Tampilkan postingan dengan label SPRING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SPRING. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 November 2014

FANGIRL: STORY ABOUT A GIRL WHO TOO MUCH LOVE FANFICTION

Judul: Fangirl
Pengarang: Rainbow Rowell
Penerbit: Spring
Penerjemah: Wisnu Wardhana
Editor: NyiBlo
Proofreader: Dini Novita Sari
Desain sampul: Bambang "Bambi" Gunawan
Jumlah halaman: 456 halaman
Cetakan pertama, November 2014
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Realistic fiction, drama, romance
Harga: Rp 72.000, bisa dibeli di OWL Book Store
Rate: ★★★½

Cath dan Wren adalah kembar. Sejak kecil mereka berdua selalu bersama. Mereka bermain bersama, mereka tertawa bersama, mereka menangis bersama, mereka mmebagi segala kegiatan dan milik mereka secara bersama-sama, bahkan mereka juga menggemari hal yang sama, yaitu menulis fanfiksi tentang Simon Snow, si penyihir remaja. 

Saat keduanya mulai kuliah dan menjadi mahasiswa, hubungan Cath & Wren merenggang. Cath, si kembar yang introvert merasa Wren seolah menjauh darinya. Wren bahkan tidak mau sekamar dengannya di asrama kampus dan juga merasa terganggu bila Cath menelponnya hanya untuk sekedar berbicara. Cath merasa dicampakkan oleh Wren.  

Sementara Wren mulai menikmati kehidupan kampus dan bersenang-senang dengan teman-teman mahasiswa lain, Cath semakin menenggelamkan dirinya dalam dunia imajinasinya dengan menulis fanfiksi tentang karakter dari novel favoritnya, yaitu Simon Snow dan Baz. Cath juga tidak mau bergaul dengan sesama mahasiswa lain, karena ia selalu merasa tidak cocok di lingkungan kampusnya, bahkan ia juga merasa tidak cocok dengan teman sekamarnya Reagan, yang selalu membawa masuk cowoknya ke kamar. 

Cath semakin enggan untuk melanjutkan kuliahnya saat tahu ayahnya kembali mengalami gangguan mental dan sempat dirawat di rumah sakit.  Cath ingin pulang dan merawat ayahnya. 

Namun yang membuatnya semakin down adalah saat Profesor jurusannya mengatakan kalau fanfiksi yang dibuatnya tidak pantas untuk diikut sertakan dalam tugas kuliahnya, karena fanfiksi itu adalah plagiat dan Sang Profesor meminta Cath untuk mengembangkan sendiri ide tulisannya tanpa mengambil karakter dari cerita orang lain. 

Namun Cath tidak mau, ia merasa tidak bisa melakukannya, karena selama ini hanya dunia Simon Snow-lah yang ia tahu. Cath merasa putus asa, bagaimana ia bisa sanggup menghadapi semua ini?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...