Tampilkan postingan dengan label Children. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Children. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 April 2016

TRIO DETEKTIF #1: MISTERI PURI SETAN



Judul: Misteri Puri Setan (Trio Detektif #1)
Pengarang: Robert Arthur
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Agus Setiadi
Jumlah halaman: 216 halaman
ISBN: 978-602-03-0595-0
Cetakan 1, Juli 2014
Segmen: Anak-anak, remaja
Genre: Misteri, detektif, petualangan

The New Old Brand. 

Saya masih ingat, saya pernah membuat Wishful Wednesday yang wish-nya ingin beberapa buku-buku lama di cetak ulang oleh Gramedia. Buku-buku lama yang saya maksud adalah buku-buku masa kecil yang akibat keterbatasan dana, belum kesampaian saya baca. Salah satu buku yang saya "wish" untuk dicetul lagi adalah seri Trio Detektif.

Seri Trio Detektif adalah seri yang lumayan populer kalau dilihat dari banyaknya jumlah seri yang diterbitkan oleh GPU. Dan tahun 2014, keinginan saya dikabulkan dengan dicetak ulangnya seri ini.

Kalau saya cek, sejauh ini GPU sudah menerbitkan hingga 10 seri buku Trio Detektif (silakan koreksi kalau saya salah).

Buku pertamanya Trio Detektif adalah Misteri Puri Setan. BTW, ada yang sedikit berubah, yaitu endorser buku ini. Dulu seingat saya Alfred Hitchcock, sekarang berubah menjadi Alfred Hitfield. Mungkin hal ini lebih berkaitan dengan lisensi atau copyright.

Sinopsis:

Tiga orang pemuda yang terdiri atas Jupiter Jones, Pete Crenshaw dan Bob Andrews memulai usaha mereka membangun Biro Deteltif yang diberi nama Trio Detektif, sesuai dengan jumlah anggota mereka. 

Usaha baru tentu sangat membutuhkan publisitas. Karena itu, Jupiter Jones (Jupe) ingin meminta bantuan salah satu sutradara Hollywood terkenal, Alfred Hitfield untuk membuka kasus pertama mereka. Alfred Hitfield sedang mencari tempat paling berhantu untuk tempat syuting filmnya. Ia memberi tantangan pada Trio Detektif untuk mencari tempat paling seram yang pernah ada, dan Trio Detektif pun harus bisa membuktikan bahwa tempat itu memang seram dan sungguh berhantu. 

Kebetulan di kota itu, ada sebuah puri yang disebut puri setan karena tidak ada orang yang tahan untuk tinggal di sana meski hanya untuk semalam saja akibat banyak teror dari para hantu. Akibatnya selama bertahun-tahun, tidak ada yang berani menghuni puri tersebut. Trio Detektif pun harus mencari tahu mengenai misteri puri setan tersebut. Apakah benar-benar ada setan di puri tersebut?

What I thought about it:

Sabtu, 30 Januari 2016

WONDER: AN INSPIRING STORY ABOUT KINDNESS

Judul: Wonder
Pengarang: R.J. Palacio
Penerbit: Atria
Penerjemah: Harisa Permatasari
Jumlah halaman: 430 halaman
ISBN: 978-979-024-508-2
Cetakan 1, September 2012
Segmen: Semua umur, anak-anak
Genre: Drama, keluarga, realistic-fiction
Rate: ★★★★½

"Saat diberi pilihan antara bersikap benar dan berbaik hati, pilih berbaik hati."

Sinopsis cerita, saya ambil dari beberapa paragraf dalam buku.

Seandainya aku menemukan sebuah lampu ajaib dan mendapatkan sebuah permohonan, aku akan memohon agar aku memiliki wajah normal yang tidak akan pernah diperhatikan siapa pun. Aku akan memohon agar aku bisa berjalan di tempat umum tanpa ada orang yang melihatku lalu memalingkan wajahnya. 

Kuharap setiap hari adalah Halloween. Kita semua bisa memakai topeng setiap saat. Lalu, kita 
bisa berjalan-jalan dan saling mengenal sebelum melihat penampilan kita di balik topeng. 

Bocah tikus. Aneh. Monster. Freddy Krueger. E.T. Menjijikan. Wajah kadal. Mutan. Aku tahu semua julukan mereka untukku. Aku sudah mengunjungi cukup banyak taman bermain untuk menyadari bahwa anak-anak bisa bersikap kejam. Aku tahu, aku tahu, aku tahu. 

Omong-omong, namaku August. Aku tidak akan menggambarkan seperti apa tampangku. Apa pun yang kaubayangkan, mungkin keadaannya lebih buruk. 

Perhatian: Buku ini bukanlah sicklit.

Jumat, 31 Juli 2015

THE WORRY WEBSITE: CERITAKAN APA MASALAHMU DAN MARI PECAHKAN BERSAMA

Judul: The Worry Website
Pengarang: Jacqueline Wilson
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Jumlah halaman: 159 halaman
Cetakan 1, Oktober 2007
ISBN: 978-979-22-3277-6
Segmen: Anak-anak
Genre: Realistic fiction, drama, family
Rate: ★★★★


First review and the only review in July, I guess my reading mood really, really in lowest degree this month. The good things about low mood reading is I don’t interest with book sale. While the bad things is, my reading progress really poor and my book pile did not lessen. BTW, sebelumnya saya memilih buku A Wrinkle In Time untuk tema posting bareng BBI pada bulan Juli ini. Tetapi setelah saya baca buku A Wrinkle in Time, saya merasa buku tersebut lebih ke sains fiksi daripada buku anak. Selain itu buku A Wrinkle in Time juga termasuk buku yang “sulit” bagi saya. Karena selama 2 minggu, saya hanya sanggup membaca 100-an halaman saja padahal bukunya tipis.

Eniwei, akhirnya saya putuskan untuk berhenti dulu membaca buku A Wrinkle in Time dan memilih buku lain. Tadinya mau Matilda, tapi rada tebal, sedangkan saya ingin yang lebih tipis dan akhirnya pilihan saya jatuh pada The Worry Website karangan Jacqueline Wilson. Yah mulanya agak mikir juga, apa buku ini termasuk buku bertema kenakalan anak-anak? Tapi saya coba baca dahulu. Dan setelah saya membaca beberapa ceritanya, saya putuskan kalau buku ini bisa masuk buku kenakalan anak-anak :D

BTW, kenakalan anak-anak itu sendiri seperti apa? Jawabannya mungkin variatif, tergantung perspekstif masing-masing orang memandang kenakalan itu sendiri. Ada anak yang nakal karena keras kepala alias tidak bisa dinasehati. Ada anak yang nakal karena melanggar peraturan.  Ada anak yang nakal karena suka membuat ulah, dll.  

The Worry Website terdiri dari 7 cerita terpisah namun saling berhubungan. Masih-masing 7 cerita ini mewakili 7 anak yang mempunyai masalah dalam buku ini. Jadi ceritanya, ada sebuah situs di sekolah yang bernama Situs Masalah yang digagas oleh Mr Speed, guru dari anak-anak tersebut. Di Situs Masalah, setiap anak boleh menuliskan masalah apa saja yang sedang mereka hadapi. Dan mereka tidak perlu merasa takut atau malu akan rahasia mereka, sebab nama mereka akan dirahasiakan atau menjadi anonim dalam situs tersebut.

Pertama, mari kita mulai dengan:

Minggu, 21 Desember 2014

LOLA ROSE: CHILDREN BOOK WITHOUT FILTER

Judul: Lola Rose
Pengarang: Jacqueline Wilson
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Jumlah halaman: 304 halaman
Cetakan 1, April 2007
Segmen: Remaja, semua umur
Genre: Drama, keluarga, realistic fiction 
Harga; Rp 10.000 (beli di obralan Carrefour)
Rate: ★★★★

Jayni si gadis kecil sangat takut apabila Dad marah. Karena saat Dad marah, Dad akan mulai memukuli Mum. Dan tak lama lagi apabila Jayni sudah mulai besar, mungkin Dad juga akan mulai memukuli Jayni seperti Dad selalu memukuli Mum bila suasana hatinya sedang buruk. 

Suatu hari Mum memenangkan lotere dan dalam sekejap mereka punya banyak uang. Dad belum tahu kalau Mum menang lotere. Bila Dad tahu mungkin uang mereka akan diambil dan digunakan oleh Dad untuk berjudi dan mabuk-mabukan. Mum, Jayni serta Kenny memutuskan untuk melarikan diri dari Dad yang suka memukuli Mum dan hidup bersenang-senang dengan uang hasil menang lotere.

Mum, Jayni dan Kenny pergi ke London, agar Dad tidak dapat mencari mereka, Mum, Jayni dan Kenny mengganti semua nama mereka. Jayni memilih nama Lola Rose dan berharap nama baru tersebut akan membawa keberuntungan dalam kehidupan baru mereka. Mereka menginap di hotel yang bagus dan berbelanja barang-barang yang mahal  serta pergi mengunjungi Aquarium besar yang mempunyai banyak ikan hiu. 
  
Tapi uang hasil menang lotere sudah mulai habis. Mum akhirnya memutuskan untuk mulai bekerja di sebuah pub. Lola Rose dan adiknya juga harus masuk sekolah baru. Meski mereka berhasil kabur dari Dad, Lola Rose masih dihantui rasa takut kalau Dad akan berhasil menemukan mereka.

Selain itu masih ada masalah lain yang dihadapi Lola Rose. Mulai dari ketidak-sukaannya akan pacar baru Mum, teman-teman di sekolah sampai suatu hari ada peristiwa yang membuat Mum terpaksa dirawat di rumah sakit dan hanya meninggalkan Lola Rose berdua dengan adiknya yang masih berusia 5 tahun. 

Bagaimana cara Lola Rose menghadapi semua masalah itu?

Sabtu, 29 November 2014

GUA RAHASIA: WALKING DOWN THE MEMORY LANE

Judul: Gua Rahasia (Hidey-Hole) Fabulous Four #5
Pengarang: Enid Blyton
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Agus Setiadi
Jumlah halaman: 96 halaman
Cetakan 1, Januari 1993
Segmen: Anak-anak
Genre: Petualangan, misteri
Rate: ★★★

Musim buah bram telah tiba. Bobby, Betty & Jocko sangat bersemangat mengumpulkan buah-buah bram liar  yang siap dipetik dari hutan di dekat rumah mereka. Nantinya buah-buah bram yang telah mereka petik akan mereka jual dan hasil penjualannya akan digunakan untuk membantu membelikan sepeda roda tiga untuk seorang anak penyandang cacat  yang miskin. 

Siapa sangka karena memetik buah bram,  ketiga anak-anak itu menemukan sebuah gua rahasia yang tersembunyi di balik semak-semak pohon bram. Jocko, Bobby dan Betty sangat senang dengan gua rahasia tersebut dan mereka menggunakan gua tersebut sebagai tempat persembunyian dan bermain mereka yang baru, termasuk Jiminy, anjing kesayangan Jocko. 

Namun ternyata bukan mereka saja yang menggunakan gua tersebut sebagai tempat persembunyian mereka, karena ada orang lain juga yang menggunakan gua tersebut. Maka dimulailah petualangan Jocko, Bobby dan Betty dalam menyingkap misteri gua tersebut. 

Jumat, 28 November 2014

TIGA BIANGLALA: KISAH KESEDERHANAAN PERSAHABATAN ANAK-ANAK YANG POLOS

Judul: Tiga Bianglala
Penulis: Misna Mika
Penerbit: Gramedia pustaka Utama
Jumlah halaman: 304 halaman
Cetakan 1, 2013
Segmen: Anak-anak, remaja, semua umur
Genre: Drama, realistic fiction
Harga: Rp 57.000
Rate: ★★★½


Itut dan Manna, 2 anak SD yang sudah bersahabat sejak kecil. Mereka berdua hidup susah dan miskin di sebuah kampung di kota Palembang. Ayah Itut hanya bekerja serabutan sebagai buruh bangunan dengan penghasilan tidak tetap yang harus menghidupi istri dan keenam anak-anaknya termasuk Itut. Untuk makan sehari-hari pun mereka sering kesulitan yang membuat Itut sering kelaparan karena tidak kebagian jatah makanan dengan saudara-saudaranya. 

Begitu pula dengan Manna, sahabat karib Itut. Kendati ayah Manna lumayan berkecukupan dan sangat menyayangi Manna, ia terpaksa tinggal dengan nenek tirinya yang miskin karena ibu tirinya membenci Manna dan sering menyakitinya. Uang yang diberikan ayah Manna kepada nenek tirinya untuk kebutuhan Manna terpaksa dibagi untuk membiayai kebutuhan hidup saudara-saudara tiri Manna yang lain dan sering membuat Manna kelaparan karena tidak kebagian makanan di rumah nenek tirinya. 

Hal ini ditambah lagi dengan perlakuan salah satu teman sekelas mereka, yaitu Vivi, anak orang kaya yang sombong dan suka menghina Itut dan Manna karena mereka berdua miskin. Meskipun susah dan sering menderita, Itut dan Manna berusaha gembira seperti anak-anak lain. Itut yang jahil, lincah dan banyak akal selalu mempunyai banyak ide untuk membuat hari-hari mereka yang penuh keterbatasan menjadi ceria, mulai dari mencuri jambu tetangga yang terkenal pelit, menyewa sepeda, bermain cak engkleng hingga berjualan es bungkus.

Saat bagi raport, nilai-nilai Itut banyak yang merah, dari sini Itut dan Manna memutuskan untuk belajar dengan Meimei, gadis Tionghoa teman sekelas mereka yang selalu juara 1. Meimei sendiri senang berteman dengan Itut dan Manna. Karena etnisnya yang berbeda, Meimei selalu dijauhi oleh teman-teman yang lain dan dianggap anak aneh. 

Tiga gadis cilik ini menamakan persahabatan mereka sebagai 3 bianglala. Seperti pelangi, persahabatan mereka akan dipenuhi oleh berbagai warna-warni, yang tidak hanya berisi canda dan tawa tapi juga haru. 

Kamis, 27 November 2014

KIRA-KIRA: GEMERLAP KISAH SAYANG DALAM KELUARGA

Judul Buku: Kira-Kira
Pengarang: Cynthia Kadohata
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Editor: Dini Pandia
Desain sampul: Eduard Iwan Mangopang
Jumlah halaman: 200 halaman
Segmen: Semua Umur
Genre:  Drama, keluarga, realistic fiction
Harga: Rp 15.000 (beli di obralan Gramedia)
Rate: ★★★★
 
Katie Natsuko Takeshima adalah seorang Amerika keturunan Jepang. Katie dan keluarganya mula-mula tinggal di sebuah tanah pertanian di  negara bagian Iowa. Namun keadaan ekonomi yang memburuk membuat keluarga Katie terpaksa menutup toko bahan pangan oriental mereka di Iowa dan pindah ke negara bagian Georgia, dan kedua orang tua Katie bekerja sebagai buruh di perusahaan yang mengelola daging ayam dengan penghasilan pas-pasan.

Katie sangat dekat dengan kakaknya Lynn. Lynn mengajari Katie berbagai macam hal seperti arti kata kira-kira yang berarti gemerlap dan menggunakan kata tersebut untuk setiap hal yang mereka sukai di dunia seperti gemerlap bintang di malam hari, sinar matahari di laut, warna biru pada langit, dan lain-lain. Katie sangat memercayai dan mengagumi Lynn, karena selain mengajarinya banyak hal, Lynn juga selalu melindungi Katie. 

Namun musibah datang, saat Lynn dinyatakan menderita sakit parah dan kondisinya terus memburuk. Katie dan keluarganya sangat sedih. Ayah dan ibu mati-matian bekerja demi biaya pengobatan Lynn yang mahal dan juga membayar kredit cicilan rumah. Apakah Lynn dapat sembuh? Bagaimana perjuangan mereka sekeluarga dalam bertahan hidup dari segala macam cobaan di tengah keterbatasan dan kemiskinan?

Selasa, 18 November 2014

POLLYANNA GROWS UP: SIMPLE AND WARMHEARTED (POLLYANNA #2)

Judul: Pollyanna Grows Up (Pollyanna #2)
Pengarang: Eleanor H. Porter
Penerbit: Orange Books (Lingkar Pena)
Penerjemah: Rini Nurul Badariah
Editor: Azzura Dayana & Dee
Jumlah halaman: 374 halaman
Cetakan 1, 2010
Segmen: Anak-anak, remaja, semua umur
Genre: Klasik, drama
Rate: ★★★½

Setahun berlalu sejak kecelakaan yang menimpa Pollyanna terjadi. Kini  pihak rumah sakit menyatakan Pollyanna  telah sembuh dan ia bisa berjalan kembali.  Tidak ada yang berubah dalam diri Pollyanna. Ia tetap seorang gadis kecil yang ceria dan selalu ramah terhadap setiap orang. Sehingga mulai dari teman-temannya yang sesama pasien rumah sakit hingga para perawat dan dokter menyukai Pollyanna.  

Tak terkecuali salah satu dari perawat  rumah sakit yang bernama Ruth yang ingin agar Pollyanna tinggal sementara di rumah kakaknya yang pemurung dan kesepian di Boston. 

Ruth berharap kehadiran Pollyanna dapat menghibur sang kakak dan membuatnya bersemangat lagi menjalani kehidupan. Maka dimulailah hari-hari Pollyanna di kota Boston. Berbeda dengan pedesaan tempat Pollyanna dan bibinya tinggal, Boston sangat ramai dan penuh banyak orang, tapi Pollyana merasa sedih karena orang-orang di kota besar tersebut bersikap saling tak peduli. 

Namun berkat keramahan dan keberaniannya, Pollyana perlahan-lahan berhasil mendapatkan beberapa teman baru di Boston dan Pollyanna tidak hanya membantu mereka tapi juga mengubah hidup mereka. 

Kisah pun berlanjut hingga Pollyana tumbuh dewasa dan menjadi seorang wanita muda, namun lagi-lagi masalah dan kesedihan mengujinya saat suami Bibi Polly meninggal dunia dan membuat Bibi Polly kembali menjadi seperti Bibi Polly yang dulu, yang pemurung  dan memandang hidup dengan pahit.

Tapi Pollyanna tidak sendirian kali ini, ada teman-teman yang siap membantu termasuk menemukan pemuda yang membuat hatinya berdebar-debar. 

Sabtu, 19 Juli 2014

THE MIRACULOUS JOURNEY OF EDWARD TULANE: THE TALE ABOUT LOST & FOUND LOVE

Judul: The Miraculous Journey of Edward Tulane (Perjalanan Ajaib Edward Tulane)
Pengarang: Kate DiCamillo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Dini Pandia
Jumlah halaman: 188
Cetakan kedua, April 2014
Segmen: Anak-anak, semua umur
Genre: Dongeng
Harga: Rp 40.000 (20% off, bisa beli di Grazera, Gramediaonline)
Rate: ★★★★★

Akan kuceritakan sebuah kisah padamu tentang boneka kelinci. Edward adalah sebuah boneka kelinci yang amat cantik. Telinga dan ekornya terbuat dari bulu kelinci asli. Selebihnya seperti tangan, kaki, badan dan kepala Edward terbuat dari porselen. Edward selalu menganggap dirinya sangat istimewa, karena dirinya memang istimewa, pertama Edward dipesan khusus, kedua sebagai boneka, Edward sangat dimanjakan karena ia memiliki banyak koleksi baju-baju bagus lengkap dengan topi dan sepatu yang bisa dipakainya berganti-ganti. 

Edward dimiliki oleh seorang anak perempuan bernama Abilene. Sama seperti Edward, Abilene juga mengganggap Edward istimewa. Abilene sangat menyayangi Edward, gadis kecil itu selalu berbicara pada Edward sebelum berangkat sekolah, saat sedang makan malam dan sebelum tidur. Abilene menghujani Edward dengan kasih sayang, pelukan dan ciuman. Tapi Edward hanyalah boneka porselen yang tahu bahwa dirinya istimewa, Edwad tidak tahu apa itu cinta dan rasa sayang. 

Hingga suatu hari Edward hilang. Dan dimulailah kisah perjalanan si kelinci porselen menemukan cinta lalu kehilangan cinta dan kembali menemukannya.

Kamis, 10 Juli 2014

THE YEARLING: EMOTIONAL, INTERESTING & BORING IN THE SAME TIME

Judul: The Yearling (Jody & Anak Rusa)
Pengarang: Marjorie Kinnan Rawlings
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Rosemary Kesauly
Desain dan ilustrasi cover: Ratu Lakhsmita Indira
Jumlah halaman: 504 Halaman
Cetakan 1, Maret 2011
Segmen: Anak-anak, semua umur
Genre: Classic-lit, historical fiction, children book
Harga: Rp 38.500 (40% off at Gramedia)
Rate: ★★★★


"Hutan, berburu, beruang, rusa, makanan, daging, semak jagung, pelaut dari Boston,  lelaki-lelaki tinggi besar yang seperti beruang dan bertahan hidup."

Nun jauh di sana, di sebuah hutan rimba, hiduplah satu keluarga kecil yang dikenal sebagai keluarga Baxter. Keluarga Baxter terdiri dari Pa dan Ma Baxter, serta putra tunggal mereka Jody. Keluarga Baxter tidaklah kaya, mereka bahkan bisa dikatakan miskin. Meski miskin, keluarga Baxter selalu dapat menjaga diri mereka agar tidak sampai kelaparan. Untuk dapat bertahan hidup keluarga Baxter harus bekerja keras setiap harinya. Mulai dari bertani dan menanam biji-bijian hingga berburu hewan liar di sekitar hutan. 

Hidup jauh di dalam hutan, membuat keluarga Baxter tidak memiliki tetangga di sekitar mereka. Satu-satunya tetangga terdekat mereka adalah keluarga Forrester yang pria-prianya bertubuh besar dan juga beringas. Tapi keluarga Baxter menjalin hubungan baik dengan keluarga Forrester hingga suatu peristiwa membuat hubungan mereka renggang. Peristiwa apakah itu?

Sebagai satu-satunya anak tunggal dalam keluarga Baxter, Jody kerap kali dihinggapi kesepian. Meski mendapat kasih sayang berlimpah dari sang ayah, Jody menginginkan seorang teman yang bisa diajak berbagi dan menemaninya bermain. Hingga suatu hal membuat Jody menemukan seekor anak rusa di hutan. 

Kamis, 05 Juni 2014

THE CANDY MAKERS: IT STARTED SLOWLY BUT SURPRISINGLY GOOD

Judul: The Candy Makers
Pengarang: Wendy Mass
Penerbit: Atria
Penerjemah: Maria Lubis
Editor: Jia Effendie
Proofreader: Fenty Nadia
Jumlah Halaman: 556 Halaman
Cetakan I: Juli, 2011
Segmen: Anak-anak, semua umur
Genre: Realistic fiction,  drama, kuliner
Harga: Rp 30.000 (obralan Gramedia Golden Truly)
Rate: ★★★★


Bagaimana bila kau diberi kesempatan untuk bisa menciptakan permenmu sendiri? Dan bukan hanya menciptakan permen saja, tapi permen itu juga akan diproduksi secara masal oleh pabrik permen. Selain itu kau juga mendapat bonus berupa uang tabungan senilai 1000 dollar. 

Empat orang anak, yaitu Logan, Miles, Daisy dan Philip yang masing-masing berusia 12 tahun berhasil terpilih sebagai peserta yang akan mewakili Region 3 dalam kontes permen tahunan yang diadakan oleh asosiasi pengusaha gula-gula. Pabrik yang terpilih untuk mengajari sekaligus menjadi tempat anak-anak ini belajar cara membuat permen adalah Life Is Sweet. Selama 2 hari, keempat anak ini akan diajari seluk beluk cara membuat permen dan juga bahan-bahan apa saja yang harus digunakan. 

Selama 2 hari itu, anak-anak tersebut menyadari bahwa proses membuat permen tidaklah semudah yang mereka bayangkan, belum lagi ada kemungkinan timbulnya kecurangan dari salah seorang peserta. Banyak hal-hal tak terduga yang mereka temui selama 2 hari berada di pabrik permen Life is Sweet. Namun suatu hal yang tidak disangka-sangka berhasil mengubah persaingan individu tersebut menjadi sebuah persahabatan yang saling melengkapi. Apakah itu?

Minggu, 02 Februari 2014

BOOK REVIEW: THE INVENTION OF HUGO CABRET

Judul Buku: The Invention of Hugo Cabret
Pengarang: Brian Selznick
Penerbit: Mizan Fantasy 
Jumlah Halaman: 543 Halaman
Penerjemah: Marcalais Fransisca
Segmen: Anak-anak, Semua Umur
Genre: Picture Book, Steampunk
Harga: Rp 20.000 (Obral Mizan), beli di Sunter Mal
Rate: ★★★★


Kisah tentang seorang anak yang ingin menemukan pesan terakhir ayahnya dan seorang kakek tua yang terperangkap dalam dunia tanpa mimpi.

 The Invention of Hugo Cabret bercerita mengenai bocah yatim piatu bernama Hugo yang hidup sebatang kara di sebuah stasiun kereta api di Paris pada tahun 1931. Hugo menjaga keberadaan dirinya serahasia mungkin, karena bila sampai ada orang lain yang menemukan seorang bocah berumur 12 tahun hidup sendirian, maka mereka pasti akan membawanya ke Panti Asuhan.

Ada alasan Hugo tidak ingin pergi meninggalkan apartemennya tempat ia tinggal selama ini. Ada rahasia yang sangat berhubungan erat dengan almarhum Ayahnya yang telah tiada. Suatu rahasia yang akan membawa Hugo pada sebuah kisah lain.

Rabu, 24 Juli 2013

NOBODY'S BOY

✮✮✮✮✮
Judul Buku : Nobody's Boy (Sebatang Kara)
Pengarang : Hector Malot
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Tantri Lesmana
Jumlah Halaman : 378 Halaman
Segmen : Anak-anak, Remaja dan Semua Umur


Teman-teman, ijinkan saya untuk bernyanyi sebentar :

♪Selamat pagi gunungku, selamat pagi pohonku, selamat pagi teman-teman semua. Aku kan pergi jauh demi cita-citaku. Remy mohon doa restu darimu. Jangan bersedih teman-temanku. Hidup ini adalah perjuangan. Marilah kita mulai melangkah menuju cita-cita bahagia. Selamat berpisah semuanya. Aku kan pergi untuk mengembara. Jangan sedih karena kepergianku. Kelak pasti kita akan bertemu. ♫

Jauh sebelum 3D populer di bioskop, saya sudah menonton satu anime 3D setiap minggu pagi di RCTI dengan kacamata kertas 3D (yah, ketahuan deh kalau saya udah abege tua). Kebetulan bulan Juli ini, BBI ada acara baca bareng buku anak atau buku yang bertema anak-anak. Kali ini saya pilih buku yang sudah lama bertengger di list timbunan saya, yaitu buku klasik, yang karena klasik sering saya tunda bacanya, karena kadang kalimat dalam buku klasik suka berpanjang ria dan berbau puitis (Dracula, Frankenstein) yang kadang bikin memengaruhi mood membaca saya. 

Kalian yang abege tua  pernah menonton serial Petualangan Remi, pasti mengenal lagu yang saya yang saya tulis di paragraf atas.  Lirik lagu tersebut cukup mewakili isi buku ini terutama di kalimat hidup adalah perjuangan. 

Karena Nobody's Boy menceritakan mengenai perjuangan seorang bocah kecil bernama Remi. Sejak umur 8 tahun, Remi sudah dipisahkan dari ibu angkat yang sangat disayanginya dan menyayanginya untuk dijual kepada seorang seniman jalanan. Selama bersama  sang seniman jalanan itulah Remi memelajari berbagai macam hal yang membuat karakternya ditempa dalam menghadapi kerasnya perjuangan untuk bertahan hidup, seperti penolakan, kelaparan, kedinginan dan kehilangan. Namun sepanjang perjalanannya Remi tidak melulu merasa sendirian. Selain sang seniman jalanan, Remi juga bertemu banyak orang-orang baru yang menolongnya dan menjadi teman-teman yang akan selalu menerima kehadiran dirinya, termasuk berbagai macam peristiwa yang membimbingnya untuk bertemu dengan orang tua kandungnya. 

Kesan saya :

Dari segi judul, Nobody's Boy alias sebatang kara, sempat membuat saya mengira buku ini bakal sedih, mengingat dulu versi animenya juga banyak adegan sedihnya (saya tidak menonton full setiap episodenya). Tapi walaupun Remi banyak mengalami hal pahit, banyak juga hal-hal manis yang terjadi padanya, dan beruntungnya Remi walaupun orang-orang tersebut secara garis darah bukan keluarga namun mereka sangat setia dan tulus. Jadi berimbanglah kisah Remi, di mana habis gelap terbitlah terang. Walaupun Remi berpisah dengan banyak orang yang disayanginya namun Remi juga bertemu dengan banyak orang yang akan menyayanginya. So it's not sad at all. 

Terus ini kan klasik, bakal ngebosenin gak sih karena bakal banyak dialog super panjang? Jawabnya tidak.  Tidak ada dialog panjang, kalau pun ada, isi dialognya sangat padat dan menjelaskan banyak hal, bukan sekedar dialog yang dipanjang-panjangkan dengan kalimat penuh ornamen. Malah menurut saya plot Nobody's Boy ini termasuk cepat, dari satu adegan langsung melompat ke adegan lain. Selain itu Remi kan seorang pengembara jadi settingnya juga berubah-ubah sesuai kota di mana Remi berada, ngga melulu di satu tempat, pokoknya petualangan banget deh, karena tiap kota pasti beda. 


Negara Jepang sangat suka mengangkat kisah-kisah dari novel klasik dan mengadaptasinya ke anime. Terutama kalau tokohnya anak-anak, yatim piatu dan miskin. Sebut saja A Little Princess, Anne of Green Gables, Little Women (bukan yatim-piatu tapi miskin), Secret Garden, Pollyanna, Daddy Long-Legs dan tentu saja Nobody's Boy ini. Karena semua kisah anak-anak tersebut mengajarkan tentang perjuangan hidup, kerja keras, ketekunan, harapan, persahabatan, kebaikan, pantang menyerah dan keyakinan. Semua kata-kata moral yang penting sekali untuk diajarkan dan diingatkan terus kepada anak-anak. 

Sejujurnya saya selalu merasa kesulitan mereview suatu cerita yang saya kasih 5 bintang. Why? Karena sepanjang membacanya saya begitu menikmatinya sehingga tidak merasakan ada celah untuk mengkritik. Saya begitu menikmati bukunya dan masuk ke dalam ceritanya, bagian ending pun cukup memuaskan saya sehingga saat saya menutup buku tersebut, saya merasakan perasaan hangat dan banyak pesan moral dari buku yang saya serap. Definitely the book that I will give to my future children someday.

Notable quote :

"Sikap kejam tidak akan membawa banyak hasil tapi kau bisa mendapatkan banyak hasil, meski tidak sempurna, dengan menunjukkan kelembutan. Karena aku tidak pernah kejam pada binatang-binatangku, mereka bisa menjadi seperti ini. Kalau aku memukuli mereka, mereka akan menjadi mahluk-mahluk yang ketakutan. Rasa takut membuat kecerdasan jadi lumpuh."  ~Signor Vitalis hal. 62

"Hanya dengan belajar menghadapi kesulitan-kesulitan hidup karakter orang akan terbentuk." ~Signor Vitalis hal. 134. 

Eniwei busway, buat para abege tua yang kangen dengerin lagunya, ada di youtube kok (saya berterimakasih pada siapapun orang yang menguploadnya)




POLLYANNA (POLLYANNA #1)

✭✭✭✭
Judul Buku : Pollyanna
Pengarang : Eleanor H. Porter
Penerbit : Orange Books
Penerjemah : Rini Nurul Badariah
Jumlah Halaman : 300 Halaman
Segmen : Anak-anak, Semua Umur

Kehidupan Miss Polly Harrington yang teratur dan tenang seketika berubah saat ia menerima surat yang menyatakan bahwa keponakannya yaitu Pollyanna yang baru berumur 11 tahun akan tinggal bersamanya karena sang ayah baru saja wafat dan Miss Polly Harrington adalah satu-satunya kerabat yang dimiliki oleh gadis kecil tersebut. 

Suka atau tidak, Miss Polly tidak punya pilihan selain menerima dan merawat keponakannya tersebut. Pada awalnya, Miss Polly tidak terlalu suka pada keponakannya karena menganggap Pollyanna tidak memiliki etika dan tanggung jawab seperti yang ia harapkan, namun lambat laun kebaikan hati dan sikap ceria Pollyanna dapat melumerkan sikap kaku dan judes Miss Polly. 

Sikap ceria, baik hati dan suka menolong membuat Pollyanna juga disukai oleh setiap orang yang pernah mengenalnya. Selain itu Pollyanna juga mengajarkan mereka suatu permainan yang disebut permainan sukacita. Apa itu permainan sukacita 

"Memainkannya cukup dengan menemukan sesuatu yang bisa membuat kita senang dalam segala hal, tak peduli apa pun itu" ~hal 44 

"Tentang bersukacita dalam segala kondisi yang bisa membuat kita senang."

My Thought :

  1. Menginspirasi, cerita yang menyangkut tema positif thinking selalu memberi rasa hangat dan harapan saat membacanya, positif thinking disini adalah mengenai "permainan sukacita" yang selalu dimainkan Pollyanna saat keadaan sedang susah. Jujur saat baca ini, AC di kamar tiba2 bocor dan airnya mengenai salah satu buku novel saya yang masih baru, hampir seluruh kertas bagian bawah buku jadi lecek dan bikin buku bergelombang, mau beli lagi tapi sayang boros karena buku itu tidak rusak parah dan masih bisa dibaca cuma sebal rasanya lihat bagian bawah buku keriting akibat terendam air tapi karena baca buku ini, saya jadi berlapang dada dan menganggap buku yang terkena air tersebut istimewa dan lain sendiri daripada yang lain (yang bukunya bagus dan rapih) karena bagian bawahnya keriting
  2. Mengharukan, oke saya akui ini memang masalah selera, tapi dari dulu saya selalu merasa sedih dan bisa menangis sendiri apabila ada cerita yang menyangkut tema keluarga, kemiskinan, persahabatan dan ketabahan dalam menghadapi kesusahaan. Cerita asal mula kenapa bisa sampai ada "permainan sukacita" bikin saya terenyuh. 
  3. Selalu nikmati hidup, Pollyanna yang polos ingin hidup, maksud hidup di sini adalah melakukan hal-hal yang kita sukai. Dan ini mengingatkan saya sendiri, betapa hidup kadang seperti rutinitas belaka dimana kegiatan sehari-hari kita sudah dijadwalkan, bangun-bekerja-tidur dan tidak semua orang bahkan menyukai rutinitas mereka karena sebagian rutinitas itu dijalankan karena tidak ada pilihan lain tapi keterbatasan seharusnya tidak menghalangi kita untuk hidup (baca : melakukan hal yang kita sukai).
Akhir kata, seperti review Mia Queen,  cerita ini memang mengingatkan pada Anne of Green Gables & A Little Princess, yaitu tentang anak perempuan yatim piatu berusia 11 tahun yang ceria dan suka berimajinasi dan hal itu membantu mereka melewati masa-masa sulit dalam hidup mereka. Mungkin karena inilah, cerita klasik anak tak pernah lekang dimakan zaman.  

Selasa, 23 Juli 2013

THE SECRET GARDEN

✭✭✭½
Judul Buku : The Secret Garden
Penulis : Frances Hodgson Burnett
Penerbit : Qanita
Penerjemah : Rien Chaerani
Jumlah Halaman : 456 Halaman
Segmen : Anak-anak, Orang Tua, Garden Lover

Mary Lennox bukanlah gadis yang menyenangkan. Walaupun sejak kecil, Mary sudah dimanja dengan berbagai jenis mainan bagus dan setiap kemauannya dituruti namun sifat Mary tidak menjadi lebih baik. Mary tumbuh menjadi anak berwatak buruk dan kasar. Ia suka menghina para pelayan pribuminya, sangat egois, bahkan guru privatnya pun tidak tahan berada di dekatnya. Kedua orang tua Mary tidak memedulikannya. Ayahnya selalu bekerja dan ibunya hanya mementingkan urusan pesta dan hura-hura. 

Suatu hari Mary mendapati bungalonya dalam keadaan sepi sebab semua orang meninggalkannya, termasuk pengasuh dan para pelayan pribumi lainnya. Mary sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi, ia baru mengetahui bahwa kedua orang tuanya telah meninggal akibat kolera saat seorang perwira Inggris menemukan Mary sendirian saja di bungalonya di India. 

Mary lalu dikirim pulang ke Inggris, ke rumah pamannya di padang kerangas. Rumah tersebut sangat besar seperti kastil. Namun tidak banyak orang yang tinggal di rumah besar tersebut selain para pengurus seperti tukang kebun dan pengurus rumah tangga. Mary mengisi waktunya dengan menjelajah kastil dan berjalan-jalan di sekitar kastil. Lalu Mary bertemu dengan Dickon,  seorang anak yang tidak biasa karena ia mendengar Dickon bisa mengerti tentang binatang dan bisa menumbuhkan tanaman apapun. 

Selain itu Mary juga mendengar kalau di kastil tersebut ada sebuah taman rahasia yang sangat indah, namun sejak istri pamannya meninggal dunia, taman tersebut digembok dan selama bertahun-tahun tidak seorang pun pernah melihat taman itu lagi. Bersama-sama dengan Dickon, Mary berusaha menemukan taman tersebut. Selain taman rahasia tersebut ada lagi keanehan di rumah besar tersebut, yaitu Mary merasa setiap malam mendengar seseorang menangis. 

Kesan saya :

Sebenarnya ada enaknya juga bila suatu buku diadaptasi menjadi film dan kebetulan kita nonton filmnya dulu baru baca bukunya, terutama bila bukunya mempunyai penjelasan yang panjang & detil mengenai uraian-uraian lokasinya, pemandangannya, jadi sekiranya saya sudah dapat gambaran mengenai pendeskripsian panorama yang ada dalam buku ini. 

Secara pribadi saya banyak fast forward deskripsi pemandangan alam yang terasa nge-drag dan bertele-tele. Walaupun suka taman, tapi saya ngga sampai tergila-gila banget sama taman, dan point di buku ini sebenarnya sederhana (keyakinan dan pikiran positif), tapi penjelasan mengenai setting tempat yang rasanya hampir separuh buku membuat saya merasa bosan dan pengen cepat menyelesaikan buku ini segera. 

Walaupun ini buku anak-anak tapi cocok banget dibaca oleh para orang tua, karena mengajarkan :
  1. Anak-anak yang kurang perhatian dan dimanja jadinya akan berperangai buruk. 
  2. Biarkan anak-anak banyak bermain di luar dan menikmati alam, jangan takut kuman dan kotor, justru menghirup udara segar di luar ruangan membuat tubuh sehat dan kuat, sangat bagus untuk pertumbuhan anak-anak (maksudnya anak2 jangan dibiarkan kelamaan main games komputer dan nonton TV).
  3. Yang selalu ada dalam classic lit, adalah selalu berpikir positif bahwa kita pasti bisa (ini yang saya suka dari classic lit), dan pemikiran ini terus bertahan sampai jaman kontemporer sekarang. Saya ingat pernah kerja di bimbel dan ada pertaturan di mana kita tidak boleh membuat anak-anak tidak percaya diri dengan mengatakan kata "tidak" dan kata-kata negatif lainnya, semua ini ada pada bab "SIHIR" dalam buku ini. 

***
Seperti yg saya tulis diatas, saya tau cerita ini dari film, dan filmnya salah satu yang berkesan untuk saya pada saat itu. Saya nonton yang versi Hallmark (1987) di RCTI, filmnya bagus, tapi rada beda sama buku, terutama endingnya. Mungkin karena Hallmark, maka endingnya jadi romantis, dimana Colin  (kebetulan pemeran Colin dewasa bernama Colin juga, yaitu aktor Colin Firth) dan Mary berciuman & menikah di akhir film, saya lupa tapi sepertinya Mary & Colin bukan sepupu di film versi 1987, yang di versi 1993 (Warner Bross) lebih terasa “sihirnya” dan pemeran anak2nya juga cute, dan lebih mengikuti cerita aslinya. Tapi saya suka dengan kedua-duanya. Bagi yang merasa ingin melihat visualisasi cerita di buku, coba saja nonton filmnya di youtube, filmnya lengkap kok di youtube, mungkin yang suka cerita romantis, nonton versi 1987,  untuk yang suka cerita anak-anak ala Harry Potter bisa coba yang versi 1993 (tambah lagi ada Prof. McGonagall di versi 1993 :P )

Versi 1987

Versi 1993

Senin, 22 Juli 2013

A LITTLE PRINCESS

✭✭✭½
Judul : A Little Princess
Pengarang : Frances Hodgson Burnett
Penerbit : Atria
Penerjemah : Teguh Hari
Jumlah Halaman : 339 Halaman
Segmen : Anak-anak

Sara Crewe adalah putri semata wayang dari Kapten Crewe. Mereka berdua tinggal di India. Namun pekerjaan ayahnya tidak memungkinkan Sara untuk selalu bersama-sama dengan ayahnya, selain itu Sara  juga harus bersekolah. Hanya saja kondisi di India tidak baik untuk anak-anak dan ayah Sara ingin memberi Sara pendidikan terbaik juga dengan maksud agar Sara mempunyai teman-teman sebaya untuk bermain dengannya. Maka Sara pergi dari India dan datang ke London untuk bersekolah di tempat Nona Minchin, sebuah sekolah asrama putri pilihan. 

Untuk seorang anak kecil, Sara sangat dewasa dan cerdas. Sikap dan tutur katanya selalu sopan dan bersahaja layaknya seorang putri. Ayah Sara yang kaya sangat menyayangi Sara dan gemar mengirimkan hadiah-hadiah mahal untuk putrinya seperti gaun-gaun yang indah, boneka yang sangat cantik dan juga meminta agar Sara mendapat kamar dan fasilitas terbaik di sekolah. Sara yang cantik, pintar dan bersahaja segera menjadi populer di sekolah, walau ada juga beberapa temannya yang tidak menyukainya karena mereka iri padanya. 

Suatu hari datang kabar buruk, bahwa Kapten Crewe, ayah Sara sakit keras dan meninggal dunia, kekayaannya pun habis. Nasib Sara berubah 180 derajat. Tidak ada lagi fasilitas dan kamar mewah, selain itu itu nona Minchin juga menjadikan Sara seorang pekerja di asrama untuk membayar hutang-hutang ayahnya atas Sara.

Namun Sara ingin menunjukkan meskipun ia telah jatuh miskin dan dihina oleh sebagian besar teman-temannya, sikapnya tidak akan berubah. Ia tetap menjadi Sara yang sopan, bersahaja dan tidak sungkan membantu mereka yang membutuhkan pertolongannya. 

My thought :

A Little Princess adalah salah satu kisah klasik anak-anak yang sangat terkenal. Sebelum baca bukunya saya pernah menonton filmnya yang dibintangi artis cilik tempo doeloe, yaitu Shirley Temple. Selain itu banyak penulis-penulis kontemporer yang mendapatkan inspirasi nya dari novel klasik ini, salah satunya Meg Cabot yang menuangkan karyanya dalam novel Princess Diaries. 

Tapi yang paling menarik saat baca kisah klasik adalah pesan moral atau quote-quotenya. Moral dari cerita ini mengajarkan pada kita tentang pentingnya pengendalian diri dan selalu bersikap baik, sopan, terhormat dan tegar meski dalam kondisi sulit. 

Tokoh dalam cerita ini, Sara Crewe mengingatkan saya dengan Anne dari Green Gables, karena mereka berdua sangat suka berkhayal. Dan memang benar kalau berkhayal itu bisa membantu mengurangi derita kita saat sedang susah, hehehe kadang saya juga begitu. 

Yang saya ngga suka dari cerita ini mungkin tokoh Sara yang digambarkan terlalu "Princess wannabe" tapi bisa dimaklumin sih di era PD 1, seorang putri memang digambarkan sebagai "role model" yang sempurna, mungkin karena saat itu belum banyak tokoh2 rakyat biasa yang jadi panutan karena aktivitas sosial mereka di masyarakat.  

Notable quote :

"Sara bilang, menjadi seorang putri itu tidak ada hubungannya dengan penampilanmu atau apa yang kaumiliki, tetapi apa yang kaupikirkan dan apa yang kaulakukan." ~hal. 75

(intinya bukan apa yang terlihat dari luar tapi apa yang ada di dalam a.k.a inner beauty things)

"Kemalangan menguji kekuatan seseorang. Kemalanganku telah mengujimu dan kau memang terbukti anak yang baik." ~Sara, hal.140

Sabtu, 06 Juli 2013

THE TIGER RISING

✮✮✮
Judul Buku : The Tiger Rising (Sang Harimau)
Pengarang : Kate DiCamillo
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 146 Halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Segmen : Anak-anak

Jadi ceritanya :

Rob Horton, anak berusia 12 tahun yang selalu merasa kesepian semenjak sang ibu meninggal dunia akibat sakit keras. Ayahnya pun selalu bersikap dingin dan mendidiknya dengan keras. Keadaaan tersebut diperparah dengan perlakuan bullying yang diterima Rob di sekolah, teman-temannya selalu memukulinya dan orang-orang dewasa juga tidak menyukai Rob.  Dan Rob hanya diam saja tanpa membela diri. 

Karena itu Rob sangat senang saat gurunya memintanya untuk tidak bersekolah dahulu untuk sementara akibat luka di kaki Rob yang tak kunjung sembuh. Namun selain tidak bersekolah, ada hal lain yang membuat Rob bersemangat, yaitu seekor harimau yang ditemuinya di dalam hutan. Harimau tersebut berada dalam kandang dan bagi Rob,  harimau tersebut adalah mahluk tercantik yang pernah ia lihat. 

Bagi Rob, si harimau yang terkurung dalam kandang tersebut sama seperti kesedihannya yang selama ini disimpannya rapat-rapat dalam lubuk hatinya yang paling dalam.

Kesan saya :

Moral yang saya tangkap dari cerita ini adalah :
  1. Jangan simpan emosi terlalu lama karena akan berpengaruh pada tubuh dan kesehatan
  2. Mengekspresikan perasaan lebih baik daripada terus dipendam
  3. Kau tidak bisa memulai hidup baru bila kau belum bisa move on
Bukunya tipis, hanya 146 halaman dan tulisannya pun besar dengan spasi yang renggang. Saya rasa cukup baca 1,5 - 2 jam akan selesai. Saya tidak bisa bilang saya suka dengan buku ini. Karena walaupun buku anak-anak dengan penuturan cerita yang sederhana dan kisah yang ringan namun buku ini terasa kelam, yaitu tentang kegetiran hidup anak-anak akibat ditinggal orang tua dan percerian orang tua. 

Untuk karakter sendiri, tidak banyak yang menyenangkan. Rob terlihat lemah dikarenakan cenderung pasif dan pengalah karena ia tidak pernah melawan balik saat dibully. Sistine berkepribadian meledak-ledak, judes dan pemaksa walau kepribadiannya lebih menarik tapi tidak menyenangkan. Tokoh-tokoh lain pun sama yaitu cenderung bersikap pesimis dan sinis akibat kegetiran hidup yang mereka rasakan. 

Yah,  karena itulah saya kurang suka buku ini, terlalu banyak perasaan kelam, getir dan frustasi dari para tokohnya dan selesai baca saya tidak mau berlama-lama membawa efek perasaan negatif akibat kegetiran hidup, sudah cukup banyak kegetiran hidup dalam dunia nyata. We need hope. 

Selasa, 02 Juli 2013

FLIPPED

✭✭✭
Judul Buku : Flipped
Pengarang : Wendelin Van Draanen
Penerbit : Orange Books
Jumlah Halaman : 262 Halaman
Segmen : Anak-anak, Pra Remaja, Remaja

Perhatian, untuk review kali ini, saya mau sok jadi editor sotoy karena saya ngga puas sama terjemahannya.  Jadi pertama-tama saya mau komplen soal terjemahannya dulu.

Buat saya, ada 3 jenis tipe terjemahan yang ngga enak :
  1. Yang terlalu kaku, misal genre fantasy atau genre lain yang bukan tipikal serius tapi terjemahannya terlalu formal.
  2. Terjemahan yang kelewat gaul, atau banyak penambahan perbendaharaan kata yang bikin karakter jadi tidak sesuai sama originalnya.
  3. Terjemahan mentah dengan banyak kata dalam satu kalimat yang kesannya muter-muter dan bikin pembacanya jadi tidak mengerti sama ceritanya atau memahami ceritanya secara berbeda. 
Nah, untuk novel Flipped ini, kasus ngga enak terjemahannya yang nomor 2 dan tambahan masalah EYD juga. Misal (note, red font terjemahan dari buku, blue font terjemahan sotoy saya) :

"Aku malah memotong rumput, menggunting rumput, kemudian menyapu jalan masuk ke rumah dan got. Menurutku sih menyapu got agak berlebihan ya."

Saya rasa lebih enak bila seperti ini :

"Aku malah memotong rumput, menyianginya, kemudian menyapu halaman depan rumah dan membersihkan selokan. Walau kupikir membersihkan selokan itu sedikit berlebihan."

Terus, penggunaan kata "nggak" alih-alih "tidak" Mungkin bila antara Juli dan Bryce yang menggunakan kata-kata tersebut, saya masih paham. Tapi bahkan termasuk orang tua saat sedang dalam jamuan makan malam formal.

"Kubilang pada Chet kalau mungkin sebaiknya kami menyewa tenaganya. Sepertinya dia ahli banget soal pagar, ya nggak?"

Saya pikir lebih enak bila :

"Kukatakan pada Chet, mungkin kami bisa menyewa tenaganya. Sepertinya dia sangat ahli soal pagar, benar kan?"

Dan ini yang ngga banget :

"Iya! Tapi terus kita ngga ngeh gitu sampai mereka tahu-tahu sudah kuning!", "Wow! Tahu-tahu sudah kuning: Yellow Already-nama yang keren tuh untuk band kita!"

Terlepas karakter yang mengucapkannya memang tipe yang pecicilan, tapi lebih baik seperti ini :

Iya! Tapi lalu kita tidak sadar kalau warna mereka tiba-tiba saja sudah menjadi kuning!" Wow! Tiba-tiba saja sudah menjadi kuning: Yellow Already-itu nama yang sangat keren untuk band kita!"

Dan saya janji ini contoh terakhir :

"Patsy, rumah ini bau enak! Selamat pagi, Rick. Halo Bryce,"

Bagaimana kalau diubah menjadi :

"Patsy, rumah ini wanginya harum!. Selamat pagi, Rick. Halo Bryce,"

Terus beberapa kalimat pendek lain dalam bahasa gaul lainnya, seperti "
  • Tuh lihat nggak? --> Lihat saja (hal  147)
  • Woi, bro ! -->; Hai, Kawan ! (hal 148)
  • Waah, santai saja, man! --> Hei, tenang bung! (hal 149)
Lalu tambahan kata-kata gaul yang lebih cocok untuk teenlit lokal macam : cemen, lebay, ngeh, eneg. Sorry, but I don't like those words appear in translation book. 

Kalau sudah begini biasanya saya jadi penasaran pengen baca yang dalam bahasa aslinya. Mungkin karena segmen buku ini pra remaja-remaja, jadi terjemahannya disesuaikan  ke bagaimana remaja sekarang ngomong. Hmmm sejujurnysa saya tidak yakin apakah semua remaja jaman sekarang ngomong seperti itu, karena bahkan percakapan twitter pun rasanya kalimatnya masih lebih terstruktur. Bagaimanapun saya berharap setiap buku terjemahan  harus diterjemahkan secara sewajarnya dalam artian terjemahannya tidak berlebihan ataupun sebaliknya terlalu mentah.  Baiklah cukup sekian soal editor terjemahan, sekarang saatnya membahas buku.

Tadinya saya berencana untuk membaca buku ini barengan sama Perfect Chemistry cuma berhubung satu dan lain hal, akhirnya buku ini baru sempat saya baca belakangan (alias baru-baru ini). Alasan saya mau baca bareng dengan buku Perfect Chemistry karena intuisi  saya (gaya bahasa sok keren saya) kalau kedua buku tersebut mirip dalam artian serupa tapi tak sama. 

Serupanya buku ini dengan Perfect Chemistry adalah sama-sama romansa remaja, 2 POV (POV orang pertama dari karakter utama cewe dan cowonya), karakter yang saling opposite attrach, dan perubahan tujuan/pandangan hidup dari karakternya menuju arah baru dan sama-sama ada anggota keluarga yang mengalami autis. Sedangkan beda atau tak samanya adalah Perfect Chemistry lebih rumit,  serius, kelam dan segmennya lebih untuk pembaca dewasa. Sedangkan Flipped itu ringan, dituturkan dengan ceria, lebih kocak dan segmennya untuk anak-anak - remaja. 

Jadi ceritanya :

Juli Baker dan Bryce Loski sudah lama bertetangga dan sejak pertama kali Bryce pindah ke seberang rumah Juli, gadis itu sudah naksir berat padanya terutama mata biru Bryce yang selalu membuat hati Juli berdebar-debar. Sayangnya Bryce tidak merasa demikian, sebaliknya dia merasa Juli itu gadis pengganggu yang selalu mengikutinya kemana-mana dan membatasi ruang geraknya. Tambah lagi Juli mempunyai kelakuan yang aneh, seperti berbicara pada ayam-ayam peliharaannya, mencintai pohon sikamor jelek yang tumbuh di atas bukit dan hal-hal lain yang tidak dipahami Bryce. 

Saat keduanya beranjak remaja, Juli makin menyadari kalau Bryce tidaklah seistimewa seperti yang selama ini ia kira dan perlahan rasa sukanya pada Bryce mulai menguap. Sebaliknya Bryce semakin hari makin menyadari kalau Juli yang selama ini hanya dianggapnya gadis aneh justru mulai melihat kalau gadis tersebut unik dan istimewa.

Jadi bagaimana kisah selanjutnya hubungan mereka?

Kesan saya :

Rasanya akhir-akhir ini saya banyak sekali membaca tema "don't judge a book by it's cover", atau "inner beauty" tema yang klise tapi tidak pernah usang dan selalu dikemas ulang. Begitu pula dengan buku ini. Juli adalah tipikal gadis periang, ramah, cerdas, baik hati, pemimpi dan memiliki rasa ingin tau yang besar, pokoknya gadis menyenangkan, sebagian pembawaan karakternya mengingatkan saya akan Anne dari Green Gables

Sedangkan Bryce, adalah kebalikan Juli, cenderung memandang dunia dengan skeptis. Walaupun dari luar sikap Bryce ini tampak cool dan pede tapi sebenarnya sebagai cowok, Bryce sering bersikap pengecut dan memilih jalan yang mudah alih-alih jalan yang benar. 

Dari 2 karakter tersebut saja pengarang sudah memberi pesan pada pembaca bagaimana cara memandang hidup agar lebih indah, seperti yang dikatakan Juli :
"Ayahku menggeleng dan bilang padaku untuk mulai melihat sesuatu secara keseluruhan, jangan hanya satu bagian saja." ~hal. 40
"Benar, yah. Aku sekarang mengerti soal keseluruhan lebih baik dari pada satu-satu bagian." ~hal. 47
Perumpamaannya mungkin :
Ada orang yang hanya melihat pepohonan, dan ada orang yang bisa melihat bahwa itu bukan hanya pepohonan tapi hutan. 
"Lain kali kalau kau menghadapi sebuah pilihan, pilih yang benar. Supaya ngga menyakiti orang lain nantinya." ~hal. 102
 "Sekarang sih mudah melihat kembali ke belakang dan memberikan nasihat, tapi sedihnya, banyak orang yang hanya melihat permukaannya saja hingga akhirnya semua sudah terlambat."
Seperti yang saya tulis di paragraf atas, kalau tema buku ini adalah inner beauty dan dalam interview dengan pengarang,  Wendelin Van Draanen memang berkata kalau pesan yang ingin disampaikan pada para pembacanya adalah agar mereka tidak hanya melihat orang lain dari tampilan fisik semata saja, tapi lihat juga kepribadiannya.  Misal percuma saja cantik tapi berotak kosong atau ganteng-ganteng tapi kelakuan jelek. Saya juga suka jawaban pengarang mengenai inti buku ini yaitu cinta sejati berlabuh setelah kita mengenal dan menghormati orangnya. (Opini sotoy saya adalah jatuh cintalah dengan orang yang juga mencintaimu).

Yang saya suka dari buku ini adalah 2 POV. Sehingga kita bisa melihat perspektif yang berbeda dan mengetahui bagaimana suatu masalah yang sama bisa berbeda tergantung dari cara pandang karakternya. Pengarang berhasil melakukan penguasaan karakterisasi yang baik karena walaupun dalam tiap bab ada nama karakter, namun bila pengarang tidak bisa menguasai karakternya maka yang terjadi kita akan merasa setiap karakter mirip dan sama walau beda POV. Di buku ini setiap bab kita tau karakter siapa yang bercerita hanya dari membaca narasi dan jalan pikiran mereka, Bryce cenderung cool dan sinis/sarkasme sedangkan POV Juli mempunyai tone percaya diri dan ceria. Buku lain yang saya rekomendasikan adalah Perfect Chemistry yang juga bagus untuk penguasaan karakter atau kalau anda ingin tau seperti apa POV karakter yang saya bilang agak mirip meskipun seharusnya sangat berbeda, anda bisa baca Breaking Dawn. 

Soal endingnya, hahaha saya suka, dan saya senang dengan keputusan bijak pengarang untuk tidak membuat lanjutannya. Spoiler(highlight to view) it's an open ending, do you think Bryce deserve the second chance with Juli? well to be honest yes (I shipped them) but not in the junior high school, maybe after both are adults and after both are working, Bryce can start dating Juli and propose her, LOL I should not make fanfiction here.  

Selain itu suka sama keluarga Baker, terutama Mr Baker yang baik dan berjiwa besar. Juga sama kakek Duncan yang bijaksana. Melalui kedua tokoh ini, pengarang memberikan pesan untuk tidak menjadi manusia yang dangkal yang hanya melihat permukaan luar saja.

Sebenarnya rate saya untuk buku ini adalah 4 stars tapi berhubung saya tidak nyaman dengan terjemahannya, maka saya kurangi bintangnya satu dan menjadi 3 bintang. 

Selain itu, saya jadi penasaran mau nonton filmnya, sepertinya cukup bagus, walaupun mungkin masuk kategori film Hallmark family
Sumber gambar : 1 dan 2, 3,  edited by me
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...