Troyes sudah lama bercita-cita menjadi penyanyi opera mengikuti jejak sang ibu. Sayangnya pada suatu malam menjelang kepergian Cecile untuk meniti karir sebagai penyanyi opera, ia diculik oleh seorang pria bernama Luc. 

Cecile dibawa ke suatu negeri yang bernama Trollus yang berisikan mahluk-mahluk yang disebut troll. Pria bernama Luc tersebut menculik dan menjual Cecile kepada keluarga kerajaan Trollus karena adanya ramalan yang mengatakan pertalian Cecile sang putri manusia dengan pangeran Trollus dapat menghilangkan kutukan bangsa troll. Selama ratusan tahun, bangsa troll dikutuk terkurung dalam negeri Trollus dengan gunung yang siap menimpa negeri tersebut kapan saja. Hanya sihir para troll-lah yang menahan gunung tidak menimpa negeri Trollus. 

Bagaimanakah nasib Cecile di negeri para troll?

Selasa, 20 Januari 2015

DAYS OF BLOOD AND STARLIGHT: ANTARA CINTA DAN DENDAM

Judul Buku: Days of Blood and Starlight - Bersimbah Darah dan Cahaya Bintang (Daughter of Smoke and Bone #2)
Pengarang: Laini Taylor
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah:  Primadonna Angela
Editor: Bayu Anangga
Desain sampul: Eduard Iwan Mangopang
Jumlah halaman: 608 halaman
ISBN: 978-602-03-0683-4
Cetakan 1, July 2014
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Fantasi, romance, high fantasy. 
Harga: RP 88.000, bisa dibeli di Gramedia-online, bukabuku
Rate: ★★★½

Lebih banyak sihir, lebih banyak fantasi, lebih banyak cerita, lebih banyak karakter, lebih tegang, lebih epik.

Setelah Karou mengetahui siapa dirinya, ia tahu bahwa ia dan Akiva tidak bisa bersama. Sebab Karou harus membela bangsanya, bangsa chimaera dari serangan dan pembantaian para malaikat. Sedangkan Akiva harus melaksanakan perintah sebagai serdadu malaikat yang menghabisi bangsa chimaera. 

Setelah Loramendi, kota utama para chimaera dihancurkan oleh para serdadu seraphim, sekelompok chimaera yang berhasil selamat bersembunyi di dunia manusia, tepatnya di daerah padang pasir Maroko, dalam sebuah reruntuhan istana yang terlupakan. Di sinilah para chimaera yang dipimpin oleh Thiago, sang serigala putih mulai menyusun kekuatan dan rencana untuk membalas dendam terhadap para seraphim. Karou melaksanakan tugasnya sebagai pengganti Brimstone, yaitu sang pembangkit. Ia mengumpulkan gigi untuk membuat tubuh-tubuh baru bagi para chimaera yang tewas dalam pemberontakan melawan malaikat dan memanen jiwa-jiwa para chimaera untuk hidup kembali. 

Meski Karou berada di pihak chimaera, ia tidak bahagia dengan tugas yang dijalaninya sebagai sang pembangkit. Karou merasakan tekanan dan paksaan dari Thiago, sang serigala putih yang sesungguhnya masih tidak percaya terhadap Karou. Sang serigala terus memaksa Karou untuk bekerja membuat tubuh-tubuh monster untuk para chimaera guna membalas dendam terhadap para malaikat. Namun Karou tidak punya pilihan, ia tidak bisa membiarkan ras chimaera punah akibat peperangan melawan seraphim. Tapi benarkah  bahwa balas dendam dan pembantaian adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan ras chimaera? Karena Karou justru merasa bahwa peperangan tidak akan menghasilkan kemenangan namun hanya kematian, duka dan kebinasaan. 

Di sisi lain, Akiva yang masih belum mengetahui keberadaan Karou juga mempunyai mimpi yang sama dengan Karou. Mimpi di mana para seraphim dan chimaera bisa hidup berdampingan dalam damai. Diam-diam Akiva bersama 2 saudaranya, Hazael dan Liraz membuat suatu rencana, yang akan menjadi permulaan untuk mengakhiri perang berkepanjangan antara bangsa malaikat dan kaum chimaera.

Apakah yang dilakukan Karou untuk menyelamatkan bangsa chimaera? Bagaimana Karou bisa melawan perintah Thiago? Apa rencana Akiva untuk mewujudkan Eretz yang damai?

Epik

Begitulah kesan saya setelah membaca buku Bersimbah Darah dan Cahaya Bintang.

Selasa, 01 April 2014

TIGER'S CURSE: THE IDEA IS GOOD BUT EXECUTION IS TOO TWILIGHTISH

Judul Buku: Tiger's Curse (The Tiger Saga #1)
Pengarang: Colleen Houck
Penerbit: Mizan Fantasi (Mizan Group)
Penerjemah: Angelic Zai Zai
Penyunting: Prisca Primasari
Proofreader: Wiwien Widyawanti
Jumlah Halaman: 634 Halaman
Terbit: Cetakaan 1, Februari 2013
Segmen: Remaja, Dewasa Muda
Genre: Fantasy, Paranormal Romance
Harga: Rp 48.300 (30% off dari Rp 69.000, beli di www.mizan.com)
Rate: ★★

Warning: Saya akan mereview dengan emosi dan mungkin lebay dan mungkin alay.

Jadi ceritanya: Ada seorang gadis bernama Kelsey, ia hanya gadis yang biasa-biasa saja (serius, dia beneran biasa aja, ngga ada istimewanya sama sekali, baik dari karakteristik atau pun kemampuan). Tapi entah bagaimana, dia terpilih sebagai The Choosen One untuk memecahkan kutukan seekor harimau putih. Yang sebenarnya bukanlah hanya seekor harimau putih tapi seorang pangeran dari India yang telah berusia 300 tahun. Untuk memecahkan kutukan sang pangeran, Kelsey ditemani si harimau putih harus melakukan berbagai misi bila ingin sang harimau kembali menjadi manusia. 

Minggu, 16 Februari 2014

UNEARTHLY (UNEARTHLY #1): (BUKAN) TWILIGHT VERSI MALAIKAT

★★★
Judul: Unearthly
Pengarang: Chynthia Hand
Penerbit: Ufuk Press
Jumlah Halaman: 509 Halaman
Penerjemah: Dina Begum
Pemeriksa Aksara: Uly Amalia 
Segmen: Remaja, Dewasa Muda
Genre: Paranormal Romance, Fantasy, Urban Fantasy
Bisa di beli di bukabuku
  • Halo namaku Clara Gardner, usiaku 16 tahun.
  • Aku remaja biasa yang tidak biasa.
  • Karena meski aku hidup sebagai remaja biasa, tapi sebenarnya aku bukanlah remaja biasa, aku ini keturunan malaikat. 
  • Aku punya sayap dan bisa melakukan hal-hal yang lebih baik dibandingkan manusia biasa, misal aku bisa menguasai berbagai macam bahasa, aku bisa berbicara dengan hewan, tubuhku mempunyai fisik yang lebih kuat daripada manusia biasa.
  • Tapi sebagai keturunan malaikat, aku dilahirkan dengan suatu tujuan khusus atau misi.
  • Belum jelas apa misiku, aku hanya diberi penglihatan sedikit demi sedikit yang akan membimbingku pada tujuanku.
  • Aku hanya tahu dalam penglihatan yang kudapat kalau aku harus menyelamatkan seorang pemuda tampan yang bernama Christian.
  • Demi pemuda itu atau tepatnya tugas malaikatku ini, aku dan keluargaku pindah dari California ke Wyoming.
  • Walau sejujurnya aku masih belum jelas, bagaimana aku bisa menyelamatkannya. Yang pasti aku langsung suka dengan Christian.
  • Lalu ada juga Tucker yang entah bagaimana juga masuk ke dalam hidupku.

Senin, 09 September 2013

FIRELIGHT (FIRELIGHT #1)

✮✮✮½
Judul Buku : Firelight
Pengarang : Sophie Jordan
Penerbit : Atria
Penerjemah : Ferry Halim
Jumlah Halaman : 425 Halaman
Segmen : Remaja  dan Dewasa Muda (Young Adult)
Genre : Fantasy, Paranormal Romance
Terbit : April 2011
Harga : Rp 55.000

"Seorang pemburu yang jatuh cinta pada mangsanya."

Ini adalah ceritaku :

  • Namaku Jacinda. Aku adalah draki alias manusia keturunan naga.
  • Sebagai draki, kami mempunyai kemampuan untuk beralih rupa menjadi naga dan terbang.
  • Aku suka terbang. Sampai suatu hari, sekelompok pemburu melihat dan memburuku.
  • Aku nyaris mati dan tertangkap, namun anehnya, salah seorang pemburu justru menyelamatkanku.
  • Dan sejak saat itu, aku tahu bahwa aku dan dia telah membentuk suatu ikatan yang takkan bisa kulupakan.
  • Sebagai draki, aku istimewa dalam kelompok kami, karena aku adalah draki penyembur api, jenis draki yang sangat langka karena telah lama menghilang dalam kelompok kami. 
  • Karena itulah, kelompak draki kami sangat mengistimewakan diriku dan bermaksud ingin mengembang-biakkan aku.
  • Tapi ibuku tidak setuju aku dibiakkan. Akhirnya bersama ibu dan adik kembarku, kami melarikan diri dari perkampungan draki.
  • Sebagai draki, aku sangat menyukai hutan, pegunungan dan kabut.
  • Tapi ibu membawa kami pindah ke suatu daerah di gurun yang panas dan gersang. 
  • Karena ibu ingin naluri draki-ku mati, agar aku bisa hidup normal sebagai manusia biasa.
  • Tapi berlawanan dengan keinginan ibuku, aku tidak mau naluri draki-ku mati, karena itu adalah bagian dari diriku.
  • Aku sangat menderita tinggal di gurun yang gersang dan panas, tubuhku terasa sakit dan layu.
  • Sampai aku bertemu dengannya.....
  • Will Rutledge.
  • Tidak seharusnya aku bergaul dengan Will, karena pemuda itu sangat berbahaya.
  • Dia bukan hanya seorang manusia, tapi juga seorang pemburu naga. 
  • Tapi sejak pertemuan pertama kami, aku tahu bahwa aku takkan bisa melupakannya.
  • Will bagaikan candu untukku.
  • Berbahaya, namun dia juga membuat naluri draki-ku yang layu menjadi mekar kembali.
  • Aku takut pada Will tapi naluri draki-ku membutuhkan Will
  • Bagaimana aku harus hidup?
My Thought :

Jadi akhirnya saya balik baca YA, yang tokoh utamanya cewe remaja galau dengan unsur supranatural. Kali ini bukan vampire, werewofl, angel, demon, fairy, but dragon. Lebih tepatnya sih shape-shifter naga. Buku ini sudah lama banget saya timbun, kurang lebih sejak 2011 akhir. Saat tahu kalau tipe-tipe genre YA ini mirip-mirip Twilight, saya agak males membacanya, karena mood saya lagi jengah dengan tipikal-tipikal YA yang karakter utamanya cewek abege labil, apalagi kalau plus cinta segi tiga. Tapi berhubung tema baca saya untuk bulan September adalah naga, dan buku ini ada unsur naganya, maka saya pikir inilah kesempatan saya untuk membacanya. sekaligus habisin timbunan lama

Dan memang YA ini, ngga jauh-jauh dari unsur tipikal yang sudah saya sebutkan di atas :
- Karakternya cewe abege labil : checked
- Cowonya  tampan, kaya dan mempunyai pesona bad boy : checked
- Star-crossed lovers : checked
- Dia berbahaya, aku seharusnya menjauhinya, tapi aku juga tidak bisa hidup tanpa dirinya : checked
- Cinta segitiga : mm, menurut aku sih belum terlalu, tapi sepertinya disimpan untuk buku 2

Tapi anehnya, untuk kali ini saya cukup menikmatinya. Sangat menikmatinya malah. Ceritanya sendiri agak ingetin saya sama Nightshade, karena ada unsur perjodohan dengan alpha male di kelompoknya, tapi hanya sebatas itu saja kemiripannya. Namun berbeda dengan Nightshade, kali ini saya lumayan menyukai ceritanya, meski banyak bagian yang bikin saya gemas dengan tokoh utama, terutama yang menyangkut urusan draki dan Will.

Saya ingat, dulu pernah ada diskusi di grup bajay BBI, bahwa ada kecenderungan pembaca perempuan bersikap lebih keras dengan para heroine dalam buku ketimbang bila karakter utamanya cowo. Saya rasa ada benarnya juga, entah mengapa :D

Karakter-karakter dalam buku :
Jacinda: Seorang draki penyembur api, sebagaimana layaknya abege, labil banget. Kalau kamu tipe pembaca yang ngga sabaran, pasti bakalan jengkel dan gemas sama Jacinda, karena bingung, apa sih maunya Jacinda. Selain itu semua masalah dari awal sampai akhir bermula karena Jacinda. Tapi saya coba pahami kelabilan Jacinda, mengingat dia tidak pernah diberikan pilihan dan hidupnya serba diatur oleh orang lain. So yeah, she is annoying and whiny but I still can stand her. She is not kind of baddass heroine but she also not damsel in distress either. 

Will Rutledge: Seorang pemburu naga. Berhubung ceritanya menggunakan 1st POV dari Jacinda, jadi saya ngga terlalu yakin dengan karakter sesungguhnya Will. Kalau menurut saya sih cukup oke.  Pengarang sepertinya berusaha keras mendeskripsikan pesona bad boy Will ke pembaca, tapi yang saya tangkep Will bukan bad boy, cuma remaja biasa yang sedang kasmaran. 

Tamra: Saudara kembar Jacinda, namun berbeda dengan Jacinda, Tamra seperti manusia biasa karena ia tidak bisa berubah menjadi naga.  

Mom : Ibu Jacinda dan Tamra, seorang draki yang telah 'mematikan' naluri drakinya. 

Xander dan Angus: Saudara-saudara sepupu Will yang juga termasuk kelompok pemburu naga. 

Cassian: Seorang draki onyx yang dipasangkan dengan Jacinda dan juga calon pemimpin masa depan kelompok draki. 

What I don't like about this book :
Pengarang terlalu banyak menghabiskan plot di bagian kegalauan Jacinda yang ingin tetap memertahankan  naluri drakinya atau menjauhi Will. Saya berasa bagian itu terlalu lama dibahas di buku, mungkin hingga 60-70% dari cerita. Saya tidak akan complain di bagian romance, secara ini kan emang bergenre pararom.  

What I like about this book :
It's well written, pengarang sangat detil dalam menggambarkan sosok dan emosi Jacinda sebagai naga api. Misal tiap kali Jacinda panik, takut, marah, horny atau berada di dekat Will, pasti deh bakal muncul tanda-tanda nyemburin api :D

This book could be better if :
Pengungkapan rahasia-rahasia seputar drakinya Jacinda seharusnya lebih awal. Memangkas adegan galau Jacinda mengenai naluri draki dan Will menjadi lebih pendek. More action. 

Translasi :
Kinda awkward.  Terjemahannya kaku.
Misal hal 297 : Perona kelopak mata yang hitam (apa maksudnya? kenapa tidak tulis saja "eye shadow warna hitam")

Masih di halaman yang sama, ada kalimat yang kurang : Aku mengikuti Catherine dan masuk ke dalam kecil yang ada di dekat..., saya rasa seharusnya ada tambahan "kamar" sebelum kata kecil. 

Dan mungkin sedikit tatanan kalimat yang salah. Kalimat yang kelebihan atau kekurangan kata-kata. Saya mencatat ada di halaman 340, 355, dan 375. 

Typo : Kebetulan ada 1 yang tercatat oleh saya.
Halaman 90: peremuan → perempuan. 

Quote I remember : 

"Apa gunanya keselamatan bila bagian dalam dirimu mati?" hal 101

"Mereka adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki, tapi mereka seperti orang asing bagiku karena aku merasa sangat kurang dekat dengan mereka."

BTW, Firelight ini juga direncanakan ada filmnya lho.  

Saya membayangkan Jacinda akan cocok diperankan oleh :


Aktris Bella Thorne. 

Untuk pemeran Will Rudledge, saya agak kesulitan mencari aktor pria dibawah 20 tahun yang terlihat hot, sepertinya memang pemeran pria harus yang sudah 20 tahun keatas. Akhirnya pilihan saya jatuh pada :


Aktor Jake Abel
Jake Abel, lumayan sering bermain di film-film hasil adapatasi buku, macam The Host dan Percy Jackson.

Minggu, 14 April 2013

DAUGHTER OF SMOKE AND BONE (DAUGHTER OF SMOKE AND BONE #1)

✮✮✮½

Judul : Dari Asap dan Tulang
Pengarang : Laini Taylor
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Kuceritakan sebuah kisah padamu :

Pada zaman dahulu,
Seorang malaikat dan iblis jatuh cinta
Kisah cinta mereka tidak berakhir indah

Karou, gadis remaja berusia 17 tahun, kecuali rambut birunya, dari luar dia tampak seperti gadis remaja pada umumnya. Karou bersekolah di sekolah seni Praha, mempunyai BFF yang selalu menemaninya bergosip, mengalami kegagalan dalam urusan cinta pertama dan berbakat dalam hal menggambar.

Namun yang terjadi di dalam bukanlah seperti itu. Karou tidak memiliki keluarga normal selayaknya manusia pada umumnya. Keluarganya adalah monster yang disebut chimaera yang hanya ada dalam dunia khayalan, namun bagi Karou para chimaera tersebut adalah nyata dan juga satu-satunya keluarga yang ia tau, mereka mengasuhnya sejak kecil, mendidiknya, menyayanginya.  

Karou sendiri tidak pernah tau siapa dirinya, para chimaera yang mengasuhnya tidak pernah menceritakan asal-usul dirinya, seperti siapa orang tuanya, mengapa ia bisa diasuh oleh para chimaera. Tidak hanya itu, selain sebagai siswi sekolah seni di Praha, Karou juga punya pekerjaan lain yang tidak lazim, pekerjaan yang berhubungan dengan dunia para chimaera, terutama yang berhubungan dengan mendapatkan gigi.......

Sementara itu muncul kejadian tidak biasa, di mana dari angkasa turun mahluk bersayap dengan wajah rupawan bak malaikat yang menandai pintu-pintu diseluruh dunia dengan cap tangan mereka yang terbakar, salah satu yang ditandai adalah pintu yang selama ini Karou gunakan untuk masuk ke toko tempat para keluarga chimaera-nya berada. 

Kesan saya :

Sejujurnya saya bingung berapa rate yang harus saya kasih untuk buku ini. Banyak yang bilang buku ini bagus dan di goodreads pun buku ini punya rating yang bagus tapi selama saya membacanya, entah mengapa saya tidak merasakan suatu hal yang spesial, exciting, intense, inspiratif maupun baru, so far cerita dalam buku ini sama seperti genre paranormal romance lainnya, dengan kata lain ternyata dibawah ekspektasi saya, tapi bukan berarti buku ini ngga bagus, cuma yah seperti yang saya bilang tadi, the book is good but there is nothing special about the story. Ibaratnya cerita klise yang dibungkus dengan penceritaan yang baik. Keputusan akhir saya adalah tiga setengah bintang. Karena dalam hal narasi, penggambaran cerita dan tempat, buku ini ditulis dengan kata-kata yang indah dan puitis.

Saya rasa seandainya saya baca buku ini 10 tahun lebih awal, mungkin saya bisa kasih buku ini 5 bintang. Karena sejujurnya tema cinta star-crossed lovers adalah salah satu tema romance favorit saya, dan karena alasan itu pula dari 4 buku YA  yang saya rencanakan sebagai reading challenge saya di bulan April, saya memilih buku Daughter of Smoke and Bone sebagai bacaan pembuka saya di bulan April. Tapi rupanya semakin banyak buku yang kita baca, semakin tinggi pula standar yang kita tetapkan terhadap suatu cerita dalam buku.

 Oke sekarang pembahasan cerita dan karakter. Ceritanya sendiri kalau saya ibaratkan seperti ini :



+

=
Kalian bingung dengan susunan gambar saya? baguslah, artinya saya ngga bikin masakan sop iler. Pada dasarnya saya bukan pengemar berat romance, tapi kalau eksekusinya bagus, saya justru suka. Permasalahan romance yang bikin saya kurang sreg pada buku ini adalah cinta ala mie instant. Tidak ada angin tidak ada badai, tiba-tiba saja 2 karakter utamanya bisa merasakan sexual tension padahal lagi saling serang.  Yah emang sih nanti ada penjelasan mengenai mengapa mereka bisa ada sexual tension / instant love. Tapi saya berharap untuk kedepannya ada plot building yang lebih terarah dalam urusan interaksi romantis atau sexual tension mereka.

Terus karakter, oke pada dasarnya ini novel romance, tapi saya harap hal tersebut tidak dijadikan  peraturan atau kebiasaan untuk membuat karakter heronya itu tipikal Gary Stu. Akiva di sini digambarkan sangat sempurna (ketampanan yang melampaui apa yang dipercaya manusia, tinggi, tatapan yang tidak bisa ditolak, dll) ya ya saya tau dia bukan manusia tapi tetap saja kadang saya merasa  pendeskripsian Akiva terlalu berlebihan terutama di fisik dan justru yang saya suka yaitu personalitinya terasa kurang digali oleh penulis.  Beberapa orang mungkin suka dan beberapa orang yang ada justru ilfil. Yah balik ke selera masing-masing. 

Untuk heroine sendiri, masih oke lah, Karou bukan Mary Sue dan selama 2/3 buku kita dibuat bertanya-tanya soal siapa Karou dan baru dijelaskan semua di 1/3 bagian akhir buku. Jadi boleh dibilang cerita utama ada di 1/3 akhir buku dan 2/3 buku mengenai kehidupan dan keseharian Karou. Untuk karakter-karakter pendukung, hahaha saya suka Issa, Brimstone dan Suzana. Isaa itu mengingatkan saya akan gambaran seorang bibi yang sayang keponakan tapi juga berlidah tajam. Sedangkan Brimstone, he is the wise one dan Suzana, galak tapi setia kawan. 

Cerita star-crossed lovers nya sendiri sebenarnya baru benar-benar terasa ketika buku berakhir, karena baik hero maupun heroine-nya sudah benar-benar punya konflik nyata, alasan dan perang batin yang sesungguhnya bagi diri mereka masing-masing. Jadi cerita buku 1 ini lebih membahas tentang Karou dan siapa Karou (karena itulah diberi judul Daughter) bukan tema star-crossed lovers-nya.  Singkat kata saya cukup puas dengan buku ini dan saya pasti akan membaca lanjutannya, yaitu Days of Blood and Starlight.  

Notable Quote :
"Harapan bisa menjadi kekuatan yang hebat. mungkin tidak ada sihir di dalamnya, tapi jika kau tahu apa yang paling kauharapkan, dan menjaganya seperti cahaya dalam dirimu, kau bisa membuat banyak hal terjadi, nyaris serupa sihir." ~hal. 446 
Sumber gambar Little Mermaid
Sumber gambar Romeo and Juliet
Sumber gambar Inuyasha

Selasa, 05 Maret 2013

WARM BODIES (WARM BODIES #1)

✮✮✮½

Judul Buku : Warm Bodies

Pengarang  : Isaac Marion

Penerbit     : Ufuk Fiction
Penerjemah : Meda Satrio
Jumlah Halaman : 374 Halaman
Segmen : Remaja, Dewasa Muda

This is not a story about survive in the middle of zombie's apocalypse, this about love story between 2 persons from different world. 

Jadi ceritanya :

Dunia masa depan berantakan dan diambang kehancuran (namanya juga Dystopia), dan ada 2 jenis kelompok manusia yang saling bertahan hidup. Kelompok pertama adalah manusia kaum hidup alias manusia biasa pada umumnya yang butuh makan, merasakan emosi, merasakan sakit, mempunyai kenangan, bertambah tua dan lain hal sebagainya. Lalu kelompok kedua adalah  para bekas manusia a.k.a. zombie a.k.a kaum mati (begitulah sebutan seringnya untuk zombie di cerita ini). Dan zombie-zombie ini eh kaum mati ini punya kebiasaan khas seperti zombie pada umumnya yaitu suka mengkomsumsi otak manusia/kaum hidup dan juga kelemahannya sama seperti zombie pada umumnya yaitu ada di kepala alias otak, karena itu kalau kamu ketemu zombie ingatlah untuk :


Meskipun secara garis besar para zombie alias kaum mati disini mirip dengan gambaran zombie pada umumnya seperti muka pucat, daging yang membusuk, pemakan manusia, termasuk cara jalan mereka yang sempoyongan, namun para zombie disini juga berbeda dari zombie-zombie pada umumnya, sebab mereka masih berbudaya, karena (1) mereka ada tempat ibadah/gereja sendiri (2) mereka bisa mengadakan upacara pernikahan (3) mereka masih ada keinginan untuk melakukan hubungan seks dan selingkuh (4)mereka membentuk suatu komunitas termasuk saat berburu (5)mereka juga ada sekolah untuk anak-anak zombie, jadi katakanlah zombie yang manusiwi. 

Oke, sekarang langsung ke tokoh utama dan ceritanya, jadi ada seorang zombie namanya Romeo R. Tapi R ini tidak seperti zombie-zombie lain (dia the special one karena dia tokoh utama) dia punya pemikiran sendiri dan lebih peka, meskipun dia tidak tau mengenai masa lalunya, oleh sebab itu dia (dan juga zombie-zombie lain) menobatkan makanan favorit mereka adalah otak manusia, sebab dengan memakan otak manusia mereka bisa merasakan sedikit kehidupan dari para korban mereka, sesuatu yang tidak mereka miliki sebagai zombie. 

Suatu  hari R dan teman-temannya melakukan perburuan dan di sini R memakan otak seorang pemuda bernama Perry Kelvin, dan R mendapat kenangan akan Perry termasuk kenangan akan pacarnya, yaitu seorang gadis bernama Juliet Julie dan Julie juga ada di lokasi perburuan. Dan seketika R jatuh cinta pada Julie dan berniat melindungi gadis itu dan menjaganya tetap aman. Jadi dimulailah hari-hari saat R perlahan tapi pasti berubah
dari mati menjadi hidup berkat cinta......

Kesan saya :

Sebelumnya saya ingin tekankan, bagi kalian yang menyukai fantasy dan terbiasa dijejali dengan cerita survivor in the middle of zombie apocalypse, jangan banyak berharap tentang hal tersebut akan ada dibuku ini. Seperti yang saya tulis di sinopsis, kalau zombie di Warm Bodies ini lebih beradab dan berbudaya dibanding zombie-zombie pada umumnya, karena itu jangan mengeluh bahwa cerita dan zombienya tidak masuk akal bila kalian bingung dengan zombie di Warm Bodies karena memang tidak dijelaskan apa yang membuat para manusia tersebut menjadi zombie dan saya lebih memilih kalau zombie-zombie di sini terjadi lebih dikarenakan hal gaib/supernatural/okultisme/kutukan bukan karena infeksi virus dan hal-hal yang bersikap sains. Sebab saat kita mengaitkan dengan sains meski fiktif sekalipun, maka kita akan meminta pertimbangaan logika. Lain hal nya dengan supranatural yang lebih diterima karena memang konsep gaib atau supranatural sendiri adalah di luar akal sehat. 

Terus bagi kalian yang Twilight haters atau ngga suka tipikal cerita yang menye-menye, dan khawatir kalau buku ini mirip Twilight (BTW, saya bukan haters tapi juga bukan fans Twilight saga) jangan cemas. Meskipun di depan ada premis dari Stephenie Meyer, sang penulis Twilight saga tapi buku ini tidak mirip dengan cerita Twilight. Buku ini lebih mirip cerita Romeo dan Juliet. Bahkan nama R dan Julie pun saya rasa terinspirasi dari Romeo dan Juliet. Keseluruhan Warm Bodies adalah kisah mengenai pemahaman akan umat manusia dan empati yang dibungkus dengan cerita cinta dan mahluk supranatural. 

Meskipun R menyukai Julie tapi yang membuat karakternya likeable (bagi saya), dia tidak memuja-muja Julie secara berlebihan sebagaimana orang lagi dimabuk cinta dan saya suka pengarang menunjukkan perasaan R pada Julie lewat interaksi dan tindakan serta pemikiran-pemikirannya terhadap manusia lain. Tapi sedikit pertanyaan untuk penulis, saya masih bingung apakah R suka terhadap Julie karena memakan otak Perry Kelvin(yang memang pacar Julie) atau R memang jatuh cinta pada pandangan pertama? Lalu berubahnya R menjadi lebih hidup dan makin manusiawi apakah karena sejak awal dia memang ditakdirkan special (faktor karakter utama dan fanboy penulis) atau emang otak Perry Kelvin yang dikonsumsi oleh R itu yang special?


Lalu bagaimana dengan karakter heroinenya sendiri? Julie cukup likeable, tipe gadis tetangga sebelah yang berjiwa bebas tapi dia care dengan orang-orang disekelilingnya, jadi saya rasa dia oke. Berhubung R mengkonsumsi otak Perry Kelvin, maka R terpaksa berbagi POV dengan Perry, jadi masa lalu R tetap misterius karena diisi oleh masa lalu Perry Kelvin. Mungkin bagi beberapa pembaca menganggap kisah Perry agak pointless selain kaitannya dengan Julie. 


Terus yang saya suka di buku ini adalah, cara penceritaannya yang kalem dan beberapa kutipannya yang cukup bagus dan menginspirasi, misal :


"Tidak ada tolak ukur untuk bagaimana "semestinya" hidup berjalan. Perry. Tidak ada dunia ideal untuk kautunggu-tunggu. Dunia selalu hanya seperti adanya sekarang. Terserah kepadamu bagaimana kau akan bereaksi terhadapnya." ~hal 180

"Menulis bukan hanya huruf-huruf di atas kertas. Menulis adalah komunikasi. Menulis adalah ingatan."~hal 222


Untuk cover sendiri, kebetulan saya beli bukunya yang udah cover film, mungkin dengan maksud marketable alih-alih pakai cover film yang seperti ini :
tapi malah cover yang dipakai mirip sama Twilight :
Hehehe, ngga ada maksud apa-apa sih, cuma sekedar membandingkan dua gambar tersebut (tapi saya harus bilang, kalau Nicholas Hoult dan Teresa Palmer lebih hidup dan punya ekspresi) mungkin seperti yang saya tulis sebelumnya, yaitu alasan marketing untuk menarik minat para Twihard. Tapi untuk saya pribadi, saya lebih suka poster dengan latar belakang merah dan pose R memberi bunga pada Julie, karena menurut saya poster film tersebut lebih bercerita and more artistic. 

Source gambar gif 1 Resident Evil Damnation
Source gambar gif 2 The Walking Dead
Source gambar poster Warm Bodies merah : 21 Cineplex
Source gambar poster Warm Bodies kedua : klik sini
Source gambar poster Twilight : klik sini

Kamis, 21 Februari 2013

NIGHTSHADE (NIGHTSHADE #1)

✮✮½
  • Judul Buku    : Perburuan Takdir
  • Pengarang     : Andrea Cremer    
  • Penerbit        : Gagas Media

Okay I will give harsh critique about the translation, because I read the Indonesian translation, so first, I want to complain about the translation, it's just... SO HORRIBLE, really and I am thinking maybe  there are no editor or proofreader for this book,  because the translator seems using google trans to translate this book because there are so many wrong structure and phrases in many sentences I read. 

Alright let's review :
1. I must push myself so hard to read and finish this book, because it's not real fantasy, it's more about romance like Twilight, when a hormonal teenage werewolf girl cannot decide around 2 boys she likes. The Heroine here is called Calla, the author describe her as kick ass but what it showed on the story is more how she is so emotional when it about boys (and mostly anything involved her in the book are about 2 boys), I think maybe I'm just have high expectation about kick ass heroine definition. For me kick ass more than just tomboy, can fight or kungfu or become a leader of some groups. For me kick-ass it's about independent, smart and able to take control on a situation no matter how odd it is, I will give an example, I like Meghan Chase from The Iron King, she is not a fighter but won't mind sacrifice something on herself as long as she can help her little brother.

2. There are not really a real story in this first book. The story are more about romance and Calla's feeling (or hormone). Sure there are universe introduction about werewolf in this book (keeper, guardian & searcher), although it kind of weird and more like fanfiction (too much making up). 

3. Both Calla and Shay are annoying me in some point. Calla annoys me about her hormonal issue, please note I don't have problem with romance novel, I like love story as long as is not overdone or exaggerated and this book so much show how Calla's hormone take control rather than about her feeling, I think she even still confused about her feeling, and Shay annoys me about his free spirited issue, his free spirited attitude and rebellious just making him look like irresponsible character and that's what I see in him. No wonder many readers dislike Shay.

4. The last 100 pages of this book saved the story, I just felt the tense near the ending are the only part that wake me up. And too bad, the twist even just felt incomplete. I still don't know who is Shay's uncle, what about the searcher and many other questions, okay there are sequel but still some question should explain in first book.

5. Last, I shipped Calla with Ren. Funny thing here, the author told Ren as bad boy while it's shown the opposite, he is nice with Calla and will do anything for her.  

So far, I am not find any satisfying books about werewolf. Also note to myself, it's time for me to step up from YA romance with high school background, I think I'm getting too old for this kind of genre (a.k.a easily getting bored).

And since I used to say this book remind me of Twilight, so whether this is still a better love story than Twilight? Well this time I will said no. Because Edward and Jacob are better than Shay, well sorry, just my opinion.  

SHIVER (THE WOLVES OF MERCY FALLS #1)

✮✮✮
Judul Buku    : Beku
Pengarang     : Maggie Stiefvater
Penerbit         : Gramedia Pustaka Utama

I'm so relieved can finish this book, because this one of a book where I must push myself so hard to finish this book. Actually if there are readers who said this is like Twilight but in werewolves version, I kinda agree. Well not really same but the story kind of similar, such as the girl is thinking she cannot live without her boyfriend and ignorant parents because Grace's parents didn't notice there is a boy who is living for a couple of weeks in their daughter's room.
Maybe that's way I find this book kind a bit boring (you know I'm not Twilight fans & I don't like cheesy teenager romance story such as first date, first kiss or even first sex). Earlier I want to rate 2 stars of this book, but this book deserved more star than Twilight (I rate Twilight 2 stars), because some of the characters are more interesting rather than in Twilight, the story overall better than Twilight even the interactions of characters more reasonable than Twilight (okay I will stop bitching about Twilight while review other book, it's jut unfair to this book)

I won't tell the story because this is romance novel, so you know the story it's more about 70% romance & 30% various thing such as action & background story of others characters, etc. But as Heroine, Grace overall is better than Bella. But if you ask me, I prefer Isabel to Grace. Isabel have more interesting personality rather than Grace. Well both Grace and Sam are okay, they are quite likeable,  Sam is the boy next door and Grace is a good girl, nothing weird on their characters.

I just recommend this book for those who love romance novel and sweet love story about star-crossed lovers such as Twilight or Hush.Hush (okay I admitted I never read Hush.Hush, but I heard it's like Twilight in Angel version) and another paranormal romance of YA.

But if your taste just like me, curious about human-werewolves (shape shifter) relationship & how their struggle with all their obstacles, just forget it, this book didn't offer something new & I'm not interesting to read the sequel.

But good point or credit about this book, I like how the author describe winter. Take place in Minnesota, a state in northern America which famous because of heavy winter in every year, she is so detail and gave feeling about winter forest, snow, the coldness and all, make me feel cold while reading this book.


And as usual, since many people compared this book with Twilight, so whether this is a better love story than Twilight? Actually it's a tie :D

Senin, 31 Desember 2012

BREAKING DAWN (TWILIGHT #4)

✮✮✮
  • Judul Buku : Breaking Dawn (Awal Yang baru)
  • Pengarang  : Stephenie Meyer
  • Penerbit      : Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis :

Akhirnya keinginan Bella mulai dari buku 1 hingga buku 3 untuk bisa menikahi Edward dan masuk dalam anggota keluarga Cullen kesampaian. Jadi cita-cita dalam hidup Bella selama 3 buku tebal yaitu untuk menikah dan menjadi vampir dikabulkan dalam buku ke-4. Seperti biasa Alice sangat bersemangat untuk mendadani dan mengurus pernikahan Bella. Setelah menikah Bella pun bulan madu bersama Edward di suatu pulau di Brazil. 

Malam pertama pun dimulai, sayangnya tidak terlalu jelas diceritakan di buku selain daripada Bella berakhir dengan tidak sadarkan diri dan lebam-lebam. Tapi satu hal yang pasti Bella sangat menikmatinya (kok bisa sih? kan Edward itu katanya keras seperti batu marmer dan itu termasuk bagian yang itu kan?)

Bulan madu mereka tidak terlalu lama saat Bella menyadari ada yang aneh dengan kondisi tubuhnya, dan ternyata Bella hamil (hah?!)  Kehamilan Bella bukanlah kehamilan seperti manusia karena janin yang dikandung Bella adalah bayi setengah vampir. Bayi yang pertumbuhannya sangat cepat, jadi dalam beberapa hari perut Bella sudah membesar dan parahnya karena janin tersebut adalah setengah vampir, maka janin itu sangat kuat dan saat janin tersebut menendang dari dalam hal itu membuat tubuh Bella remuk termasuk tulang-tulangnya.

Namun Bella tetap bersikukuh untuk mengandung bayi tersebut walaupun Edward tidak setuju sebab bayi tersebut selain membuat Bella menderita juga mengancam keselamatan Bella. Kebalikan dengan Edward yang tidak ingin bayi tersebut, Rosalie justru sangat antusias dengan kehadiaran bakal calon keponakannya, sebab Rosalie dari dulu sangat menginginkan bayi. Jadilah Edward dan Rosalie bersitegang tapi hanya sebentar. Bukan hanya Edward yang menderita melihat kehamilan Bella tapi Jacob pun sama namun kali ini keduanya tidak berdaya untuk menolong Bella. Edward memohon agar Jacob membunuhnya apabila Bella sampai tidak dapat bertahan saat melahirkan. 

Selain Bella, disini juga ada POV Jacob, karena kecintaan Jacob pada Bella, Jacob sampai rela dicampakkan oleh kelompok serigalanya karena dianggap bersekutu dengan vampir yang merupakan musuh utama para manusia serigala. Tapi Jacob tidak sendirian, sebab dia ditemani oleh Seth, serigala periang dan ramah yang juga suka dengan vampir dan Leah yang ikut dengan Jacob karena 2 alasan yaitu ingin mendampingi adiknya dan juga merasa tidak ada tempat dalam kelompok Sam walaupun Leah tidak menyukai para vampir.

Akhirnya setelah perjuangan hidup dan mati, Bella berhasil melahirkan seorang bayi manusia-vampir perempuan yang cantik dan diberi nama Renesmee, gabungan dari nama ibu dan mertuanya (kenapa ngga Esmeree aja, menurut saya jauh lebih bagus dan enak didengar daripada Renesmee).  Bukan hanya itu, satu lagi keinginan hidup Bella tercapai yaitu menjadi vampir (tepuk tangan buat Bella). Karena Bella sudah berubah menjadi vampir, berarti dia sudah kuat dan tidak seperti para vampir baru yang harus berjuang menahan rasa haus mereka akan darah manusia, Bella tampak langsung menguasai fase ini. Dan seperti beberapa jenis vampir, Bella juga ada kekuatan supranatural yaitu shield, sejenis lapisan perisai atau pelindung yang berguna sebagai tameng bila ada serangan dari kekuatan supranatural lain. 

Terus Jacob akhirnya menemukan jodohnya disini, dan dia adalah Renesmee (pasti Meyer ngga rela kalau Jacob lepas dari Bella, makanya diikat sama anaknya si Nessie). Tampaknya semua serba sempurna, namun ternyata belum.  Urusan vampir yang dendam sama Bella masih ada, dan villainnya ternyata masih ngga jauh-jauh dari kelompok James.  Memang kelompok James sudah dihabisi semua di buku-buku sebelumnya, namun rupanya salah satu vampir dari kelompok James ada yang punya pasangan dan pasangannya ini tidak suka sama Bella, apalagi setelah tau kalau Bella punya anak setengah vampir, langsung saja si vampir pendendam tersebut  melaporkannya kepada keluarga Volturi.

Keluarga Volturi yang tidak pernah mendengar mengenai mahluk setengah vampir berpikir kalau Renesmee berbahaya dan bermaksud untuk membereskannya. Untuk melindungi Renesmee maka keluarga Cullen mulai mencari aliansi dari vampir-vampir lain dan bahkan bantuan dari para manusia serigala yang bersatu untuk membantu mereka mengatasi keluarga Volturi.  Sayangnya setelah semua kerepotan yang diambil keluarga Cullen dalam mengumpulkan para vampir dari berbagai belahan dunia, ternyata semua masalah selesai dengan cara diplomasi  karena nyali keluarga Volturi sudah ciut duluan melihat banyaknya vampir berkekuatan super yang ingin melawan mereka and finally everyone live happily ever after.

Kesan saya :
 
Yah begitulah akhir breaking dawn, bukan berarti saya tidak suka happy ending. Tapi bila saya kasih metafora, eksekusi penyelesaian kasus persis seperti ending prom night pada buku-buku teenlit (si A dan si B baikan, si C akhirnya berhasil diterima di universitas pilihannya, si D jadian dengan si E) --> ini kiasan aja, tapi yah mengingat target pembaca buku ini adalah remaja baru gede, mungkin bisa dimaklumi.

Jangan lihat buku ini dari sisi logika, bacaaan fantasy atau general romance novel, tapi lihat dari sisi humor dan ini adalah bacaan remaja, dimana beberapa hal aneh bisa terasa masuk akal bahkan terlihat keren (vampir superhero dengan berbagai jenis kekuatan supranatural ala X-Men, bayi setengah vampir yang mengkomsumsi susu formula dan juga darah, Bella yg masih manusia tapi ngidam darah karena mengandung anak vampir dan menu sarapannya adalah omelet dengan darah, yuck!!)

POV ada 2, Bella dan Jacob.  Sayangnya POV Jacob ngga terlalu banyak dan hanya sampai di tengah-tengah saja, selebihnya balik ke Bella lagi (yah emang dia kan tokoh utamanya, kenapa juga saya harus komplen). Tapi untunglah Meyer membuat Bella sedikit berguna di bab-bab terakhir, walaupun jadinya sangat antiklimaks.

Tapi baca buku ini saya jadi sadar, kalau saya sudah tidak cocok baca YA dengan kadar romantis 70% lebih alias YA romance (innocent sweet girl meet cool vampire, angel, demon & werewolf guy, etc and they are hook up & bla-bla), saya lebih cocok dengan YA for adult reader (not young reader) macam perang besar sebagai klimaks, pengarang yg tega untuk mematikan tokoh-tokoh favorit, dan bitter sweet ending mungkin -->Harry Potter, THG & TBT have all point I want, making those books are my favorites.  


Terus satu lagi, jangan bandingkan Twilight Saga dengan Harry Potter series. Bukan hanya karena genre yang sangat berbeda antara kedua buku tapi juga kualitas yang jauh sekali. Twilight not even close with Harry Potter if we talk about quality, story, characters & writing.  Harry Potter adalah sebuah kisah fantasy epic yang bahkan bisa digolongkan sebagai high fantasy yang universenya sangat kaya dan setiap buku selalu ada twist yang bikin saya kagum sama J.K Rowling. Mereview Harry Potter tidak cukup hanya dengan sekali baca, karena kadar ceritanya yang rumit. Satu-satu2nya persamaan HP dan TS adalah sama-sama populer dengan fandom yang besar dan sama-sama diangkat ke film layar lebar. 

Keluarga Volturi kalah jauh bila harus melawan Voldemort dan para pelahap mautnya.
Keluarga Weasley jauh lebih seru dan berkarakter dibanding keluarga Cullen yang membosankan. 

Dan yang terpenting, para penyihir di Harry Potter menggunakan kekuatan mereka dan hukum mereka untuk melindungi para muggle (manusia biasa tanpa kekuatan sihir) sementara Twilight saga hanya menganggap manusia sebagai rantai makanan.

Actually I only gave this book 2 stars, 1 star is for myself as an award because I stupid enough to read all 4 books.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...