Tampilkan postingan dengan label Historical Fiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Historical Fiction. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Oktober 2015

BETWEEN SHADES OF GRAY: SEJARAH DARI MEREKA YANG TERLUPAKAN

Judul: Between Shades of Gray
Pengarang: Ruta Sepetys
Penerbit: Noura Books
Penerjemah: Ingrid Nimpoeno
Jumlah halaman: 396 halaman
Cetakan 1, Desember 2014
ISBN: 978-602-1306-45-1
Segmen: Remaja, semua umur
Genre: Historical fiction
Harga: Rp 69.000, bisa dibeli di Bukupedia
Rate: ★★★★

Lithuania, Juni 1941


Lina dan keluarganya secara tiba-tiba diciduk pada suatu malam. Mereka bahkan tidak diperkenankan untuk berkemas. Lina bersama ibunya, Elena dan adiknya Jonas langsung dideportasi bersama ratusan orang lainnya oleh para tentara soviet yang saat itu bernama NKVD. 

Mereka terpisah dari ayah mereka, Kostas yang juga diciduk atas kejahatan yang tak pernah mereka lakukan. Dipaksa pergi secara mendadak dari rumah mereka yang nyaman menuju ke suatu area yang sangat jauh dan terpencil dan dingin. Berdesak-desakkan bersama ratusan korban lainnya dalam kereta ternak. Kelaparan, kotor, diperbudak dengan kejam oleh tentara Rusia dan mendapat perlakuan tidak manusiawi adalah keseharian yang dialami Lina dan keluarganya juga orang-orang lainnya yang menjadi korban ketidakadilan Rezim Stalin..

Namun meskipun hidup mereka penuh penderitaan, mereka berusaha menjaga agar harapan itu tetap ada. Harapan untuk bisa kembali berkumpul bersama keluarga mereka yang terpisah dan pulang ke rumah mereka di Lithuania. Tapi yang pertama mereka harus punya harapan untuk bisa bertahan hidup. 

Selasa, 30 Juni 2015

KEI: KUTEMUKAN CINTA DI TENGAH PERANG

Judul buku: Kei
Pengarang: Erni Aladjai
Penerbit: Gagas Media
Editor: Jia Effendi
Proofreader: Mita M. Supardi
Jumlah halaman: 250 halaman\
Cetakan 1, Agustus 2013
ISBN: 979-780-649-9
Segmen: Dewasa
Genre: Historical fiction, romance
Rate: ★★★
Special Note: Thanks to Ren for the GA.

"Tuhan dan agama tak pernah mengkhianati pemeluknya. Manusialah yang mengkhianati Tuhan dan agamanya."


Di tengah-tengah kerusuhan akibat perang SARA yang berkecamuk di Ambon dan merambah hingga ke kepulauan Kei. Namira dan Sala menumukan cinta saat keduanya berada di tempat pengungsian. 

Di tengah-tengah kesedihan karena rusuh yang mengambil nyawa dari semua orang yang mereka cintai, Namira dan Sala saling melindungi dan saling setia meski agama mereka berbeda karena mereka berpegangan pada hukum adat Kei bahwa semua masyarakat Kei bersaudara dan hukum adat adalah acuan pertama setelah agama yang datang belakangan. 

Namun cinta saja tidak cukup bagi keduanya untuk bisa berbahagia karena perang dan kerusuhan membuat keduanya terpisah...

Jumat, 15 Mei 2015

THE BOY IN THE STRIPED PYJAMAS: STORY ABOUT FRIENDSHIP IN THE MIDDLE OF WAR

Judul: The Boy In The Striped Pyjamas (Anak Lelaki Berpiama Garis-Garis)
Pengarang: John Boyne
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Rosemary Kesauli
Jumlah halaman: 240 halaman
Cetakan 1, Juli 2007
ISBN: 978-979-22-2982-0
Segmen: Dewasa
Genre: Historical fiction
Rate: ★★★½
Special Note: Thanks to Indah for lending me your book :)


Sebelum pindah ke tempat itu, tempat yang bernama "out-with", kehidupan Bruno sangatlah nyaman dan menyenangkan. Ia tinggal dalam rumah besar bertingkat 5 di Berlin, mempunyai 3 orang sahabat yang selalu menemaninya bermain, menikmati suasana kota Berlin yang hangat dan penuh lalu lalang para warga kotanya. 

Namun suatu hari bruno mendapati pelayannya, Maria mengepak barang-barangnya dan berkata bahwa Bruno sekeluarga akan pindah ke "out-with". Tentu saja Bruno tidak suka akan hal itu, karena berarti ia harus meninggalkan teman-temannya dan kehidupan nyamannya di Berlin. Apalagi setelah tiba di "out-with", Bruno mendapati suasana di rumah barunya sangat berbeda dengan rumah lamanya di Berlin. 

Rumah tersebut tidaklah sebesar rumah di Berlin dan yang paling tidak ia suka, tidak ada anak-anak di "out-with" sehingga Bruno tidak mempunyai teman di sana. Selama berbulan-bulan, Bruno menghabiskan waktu dengan bermain sendirian, ia sangat kesepian, hingga suatu hari saat sedang menjelajah, ia menemukan seorang anak laki-laki seumuran dirinya yang mengenakan piama bergaris-garis yang berada di balik pagar kawat berduri. Tapi berbeda dengan Bruno yang sehat, anak laki-laki ini sangat kurus, berkulit pucat dan mempunyai tatapan mata yang sedih. 

Dengan segera Bruno langsung akrab dengan Smuel, anak laki-laki dalam balutan piama tersebut. Meski dihalangi pagar, Bruno dan Smuel selalu rutin mengobrol. Hingga datanglah peristiwa itu. 

Sabtu, 27 September 2014

THE COUNT OF MONTE CRISTO: EPIC STORY ABOUT MONEY, REVENGE AND KARMA

Judul: The Count of Monte Cristo
Pengarang: Alexandre Dumas
Penerbit: Bentang Pustaka (Mizan Grup)
Penerjemah: Nin Bakdi Soemanto
Editor: Dhewiberta
Desainer Sampul: Edi Jatmiko
Proofreader: Nunung Wiyati, Intan Ren
Penata aksara: Supardi
Jumlah halaman: 568 halaman
Cetakan kedua, Juli 2011
Segmen: Universal
Genre: Historical fiction, classic lit
Harga: RP 20.000, beli di obralan Mizan.
Rate: ★★★★½


Edmon Dantes seharusnya mempunyai kehidupan dan karir yang cemerlang. Pertama, dia akan dipromosikan menjadi seorang kapten kapal. Kedua, dia akan menikahi gadis cantik dan berhati emas yang telah menjadi pujaan hatinya. Ketiga, ia akhirnya akan berkumpul kembali dengan ayahnya setelah lama berpisah karena Edmon adalah seorang pelaut. Nyaris semua orang juga suka pada Edmon, karena Edmon adalah seorang pemuda yang baik hati, ramah dan menyenangkan. Namun semua harapan indah itu hilang darinya saat beberapa orang yang iri pada masa depan dan kesuksesan Edmon telah merebut paksa semua itu.

Edmon mendapati dirinya terkurung dalam sebuah penjara yang sepi dan gelap. Kekasihnya direbut dan ayahnya meninggal dalam kemiskinan, kesepian dan kelaparan. Putus asa, nyaris membuat Edmon menjadi gila dan mati. Di tengah semua duka dan kemalangan bertubi-tubi datanglah sebuah harapan saat dia menemukan seorang teman di penjara. Seorang teman yang yang memberitahu mengenai suatu rahasia untuk dapat menikmati kembali kehidupannya yang telah hilang. 

Dengan rahasia itu Edmon bersumpah untuk membalas dendam pada mereka yang telah mengambil semua kehidupan Edmon Dantes yang penuh masa depan dan mengubahnya menjadi seorang Count of Monte Cristo yang penuh kepahitan. 

Selasa, 29 April 2014

THE HELP: I HAVE A DREAM THAT ALL MEN ARE CREATED EQUAL

Judul: The Help
Pengarang: Kathryn Stockett
Penerbit: Matahati
Penerjemah: Barokah Ruziati
Penyunting: Lulu Fitri Rahman
Korektor: Nani
Desain sampul: Anne Mariane
Jumlah Halaman: 545 Halaman
Cetakan Pertama: Mei 2010
Segmen: Dewasa
Genre: Historical Fiction, Woman Fiction
Beli di Web Matahati (clearance sale)
Rate: ★★★★★

Jim Crow Laws:
- Tidak boleh meminta wanita kulit putih untuk merawat di bangsal atau ruangan yang berisi pria negro.
- Merupakan pelanggaran hukum bagi orang kulit putih untuk menikahi selain kulit putih. Semua pernikahan yang melanggar peraturan ini akan dibatalkan. 
- Tempat pangkas rambut kulit hitam tidak boleh melayani pangkas rambut wanita atau gadis kulit putih. 
- Petugas yang berdinas tidak boleh mengubur orang kulit hitam di tanah yang digunakan untuk pemakaman orang kulit putih. 
- Buku tidak boleh dipertukarkan antara sekolah-sekolah kulit putih dan kulit hitam, tapi akan terus digunakan oleh ras pertama yang menggunakannya. 

Tiga perempuan, tiga kehidupan, tiga cerita, satu benang merah.

Minggu, 02 Maret 2014

ENTROK: SEPENGGAL KRITIK SOSIAL MASA LALU DARI KISAH TENTANG PEREMPUAN

Judul: Entrok
Pengarang: Okky Madasari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Ilustrasi dan desain sampul: Restu Ratnaningtyas
Jumlah halaman: 283 Halaman
Segmen: Dewasa
Genre: Historical Fiction, Drama, Feminisme
Rate: ★★★★

"Mbok, aku mau punya entrok."
"Entrok itu apa, Nduk?"
"Itu lho, Mbok, kain buat nutup susuku, biar kenceng. Seperti punya Tinah."

Cerita ini dimulai dari suatu akhir baru. 

Sekiranya itulah yang saya lakukan saat membaca selesai hingga halaman terakhir. Dari halaman terakhir, saya balik ke halaman paling pertama untuk mendapatkan kisah selanjutnya. Jika kalian berpikir bahwa buku itu ditulis secara flasback. maka kalian benar. 
Kebisaan di pasar, buruh-buruh perempuan diupahi dengan bahan makanan. Beda dengan kuli laki-laki yang diupahi dengan uang. ~hal. 22

Minggu, 01 September 2013

The Thirteenth Tale (Dongeng Ketiga Belas)

✭✭✭✭
Judul : The Thirteenth Tale (Dongeng Ketiga Belas)
Pengarang : Diane Setterfield
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah : Chandra Novwidya
Jumlah Halaman : 608 Halaman
Segmen : Dewasa

Sinopsis belakang buku :

"Ceritakan padaku yang sesungguhnya."

Permintaan sederhana itu mengusik hati Vida Winter, novelis ternama yang penuh rahasia. Bukankah selama enam puluh tahun ini dia telah mengarang banyak dongeng, tapi tak pernah mengungkapkan kisahnya sendiri? Namun, menjelang ajal, masa lalu tak dapat dihindarinya lagi, berapa pun banyaknya dongeng yang telah ditenunnya.

Maka Vida Winter mengundang Margaret Lea, penulis biografi muda, yang memiliki rahasia sendiri tentang kelahirannya, yang telah dikubur dalam-dalam oleh orang-orang yang paling dia kasihi, dan menciptakan bayang-bayang kelam yang membuntuti tiap langkahnya.


Inilah kisah Vida dan keluarga Angelfield: Isabelle yang cantik dan keras kepala, si kembar Adeline dan Emmeline yang liar, rumah besar Angelfield yang tua dan nyaris ambruk, serta semua penghuninya, hidup atau mati. Sementara Margaret tenggelam dalam dongeng Vida, rahasia kelam itu lambat laun tersingkap, dan saat kebenaran mengemuka, kedua wanita itu pun harus menghadapi hantu-hantu yang selama ini membayangi hidup mereka.

What I though about this book :

Bahasa gampangnya : Ceritanya tentang seorang penulis biografi amatir Margaret Lea yang mendapatkan undangan untuk menuliskan kisah hidup Vida Winter, seorang novelis terkenal pada era itu. Margaret sendiri mempunyai masa lalu yang menghantui hidupnya, dan ada alasan tertentu mengapa Vida Winter ingin Margaret yang menulis biografinya. Alasan yang berhubungan dengan semua misteri dan masa lalu Vida Winter, yang semuanya bermula dari keluarga Angelfield. 

Akhirnya selesai juga baca buku ini. Jujur 100 halaman pertama, benar-benar butuh usaha bagi saya untuk membacanya, karena ceritanya sangat membosankan (IMO). Di 100 halaman awal itu cerita lebih ke seputar pengenalan tokoh utama (Margaret Lea) tentang kegiatan normalnya, pekerjaannya (sebagai penulis biografi orang-orang yang tidak terlalu dikenal dan sudah tiada), rutinitasnya yang semuanya normal-normal saja di toko buku milik keluarganya. Dan menurut saya, Margaret bahkan bukan tokoh utama dalam cerita utama buku ini.

Untunglah setelah lewat dari 100 halaman utama penulis langsung memulai ceritanya. Plot cerita pun mengalir dengan baik dan misteri pun dimulai. Apa yang membuat saya tertarik dengan cerita ini, mungkin karena cerita ini termasuk dark, unsur-unsur tidak lazim macam disorder personality, incest, autisme, bahkan perkosaan ada dalam The Thirteenth Tale. Biasanya ada anggapan yang berkata, semakin gelap suatu cerita maka semakin cerita itu menarik/berbobot. (Well I can agree with that quote)

Penuturannya atau gaya bahasanya agak mellow-mellow senyap. Tapi itulah yang menarik karena rasa sunyi, gothic, dan misterinya itu sangat terasa. Bacalah di kamar tanpa mendengarkan musik atau bunyi apa pun, dan bagaikan magnet kamu akan terhisap dalam ceritanya dan membalik lembar demi lembar halaman dengan cepat :D 

Jumat, 12 Juli 2013

THE PAINTED VEIL

✭✭✭✭
Judul Buku : The Painted Veil (Stambul Cinta)
Pengarang : William Somerset Maugham
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Tanti Lesmana
Jumlah Halaman : 299 Halaman
Segmen: Dewasa

Cantik, ceria, ramah dan populer, begitulah Kitty selama ini dikenal, namun saat usianya 25 tahun, dia panik mengetahui kalau dirinya masih belum menemukan calon suami yang dia inginkan, sedangkan adiknya yang jauh lebih muda darinya akan segera bertunangan dengan seseorang yang mempunyai gelar bangsawan. Jadi saat ada seorang ahli bakteri bernama Walter Fane yang tertarik dan berniat untuk menikahinya, tawaran tersebut langsung diterima Kitty. Setelah menikah mereka berdua pergi ke Hongkong, tempat Walter ditugaskan oleh Koloni Inggris. 

Namun Kitty tidak pernah mencintai Walter, pernikahannya dengan Walter terasa hambar. Ditambah lagi sifat suaminya yang kaku dan tertutup membuat Kitty kesepian. Pada suatu hari Kitty berkenalan dengan Charlie Townsend yang tampan, charming dan ramah.  

Wanita kesepian + pria mata keranjang = nafsu, maka itulah yang terjadi, Kitty dan Charlie menjalin affair sampai suatu hari Walter memergoki mereka berdua. 

Walter yang sakit hati memberikan 2 ultimatum pada Kitty, yaitu ikut dengannya ke Mei Tan Fu, sebuah wilayah di China yang sedang terjangkit wabah kolera hebat atau diceraikan dengan catatan bahwa Charlie juga harus menceraikan istrinya dan setelah itu Kitty dan Charlie harus menikah.  Awalnya Kitty memilih pilihan kedua, karena dia sangat mencintai Charlie, namun ternyata Charlie tidak peduli dan lebih memilih istrinya daripada Kitty. 

Tidak ada pilihan, maka Kitty ikut bersama Walter ke Mei Tan Fu dan menghadapi wabah kolera yang siap membunuhnya. 

Kesan saya :
(Note : review kali ini akan banyak saya bandingkan sama filmnya dan juga banyak gambar-gambar dari adegan film)

Pahit. Begitulah yang saya rasakan selesai membaca novel ini. Saya mengetahui cerita ini dari filmnya terlebih dahulu, dan dari sana saya baru tau kalau cerita tersebut diangkat dari buku. Sejujurnya saya lebih menyukai versi filmnya, karena di versi film selain pahit, namun ada juga kisah manisnya. 
is there anyone to make pre-wed photo like those?

Kalau cerita di filmnya tentang rekonsiliasi atau rujuk kembali, maka di bukunya lebih tentang perubahan karakter protagonis wanitanya, yaitu Kitty. 

Bagaimana Kitty dari wanita yang taunya hanya sekedar  bersenang-senang, berpikiran dangkal, berangan-angan bodoh dan pengkhayal muluk, perlahan-lahan berubah seiring dengan perjalanan hidup yang dilaluinya.


“Kalau seorang lelaki tidak mempunyai apa yang dibutuhkan untuk membuat seorang perempuan mencintainya, maka itu adalah kesalahan si lelaki, bukan si perempuan.”

Bagi Kitty, suaminya Walter tidaklah mempunyai gairah dan pesona yang dapat membuat dirinya bergelora, suaminya pendiam, canggung, kikuk,  tidak pandai bergaul dan Kitty pun merasakan kehidupan pernikahannya membosankan. 

Oh well, di sini saya belajar arti gairah sesaat dan cinta. Padahal, dibalik semua karakter luarnya yang kurang menarik (atau julukan kontemporernya adalah kutu buku atau nerdy), Walter mempunyai semua sifat yang saya para kaum hawa  idamkan (ehem) sebagai suami, bagaimana tidak, bila :
  • Sangat memerhatikan kenyamanan istri
  • Istrinya ingin sesuatu atau butuh sesuatu, langsung segera dilaksanakan
  • Memberikan hadiah-hadian kecil 
  • Sangat memanjakan saat sedang sakit
  • Gentleman dan sopan (chivalry mode on)
  • Sentimentil, sensual dan bergelora disaat intim 
Tapi malangnya yang didapat sang suami malah pengkhianatan. Saya terenyuh waktu membaca dialog Walter tentang Kitty :


“Aku tidak punya ilusi apa pun tentang dirimu,” kata Walter. “Aku tahu kau bodoh, dangkal, dan berkepala kosong. Tapi aku mencintaimu. Aku tahu tujuan-tujuan dan cita-citamu vulgar dan norak. Tapi aku mencintaimu. Konyol kalau kupikir-pikir betapa kerasnya aku berusaha merasa terhibur dengan hal-hal yang kausukai, dan betapa inginnya aku menyembunyikan darimu bahwa aku tidaklah bebal, vulgar, suka bergosip, dan tolol. Aku tahu betapa takutnya kau pada kecerdasan, dan aku berusaha sebisa mungkin untuk membuatmu mengira bahwa aku sama tololnya seperti lelaki-lelaki yang kaukenal. Aku tahu kau mau menikah denganku hanya supaya tidak kehilangan muka. Tapi aku sangat mencintaimu, jadi aku tidak peduli. Kebanyakan orang, sejauh yang kulihat, kalau mereka mencintai seseorang dan cinta mereka  tidak berbalas, mereka akan merasa sangat sedih. Mereka menjadi marah dan getir. Aku tidak seperti itu. Aku tidak pernah mengharapkan kau mencintaiku, aku tidak melihat alasan apa pun yang membuatmu bisa mencintaiku, aku tidak pernah menganggap diriku sangat layak dicintai. Aku bersyukur sudah diperbolehkan mencintaimu, dan aku sangat bahagia kalau sesekali kupikir kau merasa senang padaku, atau kalau kulihat dimatamu ada sedikit saja binar-binar rasa sayang. Aku mencoba tidak membuatmu bosan dengan cintaku; aku tahu itu tidak boleh terjadi, dan aku selalu waspada memperhatikan kalau ada tanda-tanda kau mulai tidak sabar dengan kasih sayangku. Apa yang oleh sebagian besar suami dianggap sebagai hak mereka, rela kuterima sebagai sesuatu yang diberikan karena belas kasihan.”  ~Hal 82-83.


Walter yang malang, untuk seseorang yang sangat cerdas, dirinya ternyata bisa jatuh cinta pada seseorang yang salah, tapi penyesalan selalu datang terlambat. 


Source
Saya sempat baca review dari teman-teman lain di goodreads yang bingung sama jalan pikiran Walter. Saya tidak tau bagian mana yang bingung, tapi kalau bingung, mengapa Walter yang pintar bisa sampai jatuh cinta pada Kitty yang dangkal dan hanya melihat permukaan luar, jawabannya mungkin ada pada sepenggal bait dalam lagu Agnes Monica yang berbunyi,  ♪cinta ini kadang-kadang tak ada logika, ilusi sebuah hasrat dalam hati, dan hanya ingin dapat memiliki dirimu hanya untuk sesaat ♫ dan bait lagu tersebut juga berlaku untuk penyebab perselingkuhan Kitty dan Charlie.  

Tapi kalau maksud jalan pikiran Walter untuk mengajak istrinya ke daerah epidemik wabah Kolera, saya kira untuk untuk membalas dendam  atas perbuatan istrinya, tapi akhirnya justru kalah dan seperti yang Kitty bilang, suaminya meninggal karena patah hati, kolera hanyalah alat untuk itu. Kalau dari analisis personality sotoy saya, nih orang tipe Cancerian banget, moody, super sensitif, terlihat tertutup dan kaku di luar tapi lembut dan penyayang di dalam.  Biasanya saat Cancerian terluka, mereka akan masuk ke cangkang kepiting mereka dan membangun dinding beton karena mereka takut terluka lagi. 

Sama seperti kebanyakan literatur klasik, banyak quote-quote yang notable dan memorable, misal :
"Ada apakah dengan hati manusia, sehingga kau memandang rendah orang yang mencintaimu" ~hal 154
"Anakku, orang tidak bisa menemukan kedamaian dalam pekerjaan atau bersenang-senang, di dunia maupun di dalam biara. Kedamaian hanya bisa ditemukan di dalam jiwa." ~hal 170
"Ketenangan itu baru akan kau peroleh kalau kau sudah berhenti menghasratinya." ~ hal 216
Saya sarankan selain baca bukunya, tonton juga filmnya, mengingat bukunya hanya terasa bitter, untuk saya pribadi, saya lebih suka bitter sweet ending seperti filmnya (tambah lagi akting dan chemistry Edward Norton dan Naomi Watts juga bagus). Mungkin karena itulah bukunya, baik yang original maupun terjemahan dicetak ulang dengan cover filmnya.  


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...