Tampilkan postingan dengan label ATRIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ATRIA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Januari 2016

WONDER: AN INSPIRING STORY ABOUT KINDNESS

Judul: Wonder
Pengarang: R.J. Palacio
Penerbit: Atria
Penerjemah: Harisa Permatasari
Jumlah halaman: 430 halaman
ISBN: 978-979-024-508-2
Cetakan 1, September 2012
Segmen: Semua umur, anak-anak
Genre: Drama, keluarga, realistic-fiction
Rate: ★★★★½

"Saat diberi pilihan antara bersikap benar dan berbaik hati, pilih berbaik hati."

Sinopsis cerita, saya ambil dari beberapa paragraf dalam buku.

Seandainya aku menemukan sebuah lampu ajaib dan mendapatkan sebuah permohonan, aku akan memohon agar aku memiliki wajah normal yang tidak akan pernah diperhatikan siapa pun. Aku akan memohon agar aku bisa berjalan di tempat umum tanpa ada orang yang melihatku lalu memalingkan wajahnya. 

Kuharap setiap hari adalah Halloween. Kita semua bisa memakai topeng setiap saat. Lalu, kita 
bisa berjalan-jalan dan saling mengenal sebelum melihat penampilan kita di balik topeng. 

Bocah tikus. Aneh. Monster. Freddy Krueger. E.T. Menjijikan. Wajah kadal. Mutan. Aku tahu semua julukan mereka untukku. Aku sudah mengunjungi cukup banyak taman bermain untuk menyadari bahwa anak-anak bisa bersikap kejam. Aku tahu, aku tahu, aku tahu. 

Omong-omong, namaku August. Aku tidak akan menggambarkan seperti apa tampangku. Apa pun yang kaubayangkan, mungkin keadaannya lebih buruk. 

Perhatian: Buku ini bukanlah sicklit.

Kamis, 05 Juni 2014

THE CANDY MAKERS: IT STARTED SLOWLY BUT SURPRISINGLY GOOD

Judul: The Candy Makers
Pengarang: Wendy Mass
Penerbit: Atria
Penerjemah: Maria Lubis
Editor: Jia Effendie
Proofreader: Fenty Nadia
Jumlah Halaman: 556 Halaman
Cetakan I: Juli, 2011
Segmen: Anak-anak, semua umur
Genre: Realistic fiction,  drama, kuliner
Harga: Rp 30.000 (obralan Gramedia Golden Truly)
Rate: ★★★★


Bagaimana bila kau diberi kesempatan untuk bisa menciptakan permenmu sendiri? Dan bukan hanya menciptakan permen saja, tapi permen itu juga akan diproduksi secara masal oleh pabrik permen. Selain itu kau juga mendapat bonus berupa uang tabungan senilai 1000 dollar. 

Empat orang anak, yaitu Logan, Miles, Daisy dan Philip yang masing-masing berusia 12 tahun berhasil terpilih sebagai peserta yang akan mewakili Region 3 dalam kontes permen tahunan yang diadakan oleh asosiasi pengusaha gula-gula. Pabrik yang terpilih untuk mengajari sekaligus menjadi tempat anak-anak ini belajar cara membuat permen adalah Life Is Sweet. Selama 2 hari, keempat anak ini akan diajari seluk beluk cara membuat permen dan juga bahan-bahan apa saja yang harus digunakan. 

Selama 2 hari itu, anak-anak tersebut menyadari bahwa proses membuat permen tidaklah semudah yang mereka bayangkan, belum lagi ada kemungkinan timbulnya kecurangan dari salah seorang peserta. Banyak hal-hal tak terduga yang mereka temui selama 2 hari berada di pabrik permen Life is Sweet. Namun suatu hal yang tidak disangka-sangka berhasil mengubah persaingan individu tersebut menjadi sebuah persahabatan yang saling melengkapi. Apakah itu?

Senin, 28 Oktober 2013

BOOK REVIEW: PRINCESS OF THE MIDNIGHT BALL (PRINCESS #1)


★★★
Judul Buku : Princess of The Midnight Ball
Pengarang : Jessica Day George
Penerbit : Atria
Jumlah Halaman : 391 Halaman
Penerjemah : Ferry Halim
Segmen : Remaja
Genre : Fantasi, Dongeng

So, let me tell you a story :

Pada suatu hari, hiduplah seorang raja dan ratu di sebuah kerajaan bernama Westfallin. Raja & ratu telah lama menikah, namun mereka belum dikarunia anak sama sekali. Sang ratu yang putus asa akhirnya meminta bantuan dari penguasa kegelapan yang bernama Raja Understone dengan mengadakan suatu perjanjian. Di mana Raja Understone berjanji akan mengabulkan keinginannya untuk mempunyai anak dan juga mengakhiri perang berkepanjangan di negaranya.

Maka dalam waktu 12 tahun, ratu mendapatkan 12 putri yang dinamakan dengan nama-nama bunga. Yang tertua adalah Putri Rose, lalu yang kedua adalah Putri Lily dan seterusnya hingga yang paling bungsu bernama Putri Petunia. Tapi karena mereka di dapat dengan cara mengadakan kesepakatan dengan iblis atau Raja Understone, maka ada harga mahal yang harus dibayar ratu, yaitu ratu harus turun ke dunia bawah dan berdansa setiap malam dan juga kedua belas putrinya akan dinikahkan dengan anak-anak Raja Understone. 

Namun Karena ratu meninggal tidak lama setelah kedua belas putrinya lahir, maka putri-putrinya lah yang menggantikan tugas tersebut. Tidak peduli, bagaimana keadaan para putri, apakah mereka lelah, menderita atau sakit, setiap malam mereka harus turun ke dunia bawah dan menari. 

Hingga suatu hari datanglah seorang prajurit muda yatim piatu yang baru pulang dari medan perang bernama Galen, dia bertemu pamannya dan bekerja sebagai asisten tukang kebun istana. Galen baik hati, tampan dan sopan membuat salah seorang putri yaitu Putri Rose jatuh cinta padanya dan ternyata Galen pun jatuh cinta pada Putri Rose. Tapi sebelumnya Galen harus menolong Putri Rose dan adik-adiknya dahulu dari kutukan Raja Understone. Jadi bagaimana cara Galen menolong mereka?

I thought :

Princess of The Midnight Ball adalah 'retelling fairy tale' atau dongeng yang ditulis ulang yang aslinya berjudul 'Twelve Dancing Princess' karya penulis dongeng terkenal asal Jerman yaitu Grimm bersaudara.

Untuk kisahnya sendiri, mungkin kalau dibandingkan dengan Cinderella, Rapunzel, Snow White, Sleeping Beauty, dongeng ini kurang populer. Jujur, saya saja baru dengar dongeng ini, makanya tertarik beli. Apalagi waktu saya baca sinopsisnya ada karakter prajurit (ksatria) dan putri. Dan kebetulan saya lagi cari kisah romantisme yang mengangkat percintaan The Princess & His Knight. 

Tapi ternyata, ini bukan jenis cerita yang saya harapkan. Hero dan heroinenya klasik dan tradisional. Heronya digambarkan tipe cowok tetangga sebelah, yang sopan, baik hati, dan pintar merajut, sedangkan ceweknya digambarkan lembut & cerdas. Jenis karakter yang perfect, cocok untuk pembaca anak-anak dan remaja tapi untuk bukan pembaca dewasa muda yang lebih menyukai imperfection & kompleksitas. And I think both Rose and Galen kind of shallow or one dimensional characters.  

Karakter lain ada seperti Poppy (putri favorit saya) yang agak liar dan berani, lalu Hyacinth yang sangat religius, Violet yang suka musik dan Lily yang lembut. Hanya sayangnya mereka kurang ada penceritaan dan lebih seperti tempelan. 

Sebenarnya, entah mengapa saya merasa kasihan sama villainnya di sini. Karena sejak awal, semua kemalangan mereka akibat ulah sang ratu. I mean, you've made a deal with the demon, and there are certain price you must pay but in the end you can free from that. If the story is serious or not romance or not Young Adult, I think it will be better, such as, they cannot run from their obligation. 

Cover: Untuk kali ini saya suka cover lokal (Atria). Karena cover aslinya mirip cover Historical Romance. Walau sebenarnya cover asli dan lokal mirip, yaitu gambar seorang wanita dalam balutan gaun panjang dengan model klasik. Bedanya Atria menggunakan ilustrasi lukisan tangan, sedangkan cover aslinya foto orang. Dan saya memang tidak suka dengan cover yang bergambar foto orang :D
  

Kamis, 24 Oktober 2013

A TALE DARK AND GRIMM (A TALE DARK AND GRIMM #1)


★★★
Judul Buku : A Tale Dark and Grimm
Pengarang : Adam Gidwitz
Penerbit : Atria
Penerjemah : Khairi Rumantati
Ilustrasi Sampul : Lala Bohang
Jumlah Halaman : 244 Halaman
Segmen : Remaja, Dewasa-muda
Genre : Dongeng, Fantasi

Alkisah hiduplah seorang pelayan yang bernama Johannes. Pelayan tersebut dikenal dengan julukan Johannes yang Setia. Karena dia memang setia. Bagaimana tidak setia? Johannes telah mengabdi pada Raja, sejak jaman ayah Raja, lalu kakeknya Raja, lalu kakek buyutnya. Dan sekarang  Raja sudah tua dan sebentar lagi akan mangkat. Maka ia pun meminta Johannes mengabdi juga pada anaknya, sama seperti Johannes mengabdi pada ayahnya, kakeknya dan kakek buyutnya. Dan kesetiaan Johannes pun berlanjut. 

Sebelum mangkat, Raja berpesan, ada 1 ruangan dalam istana yang tidak boleh dimasuki anaknya, karena ruangan tersebut menyimpan lukisan seorang putri cantik. Siapapun yang melihatnya akan jatuh cinta pada Sang Putri. Raja khawatir hal itu akan membawa petaka. 

Akhirnya Raja meninggal. Setelah itu, Sang Pangeran pun dilantik menjadi Raja yang baru. Johannes yang Setia mendampingi Raja yang baru dan menjelaskan mengenai peraturan dan seluk beluk istana. Mereka sampai di suatu ruangan yang pintunya selalu tertutup. Raja pun bertanya, mengapa pintu itu selalu ditutup. Johannes pun menjelaskan alasannya dengan jujur pada Raja muda. 

Yah, namanya manusia, makin dilarang, justru makin penasaran. Raja yang baru pun masuk ke ruangan tersebut dan menemukan lukisan putri cantik berambut emas. Singkat cerita, Sang Raja jatuh cinta dan ingin menikahi putri emas tersebut, tidak peduli apabila Sang Putri membawa kutukan. 

Akhirnya setelah melakukan perjalanan dan menggunakan sedikit 'trik', Sang Putri emas bersedia menikah dengan Raja yang baru. Dan mereka pun hidup bahagia selama-lamanya.

Itu saja? Oh, tenang, saya tidak spoiler kok. Itu cuma permulaan doank. Karena cerita sebenarnya berkisah tentang anak-anak hasil pernikahan Raja dan Ratu emas. Benar, dari pernikahan mereka, lahirlah sepasang anak kembar yang bernama Hansel dan Gretel. 

My thought :

Hmm, lagi-lagi kisah retelling fairy tales. Saya pernah dengar, kalau dongeng-dongeng anak-anak yang biasa kita dengar itu sebenarnya aslinya tidaklah semanis dan seunyu yang kita dengar. Manis dan unyu itu karena diceritakan ulang lewat Disney. Aslinya dongeng itu cenderung gelap dan ada kalanya berdarah-darah, penuh pengorbanan dan jauh dari happily ever after. Jadi karena itulah biasanya saat dongeng diceritakan kembali pasti ada bumbu yang ditambah dan bumbu yang dikurangi agar rasanya pas dengan target penerimanya (anak-anak). 

Begitu pula dengan kisah Hansel dan Gretel dalam buku ini. Awalnya saya kira buku ini sejenis 'The Book of Lost Things' yaitu kisah rekaan yang dituturkan ala dongeng yang gelap dengan adegan-adegan sadis dan vulgar. Bahkan cerita yang terasa nyeleneh. 

Yah, soal nyeleneh memang ada benarnya. Hanya saja mengenai adegan sadis dan berdarah-darah, hmmm tidak segitunya sih kalau menurut saya. Malah yang saya rasakan tentang buku ini adalah ANNOYING.  
Nggak tau kenapa, buku ini terasa menyebalkan saat saya membacanya. Bukan tokoh-tokoh di dalamnya yang menyebalkan, tapi si naratorlah yang menyebalkan. Jadi cara penuturan cerita dalam buku ini seperti narasi dalam narasi, di mana seorang narator yang membacakan dongeng terhadap anak kecil dan berapa kali narator tersebut memberi peringatan bahwa cerita berikutnya akan mengerikan, sadis dan berdarah-darah, seolah kita akan ketakutan dan bersembunyi di bawah kolong tempat tidur seperti anak kecil.

Kisah dalam buku ini sendiri memang gelap dan sadis karena ada adegan-adegan mutilasi, tapi karena dibumbui dengan humor, jadinya kisah ini terasa konyol dan tidak serius. Mungkin itu juga yang membuat saya menganggap buku ini hanya sekedar bacaan pengisi waktu. Karena kalau ditanya apa moral dari buku ini, jawabnya, ini hanya sekedar dongeng belaka, nothing important. 

Saya rasa seharusnya buku ini stand-alone, karena secara story-arc sudah tamat, tapi ternyata ada sambungan dongeng lain. Whew, sekarang kenapa semua buku jadi berseri?

Minggu, 20 Oktober 2013

BOOK REVIEW: PRINCESS ACADEMY (PRINCESS ACADEMY #1)

✭✭✭
Judul Buku : Princess Academy
Pengarang : Shannon Hale
Penerbit : Atria
Penerjemah : Berliani M. Nugrahani
Jumlah Halaman : 361 Halaman
Segmen : Remaja, Anak-anak
Genre : Fantasy, Dongeng

Sinopsis singkat :

Miri, berasal dari keluarga kecil sederhana. Sama seperti kebanyakan warga di lereng Gunung Eskel. Keluarganya (ayah dan kakaknya) bekerja sebagai penambang batu linder. Miri sendiri ingin ikut membantu mencari nafkah namun ia tidak diizinkan sang ayah, karena badan Miri terlalu kecil untuk bekerja sebagai penambang. 

Pada suatu hari ada seorang pangeran yang ingin mencari istri dan ramalan mengatakan kalau istri sang pangeran akan berasal dari daerah Gunung Eskel. 

Namun sebelum pangeran menentukan pilihannya, para gadis2 gunung Eskel harus dilatih dulu untuk menjadi seorang putri agar layak mendampingi pangeran. Maka dikirimlah mereka ke sebuah akademi untuk diajari segala macam pelajaran, tata krama dan persiapan untuk menghadapi kehidupan istana. 

Tentu saja, Miri pun tidak terkecuali. Bersama beberapa gadis-gadis lain dari Gunung Eskel Miri harus tinggal di asrama, memelajari tata cara ala istana yang rumit dan aturan-aturan ketat yang harus dipatuhi dengan guru pembimbing yang galak. Meskipun menjadi putri, tinggal di istana dan tentu saja menjadi pasangan pangeran sangatlah menggiurkan dan membanggakan, namun sesungguhnya dalam hati kecil Miri, ia tidak menginginkan hal tersebut. Miri tidak suka tinggal berjauhan dengan keluarganya dan terlebih lagi, sudah ada seorang pemuda dari Gunung Eskel yang Miri suka.  

Jadi siapakah yang akhirnya terpilih jadi putri?

My thought :

Waktu baca sinopsisnya, saya pikir ini tipikal teenlit (high school drama, mean girls group, boys) dan setelah selesai baca ternyata memang yah mirip teenlit. Karena tokoh-tokohnya sendiri disini remaja, cuma bedanya setting dunia yang mirip fairy tale atau dongeng, karena ada putri dan pangeran, terus gunung-gunung yang dapat menyampaikan pesan (alamnya hidup). Terus karena asrama cewek, pastinya yah ada yang namanya catfight. 

Ceritanya sendiri menurut saya terlalu goody-goody. Bagaimana yah menjelaskannya? ngga terasa unsur atau feel yang bikin saya up. Penuturan Shannon Hale sendiri lumayan mengalir isitilahnya well-written deh, cuma untuk ceritanya saya merasa mungkin terlalu lemah lembut atau hambar. Penyelesaian konfliknya terkesan terlalu mudah. 

Begitu pula dengan karakter-karakternya, baik Miri atau teman-teman Miri yang lain, termasuk love interestnya semuanya biasa saja. Nggak ada yang saya suka dan juga nggak ada yang saya benci. Baru tahu kalau buku ini ternyata ada sekuelnya. Kirain cuma satu buku saja, secara story arc kan sudah selesai. 

BTW, cover-cover di bawah adalah cover dari terbitan luar. 

Untuk gambar yang paling kiri, menurut saya classy, yang tengah mirip buku anak-anak, dan yang paling kanan terkesan glamour dan modern. Tapi menurut saya cover Atria lumayan bagus kok, cukup mewakili isi bukunya. 

Jumat, 18 Oktober 2013

BOOK REVIEW : HOLD ME CLOSER, NECROMANCER (NECROMANCER #1)

✭✭✭
Judul Buku : Hold Me Closer, Necromancer
Pengarang : Lish McBride
Penerbit : Atria
Penerjemah : Berliani M. Nugrahani
Penyunting : Pujia Pernami
Pewajah Isi : Aniza Pujiati
Jumlah Halaman : 448 Halaman
Segmen : Dewasa-Muda, Remaja
Genre : Fantasy, Urban Fantasy

Masalah bermula dari :

Permainan hoki kentang. Hidup Sam biasa-biasa saja, walau tidak bisa dibilang menyenangkan. Bagaimana mungkin bekerja di restoran siap saji, memanggang daging dan harus melayani pelanggan-pelanggan cerewet yang sering mengeluh bisa menyenangkan? tapi pilihan apa lagi yang Sam punya, terutama setelah ia drop out dari kuliahnya. 

Tapi akibat ulah Sam yang suka bermain hoki kentang sembarangan (yaitu permainan lempar kentang dengan gagang sapu), ia mendapat masalah serius. Karena ulahnya ini telah membuat berang seseorang, dan sialnya lagi orang tersebut bukan orang sembarangan. Perkenalkan Douglas, seorang Necromancer yang sangat populer di dunia paranormal, ahli ilmu hitam yang berkaitan dengan mayat dan dunia kematian. 

Berkat Douglas, Sam tahu kalau dirinya bukanlah manusia biasa, tapi manusia dengan bakat istimewa yang sama dengan Douglas, yaitu Necromancy. Masalahnya Douglas tidak suka saat tahu kalau ada Necromancer lain di wilayahnya, dan Douglas menganggap Sam sebagai ancaman. Gawat, apa yang harus dilakukan oleh Sam, karena tampaknya Douglas sangat serius untuk menyingkirkan setiap ancaman yang dianggap dapat menggangu bisnis paranormalnya dan Sam bukanlah pengecualian. 

My thought :

Saya sedang berada pada titik di mana saya merasa stuck dalam mereview, tapi sudahlah abaikan curhat saya

Sekarang pembahasan buku ini. Salah satu alasan saya membeli buku ini, selain karena rating yang cukup baik di goodreads, juga karena tema paranormal yang ditawarkan di buku ini agak lain daripada yang lain. Bukan vampir, bukan werewolf, bukan penyihir (sebenarnya semua mahluk tersebut juga ada sih di buku ini, hanya pembahasannya tidak banyak) dan jelas bukan Angel. Tapi Necromancer. 

Apa yang terpikir kalau mendengar kata Necromancer?

Untuk saya pribadi, yang langsung terlintas adalah sihir hitam yang berhubungan dengan kematian,  mayat dan penggunaan mayat hidup atau zombie. Dibanding vampir, werewolf atau pun sihir biasa, kata Necromancer, terkesan seram, gelap dan serius bagi saya. Dan memang dugaan saya soal Necromancer dalam buku ini benar, tapi ternyata pengemasannya tidak seseram dan seserius yang saya kira.

Penulis mengemas cerita dengan penuturan yang penuh humor. Selain itu banyak lelucon khas sitkom yang biasa ada di serial barat yang mengurangi kesan serius dalam buku. 

BTW, ada yang pernah nonton serial TV Reaper? Entah mengapa saya merasa penulis mendapat inspirasi cerita dalam buku ini dari serial TV tersebut (mengapa saya bilang buku ini yang terinspirasi? karena serial TV tersebut tayang pada tahun 2007 dan buku ini terbit pada tahun 2010) begitu pun dengan karakter-karakter utamanya. 

Hal tersebut sukses membuat saya membayangkan, Sam si Necromancer sama dengan Sam dalam serial Reaper. Keduanya sama-sama bernama Sam, sama-sama putus kuliah dan mempunyai pekerjaan yang tidak enak. Selain itu Sam dalam serial Reaper maupun Sam si Necromancer sama-sama punya 2 orang sahabat (1 berdarah latin dan 1 kulit putih). Sam dalam seri Reaper dan Sam di buku ini sama-sama baru tahu kekuatan mereka saat dewasa dan kedua-duanya memiliki orang tua yang suka menyembunyikan rahasia dengan alasan yang sama (yaitu ingin melindungi anak) → banyak miripnya kan?

Selain itu serial TV Reaper dan buku Hold Me Closer, Necromancer sama-sama konyol dan penuh humor. Untuk yang masih bingung dengan serial TV Reaper, saya kasih sedikit gambarannya. 

REAPER TV SERIES

Tokoh Sam dalam Reaper

Sam dan kedua temannya yang konyol dan jenaka. 

Bahkan saya membayangkan Douglas (musuh Sam si Necromancer) dengan wajah tokoh The Devil dalam Reaper (sama-sama bergaya necis) walau tokoh Devil di Reaper itu jauh lebih simpatik. 

Eniwei, saya ngga bilang kalau penulis meniru lho, karena biar bagaimana pun eksekusinya berbeda. Tapi beberapa hal terasa begitu mirip. 

Alasan mengapa saya kasih bukunya bintang 3? Jujur saja, banyak beberapa bagian awal yang agak membosankan dan cara penulis mengeksekusi adegan-adegannya terasa datar (IMO), cerita baru terasa seru saat Sam mulai mencari asal-usul tentang dirinya. Dari 31 bab, ada beberapa yang dari POV Brid (agak membosankan) dan ada beberapa yang dari POV Douglas. Selain itu terjemahan juga kurang luwes dan sering beberapa nama macam Sam, Ramon dan Frank tertukar. Spoiler, highlight to view Selain saya merasa kematian Douglas kurang dramatis dan kurang reaktif, sebagai antagonis kejam yang sudah terlatih, saya merasa dia itu nggak sepintar yang berusaha ditampilkan penulis, walau licik, tapi tindakannya cenderung gegabah. Kalau saya jadi Douglas, saya tidak akan menyatukan Brid dan Sam dalam penjara yang sama. 

Meskipun sebenarnya banyak adegan sadis dan ada kalanya vulgar, namun seperti yang saya tulis di awal, beberapa adegan juga dibuat ala komedi-situasi, menjadikan buku ini tidak serius. Satu hal yang saya suka dari buku ini adalah konsep dunia paranormalnya. Di mana dalam dunia paranormal juga terdapat dewan pengawas. 

Senin, 09 September 2013

FIRELIGHT (FIRELIGHT #1)

✮✮✮½
Judul Buku : Firelight
Pengarang : Sophie Jordan
Penerbit : Atria
Penerjemah : Ferry Halim
Jumlah Halaman : 425 Halaman
Segmen : Remaja  dan Dewasa Muda (Young Adult)
Genre : Fantasy, Paranormal Romance
Terbit : April 2011
Harga : Rp 55.000

"Seorang pemburu yang jatuh cinta pada mangsanya."

Ini adalah ceritaku :

  • Namaku Jacinda. Aku adalah draki alias manusia keturunan naga.
  • Sebagai draki, kami mempunyai kemampuan untuk beralih rupa menjadi naga dan terbang.
  • Aku suka terbang. Sampai suatu hari, sekelompok pemburu melihat dan memburuku.
  • Aku nyaris mati dan tertangkap, namun anehnya, salah seorang pemburu justru menyelamatkanku.
  • Dan sejak saat itu, aku tahu bahwa aku dan dia telah membentuk suatu ikatan yang takkan bisa kulupakan.
  • Sebagai draki, aku istimewa dalam kelompok kami, karena aku adalah draki penyembur api, jenis draki yang sangat langka karena telah lama menghilang dalam kelompok kami. 
  • Karena itulah, kelompak draki kami sangat mengistimewakan diriku dan bermaksud ingin mengembang-biakkan aku.
  • Tapi ibuku tidak setuju aku dibiakkan. Akhirnya bersama ibu dan adik kembarku, kami melarikan diri dari perkampungan draki.
  • Sebagai draki, aku sangat menyukai hutan, pegunungan dan kabut.
  • Tapi ibu membawa kami pindah ke suatu daerah di gurun yang panas dan gersang. 
  • Karena ibu ingin naluri draki-ku mati, agar aku bisa hidup normal sebagai manusia biasa.
  • Tapi berlawanan dengan keinginan ibuku, aku tidak mau naluri draki-ku mati, karena itu adalah bagian dari diriku.
  • Aku sangat menderita tinggal di gurun yang gersang dan panas, tubuhku terasa sakit dan layu.
  • Sampai aku bertemu dengannya.....
  • Will Rutledge.
  • Tidak seharusnya aku bergaul dengan Will, karena pemuda itu sangat berbahaya.
  • Dia bukan hanya seorang manusia, tapi juga seorang pemburu naga. 
  • Tapi sejak pertemuan pertama kami, aku tahu bahwa aku takkan bisa melupakannya.
  • Will bagaikan candu untukku.
  • Berbahaya, namun dia juga membuat naluri draki-ku yang layu menjadi mekar kembali.
  • Aku takut pada Will tapi naluri draki-ku membutuhkan Will
  • Bagaimana aku harus hidup?
My Thought :

Jadi akhirnya saya balik baca YA, yang tokoh utamanya cewe remaja galau dengan unsur supranatural. Kali ini bukan vampire, werewofl, angel, demon, fairy, but dragon. Lebih tepatnya sih shape-shifter naga. Buku ini sudah lama banget saya timbun, kurang lebih sejak 2011 akhir. Saat tahu kalau tipe-tipe genre YA ini mirip-mirip Twilight, saya agak males membacanya, karena mood saya lagi jengah dengan tipikal-tipikal YA yang karakter utamanya cewek abege labil, apalagi kalau plus cinta segi tiga. Tapi berhubung tema baca saya untuk bulan September adalah naga, dan buku ini ada unsur naganya, maka saya pikir inilah kesempatan saya untuk membacanya. sekaligus habisin timbunan lama

Dan memang YA ini, ngga jauh-jauh dari unsur tipikal yang sudah saya sebutkan di atas :
- Karakternya cewe abege labil : checked
- Cowonya  tampan, kaya dan mempunyai pesona bad boy : checked
- Star-crossed lovers : checked
- Dia berbahaya, aku seharusnya menjauhinya, tapi aku juga tidak bisa hidup tanpa dirinya : checked
- Cinta segitiga : mm, menurut aku sih belum terlalu, tapi sepertinya disimpan untuk buku 2

Tapi anehnya, untuk kali ini saya cukup menikmatinya. Sangat menikmatinya malah. Ceritanya sendiri agak ingetin saya sama Nightshade, karena ada unsur perjodohan dengan alpha male di kelompoknya, tapi hanya sebatas itu saja kemiripannya. Namun berbeda dengan Nightshade, kali ini saya lumayan menyukai ceritanya, meski banyak bagian yang bikin saya gemas dengan tokoh utama, terutama yang menyangkut urusan draki dan Will.

Saya ingat, dulu pernah ada diskusi di grup bajay BBI, bahwa ada kecenderungan pembaca perempuan bersikap lebih keras dengan para heroine dalam buku ketimbang bila karakter utamanya cowo. Saya rasa ada benarnya juga, entah mengapa :D

Karakter-karakter dalam buku :
Jacinda: Seorang draki penyembur api, sebagaimana layaknya abege, labil banget. Kalau kamu tipe pembaca yang ngga sabaran, pasti bakalan jengkel dan gemas sama Jacinda, karena bingung, apa sih maunya Jacinda. Selain itu semua masalah dari awal sampai akhir bermula karena Jacinda. Tapi saya coba pahami kelabilan Jacinda, mengingat dia tidak pernah diberikan pilihan dan hidupnya serba diatur oleh orang lain. So yeah, she is annoying and whiny but I still can stand her. She is not kind of baddass heroine but she also not damsel in distress either. 

Will Rutledge: Seorang pemburu naga. Berhubung ceritanya menggunakan 1st POV dari Jacinda, jadi saya ngga terlalu yakin dengan karakter sesungguhnya Will. Kalau menurut saya sih cukup oke.  Pengarang sepertinya berusaha keras mendeskripsikan pesona bad boy Will ke pembaca, tapi yang saya tangkep Will bukan bad boy, cuma remaja biasa yang sedang kasmaran. 

Tamra: Saudara kembar Jacinda, namun berbeda dengan Jacinda, Tamra seperti manusia biasa karena ia tidak bisa berubah menjadi naga.  

Mom : Ibu Jacinda dan Tamra, seorang draki yang telah 'mematikan' naluri drakinya. 

Xander dan Angus: Saudara-saudara sepupu Will yang juga termasuk kelompok pemburu naga. 

Cassian: Seorang draki onyx yang dipasangkan dengan Jacinda dan juga calon pemimpin masa depan kelompok draki. 

What I don't like about this book :
Pengarang terlalu banyak menghabiskan plot di bagian kegalauan Jacinda yang ingin tetap memertahankan  naluri drakinya atau menjauhi Will. Saya berasa bagian itu terlalu lama dibahas di buku, mungkin hingga 60-70% dari cerita. Saya tidak akan complain di bagian romance, secara ini kan emang bergenre pararom.  

What I like about this book :
It's well written, pengarang sangat detil dalam menggambarkan sosok dan emosi Jacinda sebagai naga api. Misal tiap kali Jacinda panik, takut, marah, horny atau berada di dekat Will, pasti deh bakal muncul tanda-tanda nyemburin api :D

This book could be better if :
Pengungkapan rahasia-rahasia seputar drakinya Jacinda seharusnya lebih awal. Memangkas adegan galau Jacinda mengenai naluri draki dan Will menjadi lebih pendek. More action. 

Translasi :
Kinda awkward.  Terjemahannya kaku.
Misal hal 297 : Perona kelopak mata yang hitam (apa maksudnya? kenapa tidak tulis saja "eye shadow warna hitam")

Masih di halaman yang sama, ada kalimat yang kurang : Aku mengikuti Catherine dan masuk ke dalam kecil yang ada di dekat..., saya rasa seharusnya ada tambahan "kamar" sebelum kata kecil. 

Dan mungkin sedikit tatanan kalimat yang salah. Kalimat yang kelebihan atau kekurangan kata-kata. Saya mencatat ada di halaman 340, 355, dan 375. 

Typo : Kebetulan ada 1 yang tercatat oleh saya.
Halaman 90: peremuan → perempuan. 

Quote I remember : 

"Apa gunanya keselamatan bila bagian dalam dirimu mati?" hal 101

"Mereka adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki, tapi mereka seperti orang asing bagiku karena aku merasa sangat kurang dekat dengan mereka."

BTW, Firelight ini juga direncanakan ada filmnya lho.  

Saya membayangkan Jacinda akan cocok diperankan oleh :


Aktris Bella Thorne. 

Untuk pemeran Will Rudledge, saya agak kesulitan mencari aktor pria dibawah 20 tahun yang terlihat hot, sepertinya memang pemeran pria harus yang sudah 20 tahun keatas. Akhirnya pilihan saya jatuh pada :


Aktor Jake Abel
Jake Abel, lumayan sering bermain di film-film hasil adapatasi buku, macam The Host dan Percy Jackson.

Rabu, 28 Agustus 2013

DEAR KITTY (THE DIARY OF A YOUNG GIRL)

✮✮✮½
Judul Buku : Dear Kitty (The Diary of a Young Girl)
Penulis : Anne Frank
Penerbit : Atria
Penerjemah : Dina Begum
Jumlah Halaman : 412 Halaman
Harga : Rp 55.000 (sebelum diskon)
Segmen : Remaja

Sejujurnya saya agak bingung kalau mereview buku non fiksi berlatar sejarah. Karena untuk saya pribadi buku non fiksi itu bukan untuk dijudge atau dikritik, terutama menyangkut ceritanya. Jadi saya akan menerangkan saja secara garis besar apa yang saya rasakan mengenai Diary Anne Frank.  I won't judge, only write about what I like from the book. 

Saya pertama kali tahu mengenai buku ini gara-gara sempet rame di fb BBI. Bukan karena isi bukunya tapi karena terjemahan judulnya. Dear Kitty, apa yang ada dalam  pikiran kamu kalau mendengar buku berjudul Dear Kitty? Kalau saya sih langsung terbayangnya ini :
Nah, mengingat buku ini tentang perang, judul Dear Kitty sepertinya terdengar sangat girlie. Di sanalah masalahnya. Seandainya orang tidak tahu siapa itu Anne Frank mungkin akan mengira kalau buku ini sejenis teenlit. Memang sih di bawah judul Dear Kitty ada sub-judul atau keterangan "Diari si Gadis Kecil yang Bersembunyi dari Kejaran Nazi" Tapi untuk buku yang sifatnya non fiksi atau biografi atau sejarah, saya kira lebih baik judulnya dibiarkan saja apa adanya tanpa perlu dibuat terdengar "fancy" atau "cute". Misal "Buku Harian Anne Frank" atau "Buku Harian Seorang Gadis Kecil". Tapi itu hanya pendapat saya saja. Eniwei, Kitty adalah nama yang diberikan Anne untuk buku hariannya. 

"Aku ingin terus hidup bahkan setelah mati"

Pada saat pecah perang dunia 2, Anne dan keluarganya terpaksa bersembunyi dari kejaran Nazi Jerman dalam suatu tempat yang disebut "Paviliun Rahasia" karena saat itu para tentara Jerman sedang mencari dan menangkap orang-orang Yahudi untuk di kirim ke kamp-kamp konsentrasi, dan tak terkecuali Anne dan keluarganya yang keturunan Yahudi. Selama masa persembunyian itu, satu-satunya teman Anne untuk berkeluh kesah hanyalah buku hariannya. Karena menurut orang-orang dewasa, Anne adalah gadis kecil yang cerewet dan sering mereka tak sabar terhadapnya. Oleh karena itulah, Anne memilih buku harian tempat di mana ia bisa menuliskan perasaan-perasaannya dan menjadikannya sahabat sejati, karena menurutnya "kertas lebih sabar daripada orang"

Awalnya saya sempat mengira kalau buku ini bertema perang, seperti Nazi, tentara, kamp konsentrasi, Yahudi, kekejaman perang, ternyata tidak. Sekiranya bagian-bagian itu tidak dibahas detil. Buku ini  lebih berkisah mengenai kehidupan sehari-hari Anne dan keluarganya dan juga para penghuni lain di Paviliun Rahasia selama menjalani masa persembunyian mereka. Seperti gadis remaja pada umumnya, Anne juga sering merasa galau, lalu ketidak-cocokan Anne dengan ibunya dan tentu saja mengenai rasa takut dan cemas akan ketahuan tentara Jerman juga betapa tidak nyamannya karena hidup dalam persembunyian, mulai dari makanan yang dijatah sampai masalah jamban. 

Tapi tidak semuanya hanya tentang perasaan tak berdaya dan ketidaknyamanan, karena dalam persembunyian pun Anne bisa mengalami jatuh cinta. Walau beberapa bagian juga ada terasa membosankan misal saat Anne menceritakan kejadian-kejadian sepele seperti pertengkaran konyol antar para penghuni di tempat persembunyian hanya karena hal sepele.  Tapi secara keseluruhan, saya suka gaya berceloteh Anne di buku hariannya yang terkesan witty and funny (yup, she is Gemini)

Tapi buku ini tidak hanya menceritakan mengenai kejadian-kejadian yang Anne alami  dan rasakan selama bersembunyi melainkan juga pandangan-pandangannya terhadap kejadian-kejadian di sekelilingnya. Jujur saya kagum untuk seorang gadis berumur 14 tahun, pandangan Anne sangat dewasa. Misalnya saja pandangan Anne mengenai perang, hal 316. 

"Apa, oh, apakah gunanya perang? Kenapa orang tidak bisa hidup dengan damai? Kenapa harus ada semua kehancuran ini?"

"Kenapa harus mengucurkan jutaan untuk perang setiap harinya, tapi tidak ada satu sen pun yang tersedia untuk pelayanan medis, seniman, atau untuk orang miskin?"

Good point Anne. Dan sayangnya hingga sekarang, hal tersebut masih terus terjadi dan tetap tidak ada jawaban memuaskan mengapa perang, kekerasan dan segala jenis tragedi kemanusiaan masih terus terjadi hingga detik ini. Manusia menghancurkan, manusia membangun, lalu manusia menghancurkan lagi.  

Ada beberapa typo yang saya temukan sepanjang buku :
Hal. 150 : pensaran → penasaran
Hal. 154 : pertengkarang → pertengkaran
Hal. 180 : meakukan → melakukan
Hal. 365 : polng → polong
Hal. 373 : tingi → tinggi

Satu hal yang membuat saya sadar selesai membaca Diary Anne Frank, yaitu betapa pentingnya menulis untuk saya. Seperti yang Anne tulis di halaman 281, "Karena aku bisa menangkap kembali semuanya saat menulis, pikiran, idealisme, dan fantasiku."

Curhat bentar, baca buku harian Anne Frank ini mengingatkan saya, kalau dulu saya juga suka menulis buku harian, dan tiba-tiba saja saya iseng mengaduk-ngaduk isi lemari dan menemukan tumpukan buku harian lama yang saya tulis sejak SMP-SMU-kuliah, lumayan totalnya ada 7 buku.

Satu-satunya masalah adalah, ada 1 buku harian saya yang gemboknya nggak bisa dibuka karena macet T_T (terpaksa cari kunci di tukang gembok deh).Eniwei, iseng-iseng saya buka kembali diary-diary itu dan ternyata tulisan saya dulu lumayan (lumayan sukses bikin saya tertawa dan emosional saat membacanya sekarang). Trus yang bikin melek, ada beberapa ide cerita juga yang saya tulis di buku harian. Tapi yang saya suka dari jurnal atau buku harian adalah kepolosan dan kepribadian seseorang saat menulis begitu terasa. 

Sekarang ini mungkin sudah jarang orang yang menulis buku harian mengingat di jaman serba elektronik ini, rata-rata orang sudah menggantikan buku harian dengan blog. Tapi ada rasa yang berbeda saat saya membaca tulisan dalam blog dengan tulisan di buku harian.  Tulisan dalam buku harian terasa begitu raw atau mentah jadi lebih terasa jujur, personal dan naked (apa adanya). Sedangkan di blog, boleh dibilang yang sifatnya pribadi pun, semuanya sudah sudah difilter (baca : pencitraan). Sepertinya saya harus melanjutkan menulis diary kembali (karena timbunan diary kosong saya masih ada 6 buku). Dan seperti yang Anne Frank tulis (Hal 181) :
"Kusembunyikan aku di dalam diriku, aku hanya mempertimbangkan diriku dan diam-diam menuliskan semua kegembiraan, kesedihan, dan kebencian di dalam buku harian. Buku harian ini sangat berharga bagiku, karena telah menjadi buku kenangan manis di banyak tempat, tapi dalam banyak halaman tentu saja aku bisa meletakkan masa yang sudah berlalu."

Yup, menulis adalah suatu bentuk komunikasi, bahkan mungkin bisa lebih kuat dari ucapan sebab :

Verba volant, scripta manent-yang terucap bakal lenyap, yang tertulis akan abadi. 

Senin, 22 Juli 2013

A LITTLE PRINCESS

✭✭✭½
Judul : A Little Princess
Pengarang : Frances Hodgson Burnett
Penerbit : Atria
Penerjemah : Teguh Hari
Jumlah Halaman : 339 Halaman
Segmen : Anak-anak

Sara Crewe adalah putri semata wayang dari Kapten Crewe. Mereka berdua tinggal di India. Namun pekerjaan ayahnya tidak memungkinkan Sara untuk selalu bersama-sama dengan ayahnya, selain itu Sara  juga harus bersekolah. Hanya saja kondisi di India tidak baik untuk anak-anak dan ayah Sara ingin memberi Sara pendidikan terbaik juga dengan maksud agar Sara mempunyai teman-teman sebaya untuk bermain dengannya. Maka Sara pergi dari India dan datang ke London untuk bersekolah di tempat Nona Minchin, sebuah sekolah asrama putri pilihan. 

Untuk seorang anak kecil, Sara sangat dewasa dan cerdas. Sikap dan tutur katanya selalu sopan dan bersahaja layaknya seorang putri. Ayah Sara yang kaya sangat menyayangi Sara dan gemar mengirimkan hadiah-hadiah mahal untuk putrinya seperti gaun-gaun yang indah, boneka yang sangat cantik dan juga meminta agar Sara mendapat kamar dan fasilitas terbaik di sekolah. Sara yang cantik, pintar dan bersahaja segera menjadi populer di sekolah, walau ada juga beberapa temannya yang tidak menyukainya karena mereka iri padanya. 

Suatu hari datang kabar buruk, bahwa Kapten Crewe, ayah Sara sakit keras dan meninggal dunia, kekayaannya pun habis. Nasib Sara berubah 180 derajat. Tidak ada lagi fasilitas dan kamar mewah, selain itu itu nona Minchin juga menjadikan Sara seorang pekerja di asrama untuk membayar hutang-hutang ayahnya atas Sara.

Namun Sara ingin menunjukkan meskipun ia telah jatuh miskin dan dihina oleh sebagian besar teman-temannya, sikapnya tidak akan berubah. Ia tetap menjadi Sara yang sopan, bersahaja dan tidak sungkan membantu mereka yang membutuhkan pertolongannya. 

My thought :

A Little Princess adalah salah satu kisah klasik anak-anak yang sangat terkenal. Sebelum baca bukunya saya pernah menonton filmnya yang dibintangi artis cilik tempo doeloe, yaitu Shirley Temple. Selain itu banyak penulis-penulis kontemporer yang mendapatkan inspirasi nya dari novel klasik ini, salah satunya Meg Cabot yang menuangkan karyanya dalam novel Princess Diaries. 

Tapi yang paling menarik saat baca kisah klasik adalah pesan moral atau quote-quotenya. Moral dari cerita ini mengajarkan pada kita tentang pentingnya pengendalian diri dan selalu bersikap baik, sopan, terhormat dan tegar meski dalam kondisi sulit. 

Tokoh dalam cerita ini, Sara Crewe mengingatkan saya dengan Anne dari Green Gables, karena mereka berdua sangat suka berkhayal. Dan memang benar kalau berkhayal itu bisa membantu mengurangi derita kita saat sedang susah, hehehe kadang saya juga begitu. 

Yang saya ngga suka dari cerita ini mungkin tokoh Sara yang digambarkan terlalu "Princess wannabe" tapi bisa dimaklumin sih di era PD 1, seorang putri memang digambarkan sebagai "role model" yang sempurna, mungkin karena saat itu belum banyak tokoh2 rakyat biasa yang jadi panutan karena aktivitas sosial mereka di masyarakat.  

Notable quote :

"Sara bilang, menjadi seorang putri itu tidak ada hubungannya dengan penampilanmu atau apa yang kaumiliki, tetapi apa yang kaupikirkan dan apa yang kaulakukan." ~hal. 75

(intinya bukan apa yang terlihat dari luar tapi apa yang ada di dalam a.k.a inner beauty things)

"Kemalangan menguji kekuatan seseorang. Kemalanganku telah mengujimu dan kau memang terbukti anak yang baik." ~Sara, hal.140

Minggu, 30 Juni 2013

WHERE THE MOUNTAIN MEETS THE MOON

✮✮✮✮✮
Judul Buku : Where The Mountain Meets The Moon (Tempat Gunung Berjumpa Rembulan)
Pengarang : Grace Lin
Penerbit : Atria
Jumlah Halaman : 266
Segmen : Anak-anak, Semua Umur
Genre : Fantasy, Mitologi Cina

Aku akan mengisahkan sebuah kisah tentang mengubah peruntungan padamu :

Tersebutlah ada satu desa miskin di kaki gunung Nirbuah. Dinamakan gunung Nirbuah, karena gunung itu sangat gersang dan tidak ada satu pun tanaman yang bisa tumbuh dan hidup di gunung tersebut maupun tanah sekitarnya. Karena itu sekeras apapun penduduk desa itu bekerja untuk menanam padi, hasil yang diperoleh tetap tidak bisa mencukupi kebutuhan mereka. Di desa itu hiduplah satu keluarga kecil yaitu Minli, Ma dan Pa (Ba). 

Sama seperti keluarga lain di desa miskin tersebut, keluarga Minli sangat miskin dan sekeras apapun Ma dan Pa bekerja di sawah, hidup mereka tetap pas-pasan. Makanan mereka selalu nasi tanpa lauk dan tidak pernah terisi penuh dalam mangkuk mereka. Satu-satunya saat Minli bahagia adalah ketika dia mendengarkan cerita-cerita ayahnya tentang asal-usul gunung Nirbuah dan Kakek Rembulan. 

Pada suatu hari desa Minli kedatangan seorang penjual ikan mas. Si penjual ikan mas mengatakan siapapun yang memelihara ikan mas dalam rumah mereka akan mendatangkan keberuntungan. Minli yang melihat orang tuanya terus menerus lelah akibat bekerja keras namun mereka tetap miskin memutuskan untuk membeli seekor ikan mas agar peruntungan keluarganya bisa berubah.

Namun saat tau kalau Minli telah membelanjakan 1 dari 2 keping koin tembaganya hanya demi seekor ikan mas, sang ibu sangat marah, karena 2 keping uang logam tersebut adalah satu-satunya uang yang mereka miliki sepanjang hidup Minli dan selain itu Ma juga menganggap dengan memelihara ikan mas berarti bertambah lagi beban yang harus mereka tanggung karena ada satu mahluk hidup lagi yang harus mereka beri makan, sementara mereka sendiri untuk makan pun selalu kekurangan. 

Merasa bersalah karena membuat beban kedua orang tuanya bertambah, Minli pun memutuskan untuk membebaskan ikan mas tersebut ke sungai. Namun saat sedang membebaskan ikan mas tersebut, alangkah terkejutnya Minli ternyata si ikan mas bisa berbicara. Sebagai bentuk terima kasih karena Minli telah membebaskannya, maka si ikan mas memberitahukan pada Minli jalan untuk mengubah peruntungan, yaitu dengan menemui kakek rembulan. 

Maka tanpa pikir panjang, Minli pun segera menuruti saran si ikan mas dan bergegas untuk menemui Kakek Rembulan untuk bertanya bagaimana cara mengubah peruntungan keluarganya yang miskin. 

Kesan saya ada 2 kata :


Cerdik dan Mengharukan

Buku ini adalah salah satu buku yang saya pilih sebagai additional challenge bertema mitologi dari salah satu reading challenge yang saya ikuti di tahun 2013 ini. 

Jujur, saya tidak menyangka kalau saya akan suka dengan buku ini, mengingat sasaran utama buku ini adalah anak-anak. Saya tidak ada masalah dengan buku anak-anak, tapi terkadang buku anak-anak yang ditulis terlalu ringan membuat saya merasa hampa saat membacanya. Sebaliknya buku anak-anak yang terlalu "ngayal" membuat saya merasa absurd saat membacanya. 

Dan beruntunglah saya membaca buku ini (yah saya mengakui diri saya beruntung bisa membaca buku ini)  karena buku ini memberikan semua moral yang penting untuk kita semua ingat. 

Ada satu review yang dari goodreads yang saya suka, yaitu apa beda fantasi barat dan timur? dan saya suka jawabannya di mana fantasi barat lebih menekankan pada sisi heroik dan epic  macam  pertempuran, perang, good vs evil sementara fantasi timur/Asia lebih menekankan pada pesan moral dan sisi humanis melalui perjalanan hidup atau misi dari karakter utama. Dan sejujurnya mungkin itulah yang membuat saya suka dengan fantasi Asia, karena saya merasa lebih nyambung dan ikut merasakan kesamaan dengan si tokoh utama. Dan kebetulan atau tidak fantasi Asia yang pernah saya baca macam Mitsuko dan Silver Phoenix dua tokoh utamanya melakukan misi mereka demi keluarga, dan bagi kultur Asia atau timur, faktor keluarga adalah suatu hal yang sudah tidak bisa dilepaskan. 
Kekayaan bukanlah rumah yang dipenuhi emas dan batu giok, namun sesuatu yang jauh lebih bermakna daripada itu. Sesuatu yang telah dimilikinya dan tidak perlu diubahnya. ~hal 242 
Rasa syukur, mudah diucapkan dan indah untuk diteoritiskan tapi sesungguhnya sangat sulit untuk diterapkan. Coba seberapa sering kita bersyukur, yang ada malah ngeluh dan ngeluh setiap hari. Ngeluh sama kehidupan, ngeluh sama orang-orang, ngeluh sama negara dan tentu saja tidak pernah puas dengan diri sendiri. Mungkin itulah sebabnya banyak manusia yang merasa tidak bahagia dan depresi, karena kita cenderung mencari sesuatu yang sebenarnya sudah ada. Kita mengeluh kalau ortu terlalu cerewet sama kita padahal  bila dilihat dari sisi lain, kita harusnya bersyukur masih ada yang peduli sama kita. 
Jika kau membahagiakan mereka yang ada di dekatmu, mereka yang jauh darimu akan datang. ~hal 238
Jadi yang saya tangkap dari buku ini ada 3 : 

  1. Keyakinan
  2. Rasa Syukur
  3. Perbuatan baik berbuah karma baik
Dan bicara soal rasa syukur, kebetulan atau tidak, pas baca buku ini tepat di halaman 169-170 saya mendapati kertasnya cacat atau lebih tepatnya ada bagian yang sobek seperti digigit tikus, gambarnya seperti dibawah ini :

Jujur reaksi pertama saya adalah jengkel dan merasa kesal namun (yah ini perspektif saya saja) dari beberapa buku yang pernah saya baca ada salah satu pesan moralnya yang kurang lebih berbunyi, suatu persoalan berat atau tidaknya, bukan ditentukan oleh persoalan tersebut namun bagaimana kita bisa menerima dan menghadapinya. Jadi saya putuskan untuk tidak berlama-lama kesal dan menerimanya sebagai sesuatu yang unik. Yah akhirnya saya mengatasinya dengan menganggap buku saya memiliki "tanda lahirnya" tersendiri yang membuatnya berbeda dan special dibanding buku-buku lain. Toh sekiranya secara keseluruhan kondisi bukunya masih oke, tidak ada halaman yang hilang atau ngacak. 

Memang bisa saja mencoba untuk ditukar ke pihak penerbit, tapi rasanya sayang juga mengingat bukunya sudah saya sampul plastik, belum lagi keribetan yang harus saya siapkan untuk mengirim balik via JNE/TIKI dan tambah ongkir pula. 

Sejujurnya untuk ceritanya saya kasih 4 bintang plus tambahan 1 bintang untuk ilustrasinya yang cantik. Saya senang Atria juga turut menyertakan ilustrasinya (full color pula) yang digambar langsung  oleh sang pengarang, Grace Lin. Melihat ilustrasinya, saya jadi ikut terlarut masuk ke buku dan membayangkan betapa romantisnya makan malam di paviliun terbuka yang berada di dekat danau sambil ditemani cahaya rembulan. 

Untuk terjemahannya sendiri, saya kasih nilai B+ atau cukup okelah, walau ada sedikit typo. Menurut saya abjad pinyin tidak perlu benar-benar mengikuti aturan baku karena ngga semua pembaca mengerti, misal bacanya Pa tapi tulisannya Ba. Begitu pula tulisan A Gong padahal bacanya A Kong. Namun secara keseluruhan terjemahan enak dibaca. 

Buku ini saya ikutkan sebagai Fantasy Reading Challenge 2013 untuk additional challenge cerita fantasi yang bertema mitologi. Buku ini mengangkat mitologi China. 

Selasa, 14 Mei 2013

DADDY LONG-LEGS (DADDY LONG-LEGS #1)

✮✮✮✮
Judul Buku : Daddy Long-Legs
Pengarang  : Jean Webster
Penerbit      : Atria

Jadi ceritanya :

Ada seorang gadis yatim piatu bernama Jerusha(Judy) Abbott yang selama 17 tahun kehidupannya dihabiskan di panti asuhan dan tidak ada keluarga atau orang yang mau mengadopsinya. Hingga  Judy sampai dimana usianya sudah tidak memungkinkan lagi untuk tinggal di panti asuhan, datanglah seorang wali yang baik hati yang bersedia membiayai Judy agar bisa kuliah ke perguruan tinggi dan sebagai gantinya, wali ini meminta Judy mengirimnya surat-surat mengenai dirinya saat masuk kuliah nanti. 

Maka dimulailah kisah Judy dan peristiwa-peristiwa menyenangkan yang dialaminya semasa kuliah, dalam bentuk tulisan-tulisan suratnya kepada walinya yang dipanggil Judy "Daddy Long-Legs" termasuk perasaan mindernya terhadap teman-temannya akan masa lalunya yang dari panti asuhan. Hingga di akhir buku ketika identitas sesungguhnya "Daddy Long-Legs" akan dibuka

Kesan saya :

Daddy Longs Legs adalah salah satu kisah klasik terkenal sepanjang masa, memang bukan sebagai salah satu novel yang masuk bacaan terbaik sepanjang masa. Tapi buku ini salah satu buku yang sangat populer dalam literatur klasik karena tokoh utama adalah karakter yang berjiwa feminis, optimis, ceria dan humoris yang ditulis pada era dimana pria masih mendominasi tatanan kehidupan dan norma-norma sosial pada masa sebelum pecah perang dunia 1. 

Dan karena kisah Daddy Long-Legs ini populer, banyak plot dalam manga-manga Jepang yang memakai tema atau formula serupa, salah satunya adalah Candy-Candy dan Topeng Kaca. Saya agak lupa cerita Candy-Candy, tapi Candy juga mengira kalau penolongnya yang baik hati adalah seorang kakek tua dan di buku terakhir baru diketahui kalau dia adalah...

Begitu pula dengan Topeng kaca. Maya tidak tau siapa mawar jingga, meskipun Maya sering bertemu dengan orang tersebut, dan Maya selalu mengira kalau mawar jingga itu adalah orang tua, sebelum akhirnya menyadari bahwa mawar jingga adalah...

Jadi ngalor ngidul ke Candy-Candy dan Topeng Kaca, eniwei balik ke Daddy Long-Legs yang saya suka dari bacaan klasik adalah mereka punya banyak sekali quote-quote bagus, seperti misalnya :

"It isn't the big troubles in life that require character. Anybody can rise to a crisis and face a crushing tragedy with courage, but to meet the petty hazards of the day with a laugh - I really think that requires spirit.
It's the kind of character that I am going to develop. I am going to pretend that all life is just a game which I must play as skillfully and fairly as I can. If I lose, I am going to shrug my shoulders and laugh - also if I win."

atau

"I'm going to enjoy every second, and I'm going to know I'm enjoying it while I'm enjoying it. Most people don't live; they just race. They are trying to reach some goal far away on the horizon, and in the heat of the going they get so breathless and panting that they lose sight of the beautiful, tranquil country they are passing through; and then the first thing they know, they are old and worn out, and it doesn't make any difference whether they've reached the goal or not."

atau ini

"I've discovered the true secret of happiness, Daddy, and that is to live in the now. Not to be for ever regretting the past, or anticipating the future; but to get the most that you can out of this very instant...I'm going to enjoy every second, and I'm going to know I'm enjoying it while I'm enjoying it. "

Terkadang saya merasa pepatah-pepatah itu sangat mencerminkan keadaan kita pada umumnya, kita bekerja sangat keras demi mencari uang, demi mencapai impian-impian kita, kita juga kadang sering menyalahkan masa lalu kita atau terlalu mengkhawatirkan masa depan kita sampai kita lupa bahwa kita hanya hidup sekali saja didunia ini tanpa pernah menikmatinya. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...