Selasa, 15 Januari 2013

FANTASY FIESTA 2010: ANTOLOGI CERITA FANTASI TERBAIK 2010 (FANTASY FIESTA #1)

✮✮✮✮
  • Judul      : Fantasy Fiesta 2010
  • Penerbit :  Adhika Pustaka
Kira-kira dua tahun yang lalu, saya punya janji terhadap diri sendiri akan ikut mendukung perkembangan penulisan cerita fantasi lokal di Indonesia. Salah satunya adalah dengan membeli buku-buku fantasy karya penulis lokal. Saya akui saya selama ini lebih sering membaca karya terjemahan, karena karya penulis lokal belum banyak yang terlalu menggugah selera, namun itu dulu, karena saat ini saya lihat banyak sekali penulis lokal yang berkembang pesat. Cerita-cerita fantasi karya mereka sudah tidak kalah dengan penulis fantasi asing, bahkan beberapa (menurut saya) ada yang lebih baik. Mulai dari ide cerita, penokohan, alur, dan lain sebagainya. Bahkan beberapa penulis juga pintar menggambar dan menambahkan ilustrasi pada buku mereka. 

Penilaian saya bersifat subyektif, saya tidak akan menilai bagus atau jelek suatu cerita, karena saya sendiri bukanlah professional dalam bidang literature dan juga belum pantas dikatakan pembaca fantasy advance atau hardcore, saya hanya seseorang yang suka dengan cerita yang bisa memberikan inspirasi dan rasa penasaran setelah membacanya, jadi penilaian ini hanyalah opini pribadi, semua tergantung dari selera masing-masing pembaca. Dan karena ini adalah sebuah kumcer, pastinya ada beberapa cerita yang saya suka dan yang saya tidak suka. Secara keseluruhan lebih banyak cerita yang saya suka ♥♥


1. Bocah Serigala dan Isyarat-Isyarat Api - pengarang Jaladara, mungkin bila saya masih anak-anak, cerita ini cukup menarik, tapi bagi pembaca fantasy advance atau pun yang terbiasa baca buku YA yang full action (macam saya) cerita ini kurang seru dan eksekusi seperti anti klimax. Dan penamaan tokoh-tokohnya mengingatkan akan penamaan ala suku Indian. Di mana sebagian mungkin suka, sebagian justru membencinya dan menganggap berlebihan.

2. Hujan - pengarang Ivon Natasa, konsep cerita ini ingetin sama manga “Tales From The Dark Side” karya Yoko Matsumoto, yaitu sebuah tempat perhentian sebelum menuju kehidupan selanjutnya. Tidak  sama sih, tapi intinya tempat perhentian sebelum menuju dunia selanjutnya dan ada penjaganya yang sama-sama bermata merah. Dan sama seperti manga Tales From The Dark Side, cerita jenis ini bisa dibuat kumpulan cerpen lagi, dengan karakter penjaga toko dan para asistennya yang sama tapi kasus yang berbeda-beda. (just a suggestion)

3. Candu Aksara - pengarang Dewi Putri Kirana, sekarang ngerti deh, mengapa cerita ini banyak jadi favorit pembaca. Sudut pandang orang kedua diceritakan dengan luwes. Dan yang terpenting, konsep cerita original. Buku atau lebih tepatnya kertas dan isi tulisan yang menjadi makanan pokok seorang manusia adalah ide yang baru, setidaknya bagi saya. Kemampuan macam sihir (terbang, telekinesis, element), shapeshifter, dll adalah kemampuan supranatural yang paling sering ditemukan saat baca buku fantasy. Tapi memakan aksara dan mendapat ilmunya, it’s a new one for me selain itu cerita juga terasa utuh sebagai cerpen. Good job.

4. Boxinite - pengarang R.Mailindra, saya bukan penggemar tinju, mungkin itu salah satu alasan, kenapa saya tidak enjoy membacanya. Walaupun moralnya mungkin, money even can make nice people get dirty. Tapi masih bingung cerita ini tentang apa?

5. Aku Hidup Seribu Tahun - pengarang L.M.R. Pradana, salah satu favorit saya. Bikin penasaran karakter seperti apa sih Svein ini. Konsep universenya juga sepertinya menjanjikan. Cuma sayang ini lebih terasa cerber saripada cerpen, yang pasti kalau ada bab lanjutannya saya tertarik membacanya ☺

6. Api - pengarang Klaudiani, cerita seperti serial heroes, di gabungkan dengan mitologi dari Bali. Awal cerita dijabarkan seperti cerita detektif, investigasi sebuah kasus, dan cerita dieksekusi dengan baik menuju klimaks dan berakhir dengan open ending. Nice job.

7. Apollyon - pengarang Fachrul R.U.N., cerita ini sebenarnya berpotensi menjadi horror atau thriller fantasy menarik. Misteri dan ceritanya mengingatkan akan cerita-cerita dalam novel Stephen King, R.L Stine, serial TV Twilight Zone atau film-film M.Night Shyamalan. Tapi saya tidak tau apa yang kurang, karena setelah saya membaca saya berasa datar saja, mungkin bila diibaratkan masakan, cerita ini kurang matang.

8. Kota Para Penjarah - pengarang Luz Balthasaar, awal-awal membaca saya berusaha menyelami sambil mencari sesuatu yang tidak biasa atau supranatural atau fantasi-nya, karena mengira ini “another war/battle/fighting theme with supernatural concept” tapi selesai membaca, saya hanya bisa berkata, sangat kreatif dan inspiratif, cocok bagi mereka yang menjadi aktivis PETA. Well done ☺

9. Sang Pelukis - pengarang Fredrik Nael, membaca cerita ini agak berat kalau untuk saya, yang terbiasa baca cerita dengan kalimat-kalimat dangkal dan ringan. Sedangkan cerpen ini dikemas dalam gaya bahasa yang seperti filsafat, maksud saya puitis, mungkin itu sesuai dengan cerita dan judulnya, tapi tema yang menyangkut religi dan takdir terlalu berat kalau buat saya, yang biasa membaca untuk menghibur diri.

10. Anak Lelaki dan Si Pengubah Wujud - pengarang Magdalena M. Amanda, cerita ini sendiri intinya sederhana yaitu forgiving & forget the past. Plot dan alur rapih, gaya bahasa juga simple, sehingga mudah untuk langsung memahami dan menyelami ceritanya. Pengubah wujud mengingatkan saya akan komik +anima karya Mukai Natsumi, dimana salah satu bagian tubuh manusia bisa berubah menjadi salah satu bagian tubuh hewan. Balik ke ceritanya, mungkin karena ceritanya simpel, terkadang pembaca berharap lebih intense.

11. Kerinduan Buku - pengarang Elbintang, temanya menarik, tentang karakter dalam sebuah buku, hanya saja,  saat membacanya saya tidak memahaminya dan plot nya membingungkan, atau mungkin plotnya acak, karena cerita itu sendiri ibarat sebuah buku yang masih belum selesai di tulis, masih suka revisi sana-sini jadi ibaratnya seperti membaca potongan-potongan puzzle. The idea is goods but for some people the story is confusing, I read with fast forward it.

12. Dewa Laut Istana Camar - pengarang 145, salah satu cerpen yang bacanya enjoyable. Gaya bahasanya luwes dan sangat mengalir, sehingga dari awal langsung menyelami cerita dan plot nya dibangun dengan rapih dari awal cerita, tengah hingga akhir. Soal cerita sendiri mungkin udah familiar, penyihir dan jin. Satu-satunya yang kurang rasanya nanggung, kita seperti membaca suatu chapter dalam novel bukan sebuah cerpen. Jadi saat selesai membaca, saya hanya mendapat kesan, “Cuma begini doank, no twist? pasti ada bab sambungannya?” lumayan bikin penasaran.

13. Moka si Mobil Jelaga - pengarang Yuniar K., cerpen yang bagus, sederhana dan penuh pesan moral bijaksana dan ini untuk anak-anak. Baca cerpen ini ingetin sama cerita-cerita yang biasa saya baca di buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia. Kalau di buku-buku bahasa biasanya tokohnya pakai fabel seperti kancil, ini adalah sebuah mobil butut. Saya tidak tau apa nama cerita yang pakai POV sebuah benda. Mungkin satu-satunya yang dirasa kurang, saya pribadi tidak menganggap ini cerita fantasy.

14. Drama Terhebat Yang Pernah Ada - pengarang Tyas Palar, asli ini cerpen paling kocak dan konyol dari semua cerita di fantasy fiesta, sukses bikin saya ngakak bacanya. Mungkin cocok disebut komedi satir? Ini juga sama seperti cerita no 13, mungkin beberapa pembaca merasa ini lebih seperti komedi satir daripada fantasy. Bagian fantasy karena tokohnya dewa-dewi Yunani yang ngga ada kerjaan. Overall, cerita ini bagus untuk pelepas stress, mungkin ada yang tanya, apa moral dari cerita ini? tapi ini bisa buat sindiran beberapa elite politik yang kerjanya banyak sandiwara di TV.

15. Rhytma - pengarang Bonmedo Tambunan, lebih tepatnya ini tentang perebutan kekuasaan yang dilakukan dengan tarian. Ini juga hal baru, tarian dijadikan kekuatan dalam cerita fantasy, bukan sihir dan tebas-tebasan sebagaimana biasanya. Tapi jujur, saya tipe yang lebih suka nonton So You Think You Can Dance di TV daripada berimajinasi dengan istilah-isitlah tarian yang saya ngga ngerti. Moralnya sih bagus tapi tarian dalam cerita, just not my cup of tea.

16. Labirin - pengarang Aphrodite, baca cerita ini ingetin sama film Inception. Bagaimana suatu cerita ada di dalam cerita lagi dan seterusnya seperti itu sampai bertemu creator originalnya. Bagus, tapi endingnya kurang nendang, kesannya jadi akhirnya pasrah.

17. Nama Terlarang di Angkasa - pengarang Calvin M. Sidjaja, saat baca cerpen ini serasa baca Wikipedia, banyak nambah pengetahuan baru terutama soal nama dan alam bawah sadar yang berkaitan tentang pentingnya sebuah nama. Tema psikologi+thriller+X Files terasa di cerpen ini.

18. Speak of The Devil : Perangkap - pengarang F.A. Purawan, cocok buat yang suka action dan silat. Selain itu ada unsur mitologi Hindu dengan penamaan dewa-dewanya. Dan bagaimana manusia kadang bertindak lebih keji daripada binatang. Banyak istilah-istilah fighting, jadi kurang connect, tapi emang saya ngga terlalu suka silat, tapi secara bacaan enjoyable :)

19. Hari Terakhir - pengarang Erwin Adriansyah, ada raja yang duduk di singgasana, ada pengawal bersayap 8 (seraphim?) dan doom, selalu ada pertanyaan kapan kiamat tiba, dan dari cerita ini jawabannya, kiamat datang saat ciptaan Tuhan berperang melawan Tuhan mereka sendiri? Kurang lebih seperti inilah intinya, berasa ceritanya cepat banget, pas baca langsung klimaks.

20. Matahari Sylvania - pengarang R.D. Villam, ini juga sama seperti suatu chapter dari sebuah novel, nanggung & tidak tau mengapa, saya tidak terlalu penasaran sama ceritanya :)


Review ini pernah saya muat di GR, hanya saja ada sedikit yang saya edit disini, tapi sebagai tukang ngayal alias daydreamer sejati I'm happy & proud to our local fantasy authors.   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...