Tampilkan postingan dengan label ELEX MEDIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ELEX MEDIA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018


MANHWA PRINCESS
Pengarang: Han Seung Won
Vol: 1-31 (not finished)

Sebelumnya, maafkan saya yang telah lama hiatus dan tidak pernah menulis di blog yang nyaris setahun lamanya. Terakhir menulis bulan Maret 2017 dan sekarang ketemu Maret 2018 lagi. 

Hanya saja, tiba-tiba saya sangat ingin membahas komik Princess. Komik Princess ini adalah sebuah manga dari negeri ginseng, Korea Selatan yang ditulis oleh Han Seung Won. Manga ini sudah sangat lama terbit, saya lupa kapan tepatnya terbit di Indonesia, tapi di negeri asalnya sendiri sudah sejak tahun 1996. Sayangnya kondisi kesehatan penulisnya membuat manhwa ini tidak selesai hingga sekarang dan alasan itu juga yang membuat saya memutuskan menjualnya di tokopedia, hingga saat benar-benar ada yang membeli saya malah merasa sedih melepasnya, karena 31 buku itu saya kumpulkan dalam rentan waktu yang cukup lama. Tentu ada perasaan terikat yang membuat saya merasa sedih saat melepasnya. Untung saja ada mangascannya, yang meski halamannya sangat berantakan, namun cukup bisa mengobati kerinduan saya seandainya saya kangen dengan tokoh-tokoh di dalamnya atau beberapa adegan di dalamnya. 

Rabu, 17 Juni 2015

RECOLLECTION: FANTASI LOKAL DENGAN DENGAN RASA ANIME DAN GAME

Judul Buku: Recollection (Ther Melian Series)
Pengarang: Shienny M. S. 
Penerbit: Elex Media
Editor: Desy Natalia
Jumlah halaman: 460 halaman
Cetakan 1, Juni 2013
ISBN: 978-602-02-1388-0
Segmen: Remaja
Genre: High Fantasy
Rate: ★★★½


Menjelang festival perayaan musim kemarau, serangkaian pembunuhan sadis terjadi di desa Dominia, membuat para warga desa menjadi resah dan jam malam pun diberlakukan. Elya, gadis Vier-Elv yang juga penduduk Dominia menemukan seorang pemuda misterius dalam keadaan sekarat di malam terjadinya salah satu peristiwa pembunuhan sadis tersebut. 

Namun alih-alih mencurigai keterlibatan pemuda misterius tersebut, Elya memutuskan untuk membawa pemuda tersebut ke rumahnya serta merawat luka-lukanya dengan harapan saat si pemuda siuman, ia bisa memberitahukan bagaimana peristiwa pembunuhan sadis tersebut terjadi. Sayang harapan Elya pupus, karena saat tersadar si pemuda tidak ingat siapa dirinya dan tidak bisa memberi petunjuk apa pun mengenai peristiwa pembunuhan sadis tersebut. Karena si pemuda lupa akan namanya, Elya memutuskan untuk memberi nama si pemuda misterius tersebut, Lucca, yang berarti "Si Anak Hilang."

Sementara rentetan pembunuhan sadis masih terus terjadi di sekitar Dominia, Lucca mendapati beberapa kilasan ingatannya kembali dan menyadari bahwa ia ada hubungannya dengan salah satu peristiwa pembunuhan di Dominia. 

Siapakah sebenarnya Lucca? Apakah ia ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa pembunuhan sadis yang terjadi di Dominia? Siapakah pelaku dari serangkaian pembunuhan sadis tersebut? Apa motif dibalik peristiwa pembunuhan tersebut di sekitar Dominia?

Senin, 01 September 2014

RUBY RED: LIGHT & FUN AS TEENLIT

Judul: Ruby Red (Cinta Sepanjang Masa)
Judul Asli: Rubinrot
Pengarang: Kerstin Gier
Penerbit: Elex Media Komputindo
Penerjemah: Fransisca Paula Imelda
Jumlah halaman: 320 halaman
Cetakan 1, 2013
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Fantasi, time travel
Harga: Rp 39.850 (20% off dari Rp 49.800)
Bisa dibeli di grazera
Rate: ★★★½


Sinopsis:
Keluarga Gwendoline memiliki keistimewaan, di mana setiap beberapa generasi akan lahir seorang bayi perempuan yang memiliki gen penjelajah waktu dalam keluarga tersebut. Gen istimewa tersebut akan bekerja saat usia mereka mencapai remaja. Dan kali ini Charlotte, sepupu Gwen yang cantik dan pandai diramalkan memiliki gen tersebut dan akan mengalami penjelajahan waktu pertamanya. 

Namun tanpa Gwen sadari, dirinya tiba-tiba sudah berada di masa lalu. Gwen tidak mengerti, seharusnya sepupunya Charlote yang mengalami lompatan waktu, bukan dirinya. Sekembalinya dari masa lalu, Gwen berusaha menyelidiki mengenai mengapa dirinya yang menjelajah waktu, mengapa ibunya berbohong mengenai tanggal kelahirannya. 

Dan mulailah Gwen diperkenalkan dengan dunia baru dari "Para Penjaga" yaitu suatu organisasi yang menaungi para penjelajah waktu dari masa ke masa. Apa sebenarnya yang dicari dari organisasi tersebut dan misi yang diperintahkan mereka kepada Gwen?

Rabu, 04 September 2013

TOPENG KACA : BERSATUNYA DUA JIWA 3

✭✭✭½
Judul : Bersatunya Dua Jiwa (Garasu No Kamen Vol 49)
Pengarang : Suzue Miuchi
Penerbit : Elex Media Komputindo
Alih Bahasa : Nalti Kikuchi
Editor : Sari
Harga : Rp 17.500
Segmen : Remaja

Sebelumnya tak pernah terpikirkan oleh saya untuk mereview komik di blog, karena saya pikir tidak bakal diperbolehkan, mengingat komik itu kan ibaratnya seperti cemilan atau makanan ringan, bacanya juga ngga bakal bikin kenyang heheheh. Tapi setelah saya tanyakan di bajay (grup Whatsapps BBI), ternyata tidak apa-apa untuk mereview komik, karena komik juga buku, yaaaay ^0^

Saya baru tahu kalau serial Topeng Kaca : Bersatunya Dua Jiwa 3 itu sudah terbit karena lihat Scene on 3-nya Indah dari blog Indah's Books Dreamland. So3-nya tentang adegan dari komik Topeng Kaca. Pas lihat adegannya saya bingung, dan mikir, "Eh, ini adegan yang mana yah? kok sepertinya saya belum pernah lihat," dan ternyata, "komik Topeng Kaca yang Bersatunya Dua Jiwa 3 sudah terbit." 

Langsung deh, saya ngacir ke Gramedia pas siangnya. Rencana awalnya saya mau beli komiknya untuk saya timbun dulu, ngga langsung dibaca, karena bulan November (kalau ngga salah) itu ada event baca barang BBI yang temanya komik atau grafik novel. Namun ternyata setelah saya beli dari Gramedia terdekat, dan sampai di rumah, saya tidak tahan untuk menimbunnya hingga November. Mana bisa saya timbun lagi, mengingat ini aja SUDAH LAMA BANGET TUNGGUIN bukunya terbit, sampai saya kira pengarangnya sudah tiada, maaf Sensei. Mana alur ceritanya selalu clifthanger, bener-bener bikin gemes. Jadi ya udah, langsung saya robek plastik segelnya dan saya baca. 

Tidak sampai 1 jam kemudian.......

SELALU SEPERTI INI, BERSAMBUNG (╥﹏╥)

Please, semoga gak pake lama terbitnya


BTW, ripiu saya mungkin mengandung spoiler (yah, abis mau bagaimana lagi, secara bukunya juga tipis). Jadi jangan protes soal spoiler karena kan udah saya kasih peringatan.

ARRRRGHHH, kenapa sih ceritanya beneran makin mirip sinetron? Perkembangan soal drama Bidadari Merahnya masih segitu-segitu aja. Cinta segitiga Maya-Masumi-Shiori juga, mirip adegan sinetron, tinggal tunggu adegan amnesia aja untuk beneran jadi plot sinetron. Shiori kan awal munculnya, dia itu gadis baik-baik yang ramah dan lembut trus secara perlahan berubah jadi bitchy di buku berikutnya. Nah sekarang lebih parah, malah jadi.... (_ _")

Trus, Masumi lagi-lagi ngadepin dilemma, trus Maya jadi rapuh githu, jadinya tarik ulur melulu. Kalau kayak gini beneran mau buat fanfiction-nya aja. Eh tapi, biar kata plot kaya sinetron gini kok saya tetep addicted aja baca dan tungguin bukunya. Padahal kan saya ngga demen nonton sinetron #ItuKarenaSayaDramaQueen #cuekin

Bingung sih mau ripiu apa lagi ._.

Harapan saya aja deh :
Saya sih ngga terlalu ambil pusing siapa yang bakal jadi bidadari merah, Maya boleh, Ayumi juga boleh (iya, saya sekarang ikutin topeng kaca lebih condong ke romensnya daripada karirnya). Ayumi memang wataknya angkuh dan keras, tapi dia ngga jahat dan dia juga fair.

Trus, Shiori sadar kalau percuma saja dia memaksa Masumi, hati Masumi ngga akan pernah jadi milik dia, jadi akhirnya dia lepas.

Soal bidadari merah, akhirnya ada 2 pementasan, satu yang versi Maya dan satu lagi yang versi Ayumi. Versi Ayumi lebih disukai sama dewan juri tapi versi Maya lebih disukai penonton.

Masumi bilang ke Maya kalau dia itu si 'daddy long legs' nya. Trus Masumi lepas semua jabatan dan gelar dia di Daito, dia cuma mau hidup sama Maya. Saya highlight yah, soalnya adegannya takut spoi secara udah mirip sama buku.

Trus Koji gimana? yah terserah deh, Koji mau jadian sama siapa, saya dukung aja, selama bukan sama Maya, kalau sama Maya, sama aja saya wasted banget baca Topeng Kaca. Ibaratnya panas setaon, disapu hujan sehari.

Ayumi sama si Hamill aja.

Tamat ^0^

Rabu, 21 Agustus 2013

ANTHOLOGY (THER MELIAN SHORT STORIES ANTHOLOGY)

✮✮✮✮
Judul Buku : Anthology (Ther Melian Short Stories)
Pengarang : Shienny M.S. dkk
Penerbit : Elex Media Komputindo
Jumlah Halaman : 328 Halaman
Segmen : Remaja

Masih lanjut ke tema baca saya untuk Agustus ini yaitu Kumcer Fantasy. Kali ini saya membaca Ther Melian Anthology. Ther Melian Anthology merupakan kisah-kisah tambahan dari cerita utama tetralogi Ther Melian. Apa itu tetralogi Ther Melian, silakan cek di sini untuk melihat review saya mengenai tetralogi Ther Melian. 

Boleh dibilang Anthology ini sebagai cerita pendamping atau pelengkap dari kisah-kisah utama Ther Melian. Terutama untuk pembaca yang masih penasaran akan kisah-kisah sesudah Ther Melian atau pun karakter-karakter pendukung yang kurang dibahas dalam cerita utama. Maka Anthology adalah jawabannya. 

Trus kalau mau baca ini, perlu gak baca buku utamanya dulu? Kalau saran saya sih sebaiknya baca dulu buku utamanya supaya lebih nyambung tapi seandainya mau baca Anthology-nya langsung juga tidak masalah, karena cerita dalam Anthology lebih seputar romance dan bisa berdiri sendiri tanpa spoiler dari cerita utama tetralogi Ther Melian, di dalamnya pun tetap ada penjelasan singkat macam Glossarium agar pembaca paham dengan istilah-istilah dalam Ther Melian. 

Langsung saja mulai review saya. Secara keseluruhan saya suka sama seluruh cerpen dalam Anthology (mungkin karena romance, saya kan orangnya hopeless romantic). Karena ada beberapa karakter dari Ther Melian yang bikin saya penasaran dan hanya dibahas secara garis besar saja di buku tetralogi, jadi membaca Anthology membantu mengetahui kepribadian karakter-karakter tersebut secara lebih dalam.  Review saya kali ini hanya ada 2 rating yaitu :
  1. I like it ♥♥ yang berarti saya suka ceritanya tapi tidak terlalu meninggalkan kesan selesai saya membacanya. 
  2. I really like it ♥♥♥ yang berarti saya sangat suka ceritanya karena masih meninggalkan kesan selesai saya membacanya. 
Pertama cover. Waktu awal-awal melihat cover Anthology, saya merasa konsep covernya mirip sama buku ini karena hanya menampilkan siluet dari pasangan utama cerita, sementara latar belakangnya colorful. But it's beautiful book cover. I really like it. ♥♥♥

Sekarang ceritanya (note, ripiu saya mungkin bakal sedikit menyinggung tetralogi TM, kalau kamu takut spoiler sebaiknya abaikan review di bawah):

Prekuel (kejadian sebelum peristiwa tetralogi Ther Melian)
1. Ribuan Tahun, penulis Shienny M.S. 
Ini kisah Odyss dan Ratana. Sejak TM-Genesis benarnya saya sudah merasa kalau mereka tuh ada history. Nah dugaan saya terjawab di cerpen ini. Tapi memang pada dasarnya saya ngga terlalu suka sama Ratana sejak di Genesis, jadi saya sama sekali ngga merasa bersimpati sama karakter dia di sini. Sedangkan Odyss, dia tidak sesuci yang orang duga, walaupun dari latar belakang keluarganya, saya belajar kalau ternyata Elvar dan manusia ngga jauh beda dalam hal kelakuan #eh 
Untuk saya pribadi sih, cerita ini biasa saja. Mungkin karena saya juga tidak terlalu penasaran sama salah satu karakternya. Jujur saya lebih penasaran sama sepak terjang Odyss setelah dia turun ke permukaan. But since Anthology more focus on romance, this is just about star-crossed loversI like it ♥♥

2. Tilas Mawar Cadas, penulis Luz Balthasaar
Ini kisah tentang masa lalu Karth, sekaligus asal muasal Karth sampai menjadi seorang Shazin. 
Baru baca judulnya saja, saya sudah harus mengintip KBBI. Walau benarnya saya sudah menduga arti kata 'tilas' sedangkan cadas, sepeti musik rock yang keras. Tapi itu baru judul. Sepanjang ceritanya, saya menemukan beberapa diksi baru (bagi saya) seperti menggamit, tercenung. Dibanding cerpen lain membaca cerpen ini lebih sulit karena pengarang banyak menggunakan penuturan ala puisi, macam 'menghimpung tenang', merasai terpaan angin berpasir', 'menjejak gelap', dll. Selain itu menurut saya cerpen ini yang paling banyak adegan actionnya dibanding yang lain. Bagi saya yang orang visual, ada kalanya saya perlu membaca lebih dari sekali untuk bisa membayangkan adegannya. I like it ♥♥


3. Penantian, penulis Shienne M.S.
Kisah ini tentang bagaimana pertemuan Eizen dengan Valadin, utamanya, cerita ini membuka sedikit mengenai isi hati seorang Eizen yang selama ini terkesan cuek dan hanya memikirkan dirinya sendiri dan kekuatan. 
Menurut penulis, kisah ini dikhususkan untuk penggemar Eizen sang Magus. Saya sih bukan fans Eizen, tapi saya suka karakternya karena tidak membosankan. Atau lebih tepatnya makiannya selalu membuat saya  nyengir. Eizen mengkin karakter paling meledak-ledak dan cuek. I like it ♥♥

4. Liontin Kristal, penulis Brown
Salah satu cerita yang menurut saya paling stand alone atau tidak terlalu berhubungan dengan peristiwa utama dalam Ther Melian. Cerita ini lebih mengulas mengenai sifat altruisme Vrey yang seorang pencuri. 
Yang membuat saya kagum, penulisnya masih sangat belia, baru berusia 13 tahun. Saya saja yang tua bangka setiap kali mencoba untuk menulis selalu berakhir dalam bentuk draft melulu (_ _') I like it ♥♥

5. Pencuri Jurnal, penulis Shienny M.S.
Lagi-lagi kisah yang stand alone. Kali ini tentang sisi lain dari Aelwen. Benarkah Aelwen hanya bisa memasak, mencuci dan bersih-bersih seperti yang selama ini dikira Vrey?
Ceritanya lebih tentang Aelwen, enjoyable to read but nothing else, maybe I should update my diary. I like it ♥♥

6. Festival Pertama, penulis Katherine H.S.
Kali ini giliran cerita Putri Ascha dan sang pengawal Desna. Cerita ini lebih tepatnya cerita mengenai suka duka Desna menjadi pengawal Putri Ascha yang bandel dan keras kepala. 
Kisah ini terjadi sewaktu hubungan Putri Asha dan Desna masih sebatas hubungan profesional (majikan-pengawal) sebelum berlanjut ke hubungan 'istimewa'. Salah satu cerpen favorit saya di Anthology, mungkin karena saya lebih suka Putri Ascha dibanding Vrey. Begitu pun kisah romansa sang putri.   I really like it ♥♥♥

Midkuel (saya juga baru pernah dengar istilah midkuel, eniwei midkuel ini adalah kejadian yang berlangsung dan bersetting bersamaan dengan peristiwa dalam Ther Melian)

7. Kenangan, penulis Feby Anggra
Isi cerpen ini mengenai karakter Feyn. Dalam TM, karakter Feyn termasuk yang tidak menonjol dan hanya mendapat porsi sedikit, padahal saya cukup suka sama karakternya yang kalem dan bijaksana. Karenanya saya semangat membaca cerpen ini, karena menceritakan masa lalu Feyn. 
Bagian awal atau pembukaan agak membosankan tapi sewaktu masuk bagian flashback, saya mulai masuk ke ceritanya. Dibanding Eizen yang meledak-ledak dan so cuek atau Valadin yang terlalu idealistic dan Leighton yang terlalu optimistic dan baik hati, karakter Feyn lebih seperti air tenang yang menghanyutkan. Saya tidak merasakan ledakan emosi atau sejenisnya dari Feyn tapi saya bisa menangkap perasaan kesepiannya dan sifat nurturingnya. Selain satu-satunya cerpen di midkuel, ini juga yang menurut saya satu-satunya cerpen yang endingnya somehow feel bitter. (Curiga saya ada kecenderungan masokis karena suka yang sedih dan pahit).
Selain itu, meski tokoh utamanya Elvar, cerpen ini terasa manusiawi. Ternyata Elvar juga manusia.  I really like it ♥♥♥

Sekuel (Kejadian sesudah peristiwa di Ther Melian, maka itu menurut saya lebih enak kalau baca dulu buku tetralogi TM sebelum baca Anthology)

8. Awal Baru, penulis Elwin
Cerpen ini opposite dari cerpen nomor 6. Masih seputar romansa putri Ascha yang susah move on pasca peristiwa di TM. Rion juga salah satu karakter yang saya suka di TM, karena itu oke-oke saja kalau akhirnya Rion dishipping dengan Putri Ascha. Secara ukuran tubuh kan juga lebih proportional :P 
Seperti yang saya bilang kalau saya suka cerita romansa Putri Ascha, tapi selain romens, cerpen ini juga menceritakan bagaimana sifat Putri Ascha saat sedang down dan patah hati. Annoying but reasonable and acceptable.  I really like it ♥♥♥

9. Selamanya, penulis Shienny M.S.
It's all about Vrey and Leighton relationship. Saya tidak banyak komen deh selain daripada saya punya kecenderungan aneh yaitu "reaksi yang tidak pada tempatnya" terutama menyangkut dialog keju. Misal saat baca dialog ini, "Setiap pagi saat terbangun dengan kamu di sisiku, saat aku memanggil dan kamu berbalik dan menatapku; tidak ada kebahagiaan yang melebihi semua itu... Jadi, tentu saja aku akan mencarimu kalau kamu hilang."
Kalau membaca kata-kata seperti itu, kan harusnya  ekspresi saya seperti ini :
Tapi ekspresi saya malah seperti ini :
Oke, abaikan saja.  I like it ♥♥

10. Vrey dan Ornata, penulis R.A. Zhang
Cerpen ini lebih berkisah bahwa sejak jaman dahulu kala, sudah banyak Elvar yang jatuh cinta dengan manusia, hanya saja panjang umur atau keabadian justru menjadi kutukan bagi Elvar yang jatuh cinta dengan manusia. 
Ceritanya sih ngga terlalu membahas banyak mengenai para tokoh utamanya, lebih seperti additional story seperti cerpen nomor 4 dan 5. Tapi masih menyangkut sedikit mengenai hubungan Vrey - Leighton. I like it ♥♥

11. Malam Terpanjang, penulis Ghia K. 
Kalau 2 cerpen sebelumnya tentang couple life maka yang ini tentang family life. Kali ini tentang kelahiran anak pertama Vrey dan Leighton. Hahaha Leighton di sini jadi mellow banget, nangis melulu. Trus ada juga tentang keluarga Karth dan Laruen. Nama anaknya Vrey dan Leighton juga lucu :D Ada sedikit typo karena ada 2 atau 3 kali nama Vrey terketik Very. I like it ♥♥

Begitulah pendapat saya mengenai cerpen-cerpen dalam Anthology Ther Melian (ATM), dibanding dengan kumcer fantasy yang belum lama ini saya baca, ATM (meski universenya high-fantasy) tergolong ringan dan mudah dipahami baik dari segi cerita maupun penuturan (kecuali mungkin cerpen nomor 2). Mungkin karena itulah saya membacanya dengan cepat, dan karena tema utama kumcer ini tentang romance, I don't have absurd feeling this time. It's just enjoyable to read. 

Selasa, 22 Januari 2013

GENESIS (THER MELIAN #4)

✮✮✮✮
  • Judul Buku : Genesis (Ther Melian #4)
  • Pengarang  : Shienny M.S.
  • Penerbit     : Elex Media Komputindo
Sinopsis :

1. Apa rencana berikutnya Vrey dan Lei setelah gagal total mencegah kelompok Valadin mendapatkan relik elemental?
2. Apa sebenarnya rahasia sword  Zward Eldrich dan kaitannya dengan Odyss?
3. Apa sih sebenarnya rahasia kelam Ther Melian ?
4. Berhasil tidak Valadin mencapai impiannya agar bangsa Elvar bisa kembali berjaya dengan menggunakan 7 relik elemental?
5. Terus bagaimana hubungan beda status Vrey dan Lei?

Inti cerita dari Genesis : Semuanya tentang kebohongan. 

Kesan saya :

Sejujurnya membaca Genesis rada melelahkan, karena buku ke-4 seri TM ini penjelasannya banyak banget dan pace-nya juga cepat ampe ngos-ngosan ngikutinnya. Mulai dari rahasia kelam Ther Melian, Odyss, terus Aether, bangsa Elvar dan belum lagi plot twist mengenai villainnya yang ternyata adalah...... Genesis adalah rangkuman jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dari 3 buku sebelumnya dikumpulkan dan dijawab dalam buku ke-4 ini. Kalau dibuku sebelumnya pembagian porsinya lebih banyak di battle maka di Genesis lebih banyak di explanation. 

Terus yang mulia RR (selanjutnya saya singkat YMRR), mengapa baru muncul di buku ke 4? jadinya kesan plot device-nya terasa sangat kentara dan boleh dibilang YMRR ini jadi tokoh utama di Genesis. Baca Genesis juga ingetin saya sama game Suikoden dimana semua tokoh-tokoh yang tadinya saling berprasangka dan saling tidak percaya jadi bersatu dengan tujuan yang sama yaitu save the world (oke, mungkin terdengar klise bagi yang terbiasa main game RPG , tapi bagi pembaca non-gamer it's a decent storyline). Bahkan sebelum menyerang pertahanan akhir musuh, para heroes harus melakukan world map battle dulu (It's felt like Suikoden series, BTW Suikoden is one of my all time classic RPG)

Nah sekarang comments on characters session :

Hanya ada 3 karakter yang perannya benar-benar ditonjolkan dalam Genesis, mereka adalah YMRR, Vrey dan Valadin, yang sayangnya mengakibatkan karakter-karakter lain jadi terpinggirkan, misalnya Lei, Feyn, Rion, Ascha. Tapi sejak Revelation, memang tokoh utama sudah di plot Vrey dan Valadin, hanya saja seiring perkembangan cerita banyak peran utama yang bergeser. 

Untuk akhir Valadin dkk sendiri, menurut saya sudah pas, they got what they deserved, meskipun untuk 1 karakter, sepertinya plotnya dibuat menjadi terlalu nobel setelah semua perbuatannya (saya tidak bicara soal memaafkan dan penebusan, saya bicara soal karmanya karakter tersebut) tapi mengingat cerita ini sendiri terinspirasi dari element-element game RPG, jadi mungkin pengarang membuat segala sesuatunya lebih mudah diterima, seperti halnya cerita dalam pakem video games.

YMRR

Ratu Ratana, kalau memang tidak ingin peristiwa yang sama terulang 2 kali, mengapa justru malah mengarang sebuah cerita tentang Aether yang malah membuat para glory hunter dan treasure hunter jadi lapar dan penasaran.

Oke, sekarang hal apa yang saya harapkan dari sebuah cerita fantasy yang terinspirasi dari element-element games RPG, yaitu unsur manusiawi karena bagaimana pun tetap ada perbedaan besar antara game dan novel yang sama-sama memakai unsur RPG. Dalam novel saya mengharapkan cerita yang lebih manusiawi. Sampai saat ini saya masih tidak tau latar belakang Karth selain daripada dia seorang Shazin. Apa yang membuatnya menjadi Shazin? apakah Karth yatim piatu? Tidak pernah ada pembahasan sama sekali mengenai latar belakangnya, begitu pula dengan Eizen, apa yang membuat dia menjadi magus yang sangat terobsesi pada kekuatan, apakah Eizen punya keluarga yang masih hidup? Lalu Ellanese, kisahnya hanya diceritakan dalam sebaris kalimat, tanpa penjelasan lebih lanjut bagaimana dia bisa sampai jatuh seperti itu? Begitu pula dengan putri Ascha, meskipun hanya karakter pendukung, mengapa dia dikisahkan selalu berjuang sendiri, bukankah Ascha mempunyai banyak saudara? Apa saudara-saudarinya tidak ada yang cemas?  Meskipun fokus utama storyline lebih tentang quest relik elemental, tapi tidak ada salahnya kalau setiap karakter diberi sedikit kisah. Memang ada kisah, tapi lebih banyak tentang Vrey dan Valadin yang menurut saya secara karakter sangat tipikal (sorry buat fans Valadin dan Vrey),  karakter Eizen dan Laruen menurut saya pribadi lebih menarik, terlepas dari ideologi dan pemahaman mereka.

Penjelasan latar belakang menurut saya adalah sesuatu yang sangat manusiawi dalam sebuah cerita, asal jangan berlebihan, bahkan dalam Harry Potter, pemeran pendukung juga mendapat kisah mereka masing-masing, mulai dari Dumbledore, Snape, Luna Lovegood, Neville Longbottom, Sirius Black hingga kau-tau-siapa, saya tidak ada maksud membandingkan dengan HP, itu hanya sekedar contoh.  Saya tidak tau apakah pengarang bermaksud membuat kisah tambahan para karakter lain lewat kumcer, namun akan jauh lebih baik bila dijabarkan dalam seri cerita utama. Tapi satu hal yang saya suka di buku ini adalah interaksi antar karakter, salah satunya interaksi Laruen dan Vrey (terasa sangat manusiawi), udah ah dari tadi manusiawi terus. 

O ya ada satu yang mengganjal saya mengenai :


Elvar

itu kan kekuatan relik diamondnya sudah hilang, apa keabadian bangsa Elvar yang ternyata palsu alias cuma pinjaman masih tetap bertahan atau perlahan-lahan menghilang, kalau menurut saya pribadi sih akan lebih baik kalau perlahan-lahan menghilang, jadi gap mereka dengan umur manusia ngga terlalu jauh terutama untuk Elvar yang berpasangan dengan manusia

Ther Melian

Ther Melian itu sebuah benua kan? sementara Terra itu ibarat buminya. Berarti masih ada benua-benua lain donk? dan diceritakan kalau manusia itu pendatang dari benua lain, karena sebelumnya benua itu hanya ditempati oleh bangsa Elvar dan Draeg, tapi kenapa jarang sekali ada penjelasan soal benua lain, apakah bakal ada sequel lain dengan universe yang sama?

Akhir kata, saya memberikan tepuk tangan pada pengarang yang telah sukses menuntaskan dan menerbitkan 4 seri buku ini. Bukan pekerjaan mudah, apalagi pengarang sepertinya wanita multitasking, good job sis  :D

Minggu, 20 Januari 2013

DISCORD (THER MELIAN #3)


✮✮✮½

  • Judul Buku : Discord (Ther Melian #3)
  • Pengarang  : Shienny M.S.
  • Penerbit     : Elex Media Komputindo
Sinospsis :
  1. Sejauh ini sudah ada 4 relik elemental (Safir, Ruby, Aquamarine, Emerald) yang berhasil didapat oleh Valadin dkk, jadi kira-kira berhasil tidak Valadin dkk dapat 3 lainnya?
  2. Terus bagaimana nasib Lei, hidup atau mati?
  3. Mengapa ayah Vrey meninggalkan Vrey sewaktu dia masih kecil?
  4. Apa Valadin masih labil mengenai perasaannya terhadap Vrey?
Kesan saya :

Saya baca buku ini tanggal 17 Januari 2013. Mungkin itu cuma tanggalan biasa, tapi kalau anda tinggal di Jakarta, anda akan ingat ini adalah hari dimana terjadi banjir besar di Jakarta yang menyebabkan semua aktivitas ibukota lumpuh, dan korban banjirnya merata mulai dari rumah kumuh, rumah mewah sampai istana kepresidenan. Terus apa hubungannnya sama review buku ini? well, ngga ada hubungannya sih sama ceritanya, saya cuma mau sekalian curcol kalau buku ini saya baca sambil mengamati banjir yang masuk perlahan ke rumah saya dan karena internet konkesi lemot plus TV ga dinyalain takut listriknya konslet, jadilah buku ini menemani saya sebagai hiburan di kala banjir, sisi positifnya adalah progress baca saya jadi cepat. 

Secara cerita saya lebih suka Chronicle dibanding Discord. Ngga tau mengapa, mungkin karena ingin menuntaskan misi mengumpulkan relik elemental, jadinya berasa tema cerita repetitif (bagian battle vs guardian templia) meskipun ujian templianya sendiri beda-beda tapi yah rata-rata pembaca sudah nebak pasti bakal berhasil. Untungnya ada banyak informasi yang diperoleh dari ujian-ujian templia itu meski informasinya tambah bikin penasaran, saya rasa semua jawabannya disimpan untuk buku ke-4. Tapi ada kalanya saya berharap ujian templianya jangan fisik melulu,sesekali ujiannya teka-teki atau quest lagi (misal).


Terus kecewa sama karakter Reuven, yah bukan Vrey saja yang kecewa, saya pun sebagai pembaca juga kecewa,  soal dia itu digambarkan sebagai Elvar bijaksana tapi tindak tanduknya ngga ada yang mencerminkan sifat bijaksana sama sekali, yang terlihat malah ngga bertanggung jawab (ingetin aku sama ibunya Katniss Everdeen dari THG).

Soal karakter lain, masih sebelas-dua belas sama buku-buku sebelumnya. Valadin masih bunuh dulu nyesel belakangan dan cocok dapat sebutan Mr Galau dan memenangkan galau award, Karth tetap cool, Eizen mulutnya tetap nyablak,  Ellanese masih tetap digambarkan tidak simpatik dan sasaran bully pembaca (dan Eizen tentunya) dan Laruen masih tetap galau soal Valadin meskipun Karth jelas-jelas sudah kasih sinyalemen kalau dia suka sama Laruen. Duh Laruen, terima aja si Karth, ngapain ngarepin cowok plin plan macam Valadin.

Vrey dan Lei makin menunjukkan arah traditional hero, yang menurut saya bagus karena sebagai pembaca konservatif (eh), saya lebih nyaman dengan hero yang tidak neko-neko. Maksud tradisional hero adalah hero dengan sifat mulia, macam suka menolong, rela berkorban, setia kawan,  baik hati,  ramah dan tidak sombong (eh).  

Lalu Putri Ascha, hmm rada ribet membayangkan dia membawa semua tabung dengan cairan berbahaya sebagai perhiasan dan dimana raja atau ratu atau pangeran dan putri kerajaan Lavanya yang lain, mengapa hanya Ascha yang terlibat padahal skalanya sudah mulai global.

Buat yang yang suka romance, mungkin bakal demen sama Discord, secara scene romance-nya cukup jelas disini. Walau beberapa kalimat narasinya ada yang bikin saya nyengir kuda karena berasa norak, misal "Mereka berciuman untuk kedua kalinya, dan kali ini, jauh lebih hangat dan jauh lebih :D MEMBARA :D dari ciuman pertama." (saking membaranya saya jadi keringatan :P )

BTW, saya tidak anti-romantisme atau adegan keju, hanya saja kalau dalam fantasy (bukan paranormal romance) ada beberapa takaran yang perlu diperhatikan dalam memasukkan bumbu romance agar jangan sampai pembaca merasa terlalu lebay atau terlalu dipaksakan. Saya pribadi merasa takaran romance dalam Ther Melian masih dalam kadar wajar meskipun eksekusinya mirip manga, (terutama adegan Karth dan Laruen, itu berasa membayangkan adegan dalam manga shoujo) mungkin karena pengarang juga dulu seorang mangaka. 

Sayangnya ada 2 karakter yang mati disini, tapi tidak terlalu pengaruh sih, secara mereka bukan karakter utama, kalau istilah dalam dunia penulisan disebut plot device yang sudah tidak terpakai lagi dalam cerita. Walaupun 1 karakter lain yang mati, cukup saya sayangkan. 


Yang mati adalah :

Izhara dan Desna (poor Princess Ascha)
 Ohhh tidak !!!

Last paragraph, buku ini tetap ringan dan gampang diikuti walaupun ada point-point yang menurut saya sebaiknya lebih dipadatkan macam pembahasan perasaan Valadin yang galau melulu :D

Rabu, 16 Januari 2013

CHRONICLE (THER MELIAN #2)

✮✮✮✮

  • Judul Buku : Chronicle (Ther Melian #2)
  • Pengarang   :  Shienny M.S.
  • Penerbit      : Elex Media Komputindo
Sinopsis :
Bagaimana nasib Vrey dan kawan-kawan pasca jatuh dari ketinggian tebing di gunung Ash?
Bagaimana misi Valadin dalam mengumpulkan relik-relik elemental lainnya setelah relik Safir dan Ruby ?
Apa sebenarnya rahasia mati-matian yang berusaha ditutupi Aelwen? Bagaimana Aelwen bisa menjadi Eldynn ?
Apa sebenarnya hubungan masa lalu Vrey dan Valadin?

Kesan saya :
Yah, saya terpaksa membuat sinopsis berupa pertanyaan atau point-point yang ada dalam buku sebelumnya, karena bila saya buat sinopsisnya secara ikhtisar, maka yang ada saya akan membuat masakan sop-iler.   Karena cerita dalam buku ini sangat linear, setiap bab membawa bagian cerita bab lainnya  dan pada dasarnya cerita dalam TM ini sangat berkesinambuangan antara buku satu ke buku berikutnya, makanya endingnya pasti selalu cliffhanger dan cerita dalam buku lanjutannya merupakan jawaban atas misteri-misteri atau pertanyaan-pertanyaan di buku sebelumnya.

Tapi yang pasti buku 2 ini jauh lebih baik daripada buku pertama, karena konflik sudah mulai terlihat jelas, dan tidak ada lagi misi personal macam membuat jubah nymph. Seperti dalam review saya atas Revelation yang ceritanya lebih mirip prolog, maka dalam Chronicle, kita diajak memasuki konflik yang sebenarnya.  

Selain itu karakter development juga bagus, di buku pertama saya masih belum terlalu menyukai Vrey dan lebih melihat dirinya sebagai gadis egois. Namun lambat laun khususnya dalam beberapa bagian  akhir bab, saya mulai melihat kualitas Vrey sebagai tokoh utama atau heroine (maybe redeeming point) dalam buku ini. Bagaimana dengan karakter lain ?

Saya mulai dari kelompok Valadin :

Valadin : Sama seperti sebelumnya, saya masih tidak bisa menyukai Valadin, mungkin karena standar ganda yang ada pada dirinya. Tidak peduli seganteng dan se-hot apa Valadin digambarkan ada beberapa personality Valadin yang membuat saya off. Apakah itu yang berkaitan dengan perasaan labilnya terhadap Vrey maupun tindakan dia yang menjadi tuan tebas dahulu, bicara belakangan. O ya Valadin ada ganti job class, kalau dalam buku pertama dia adalah Eldynn (Paladin) tapi karena udah jatuh dalam dosa maka berubah jadi Avenger (saya pakai istilah job class dalam game Brigandine, salah satu game RPG taktik favorit saya) biasanya kalau Paladin eh Eldynn itu lebih kuat dalam hal defense maka Avenger lebih kuat dalam hal attack dan sepertinya aturan ini juga diterapkan dalam cerita ini.

Ellanese sang healer/Priestess Vestal : Tidak ada pengembangan berarti dalam karakternya, bagi saya Ellanese tipikal gambaran wanita bangsawan yang angkuh dan pendengki.

Karth sang Assassin Shazin : Salah satu karakter dengan personality paling kalem dan tenang. Saya suka Karth sejak buku pertama, di buku kedua saya tetap suka Karth meskipun job class nya cenderung antihero, tapi sifatnya cenderung netral dalam melihat situasi dan Karth tidak akan membunuh bila tidak terpaksa.

Laruen sang Pemanah : Oke, sejujurnya secara attitude, Laruen cukup oke bagi saya karena dia bukan tipe pengeluh. Tapi saya tidak suka dengan tindakan dan pemahamannya yang cenderung dangkal atau mungkin istilahnya "blind faith"?

Eizen sang Magus : Saya benarnya suka dengan karakter Eizen yang apa adanya atau isitilahnya to the point dan cenderung antihero, namun di buku Chronicle ini, saya mendapat gambaran kalau Eizen sepertinya akan diarahkan menjadi villain. Membunuh civilian dan warga tak berdosa bagi saya adalah kekejian besar, bahkan dalam buku fantasy. Saya tidak suka bila civilian hanyalah dianggap sebagai NPC objek semata yang tidak penting. Di Harry Potter pun penyihir yang melakukan kekejian terhadap muggle mendapat hukuman berat

 
 Lalu kelompok Vrey :

Vrey sang pencuri : Seperti yang saya sebutkan di paragraf atas,  Vrey ada perkembangan karakter di bab-bab akhir (redeeming quality), tapi ada satu sifat jeleknya kalau udah ngambek, yaitu keras kepala. 

Rion sang Ranger : Perannya tidak banyak di Chronicle,  namun seperti gambaran di buku sebelumnya, walau mata duitan tapi Rion bisa diandalkan dan setia kawan. 

Untuk Aelwen, saya sarankan untuk tidak mengklik spoiler di bawah bila anda belum membacanya, karena Aelwen adalah salah satu cerita dan fokus utama buku ini.

Aelwen :

Dia ternyata bukan cewek tulen!!! Padahal tadinya mau nge-ship Rion & Aelwen jadi istilahnya selama ini Aelwen crossdressing. Yup 3 tahun berhasil menyamar sebagai sebagai cewek tanpa ada yang curiga (my brain said, "is that possible, how about her voice?") saya tau banyak pembaca yang juga mempertanyakan hal ini, cuma bila Super Junior saja saat crossdressing bisa tampak cantik, mengapa Aelwen tidak? yang saya masalahkan suaranya, kalau misalnya Aelwen masih berumur dibawah 16 tahun, mungkin masih dimaklumi secara suaranya belum pecah. Oke, anggap saya Aelwen ini suaranya soft macam Tobey Maguire.

Dan tentu saja ada beberapa tambahan karakter baru, tapi saya tidak akan membahasnya lebih lanjut karena bisa-bisa saya menyalin 1 bab penuh dari dalam buku. 

Hanya saja ada beberapa yang saya rasa agak kurang dari cerita, seperti :
 - Quest jubah Nymph yang langsung selesai seketika, padahal cari bahan-bahannya kan sulit. 
-. Valadin dkk vs Penjaga Templia, lokasi sudah menarik, hanya saja saat boss battle saya lebih tertarik membaca catfight antara Laruen vs Putri Ascha. Mungkin karena saya berpikir, toh meskipun cuma berdua pasti pada akhirnya relik elemental tetap berhasil didapat, dengan kata lain predictable. Untung saja tidak semua relik didapat dengan boss battle karena quest Hamadryad adalah salah satu quest Templia yang unik dan seru saat dibaca, cuma agak disayangkan keseruannya berkurang saat tiba-tiba seorang bard Rahval datang tanpa diundang dan pergi tanpa dijemput yang tiba-tiba langsung membantu para karakter mengatasi ujian templia Hamadryad, padahal bakal lebih asyik kalau para karakter bermain tebak-tebakan dan spekulasi untuk mengatasi ujian tersebut. 
- Cacat dalam rencana, saat Vrey dkk memutuskan untuk melaporkan tindakan kriminal Valadin kepada Raja Granvillle hanya dengan bekal surat dan emblem, padahal resikonya sangat tinggi, saya pribadi meskipun dipinjamkan undangan orang lain untuk bertemu presiden, saya ragu bila itu tidak langsung ditujukan untuk saya karena alih-alih disambut yang ada saya bisa dianggap pembohong dan mengambil undangan milik orang lain. Tapi sudahlah, anggap saja mereka sedang terdesak dan tidak punya pilihan.  

Tapi banyak juga bagian yang membuat saya tersenyum, misal Aelwen yang smart-ass saat menghadapi Valadin di hutan. Yang pasti element populer dalam trend YA akhir-akhir ini juga ada dibuku ini (1 cewe ditaksir 2 cowo). Lalu drama opera sabun the evil twin dan tentu saja ilustrasi ala manganya yang selalu bikin saya iri dengan kemampuan menggambar penulis. 

Anyway, overall this is good book & although the story isn't something new but the story is really enjoyable, I read it only 2 days & quite curious when the ending is cliffhanger, but luckily I already have bought Discord and Genesis. If you want to read fantasy but afraid the story is too heavy, you can read this book. If you are gamer or ex gamer (like me) and your favorite genre of games is RPG, I recommend this book to you. 

Just for fun :

saya sih jelas Team Leighton all the way, biarpun dia masuk kategori cowok cantik

Sabtu, 12 Januari 2013

REVELATION (THER MELIAN #1)

✮✮✮½
  • Judul Buku : Revelation (Ther Melian #1)
  • Pengarang  : Shienny M.S.
  • Penerbit     : Elex Media Komputindo

Sinopsis :

Adegan dibuka dari 2 sisi POV karakter utama yaitu Vrey si pencuri dan Valadin sang ksatria Elvar. Masing-masing karakter baik Vrey maupun Valadin mempunyai tujuan dan misi yang berbeda namun  takdir membuat mereka bertemu dan saling berhadapan. Valadin punya misi besar, yaitu mengembalikan kehormatan kaum Elvar yang dianggap telah kalah dari manusia dan Vrey mempunyai misi personal yaitu membuat jubah ajaib dari bahan yang telah lama dia kumpulkan.

Kesan saya :

Secara inti cerita, buku tebal ini tergolong tipis. Ceritanya mengandung semua element dalam game RPG, macam quest, boss battle, summon guardian, job class (Vrey-pencuri, Valadin-paladin atau istilah di TM Eldynn, Karth-Assassin, Laruen-Archer/Hunter, dll  lalu sebelum memulai perjalanan selalu dikisahkan para karakternya membeli perlengkapan terlebih dahulu. Yup, before go into the dungeon, prepare yourself with some supplies, maybe potion to fill your MP, healing herbs, etc.

Dari cerita sendiri tidak ada yang baru, bahkan dari awal sudah ketebak tapi sekiranya plot tersaji dengan rapih. Pembagian jatah POV juga boleh dikatakan balance dan lebih berdasarkan kepentingan jalan cerita. Hanya ada beberapa bagian yang sepertinya terlalu bertele-tele atau fasenya lambat, sekiranya bagi saya itu terasa lambat karena saya suka cerita dengan fase yang cepat.

Kelebihan buku ini ada pada karakter. Disini tidak ada karakter (2 protagonis utama)yang benar-benar pure white atau black evil 100% . 

Valadin, ingetin saya sama Gellert Grindelwald dengan slogannya "For The Greater Good" kalau ngga tau siapa tokoh yang saya maksud, boleh di gugel. Meskipun misi "For The Greater Good"- nya ini harus membuat dirinya jatuh dalam dosa.

Vrey, pencuri yang tega untuk membunuh mahluk-mahluk langka & mahluk-mahluk ajaib demi memenuhi tujuan hidupnya, yah belum jelas sih tujuan hidup Vrey yang sebenarnya apa karena ini masih buku pertama.

Malah ada beberapa karakter pendukung yang saya lebih suka, misal untuk tim Valadin, saya suka Eizen & Karth, karena mereka yang tampak paling blak-blakan, atau paling tidak munafik dibanding 3 orang yang lain.

Kalau untuk tim Vrey, saya lebih suka Aelwen & Rion daripada Vrey sendiri mungkin karena misteri mereka belum terkuak semua. Atau istilahnya "there is something about Mary Aelwen & Rion.

Tapi cerita dalam buku ini cukup enjoyable. Cerita fantasy ini ringan dan prosa pun cukup mengalir dengan natural sehingga cocok dibaca untuk pemula atau bagi mereka yang tidak terbiasa baca novel bergenre fantasy dan kalimat-kalimat dialognya juga bergaya teenlit, jadi cocok buat usia Middle Grade selain Young Adult.

Walaupun jujur saya pribadi tidak suka dialog ala teenlit dalam sebuah cerita fantasy. I prefer using EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Jadi 3 bintang untuk cerita dan 1 bintang untuk tambahan ilustrasi ala manga-nya yang cantik, ilustrasinya sendiri ingetin saya sama game Ragnarok Online. Alasan saya kasih 3 bintang untuk cerita karena cerita dalam buku 1 ini lebih mirip pendahuluan atau prolog daripada suatu cerita utuh yang jelas arahnya. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...