Tampilkan postingan dengan label Young Adult and Fantasy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Young Adult and Fantasy. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 April 2016

STOLEN SONGBIRD: (NOT) MYTH ABOUT TROLL


Judul buku: Stolen Songbird (The Malediction Trilogy #1)
Pengarang: Danielle L. Jensen
Penerbit: Fantasious
Penerjemah: Nadya Andwiani
Jumlah halaman: 493 halaman
ISBN: 978-602-0900-04-9
Cetakan 1, November 2014
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Fantasy, romance

Buku ini sudah lama terbit, dan unsur kata "troll" membuat saya memasukkan buku ini ke dalam daftar keinginan. Beruntung saya terpilih sebagai salah satu pemenang YA reading challenge yang pernah dihost oleh Tammy dari Teatime & Books dan saya memilih Stolen Songbird sebagai hadiahnya. Dan setelah lama mengendap di lemari, maka saya memutuskan memilih buku ini sebagai PosBar BBI untuk bulan Maret.

Cerita:

Cecile de Troyes sudah lama bercita-cita menjadi penyanyi opera mengikuti jejak sang ibu. Sayangnya pada suatu malam menjelang kepergian Cecile untuk meniti karir sebagai penyanyi opera, ia diculik oleh seorang pria bernama Luc. 

Cecile dibawa ke suatu negeri yang bernama Trollus yang berisikan mahluk-mahluk yang disebut troll. Pria bernama Luc tersebut menculik dan menjual Cecile kepada keluarga kerajaan Trollus karena adanya ramalan yang mengatakan pertalian Cecile sang putri manusia dengan pangeran Trollus dapat menghilangkan kutukan bangsa troll. Selama ratusan tahun, bangsa troll dikutuk terkurung dalam negeri Trollus dengan gunung yang siap menimpa negeri tersebut kapan saja. Hanya sihir para troll-lah yang menahan gunung tidak menimpa negeri Trollus. 

Bagaimanakah nasib Cecile di negeri para troll?

Senin, 22 Februari 2016

THE DEAD RETURNS: TERNYATA TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN


Judul Buku: The Dead Returns
Pengarang: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Penerjemah: Andry Setiawan
Jumlah halaman: 252 halaman
ISBN: 9786027742574
Cetakan 1, Agustus 2015
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Misteri

Nobuo Koyama adalah pemuda introvert, berwajah jauh dari tampan, tak populer dan mempunyai hobby tidak umum-yaitu tergila-gila pada kereta api. Keberadaannya pun cenderung terabaikan oleh teman-teman sekelasnya. Ia hanya mempunyai 1 orang teman di sekolah, yaitu Yoshio Tanaka.

Pada suatu hari Koyama mendapat sebuah surat misterius. Si pengirim surat meminta Koyama untuk menemuinya di sebuah tebing pada malam hari. Koyama mengira, surat itu dikirim oleh sahabatnya, Yoshio. Sesampainya di tebing, dalam keadaan gelap, tiba-tiba saja Koyama didorong jatuh oleh seseorang.

Seorang pemuda berusaha menyelamatkannya, namun ternyata si pemuda juga ikut terjatuh bersama Koyama. Saat Koyama mengira dirinya mati, ia mendapati dirinya selamat. Hanya saja, ia tidak selamat sebagai Nobuo Koyama, melainkan sosok pemuda yang berusaha menyelamatkannya saat terjatuh, yang bernama Takahashi Shinji.

Berbeda dengan Koyama Nobuo yang berwajah biasa-biasa saja, sosok pemuda yang ia dapati sangat tampan dan dengan mudah menjadi anak populer di sekolah. Dengan tubuh dan kehidupan barunya, Koyama berniat mencari tahu siapa yang membunuhnya dan ia yakin kalau pelakunya adalah 1 di antara 35 orang teman sekelasnya.

Misteri? Ya
Thriller? Bukan

Minggu, 27 Desember 2015

THE WHISPERING SKULL: SUPERNATURAL RASA MIDDLE GRADE

Judul Buku: The Whispering Skull (Lockwood & Co #2)
Pengarang: Jonathan Stroud
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Editor: Primadona Angela
Jumlah halaman: 488 halaman
ISBN: 6020310124
Cetakan 1, Januari 2015
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Misteri, horror, dark fantasy
Rate: ★★★★

Lebih seru, lebih ramai.


Semenjak kesuksesan misi terakhir mereka. agensi penyidik paranormal Lockwood & Co kebajiran klien yang meminta jasa mereka untuk mengatasi teror hantu. 


Kali ini Lockwood dkk harus mengatasi teror hantu dari makam Edmund Bickerstaff, seorang dokter yang terkenal kejam dan suka melakukan ritual kegelapan di zaman Victoria. Namun selain mengatasi teror hantu, ada suatu hal lain yang mereka temukan di makam Bickerstaff, yaitu sebuah cermin.  Dan cermin itu bukan cermin biasa. Sebab konon cermin itu menyimpan misteri mengenai kehidupan setelah kematian dan hal tersebut membuat cermin tersebut menjadi buruan para kolektor relik psiskis yang sesungguhnya dilarang oleh pemerintah. 

Namun tak berapa lama setelah ditemukan, cermin tersebut dinyatakan hilang dan diyakini benda tersebut dicuri oleh para pedagang relik untuk dijual di pasar gelap. 

Lockwood dkk harus berpacu dengan waktu untuk menemukan cermin itu, sebab benda tersebut sangat berbahaya dan bisa membunuh orang yang melihatnya. Namun tugas mereka makin sulit karena mereka mendapat saingan dari kelompok Quill Kipps dkk, yaitu para agen-agen Fittes yang juga ingin menyelesaikan misi tersebut demi prestise masing-masing agensi. 

Selain itu tiba-tiba saja tengkorak dalam wadah hantu mau berbicara denga Lucy dan tampak tertarik dengan kasus tersebut. 

Berhasilkan Lockwood dkk menemukan cermin yang hilang tersebut? Apa sebenarnya rahasia cermin tersebut? Siapa Edmund Bickerstaff? Mengapa tengkorak dalam wadah hantu tiba-tiba mau bicara?

Rabu, 17 Juni 2015

RECOLLECTION: FANTASI LOKAL DENGAN DENGAN RASA ANIME DAN GAME

Judul Buku: Recollection (Ther Melian Series)
Pengarang: Shienny M. S. 
Penerbit: Elex Media
Editor: Desy Natalia
Jumlah halaman: 460 halaman
Cetakan 1, Juni 2013
ISBN: 978-602-02-1388-0
Segmen: Remaja
Genre: High Fantasy
Rate: ★★★½


Menjelang festival perayaan musim kemarau, serangkaian pembunuhan sadis terjadi di desa Dominia, membuat para warga desa menjadi resah dan jam malam pun diberlakukan. Elya, gadis Vier-Elv yang juga penduduk Dominia menemukan seorang pemuda misterius dalam keadaan sekarat di malam terjadinya salah satu peristiwa pembunuhan sadis tersebut. 

Namun alih-alih mencurigai keterlibatan pemuda misterius tersebut, Elya memutuskan untuk membawa pemuda tersebut ke rumahnya serta merawat luka-lukanya dengan harapan saat si pemuda siuman, ia bisa memberitahukan bagaimana peristiwa pembunuhan sadis tersebut terjadi. Sayang harapan Elya pupus, karena saat tersadar si pemuda tidak ingat siapa dirinya dan tidak bisa memberi petunjuk apa pun mengenai peristiwa pembunuhan sadis tersebut. Karena si pemuda lupa akan namanya, Elya memutuskan untuk memberi nama si pemuda misterius tersebut, Lucca, yang berarti "Si Anak Hilang."

Sementara rentetan pembunuhan sadis masih terus terjadi di sekitar Dominia, Lucca mendapati beberapa kilasan ingatannya kembali dan menyadari bahwa ia ada hubungannya dengan salah satu peristiwa pembunuhan di Dominia. 

Siapakah sebenarnya Lucca? Apakah ia ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa pembunuhan sadis yang terjadi di Dominia? Siapakah pelaku dari serangkaian pembunuhan sadis tersebut? Apa motif dibalik peristiwa pembunuhan tersebut di sekitar Dominia?

Senin, 20 April 2015

THE TITAN'S CURSE: STILL ADVENTUROUS AND FUNNY

Judul: TheTitan's Curse (Percy Jackson & The Olympians #3)
Pengarang: Rick Riordan
Penerbit: Mizan Fantasi (Mizan Grup)
Penerjemah: Nuraini Mastura
Editor: Soehindrat A. Shinta
Proofreader: Alfyan
Jumlah halaman: 398 halaman
Cetakan V, Juli 2010
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Fantasi, petualangan, mitologi
Rate: ★★★½


Awal cerita langsung dibuka dengan adegan Percy, Thalia dan Annabeth yang berusaha menyelinap masuk ke sebuah asrama sekolah militer untuk mencari keberadaan anak-anak blasteran lain yang dikabarkan Grover berada di sekolah tersebut. 

Ternyata tidak hanya Percy dkk yang mencari keberadaan anak blasteran tersebut. Seekor monster Manticore yang menyamar sebagai salah satu guru, ternyata juga sedang mengincar anak-anak blasteran. Jadinya Percy dkk terpaksa bertarung dengan monster ganas tersebut untuk melindungi kedua anak blasteran baru yang ditemukan oleh mereka. 

Dalam pertarungan tersebut, mereka dibantu oleh sekelompok gadis yang ternyata para pemburu yang dipimpin oleh salah satu dari dewi Oympus. Meski berhasil menang, sialnya, pertarungan tersebut memakan korban salah satu dari mereka, karena Annabeth yang ingin melindungi kawan-kawannya dari serangan monster ikut terjatuh ke jurang bersama si monster. Percy meyakini Annabeth tidaklah mati, hanya menghilang ke suatu tempat bersama si monster.  

Tidak hanya itu saja, sesampainya di perkemahana blasteran, Percy mendapat mimpi kalau dewi yang membantu mereka saat melawan monter Manticore sedang ditawan dan disiksa, begitu pula Annabeth yang sedang disandera dengan ancaman akan dibunuh apabila monster yang dicari sang musuh sudah ditemukan. 

Sekarang Percy mempunyai tugas untuk:
1. Mencari dan menyelamatkan Annabeth.
2. Membantu para pemburu menyelamatkan dewi mereka. 
3. Menemukan monster purba sebelum si monster menghancurkan Olympus. 

Dan Percy, dkk hanya punya waktu sedikit untuk menemukan semua itu, karena bila mereka terlambat maka semua akan binasa. 

Senin, 06 April 2015

CHAMPION: ANOTHER THE HUNGER GAMES WANNABE?

Judul: Champion (Legend #3)
Pengarang: Marie Lu
Penerbit: Mizan Fantasi
Penerjemah: Lelita Primadani
Editor: Dyah Agustine
Proofreader: Emi Kusmiati
Jumlah halaman: 457 halaman
Cetakan 1, Maret 2014
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Action, dystopia, science fiction, romance
Harga: Rp. 55.000
Rate: ★★★


"Saat emosi gagal, logikalah yang akan menyelamatkanmu. Kau mungkin iri pada Day, tapi kau tak akan pernah menjadi dirinya dan dia tak akan pernah menjadi dirimu. Dia bukan Elector Republik. Dia hanya seorang pemuda yang melindungi adiknya. Kau seorang politisi. Kau harus mengambil keputusan yang menghancurkan hatimu, yang melukai dan menipu, yang tak ada seorang pun akan mengerti. Itu Kewajibanmu." - June kepada Anden. 

Sinopsis:

Ditemukannya penyebaran virus baru di wilayah perang Koloni mengancam perjanjian damai antara pihak Republik dan Koloni. Pihak Koloni memberikan tenggat waktu kepada Republik untuk menemukan penawarnya atau perang akan kembali pecah. Dan kali ini kemenangan tampaknya akan berpihak pada Koloni, sebab Koloni mendapat bantuan dari sekutu yang kuat yaitu Afrika.

Pihak Republik sudah mencoba semua cara untuk menemukan penawarnya, namun gagal. Satu-satunya cara yang tersisa adalah dengan meminta bantuan Eden, adik Day, untuk kembali menjadi eksperimen pihak Republik dalam menemukan penawar virus tersebut (antivirus?)

Namun bersediakah Day melepaskan Eden kembali setelah semua yang pihak Republik lakukan pada keluarganya? Pantaskah Republik mendapat pengorbanan nyawa dari Day lagi setelah semua penderitaan yang dialaminya?

Selasa, 17 Maret 2015

PRODIGY: BETTER THAN FIRST BOOK BUT IT'S MORE YOUNG ADULT THAN DYSTOPIA

Judul: Prodigy (Legend #2)
Pengarang: Marie Lu
Penerbit: Mizan Fantasi
Penerjemah: Lelita Primadani
Editor: Dyah Agustine
Proofreader: Emi Kusmiati
Jumlah halaman: 467 halaman
ISBN: 978-979-433-806-3
Cetakan 1, Agustus 2012
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Dystopia, action, romance
Harga: 49.000
Rate: ★★★½

Day dan June berhasil lolos dari cengkraman Republik, pilihan mereka hanyalah meminta tolong kepada kelompok Patriot. Selain karena Tess sudah lebih dahulu ikut dengan kelompok Patriot, Day membutuhkan bantuan untuk mengobati kakinya yang mengalami luka parah dan juga menemukan adiknya Eden yang disekap oleh Republik. 

Namun meminta bantuan pada kelompok Patriot tidaklah gratis. Sebab Patriot menuntut balas jasa dari June dan Day demi menuntaskan misi mereka untuk menggulingkan pemerintahan Republik yang sekarang dipimpin oleh Elector muda yang baru terpilih menggantikan ayahnya, Anden. 

Patriot membutuhkan Day untuk menjadi api pengobar pemberontakan dalam melawan Republik, sementara June bertugas sebagai umpan yang akan menggiring pembunuhan Elector. Day yang membenci Republik dan butuh bantuan Republik untuk membebaskan adiknya langsung setuju, sementara June yang menjadi agen ganda dan bertemu sang Elector, menemukan rahasia kalau Elector Republik yang baru, Anden, tidak seperti para Elector Republik sebelumnya. Anden tidak kejam seperti yang selama ini disangka orang. 

Untuk pertama kalinya sejak kebersamaan mereka, Day dan June harus memilih satu sama lain, siapa yang harus mereka percayai?

Minggu, 01 Februari 2015

ALLEGIANT: THE MOST ANTICLIMAX OF THE TRILOGY

Judul buku: Allegiant (Divergent #3)
Pengarang: Veronica Roth
Penerbit: Mizan fantasy (Mizan group)
Penerjemah: Nur Aini dan Indira Brianti Asni
Editor: Esti Budihabsari
Proofreader: Emi Kusmiati
Jumlah halaman: 496 halaman
ISBN: 978-979-433-837-7
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Dystopia, action
Harga: Rp 65.000
Rate: ★★

Review ini mengandung spoiler. 

Sejujurnya, saya sangat malas bikin review untuk Allegiant. Tapi yah berhubung, buku 1 dan 2 ada reviewnya, rasanya tanggung kalau yang ke-3 tidak ada, jadi sekalian saja saya review supaya lengkap.

Saya beneran bingung sama cerita di Allegiant alias saya tidak tahu ceritanya itu sebenarnya tentang apa sih? Yang saya tahu ceritanya muter-muter, dari perang faksi vs pemberontak terus pemberontak membentuk Allegiant terus berubah ke perang pemberontak vs Biro/pemerintah dan balik lagi jadi perang factionless vs Allegiant. 

Baru kali ini saya baca buku ceritanya tidak terlalu saya ingat, padahal belum 1 jam sejak saya selesai baca, entah apa karena plot dan storytelling-nya gajebo-gak jelas-dipanjang-panjangin atau antiklimaks. Maaf untuk para Initiates kalau saya kasar dan blak-blak-an. Tapi sepanjang saya baca Allegiant, itu bawaannya mengantuk dan bosan terus, sempat mau DNF-Did Not Finished tapi saya paksa supaya tetap baca, padahal buku ini termasuk yang ceritanya action-oriented, tapi karena plotnya muter-muter dan terkesan dipanjang-panjangin untuk beberapa bagian saya membaca fast forward karena saya hanya ingin menyelesaikannya. Sudah plot-nya dipanjang-panjangin, banyak plot hole pula yang kadarnya sudah lewat batas toleransi saya. Untuk yang penasaran cerita Allegiant tapi malas membacanya, saya akan coba ingat-ingat ceritanya.

Selasa, 20 Januari 2015

DAYS OF BLOOD AND STARLIGHT: ANTARA CINTA DAN DENDAM

Judul Buku: Days of Blood and Starlight - Bersimbah Darah dan Cahaya Bintang (Daughter of Smoke and Bone #2)
Pengarang: Laini Taylor
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah:  Primadonna Angela
Editor: Bayu Anangga
Desain sampul: Eduard Iwan Mangopang
Jumlah halaman: 608 halaman
ISBN: 978-602-03-0683-4
Cetakan 1, July 2014
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Fantasi, romance, high fantasy. 
Harga: RP 88.000, bisa dibeli di Gramedia-online, bukabuku
Rate: ★★★½

Lebih banyak sihir, lebih banyak fantasi, lebih banyak cerita, lebih banyak karakter, lebih tegang, lebih epik.

Setelah Karou mengetahui siapa dirinya, ia tahu bahwa ia dan Akiva tidak bisa bersama. Sebab Karou harus membela bangsanya, bangsa chimaera dari serangan dan pembantaian para malaikat. Sedangkan Akiva harus melaksanakan perintah sebagai serdadu malaikat yang menghabisi bangsa chimaera. 

Setelah Loramendi, kota utama para chimaera dihancurkan oleh para serdadu seraphim, sekelompok chimaera yang berhasil selamat bersembunyi di dunia manusia, tepatnya di daerah padang pasir Maroko, dalam sebuah reruntuhan istana yang terlupakan. Di sinilah para chimaera yang dipimpin oleh Thiago, sang serigala putih mulai menyusun kekuatan dan rencana untuk membalas dendam terhadap para seraphim. Karou melaksanakan tugasnya sebagai pengganti Brimstone, yaitu sang pembangkit. Ia mengumpulkan gigi untuk membuat tubuh-tubuh baru bagi para chimaera yang tewas dalam pemberontakan melawan malaikat dan memanen jiwa-jiwa para chimaera untuk hidup kembali. 

Meski Karou berada di pihak chimaera, ia tidak bahagia dengan tugas yang dijalaninya sebagai sang pembangkit. Karou merasakan tekanan dan paksaan dari Thiago, sang serigala putih yang sesungguhnya masih tidak percaya terhadap Karou. Sang serigala terus memaksa Karou untuk bekerja membuat tubuh-tubuh monster untuk para chimaera guna membalas dendam terhadap para malaikat. Namun Karou tidak punya pilihan, ia tidak bisa membiarkan ras chimaera punah akibat peperangan melawan seraphim. Tapi benarkah  bahwa balas dendam dan pembantaian adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan ras chimaera? Karena Karou justru merasa bahwa peperangan tidak akan menghasilkan kemenangan namun hanya kematian, duka dan kebinasaan. 

Di sisi lain, Akiva yang masih belum mengetahui keberadaan Karou juga mempunyai mimpi yang sama dengan Karou. Mimpi di mana para seraphim dan chimaera bisa hidup berdampingan dalam damai. Diam-diam Akiva bersama 2 saudaranya, Hazael dan Liraz membuat suatu rencana, yang akan menjadi permulaan untuk mengakhiri perang berkepanjangan antara bangsa malaikat dan kaum chimaera.

Apakah yang dilakukan Karou untuk menyelamatkan bangsa chimaera? Bagaimana Karou bisa melawan perintah Thiago? Apa rencana Akiva untuk mewujudkan Eretz yang damai?

Epik

Begitulah kesan saya setelah membaca buku Bersimbah Darah dan Cahaya Bintang.

Senin, 12 Januari 2015

ANGELFALL: THE ANGEL VERSION OF THE HUNGER GAMES

Judul: Angelfall (Penryn and The End of Days #1)
Pengarang: Susan Ee
Penerbit: Matahari
Penerjemah: Nadiah Alwi
Redesain sampul: Apung Donggala
Jumlah halaman: 428 halaman
ISBN: 978-602-1139-26-4
Cetakan 1, Juli 2014
Segmen: Remaja, dewasa muda.
Genre: Fantasi, dystopia, horror, thriller, paranormal-romance, urban fantasy.
Harga: Rp79.500, bisa dibeli di www.parcelbuku.net, bukabuku
Rate:  ★★★★
Note: Thank you Astrid for the present. 

Semenjak kedatangan para malaikat ke bumi, dunia Penryn seolah menjadi kiamat. Hujan bencana melanda di mana-mana. Para manusia hidup seperti gelandangan, kotor dan kelaparan. Kota menjadi kosong karena banyak rumah-rumah yang ditinggalkan pemiliknya. Selain itu teror selalu mengancam hampir setiap dari para genk jalanan yang melakukan kekerasan dan pembunuhan sadis. Peradaban manusia menjadi hancur dan runtuh akibat ulah para malaikat.

Bagi Penryn, tak ada yang lebih penting selain menjaga agar keluarganya tetap utuh dan tidak kelaparan. Dengan ibu yang menderita gangguan mental dan Paige, adik perempuannya yang lumpuh, Penryn berusaha sekuat tenaga mengurus mereka dan menjaga mereka tetap aman setelah ayahnya meninggal. 

Suatu hari saat hendak mencari tempat persembunyian baru, tanpa  sengaja Penryn, ibu dan adiknya menyaksikan pertarungan sekelompok malaikat. Perkelahian brutal dan tidak seimbang itu menyebabkan salah seorang malaikat terkapar akibat luka parah. Selain itu kedua sayap sang malaikat juga dipotong dari punggungnya. 

Kehadiran Penryn dan keluarganya disadari oleh para malaikat lain dan mereka langsung menculik Paige, adik Penryn dan membawanya pergi. 

Putus asa ingin menemukan adiknya yang hilang, Penryn yang membenci ras malaikat, terpaksa harus bekerja sama dengan Raffe, malaikat yang sayapnya dipotong tersebut guna menemukan kembali sang adik. 

Surprise, buku ini ternyata seru. 

Rabu, 10 Desember 2014

INSURGENT: FULL IN ACTION BUT WEAK STORYLINE AND BORING PLOTLINE

Judul: Insurgent (Divergent #2)
Pengarang: Veronica Roth
Penerbit: Mizan Fantasi 
Penerjemah: Nur Aini
Editor: Esti Budihabsari
Proofreader: Emi Kusmiati
Jumlah halaman: 551 halaman
Cetakan 2, Mei 2013
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Dystopia
Harga: Rp 59.000, bisa di beli di bukukita
Rate: ★★½

"Insurgent = Orang yang bertindak sebagai oposisi terhadap otoritas yang mapan, yang tidak selalu dianggap sebagai orang yang suka berperang." ~ hal 478

 Dari Amity ke Candor, kembali ke Dauntless, berkumpul di Abnegation dan menuju Erudite ( this review contain spoiler).

Minggu, 26 Oktober 2014

LOCKWOOD & CO - THE SCREAMING STAIRCASE: BETWEEN SOLVE THE CASE AND PARANORMAL ACTIVITY

Judul Buku: The Screaming Staircase: Lockwood & Co #1
Pengarang: Jonathan Stroud
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Editor: Barokah Ruziati
Desain Sampul: Martin Dima
Jumlah Halaman: 424 halaman
Cetakan 1, Januari 2014
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Misteri, horror, dark fantasy
Rate: ★★★★

The Screaming Staircase (Saat Kisah Horror Dibuat Ala Misteri Detektif)

London dilanda wabah hantu yang sangat mengerikan. Wabah itu membuat malam hari menjadi sangat berbahaya karena ada hantu-hantu yang bergentayangan dan suka menyerang manusia. Jam malam pun diberlakukan, para penduduk langsung masuk rumah segera setelah matahari terbenam. Setiap rumah harus dilapisi perlindungan besi, garam dan bunga lavendel untuk mencegah hantu masuk rumah. Tidak ada yang berani beraktivitas di luar ruangan saat malam hari. Selain itu, banyak pula agensi-agensi pembasmi hantu yang bermunculan untuk mengatasi tempat-tempat yang dihantui dan masalah-masalah paranormal lainnya.

Salah satu agensi itu bernama Lockwood & Co, sebuah agensi hantu kecil dan independen yang beranggotakan 3 orang, yaitu:
  1.  Anthony Lockwood, sang pemimpin yang tangkas dan juga pemilik agensi Lockwood & Co. Pemuda tinggi ramping yang karismatik sekaligus eksentrik yang mempunyai bakat melihat hantu secara jelas.
  2. George Cubbins, pakar riset dalam agensi tersebut. George bertubuh gemuk dan berkacamata, suka membaca buku dan melakukan penelitian ilmiah terhadap hantu.
  3. Lucy Carlyle, anggota terakhir dan satu-satunya anak perempuan dalam agensi Lockwood & Co. Lucy mempunyai bakat cenayang yang luar biasa, yaitu bisa mendengar dan merasakan emosi hantu. 
Suatu hari, agensi Lockwood & Co menerima kasus untuk menangani gangguan hantu di suatu rumah. Sayangnya kasus tersebut berakhir kacau dan membuat mereka mengalami banyak kerugian yang bisa mengakibatkan agensi mereka ditutup. Untuk menyelamatkan agensi dan mengembalikan reputasi, mereka membutuhkan kasus besar untuk ditangani.

Kesempatan itu datang, ketika seorang klien kaya raya dan terkenal menawarkan hadiah besar pada mereka apabila mereka berhasil mengatasi suatu kasus. Tapi kasus yang ditawarkan oleh klien tersebut sangat berbahaya karena mereka harus mengatasi para hantu di salah satu rumah paling berhantu di Inggris yang sudah banyak menelan korban jiwa.

Jadi bagaimana keputusan Lockwood dkk? Apakah mereka akan menolak dan membuang peluang emas yang bisa menyelamatkan agensi mereka atau sebaliknya, demi menyelamatkan agensi, mereka akan menerima kasus tersebut meski nyawa taruhannya.

Senin, 01 September 2014

RUBY RED: LIGHT & FUN AS TEENLIT

Judul: Ruby Red (Cinta Sepanjang Masa)
Judul Asli: Rubinrot
Pengarang: Kerstin Gier
Penerbit: Elex Media Komputindo
Penerjemah: Fransisca Paula Imelda
Jumlah halaman: 320 halaman
Cetakan 1, 2013
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Fantasi, time travel
Harga: Rp 39.850 (20% off dari Rp 49.800)
Bisa dibeli di grazera
Rate: ★★★½


Sinopsis:
Keluarga Gwendoline memiliki keistimewaan, di mana setiap beberapa generasi akan lahir seorang bayi perempuan yang memiliki gen penjelajah waktu dalam keluarga tersebut. Gen istimewa tersebut akan bekerja saat usia mereka mencapai remaja. Dan kali ini Charlotte, sepupu Gwen yang cantik dan pandai diramalkan memiliki gen tersebut dan akan mengalami penjelajahan waktu pertamanya. 

Namun tanpa Gwen sadari, dirinya tiba-tiba sudah berada di masa lalu. Gwen tidak mengerti, seharusnya sepupunya Charlote yang mengalami lompatan waktu, bukan dirinya. Sekembalinya dari masa lalu, Gwen berusaha menyelidiki mengenai mengapa dirinya yang menjelajah waktu, mengapa ibunya berbohong mengenai tanggal kelahirannya. 

Dan mulailah Gwen diperkenalkan dengan dunia baru dari "Para Penjaga" yaitu suatu organisasi yang menaungi para penjelajah waktu dari masa ke masa. Apa sebenarnya yang dicari dari organisasi tersebut dan misi yang diperintahkan mereka kepada Gwen?

Selasa, 01 April 2014

TIGER'S CURSE: THE IDEA IS GOOD BUT EXECUTION IS TOO TWILIGHTISH

Judul Buku: Tiger's Curse (The Tiger Saga #1)
Pengarang: Colleen Houck
Penerbit: Mizan Fantasi (Mizan Group)
Penerjemah: Angelic Zai Zai
Penyunting: Prisca Primasari
Proofreader: Wiwien Widyawanti
Jumlah Halaman: 634 Halaman
Terbit: Cetakaan 1, Februari 2013
Segmen: Remaja, Dewasa Muda
Genre: Fantasy, Paranormal Romance
Harga: Rp 48.300 (30% off dari Rp 69.000, beli di www.mizan.com)
Rate: ★★

Warning: Saya akan mereview dengan emosi dan mungkin lebay dan mungkin alay.

Jadi ceritanya: Ada seorang gadis bernama Kelsey, ia hanya gadis yang biasa-biasa saja (serius, dia beneran biasa aja, ngga ada istimewanya sama sekali, baik dari karakteristik atau pun kemampuan). Tapi entah bagaimana, dia terpilih sebagai The Choosen One untuk memecahkan kutukan seekor harimau putih. Yang sebenarnya bukanlah hanya seekor harimau putih tapi seorang pangeran dari India yang telah berusia 300 tahun. Untuk memecahkan kutukan sang pangeran, Kelsey ditemani si harimau putih harus melakukan berbagai misi bila ingin sang harimau kembali menjadi manusia. 

Minggu, 16 Februari 2014

UNEARTHLY (UNEARTHLY #1): (BUKAN) TWILIGHT VERSI MALAIKAT

★★★
Judul: Unearthly
Pengarang: Chynthia Hand
Penerbit: Ufuk Press
Jumlah Halaman: 509 Halaman
Penerjemah: Dina Begum
Pemeriksa Aksara: Uly Amalia 
Segmen: Remaja, Dewasa Muda
Genre: Paranormal Romance, Fantasy, Urban Fantasy
Bisa di beli di bukabuku
  • Halo namaku Clara Gardner, usiaku 16 tahun.
  • Aku remaja biasa yang tidak biasa.
  • Karena meski aku hidup sebagai remaja biasa, tapi sebenarnya aku bukanlah remaja biasa, aku ini keturunan malaikat. 
  • Aku punya sayap dan bisa melakukan hal-hal yang lebih baik dibandingkan manusia biasa, misal aku bisa menguasai berbagai macam bahasa, aku bisa berbicara dengan hewan, tubuhku mempunyai fisik yang lebih kuat daripada manusia biasa.
  • Tapi sebagai keturunan malaikat, aku dilahirkan dengan suatu tujuan khusus atau misi.
  • Belum jelas apa misiku, aku hanya diberi penglihatan sedikit demi sedikit yang akan membimbingku pada tujuanku.
  • Aku hanya tahu dalam penglihatan yang kudapat kalau aku harus menyelamatkan seorang pemuda tampan yang bernama Christian.
  • Demi pemuda itu atau tepatnya tugas malaikatku ini, aku dan keluargaku pindah dari California ke Wyoming.
  • Walau sejujurnya aku masih belum jelas, bagaimana aku bisa menyelamatkannya. Yang pasti aku langsung suka dengan Christian.
  • Lalu ada juga Tucker yang entah bagaimana juga masuk ke dalam hidupku.

Minggu, 03 November 2013

BOOK REVIEW: FLEUR


★★★½
Judul Buku : Fleur
Pengarang: Fenny Wong
Penerbit: Diva Press
Editor: Misni Parjiati
Jumlah Halaman: 322 Halaman
Segmen: Remaja, Dewasa-muda
Genre: Fantasi, Romance, Historical Romance
Note: Pinjaman dari Mbak Dewi ^^

15.54

Madam Shortcake sekali lagi menoleh ke arah teras belakang rumahnya. Memastikan segala sesuatunya tertata anggun dan terlihat indah seperti yang ia inginkan. Kursi-kursi empuk dengan bantalan mini yang bercorak bunga tampak tertata nyaman di masing-masing kursi. Lalu ia melihat meja bundar di tengah-tengah lingkaran kursi tersebut. 

Segalanya  tampak sempurna dan indah di atas meja makan tersebut. Mulai dari meja berselimutkan taplak putih yang bagian tepinya berhias renda. Dua poci teh, yang masing-masing terdiri atas 1 poci teh Darjeeling dan 1 poci teh Chamomile. Lalu cangkir-cangkir kecil bermotif bunga yang tertata rapih di  meja sesuai dengan jumlah kursi. Dan tentu saja hidangan lezat yang terhampar penuh di meja, mulai dari kue tart, puding karamel, kue soes, setoples kue kering choco chip, sekaleng biskuit cracker berikut dengan selai kacang dan selai lemon dalam masing-masing mangkuk berukuran sedang, dan juga setoples permen pedas. Sementara di bagian tengah meja, sebuah vas dengan bunga-bunga mawar aneka warna tampak menghias cantik.  

Setelah merasakan ruangan untuk minum tehnya siap, Madam Shortcake untuk kesekian kali mematut dirinya dalam cermin. Memastikan bahwa penampilannya pun pantas dan juga cantik.  

16.00
Ting-Tong

Bel berbunyi. Segera Madam Shortcake melangkah cepat  menuju pintu dan membukanya. Datanglah lima tamu yang telah ditunggunya. Mereka adalah:

Miss Momon
Miss Pinkimos

Miss Grinlif
Lady Wan
Miss Bleka

"Selamat sore, Madam," salam Momon, ia menekuk kedua kakinya sedikit dan memberi hormat pada tuan rumah. Diikuti oleh keempat tamunya yang lain. Selesai memberi salam pada pada Madam Shortcake, Miss Pinkimos, Miss Grinlif, Lady Wan dan Miss Bleka langsung menuju teras dan mengambil tempat di setiap kursi yang telah disediakan. 

Tapi Madam Shortcake menggamit lengan Momon, ia menahan Momon sebentar sebelum menuju teras untuk jamuan teh sore, "Jadi, Lady Storytelling sungguh tidak bisa datang?"

Momon melihat seberkas ekspresi kecewa di wajah Madam Shortcake, "Tidak, maafkan aku, Madam. Aku sudah berusaha membujuknya, tapi Milady bilang ia sibuk di bulan November ini. Bukan petualangan, tapi menghibur mereka yang sakit," jeda sebentar lalu Momon melanjutkan, "selain itu, Milady tidak suka dengan pembahasan tema cinta segitiga. Karena menurut Milady, cinta segitiga tidak adil dan pasti ada satu pihak yang akan terluka." 

"Aku mengerti. Hanya saja debat buku sore ini pasti akan terasa seru apabila Lady Storytelling ikut." Madam Shortcake lalu melepaskan genggaman tangannya dari lengan Momon dan menunjuk arah teras, "Silakan, Miss Momon."

Suasana teras sudah ramai oleh percakapan dan gelak tawa saat Madam Shortcake memulai jamuan minum tehnya. Bukan sekedar jamuan minum teh biasa, karena sore ini mereka akan membahas buku percintaan berjudul Fleur. Madam  Shortcake bertindak selaku host dan moderator. 

Madam Shortcake mengambil nafas sejenak, lalu ia bekata, "Baiklah, Nona-nona sekalian dan Lady Wan, karena kita sudah berkumpul semua, jadi silakan nikmati jamuannya dan bahas bukunya." Madam Shortcake mengambil 1 poci yang berisi teh chamomile dan menuangkannya ke cangkir Lady Wan. "Selain itu, tidak perlu menggunakan bahasa resmi dan kaku, jadikan pembahasan ini santai."

"Oke, lagian mengapa sok resmi? Kita tidak berada dalam istana raja" sahut Lady Wan acuh tak acuh.

"Dan gue masih bingung, kenapa elo bisa ikutan dalam acara bahas buku ini, Lady Wan," celetuk Miss Pinkimos. 

"Maksud elo apa?" tanya Lady Wan, heran.

Miss Pinkimos mengambil sekeping kue choco-chip, "Elo kan selalu ngaku kalau elo orangnya logis dan lebih suka cerita yang masuk akal. Gue heran, kok elo bisa ikut masuk klub pecinta novel romens sih?" Miss Pinkimos lalu mencelupkan kue choco-chipnya ke segelas susu. "Maksud gue, yang namanya cinta itu tidak ada logika."

"Yee, justru karena gue logis dan yang paling rasional, makanya gue harus ikut pembahasan ini," jawab Lady Wan sambil kipas-kipas. "Menurut gue tuh, cinta yang sehat adalah cinta yang masih bisa menggunakan logika dan akal sehat."

Miss Grinlif ikut menimpali, "Gue baru tau kalau elo ternyata hopeless romantic juga.  Biasanya kan elo selalu bilang cinta itu lebay dan keju."

"Iya, emang benar, cinta itu lebay dan keju. Makanya gue ada di sini, mencegah elo orang jadi ikut-ikutan lebay dan keju. Gue adalah pengingat," ujar Lady Wan dengan pedenya yang diikuti sahutan, 'wooo' dari para hadirin lain. 

"Cukup, cukup," Madam Shortcake menengahi. "Sekarang bahas bukunya, jadi Fleur ini bercerita mengenai kisah cinta antara peri bunga bernama Belidis, Dewa Bumi bernama Fermio dan Dewa Matahari bernama Helras. Tidak seperti peri bunga lain yang bisa menumbuhkan bunga dengan mudah. Belidis adalah seorang peri bunga lemah, hanya untuk membuat sekuntum bunga mekar saja, ia kesulitan. Hingga suatu hari, ia bertemu dengan Dewa Bumi bernama Fermio. Pertemuan mereka tidak biasa, namun pertemuan itu sungguh meninggalkan kesan bagi Fermio dan Belidis. Mereka berdua saling jatuh cinta. 

Dewa bumi memberikan kekuatannya pada Belidis untuk membantunya menumbuhkan pohon-pohon dan bunga-bunga. Sayang, kisah cinta mereka terusik oleh Helras, Sang Dewa Matahari. Helras juga jatuh cinta pada Belidis dan berusaha memisahkan kebersamaan Fermio dan Belidis. Namun baik Fermio maupun Belidis saling bersumpah, meskipun mereka berpisah, mereka akan tetap saling mencintai satu sama lain. Apakah itu di kehidupan masa kini ataupun kehidupan yang akan datang. 

Helras yang cemburu dan marah juga ikut membuat sumpah, ia bersumpah walaupun Fermio dan Belidis saling mencintai sampai kapanpun, mereka tidak akan bisa bersatu. Sebab Helras akan merebut Belidis dari Fermio. 

Akhirnya abad demi abad berlalu. Belidis, Fermio dan Helras telah bereinkarnasi menjadi manusia. Belidis menjadi seorang nona bangsawan berparas jelita bernama Florence, Fermio menjadi George, kakak angkat Florence, dan Helras menjadi Alford Cromwell, seorang bangsawan terpandang yang sangat disegani dan juga tunangan Florence."

Madam Shortcake kembali mengambil nafas sejenak setelah membacakan kalimat-kalimat panjang tersebut, lalu ia kembali berbicara, "Mulai dari Miss Momon dahulu," ia mempersilakan tangannya ke arah Momon. "Miss Momon, apa pendapatmu tentang cover buku ini?"

Momon tampak bersemangat, "Covernya cantik. Gambar buku tua dengan background coklat, menyiratkan kesan klasik. Lalu gambar kupu-kupu dan ranting pohon menyiratkan kesan fantasinya." Ia lalu terdiam sesaat, "Tapi kurang suka sama gambar wajah orang di cover belakangnya. Kesannya jadi seperti romens picisan."

Madam Shortcake mengangguk, lalu ia mengalihkan pandangannya kepada tikus dengan telinga pink, "Lalu bagaimana cara penuturan cerita di buku ini menurutmu, Miss Pinkimos?"

Miss Pinkimos menyesap tehnya sebelum menjawab, "Suka banget. Kata-katanya tersusun luwes. Kalimat-kalimat dalam narasinya mengalir lancar. Pokoknya diksinya enak dibaca dan enak didengar," kemudian ia meletakkan cangkir tehnya di meja, "Begitu pula percakapan dan interaksi antar karakter, seperti emosi, ekspresi. Semua digambarkan dengan jelas"

"Bagaimana dengan karakter-karakternya, Miss Grinlif?" tanya Madam Shortcake kepada Grinlif yang sedari tadi tampak asyik memainkan cream pada kue tartnya. 

Grinlif menoleh ke arah Madam Shotcake, "Aku suka dengan karakter-karakternya, Madam. Kurasa yang jadi kekuatan novelnya lebih karena karakter."

"Dan karakter favoritku adalah Alford Cromwell. Dia romantis banget tapi...," ujar Bleka tiba-tiba, membuat perhatian semua orang teralih padanya, lalu raut wajahnya tampak sedih. "Tapi kasihan Alford, seharusnya ada keadilan juga buat dia." 
Momon, Pinkimos dan Madam Shortcake diam-diam mengangguk. Hanya Grinlif yang tampak tidak setuju. Sedangkan Lady Wan sibuk mengoleskan selai lemon ke biskuit crackernya. 

"Maaf menyela," tukas Lady Wan tiba-tiba, "tapi sekeren-kerennya karakter Alford Cromwell, harap diingat apa yang dia lakukan pada Florence di halaman 233." Ia lalu mengambil kepingan biskuit cracker lain dan menaruhnya di atas olesan selai lemon yang lalu membentuk biskuit sandwich cracker. Kemudian ia mencondongkan kepalanya dan berbisik, "Alford memukul Florence hingga lebam. Dan menurutku, sekalipun tunangannya salah, seorang pria tetap tidak boleh melakukan tindakan seperti itu terhadap seorang wanita."

"Benar," timpal Grinlif bersemangat. "Seorang gentleman tidak akan melakukan hal tersebut, semarah apapun dia. Seharusnya dia bisa menjaga emosinya. George adalah satu-satunya yang pantas untuk Florence."

"Tapi Grinlif, aku juga tidak suka kisah percintaan Florence-George," potong Lady Wan cepat. "Maksudku, mereka kakak-adik. Sekalipun tidak memiliki hubungan darah, tapi euhh bayangkan kakak-adik dan sudah dari kecil bersama-sama. Itu namanya pseudo-incest. Aku tak setuju."
"Kali ini aku setuju dengan Lady Wan," jawab Pinkimos. "Mereka kakak-adik. Mengapa harus kakak-adik? Mengapa tidak buat hubungan cinta beda status sosial saja. Lebih enak dan sesuai dengan yang sering terjadi di era Victorian."

"Benar," tambah Bleka. "Incest atau pseudo-incest, rasanya seperti membayangkan Miss Momon jatuh cinta dengan saudara kembarnya sendiri, Tuan Monky.

Seketika itu juga teh yang baru masuk ke mulut Momon langsung tersembur keluar. Setelah terbatuk-batuk dan menenangkan diri. Momon langsung menatap jengkel ke arah Bleka, "Gila aja, masa menyandingkan gue sama monyet kurang ajar itu. Seandainya tuh monyet nggak ada hubungan darah sama gue pun, ogah gue disandingin sama dia."
"Elo kenapa sih? Bete banget sama dia?" Grinlif tampak penasaran. 
Panjang penjelasannya kalau sudah menyangkut hubungan Monky dan Momon. Tapi yang jelas Momon masih jengkel dengan ulah Monky yang menyembunyikan novel-novel romancenya. Kalau saja bukan karena bantuan Lady Storytelling yang mengancam akan membuang buah pisang dari menu makanan mereka, Monky tidak akan mengembalikan novel-novel romance Momon. 

"Udah ah, jangan ngomongin Monky. Merusak suasana aja," Momon ogah menjawab, wajahnya masih cemberut. 
Madam Shortcake langsung mengambil alih suasana, "Ayo semua, kembali ke topik. Jadi menurut kalian bagaimana ceritanya?"

"Kalau menurutku, akan lebih seru kalau endingnya dibuat sebaliknya. Jadinya akan mirip cerita dengan...," Pinkimos tampak berpikir. "Apa tuh drama Korea yang waktu itu cowoknya naksir sama ceweknya gara-gara ceweknya berani ninju cowoknya. Padahal tuh cowok kan ditakuti sama semua anak di sekolah karena kaya dan berkuasa."

"Boys Before Flower!" Momon dan Bleka menjawab serempak. 

"Gue suka tuh film. Romantis," ujar Momon

"Cowonya ganteng dan seksi," lanjut Bleka. 

"Tapi pemaksa, tukang perintah, suka seenaknya. Gue lebih suka temannya yang lembut," protes Grinlif.

Madam Shortcake mengetuk-ngetuk sendok ke meja, "Cukup, kalian OOT. Balik ke topik."

"Aldis lebih bagus," gumam Lady Wan. 

Madam Shortcake dan yang lain langsung menoleh ke arah Lady Wan, "Apa yang kau maksud Lady Wan?" 

Lady Wan membuka kipasnya dan mulai mengipas, "Namanya, maksudku. Daripada Belidis, Aldis lebih enak didengar. Belidis mengingatkanku akan unggas dan merek saus sambal. Lagi pula, apa sih keistimewaan si Florence ini sampai diperebutkan 2 pria bangsawan tampan? Aku masih lebih suka karakernya saat menjadi Belidis. Florence terlalu plin plan dan kurang tegas menurutku."

"Lady Wan," ujar Pinkimos, wajahnya tampak usil, "elo ngaku aja deh. Benarnya elo ngiri kan sama si Florence ini. Karena dia bisa diperebutkan 2 cowok ganteng, sedangkan elo sudah 3 musim, gagal melulu dapat calon suami potensial."
Wajah Lady Wan tampak merah padam, namun dengan seketika ia sudah berhasil mengendalikannya, ia membuka kipasnya dan menyembunyikan sebagian wajahnya di kipas lalu memasang ekspresi angkuh, "Dengar yah, gue bukannya gagal mendapat calon suami. Yang benar adalah, banyak yang mendekati gue tapi gue tolak. Karena mereka semuanya di bawah level gue dan tidak sesuai dengan kriteria yang gue idamkan."

"Memang kriteria calon suami idaman elo, yang seperti apa, Lady Wan?" tanya Bleka. 

Lady Wan menurunkan kipasnya, matanya tampak menerawang, "Kriteria suami yang gue idamkan tuh yang punya tampang ganteng seperti Henry Cavill, senyuman menawan seperti Michael Fassbender, lalu suara menggoda dengan aksen seksi seperti Benedict Cumberbatch dan sifat gentleman seperti Tom Hiddlestone," wajahnya tampak merona. "Ahhh, gue jadi klepek-klepek sendiri."
Momon, Grinlif dan Pinkimos tampak bisik-bisik.

"Huh, katanya rasional," gumam sebuah suara.

"Dan katanya berpikir logis," ujar sebuah suara lain.

"Kenyataannya nggak waras dan delusional," timpal suara lain lagi.

Lady Wan kesal dan langsung merauk beberapa permen pedas dan melemparnya ke arah Momon, Pinkimos dan Grinlif yang sedang berbisik-bisik.

Dentingan suara sendok diketuk kembali terdengar, "Balik ke topik," hardik Madam Shortcake. Lalu ia memulai percakapan, "Aku setuju dengan pendapat Lady Storytelling mengenai cinta segitiga," ia menoleh dan mengangguk pelan ke arah Momon, "cinta segitiga itu tidak adil dan pasti ada salah satu pihak yang akan terluka."

"Padahal, padahal, si Alford sudah berbicara seperti ini pada Florence," sambung Bleka
"Florence, apa kau mencintaiku atau tidak, aku tidak ambil pusing. Aku menginginkanmu, dan itulah yang terpenting bagiku."
"Jika ada satu hal, hanya satu hal saja di dunia ini, yang bisa membuatku terpisah darimu, apa pun itu, aku akan menggunakan segala cara yang kupunya untuk membuatnya musnah." ~hal. 127
"Aku tidak khawatir akan pernikahan, Aku khawatir akan rasa dingin di antara kita." ~hal. 181
Pinkimos ikut menambahkan, "Aku setuju.Seperti yang Alford sendiri bilang di hal. 270, mengapa semua menganggapnya sebagai orang yang jahat? Ia hanya memperjuangkan apa yang semua orang perjuangkan. Ia memperjuangkan cintanya."

"Ia seperti Loki di film Thor: The Dark World, karakter yang rumit, tapi banyak groupie dan fangirlnya," desah Grinlif. 

"Aku juga suka dengan Loki," Momon tampak bersemangat kembali. "Mereka harus membuat film tersendiri tentang Loki."

"Jangan mulai OOT, ini peringatan terakhir" Madam Shortcake tampak jengkel. 

"Jadi akhirnya Alford ini belajar arti cinta sejati, seperti Dear John?" tanya Lady Wan

"Dan jangan berspekulasi yang menimbulkan spoiler dan OOT lagi," pertanyaan Lady Wan langsung ditutup oleh Madam Shortcake. "Hari sudah nyaris gelap, langsung saja kita tutup, berapa bintang?"

"Tiga bintang,karena ceritanya terlalu banyak didramatisir" jawab Lady Wan.

"Empat bintang, suka cerita dan endingnya," jawab Grinlif.

"Empat bintang, suka dengan Alford yang keren," jawab Momon.

"Gue setuju dengan Momon," jawab Pinkimos

"Dua bintang. Karena nggak adil buat Alford, jawab Bleka.

Lady Wan, menatap Bleka, "Dua bintang tidak adil. Penuturan dan plotnya sudah oke. Kalau soal cerita, gue juga ngga setuju sih, tapi nggak sampai 2 bintang lha."

"Lagian kalau alasan elo kasih 2 bintang karena alasan OTP elo nggak canon, bikin aja fanficnya sendiri," sambung Grinlif sambil menuang tehnya ke cangkir. "Banyak kok fanfic yang sukses, contohnya Lima Puluh Semburat Kelabu. Elo bisa buat si Alford jadi Christian Grey. Cocok kan sama-sama cowok alpha male posesif."

"Ih, enak aja, elo samain Alford sama si Grey yang itu," tukas Bleka jengkel.

"CUKUP! Aku bilang jangan ada OOT lagi!" Madam Shortcake menggebrak meja. Ia jengkel dengan semua obrolan OOT dari para tamunya. Sementara para tamu lain tampak kaget. Mereka belum pernah melihat Madam Shortcake marah.

Madam Shortcake lalu mengambil nafas dan menghembuskannya. Ia memejamkan mata dan kembali memasang ekspresi tenang, "Baiklah kukira yang adil adalah tiga setengah bintang. Bagaimana, kalian setuju?"

Para tamunya kali ini tidak ada yang berbicara. Mereka kanya mengangguk-angguk tanda setuju. 

Usai sudah, jamuan minum teh sore. 


Disclaimer : http://emoticoner.com/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...