Senin, 31 Desember 2012

BREAKING DAWN (TWILIGHT #4)

✮✮✮
  • Judul Buku : Breaking Dawn (Awal Yang baru)
  • Pengarang  : Stephenie Meyer
  • Penerbit      : Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis :

Akhirnya keinginan Bella mulai dari buku 1 hingga buku 3 untuk bisa menikahi Edward dan masuk dalam anggota keluarga Cullen kesampaian. Jadi cita-cita dalam hidup Bella selama 3 buku tebal yaitu untuk menikah dan menjadi vampir dikabulkan dalam buku ke-4. Seperti biasa Alice sangat bersemangat untuk mendadani dan mengurus pernikahan Bella. Setelah menikah Bella pun bulan madu bersama Edward di suatu pulau di Brazil. 

Malam pertama pun dimulai, sayangnya tidak terlalu jelas diceritakan di buku selain daripada Bella berakhir dengan tidak sadarkan diri dan lebam-lebam. Tapi satu hal yang pasti Bella sangat menikmatinya (kok bisa sih? kan Edward itu katanya keras seperti batu marmer dan itu termasuk bagian yang itu kan?)

Bulan madu mereka tidak terlalu lama saat Bella menyadari ada yang aneh dengan kondisi tubuhnya, dan ternyata Bella hamil (hah?!)  Kehamilan Bella bukanlah kehamilan seperti manusia karena janin yang dikandung Bella adalah bayi setengah vampir. Bayi yang pertumbuhannya sangat cepat, jadi dalam beberapa hari perut Bella sudah membesar dan parahnya karena janin tersebut adalah setengah vampir, maka janin itu sangat kuat dan saat janin tersebut menendang dari dalam hal itu membuat tubuh Bella remuk termasuk tulang-tulangnya.

Namun Bella tetap bersikukuh untuk mengandung bayi tersebut walaupun Edward tidak setuju sebab bayi tersebut selain membuat Bella menderita juga mengancam keselamatan Bella. Kebalikan dengan Edward yang tidak ingin bayi tersebut, Rosalie justru sangat antusias dengan kehadiaran bakal calon keponakannya, sebab Rosalie dari dulu sangat menginginkan bayi. Jadilah Edward dan Rosalie bersitegang tapi hanya sebentar. Bukan hanya Edward yang menderita melihat kehamilan Bella tapi Jacob pun sama namun kali ini keduanya tidak berdaya untuk menolong Bella. Edward memohon agar Jacob membunuhnya apabila Bella sampai tidak dapat bertahan saat melahirkan. 

Selain Bella, disini juga ada POV Jacob, karena kecintaan Jacob pada Bella, Jacob sampai rela dicampakkan oleh kelompok serigalanya karena dianggap bersekutu dengan vampir yang merupakan musuh utama para manusia serigala. Tapi Jacob tidak sendirian, sebab dia ditemani oleh Seth, serigala periang dan ramah yang juga suka dengan vampir dan Leah yang ikut dengan Jacob karena 2 alasan yaitu ingin mendampingi adiknya dan juga merasa tidak ada tempat dalam kelompok Sam walaupun Leah tidak menyukai para vampir.

Akhirnya setelah perjuangan hidup dan mati, Bella berhasil melahirkan seorang bayi manusia-vampir perempuan yang cantik dan diberi nama Renesmee, gabungan dari nama ibu dan mertuanya (kenapa ngga Esmeree aja, menurut saya jauh lebih bagus dan enak didengar daripada Renesmee).  Bukan hanya itu, satu lagi keinginan hidup Bella tercapai yaitu menjadi vampir (tepuk tangan buat Bella). Karena Bella sudah berubah menjadi vampir, berarti dia sudah kuat dan tidak seperti para vampir baru yang harus berjuang menahan rasa haus mereka akan darah manusia, Bella tampak langsung menguasai fase ini. Dan seperti beberapa jenis vampir, Bella juga ada kekuatan supranatural yaitu shield, sejenis lapisan perisai atau pelindung yang berguna sebagai tameng bila ada serangan dari kekuatan supranatural lain. 

Terus Jacob akhirnya menemukan jodohnya disini, dan dia adalah Renesmee (pasti Meyer ngga rela kalau Jacob lepas dari Bella, makanya diikat sama anaknya si Nessie). Tampaknya semua serba sempurna, namun ternyata belum.  Urusan vampir yang dendam sama Bella masih ada, dan villainnya ternyata masih ngga jauh-jauh dari kelompok James.  Memang kelompok James sudah dihabisi semua di buku-buku sebelumnya, namun rupanya salah satu vampir dari kelompok James ada yang punya pasangan dan pasangannya ini tidak suka sama Bella, apalagi setelah tau kalau Bella punya anak setengah vampir, langsung saja si vampir pendendam tersebut  melaporkannya kepada keluarga Volturi.

Keluarga Volturi yang tidak pernah mendengar mengenai mahluk setengah vampir berpikir kalau Renesmee berbahaya dan bermaksud untuk membereskannya. Untuk melindungi Renesmee maka keluarga Cullen mulai mencari aliansi dari vampir-vampir lain dan bahkan bantuan dari para manusia serigala yang bersatu untuk membantu mereka mengatasi keluarga Volturi.  Sayangnya setelah semua kerepotan yang diambil keluarga Cullen dalam mengumpulkan para vampir dari berbagai belahan dunia, ternyata semua masalah selesai dengan cara diplomasi  karena nyali keluarga Volturi sudah ciut duluan melihat banyaknya vampir berkekuatan super yang ingin melawan mereka and finally everyone live happily ever after.

Kesan saya :
 
Yah begitulah akhir breaking dawn, bukan berarti saya tidak suka happy ending. Tapi bila saya kasih metafora, eksekusi penyelesaian kasus persis seperti ending prom night pada buku-buku teenlit (si A dan si B baikan, si C akhirnya berhasil diterima di universitas pilihannya, si D jadian dengan si E) --> ini kiasan aja, tapi yah mengingat target pembaca buku ini adalah remaja baru gede, mungkin bisa dimaklumi.

Jangan lihat buku ini dari sisi logika, bacaaan fantasy atau general romance novel, tapi lihat dari sisi humor dan ini adalah bacaan remaja, dimana beberapa hal aneh bisa terasa masuk akal bahkan terlihat keren (vampir superhero dengan berbagai jenis kekuatan supranatural ala X-Men, bayi setengah vampir yang mengkomsumsi susu formula dan juga darah, Bella yg masih manusia tapi ngidam darah karena mengandung anak vampir dan menu sarapannya adalah omelet dengan darah, yuck!!)

POV ada 2, Bella dan Jacob.  Sayangnya POV Jacob ngga terlalu banyak dan hanya sampai di tengah-tengah saja, selebihnya balik ke Bella lagi (yah emang dia kan tokoh utamanya, kenapa juga saya harus komplen). Tapi untunglah Meyer membuat Bella sedikit berguna di bab-bab terakhir, walaupun jadinya sangat antiklimaks.

Tapi baca buku ini saya jadi sadar, kalau saya sudah tidak cocok baca YA dengan kadar romantis 70% lebih alias YA romance (innocent sweet girl meet cool vampire, angel, demon & werewolf guy, etc and they are hook up & bla-bla), saya lebih cocok dengan YA for adult reader (not young reader) macam perang besar sebagai klimaks, pengarang yg tega untuk mematikan tokoh-tokoh favorit, dan bitter sweet ending mungkin -->Harry Potter, THG & TBT have all point I want, making those books are my favorites.  


Terus satu lagi, jangan bandingkan Twilight Saga dengan Harry Potter series. Bukan hanya karena genre yang sangat berbeda antara kedua buku tapi juga kualitas yang jauh sekali. Twilight not even close with Harry Potter if we talk about quality, story, characters & writing.  Harry Potter adalah sebuah kisah fantasy epic yang bahkan bisa digolongkan sebagai high fantasy yang universenya sangat kaya dan setiap buku selalu ada twist yang bikin saya kagum sama J.K Rowling. Mereview Harry Potter tidak cukup hanya dengan sekali baca, karena kadar ceritanya yang rumit. Satu-satu2nya persamaan HP dan TS adalah sama-sama populer dengan fandom yang besar dan sama-sama diangkat ke film layar lebar. 

Keluarga Volturi kalah jauh bila harus melawan Voldemort dan para pelahap mautnya.
Keluarga Weasley jauh lebih seru dan berkarakter dibanding keluarga Cullen yang membosankan. 

Dan yang terpenting, para penyihir di Harry Potter menggunakan kekuatan mereka dan hukum mereka untuk melindungi para muggle (manusia biasa tanpa kekuatan sihir) sementara Twilight saga hanya menganggap manusia sebagai rantai makanan.

Actually I only gave this book 2 stars, 1 star is for myself as an award because I stupid enough to read all 4 books.

2 komentar:

  1. Kak yang itu jangan di bahas juga dong! Hehehe...
    Kayaknya memang selera jadi hal yang berpengaruh banget dalam menilai bacaan.
    Kalo menurutku, sih, novel ini adalah bagian yang paling fantasi banget, mungkin karena ada bagian perangnya, walaupun cuma di bayangan Alice saja. Yang roman banget itu di twilight. Tapi, beberapa bagian review kakak seperti menyuarakan pendapatku juga. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. maafkan review saya kalau menyinggung, terlepas dari ceritanya yang lempeng2 aja, bukunya cukup well written kok

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...