Judul: Unwind - Pemisahan Raga (Unwind Dystology #1)
Pengarang: Neal Shusterman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Mery Riansyah
Editor: Barokah Ruziati
Desain sampul: Martin Dima
Jumlah halaman: 456 halaman
ISBN: 978-979-22-9802-4
Cetakan 1, Agustus 2013
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Dystopia, thriller, science fiction
Harga: Rp 69.000, bisa dibeli di gramediaonline
Rate: ★★★★★
"RUU Kehidupan menyatakan bahwa kehidupan manusia tak boleh disentuh sejak masa pembuahan hingga seorang anak mencapai usia tiga belas tahun.
Namun, antara rentang usia tiga belas dan delapan belas, orangtua boleh memilih untuk secara retroaktif 'menggugurkan' seorang anak.
...dengan syarat hidup anak tersebut tidak 'secara teknis' berakhir.
Proses seorang anak diterminasi tapi tetap hidup disebut Unwinding-Pemisahan Raga, dan anak itu disebut Unwind.
Saat ini, Pemisahan Raga merupakan hal yang lumrah dan diterima dalam masyarakat.
Connor Lassiter
Semua orang hanya menganggap Connor anak pembuat masalah, berandalan, tukang bikin onar, tak terkecuali orangtuanya sendiri, yang memutuskan untuk menyingkirkan Connor dengan menjadikannya seorang Unwind. Namun Connor tidak ingin menjalani pemisahan raga dan ia tahu bahwa ia harus lari dan bertahan hidup hingga usianya 18 tahun.
Risa Megan Ward
Risa tinggal di panti asuhan, ia bukan anak yang bermasalah, ia mempunyai sikap yang baik dan cukup berbakat dengan piano. Namun untuk mengurangi beban negara dalam membiayai anak-anak yatim piatu seperti dirinya, mereka memutuskan untuk menyingkirkan Risa dengan menjadikannya seorang Unwind.
Levi Jedediah Calder
Seumur hidupnya, Lev sudah didogma bahwa dirinya adalah anak persembahan. Yang berarti Lev hidup dengan mengemban misi mulia untuk memisah-misahkan raganya dan memberikan organ-organ tubuhnya kepada mereka yang membutuhkan. Tidak seperti anak Unwind yang lain, anak persembahan memisahkan raga mereka atas kemauan mereka sendiri.
Hingga suatu peristiwa, mempertemukan ketiga anak tersebut dan mengubah kehidupan mereka selamanya.
Beginilah seharusnya fiksi dystopia dieksekusi.