Tampilkan postingan dengan label 4.5 STARS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 4.5 STARS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Januari 2016

WONDER: AN INSPIRING STORY ABOUT KINDNESS

Judul: Wonder
Pengarang: R.J. Palacio
Penerbit: Atria
Penerjemah: Harisa Permatasari
Jumlah halaman: 430 halaman
ISBN: 978-979-024-508-2
Cetakan 1, September 2012
Segmen: Semua umur, anak-anak
Genre: Drama, keluarga, realistic-fiction
Rate: ★★★★½

"Saat diberi pilihan antara bersikap benar dan berbaik hati, pilih berbaik hati."

Sinopsis cerita, saya ambil dari beberapa paragraf dalam buku.

Seandainya aku menemukan sebuah lampu ajaib dan mendapatkan sebuah permohonan, aku akan memohon agar aku memiliki wajah normal yang tidak akan pernah diperhatikan siapa pun. Aku akan memohon agar aku bisa berjalan di tempat umum tanpa ada orang yang melihatku lalu memalingkan wajahnya. 

Kuharap setiap hari adalah Halloween. Kita semua bisa memakai topeng setiap saat. Lalu, kita 
bisa berjalan-jalan dan saling mengenal sebelum melihat penampilan kita di balik topeng. 

Bocah tikus. Aneh. Monster. Freddy Krueger. E.T. Menjijikan. Wajah kadal. Mutan. Aku tahu semua julukan mereka untukku. Aku sudah mengunjungi cukup banyak taman bermain untuk menyadari bahwa anak-anak bisa bersikap kejam. Aku tahu, aku tahu, aku tahu. 

Omong-omong, namaku August. Aku tidak akan menggambarkan seperti apa tampangku. Apa pun yang kaubayangkan, mungkin keadaannya lebih buruk. 

Perhatian: Buku ini bukanlah sicklit.

Sabtu, 27 September 2014

THE COUNT OF MONTE CRISTO: EPIC STORY ABOUT MONEY, REVENGE AND KARMA

Judul: The Count of Monte Cristo
Pengarang: Alexandre Dumas
Penerbit: Bentang Pustaka (Mizan Grup)
Penerjemah: Nin Bakdi Soemanto
Editor: Dhewiberta
Desainer Sampul: Edi Jatmiko
Proofreader: Nunung Wiyati, Intan Ren
Penata aksara: Supardi
Jumlah halaman: 568 halaman
Cetakan kedua, Juli 2011
Segmen: Universal
Genre: Historical fiction, classic lit
Harga: RP 20.000, beli di obralan Mizan.
Rate: ★★★★½


Edmon Dantes seharusnya mempunyai kehidupan dan karir yang cemerlang. Pertama, dia akan dipromosikan menjadi seorang kapten kapal. Kedua, dia akan menikahi gadis cantik dan berhati emas yang telah menjadi pujaan hatinya. Ketiga, ia akhirnya akan berkumpul kembali dengan ayahnya setelah lama berpisah karena Edmon adalah seorang pelaut. Nyaris semua orang juga suka pada Edmon, karena Edmon adalah seorang pemuda yang baik hati, ramah dan menyenangkan. Namun semua harapan indah itu hilang darinya saat beberapa orang yang iri pada masa depan dan kesuksesan Edmon telah merebut paksa semua itu.

Edmon mendapati dirinya terkurung dalam sebuah penjara yang sepi dan gelap. Kekasihnya direbut dan ayahnya meninggal dalam kemiskinan, kesepian dan kelaparan. Putus asa, nyaris membuat Edmon menjadi gila dan mati. Di tengah semua duka dan kemalangan bertubi-tubi datanglah sebuah harapan saat dia menemukan seorang teman di penjara. Seorang teman yang yang memberitahu mengenai suatu rahasia untuk dapat menikmati kembali kehidupannya yang telah hilang. 

Dengan rahasia itu Edmon bersumpah untuk membalas dendam pada mereka yang telah mengambil semua kehidupan Edmon Dantes yang penuh masa depan dan mengubahnya menjadi seorang Count of Monte Cristo yang penuh kepahitan. 

Kamis, 30 Januari 2014

SECRET SANTA 2013: AN OPEN LETTER TO MY SANTA AND BOOK REVIEW


Dear My Secret Santa

Sesungguhnya aku tidak ingin menuliskan surat terbuka seperti ini terhadapmu karena aku tidak suka drama, politik dan sinetron #eh namun aku merasa bagaimanapun juga aku harus jujur dan tetap memberikan credit terhadap mereka yang telah memberiku buku menarik ini. 

Sabtu, 26 Januari 2013

THE RING OF SOLOMON (BARTIMAEUS #4)

✮✮✮✮½

Judul Buku : The Ring of Solomon (Bartimaeus #4)
Pengarang  : Jonathan Stroud
Penerbit     : Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis : 

Kejadian ini terjadi sekitar tahun 950 SM di Jerusalem. Saat itu Israel diperintah oleh salah satu raja yang sangat terkenal akan kebijaksanaan dan tentu saja cincin saktinya yaitu Solomon. Berkat cincin itu, Jerusalem menjadi salah satu kota paling maju dan kaya pada masa tersebut. Negara-negara lain disekitar Israel pun tunduk pada kekuasaan Raja Solomon dan terutama mereka takut pada cincin sakti sang raja yang bisa memanggil spirit dalam jumlah besar. Negara-negara tersebut dituntut memberikan upeti tahunan agar mereka selamat dari amukan cincin dan tidak dianggap musuh oleh Solomon. 

Sheba, negara kecil di selatan gurun Arab juga tak terkecuali, akibat Ratu Sheba selalu menolak tawaran pernikahan Solomon, negara tersebut juga dituntut memberikan upeti tahunan kepada Solomon, tapi Ratu Sheba tidak rela memberikan upeti maka sang ratu memutuskan untuk mengutus pengawal terbaiknya, Asmira (job class : Assassin dual dagger) untuk menghabisi Solomon dan mencuri cincinnya.  

Selain cincin legendarisnya, pemerintahan Solomon juga terdiri dari banyak penyihir yang mengabdi padanya. Bukan penyihir-penyihir biasa tapi penyihir-penyihir terbaik dari negeri-negeri di sekitar Israel yang dapat memanggil banyak spirit sekaligus. Salah satunya adalah Khaba yang kejam. Disebut Khaba yang kejam karena dia memang adalah penyihir kejam yang suka menyiksa budak-budak demonnya tanpa ampun apabila mereka tak patuh. 

Terus di mana Bartimaeus? Karena tindakannya yang cenderung pembuat onar, Bartimaeus sekarang menjadi budak dari penyihir Khaba yang kejam dengan maksud untuk mendisiplinkannya. Tapi bisakah si jin level 4 itu didisiplinkan?

Jawabannnya jelas 

Kesan saya :

Bartimaeus, kangennnn, hahaha saya merindukan catatan kaki konyolnya :D

Rasanya lama sekali sejak terakhir kali saya membaca trilogi TBT dan bagaimana endingnya sukses membuat saya melongo selama beberapa saat namun justru karena endingnya itulah, sampai sekarang buku TBT sukses menjadi salah satu buku favorit saya yang tokoh-tokohnya akan selalu membekas dalam ingatan saya (yah saya akui saya mungkin lebay).

Buku ini sendiri merupakan prequel dari seri TBT, dan kali ini mengambil era saat  Raja Solomon mencapai kejayaannya sebagai Raja Israel pada saat itu,  sama seperti buku TBT sebelumnya, saat itu di Jerusalem sedang dalam era kekuasaan penyihir dan baik Solomon maupun perdana menterinya adalah penyihir yang banyak menggunakan jin untuk membantu menjalankan tugas-tugas mereka, salah satu dari jin-jin itu adalah Bartimaeus, yang dalam trilogi sebelumnya juga banyak berbicara mengenai Solomon, hanya saja kali ini kita lihat bahwa jangan mempercayai catatan kaki Bartimaeus 100% karena Barti mempunyai kecenderungan untuk lebay alias melebih-lebihkan terutama kalau hal itu mengenai dirinya sendiri :D

Harus diakui daya tarik besar dalam seri Bartimaeus adalah pribadi Barti sendiri , smart ass, cerdik, sarkasme, narsis, lebay dan selalu bersikap kurang ajar terhadap setiap masternya  menjadi ciri khas si jin,  kalau untuk segi cerita sendiri, menurut saya buku trilogi jauh lebih berat ceritanya, karena saya mendapati membaca buku The Ring of Solomon ini cukup mengalir mudah, plot ceritanya pun lebih linear dibanding trilogi, tapi tentu saja yang membuat menarik dari seri ini adalah plot twist yang selalu ada dan tentu saja foot note nya yang sukses bikin saya ngakak guling-guling =)) 

Untuk interaksi antar tokoh sendiri, sifat kurang ajar Barti terhadap master-masternya adalah salah satu yang membuat bacaan ini entertaining. Bagaimana dia gemar mengejek dan mengerjai master-masternya. Bartimaeus menurut saya adalah salah satu contoh bagus gambaran karakter antihero atau abu-abu. Sebagai jin, Bartimaeus tidak akan segan-segan untuk memakan atau membunuh manusia, namun tidak seperti jin pada umumnya, Bartimaeus punya kode moral tersendiri, dia tidak membunuh "good people" korban-korbannya adalah para "bad guys" yang memang sudah sepantasnya dapat ganjaran, dan dia justru dengan caranya yang tidak biasa dan sifat trouble makernya terkadang menolong para "manusia yang benar" dalam setiap ceritanya. 

Untuk cover, karena burung Phoenix adalah salah satu hewan mitologi favorit saya, boleh dibilang ini adalah cover favorit saya dari seri Bartimaeus dan tidak seperti cover trilogi sebelumnya yang menurut saya cukup seram, cover Phoenix dengan latar belakang yang juga berwarna merah membuat buku ini terkesan ceria dan tentu saja masih ada kesamaan  dengan cover trilogi yaitu mata usil si burung Phoenix. 

Dan sama seperti semua penggemar Bartimaeus si jin gelo, saya akan selalu merindukan kisah-kisahnya untuk buku selanjutnya. 

Cuma terganggu sama typonya, banyak banget typo di sepanjang halaman buku. 


                                                                                                                                                      
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...