Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Desember 2013

Book Kaleidoscope 2013 - Day 5 : Top Five Most Favorite Books



Akhirnya sampai juga di hari terakhir tahun 2013, terlepas dari masalah pribadi dalam kehidupan yang tidak bisa dihindari, namun berbeda dalam hal perbukuan, tahun ini saya merasa menanjak dalam urusan baca, nulis dan buku. Dan semuanya thanks to BBI atau Blogger Buku Indonesia. Saya dapat banyak  teman, saya jadi tahu buku-buku bagus dan saya jadi serius menjalankan blog. 

Ini adalah postingan terakhir saya di tahun 2013 ini dan masih lanjut dari tema Kaleidoscope 2013 yang Top Five. Untuk hari ke-5 ini dan juga postingan terakhir saya tentang Book Kaleidoscope 2013, adalah tentang 5 buku favorit kita selama tahun 2013. 

Yang pertama jadi acuan saya untuk buku favorit adalah buku-buku yang saya labeli bintang 5 dan saya baru sadar, kalau semakin lama, saya semakin pelit kasih bintang dalam buku-buku yang saya baca, mungkin karena saya orangnya bosenan. Dari 5 buku itu, 3 di antaranya buku anak-anak dan 4 di antaranya mempunya unsur fantasi. Selera memang tak pernah bohong :P

Inilah 5 buku terbaik versi saya yang saya baca tahun ini:

5. 

The Ring of Solomon (Bartimaeus #4). Alasan saya sangat subyektif, karena saya penggemar jin narsis bin lebay tersebut. Satu-satunya buku yang catatan kakinya selalu bikin saya ngakak guling-guling. 

4. 

Where The Mountain Meets The Moon. Ceritanya, pesan moralnya, unsur mitologinya, unsur kulturalnya dan juga unsur ilustrasinya yang indah. Bagaimana mungkin saya bisa tidak memasukkannya dalam 5 buku favorit saya. 

3. 

Nobody's Boy. Buku ini mengajarkan tentang ketabahan dalam setiap situasi. Saya bingung, harus berkata apa, pokoknya saya suka buku ini.

2. 

The Hobbit. Awalnya saya sempat cemas kalau buku ini akan seperti The Lord of The Ring, yang hingga saat ini masih gagal saya baca. Tapi ternyata sama sekali tidak, buku menyenangkan dan mengalir. Selain itu saya suka dengan karakterisasi para tokohnya yang ditulis oleh Prof. Tolkien

1. 

The Palace of Illusions. Buku yang sangat saya rekomendasikan bagi mereka yang mengaku berjiwa feminis. 

Nah itulah 5 buku favorit saya untuk tahun 2013. Sampai jumpa tahun depan dan juga saya ucapkan Selamat Tahun Baru 2014

Senin, 30 Desember 2013

Book Kaleidoscope 2013 - Day 4 : Top Five Book Amazing Parents



Masih seputar Top 5 dalam Book Kaleidoscope yang digagas oleh Mbak Fanda.  Hari ke-4 adalah tema bebas dari Mbak Fanda. Saya tadinya mau temanya Top 5 Supporting Characters You Liked More Than Main Character, tapi karena saya cuma dapatnya 3 saja, akhirnya saya batalkan dan ganti dengan Top Five Book Perfect Fathers. 

Saya termasuk yang suka drama keluarga dan saat baca buku saya suka adegan yang menggambarkan interaksi anak dan orang tua. Tadinya saya mau terpisah antara ayah dan ibu, tapi ternyata jumlahnya tidak sampai 5, akhirnya saya putuskan, gabung saja. 

Langsung saja, top 5 book Amazing Parents:

5. Ibunya Lena dalam Delirium, di tengah suatu dunia di mana cinta dianggap sebuah penyakit. Ibunya Lena tetap berusaha mencintai anak-anaknya dengan sepenuh hati, bahkan saat ada ancaman dari pemerintah untuk tidak boleh mencintai, ibunya Lena memilih untuk melawan walaupun harus disiksa. Dan salah satu kutipan terkenalnya adalah, "Aku mencintaimu. Ingat Itu. Mereka tidak dapat mengambilnya."

4. Otto Frank dalam The Diary of Anne Frank. Saya kali ini memasukkan tokoh nyata, karena kalau melihat cara Anne menyebut ayahnya sebagai kekasih hati dalam buku hariannya, sepertinya ayahnya bukan saja menyayangi anak-anaknya tapi juga memahami anak-anaknya. Berbeda dengan hubungan Anne dan ibunya yang cenderung kurang dekat, Anne menggambarkan dirinya dekat dengan ayahnya yang selalu membelanya. 

3. Orang tua Hazel Grace dalam The Fault In Our Stars. Kedua orang tua Hazel menakjubkan, tapi untuk karakter, saya lebih suka ayah Grace, yang terkadang sama lucunya dengan Hazel. Meski di buku, Hazel lebih sering dikisahkan banyak menghabiskan waktu bersama ibunya, tapi saya merasa ayah Grace lebih memahami Grace. 

2 Mr Baker atau ayah Julie Baker dalam Flipped. Mr Baker ayah yang baik hati, berjiwa besar, dan bijaksana. Ia juga sangat mengenal anak-anaknya luar dalam. Saat Julie sedang sedih, ia tahu dan bisa merasakannya. 

1. Ba (ayah Minli) dalam Where The Mountain Meets The Moon. Saya suka ayah Minli yang meskipun miskin tapi selalu berpikir positif, sabar dan tabah. Selain itu ayah Minli suka mendongeng dan menceritakan berbagai macam kisah-kisah ajaib kepada Minli.

Sabtu, 28 Desember 2013

Book Kaleidoscope 2013 - Day 3 : Top Five Best Book Covers


Saya rasa tema cover buku akan selalu jadi tema yang disukai, karena walaupun kita terus diingatkan untuk tidak melihat buku dari covernya, tapi tidak bisa dipungkiri kalau cover memegang peranan vital dalam penjualan suatu buku. Saya jadi teringat akan suatu buku remaja yang ratingnya bagus dan berharap diterbitkan di Indonesia, tapi sesudah diterbitkan LOL yang ada banjir protes sana-sini gara-gara covernya yang 'ngga banget' dan saya pun yang tadinya berniat beli terjemahan, akhirnya memutuskan untuk menabung dan membeli buku aslinya saja karena, simply I hate the translation cover. 

Tema ini agak mirip dengan Boookish Top Ten: 10 Best Cover. Jadi pilihan saya pun mungkin bakal banyak yang mirip-mirip. Hanya saja, untuk kaleidoskop, pilihan saya hanya menyangkut buku-buku yang saya baca di tahun 2013 saja. Jadi inilah Top Five Best Book Covers versi saya:

5. 

DAUGHTER OF SMOKE AND BONE. Saya selalu suka cover yang mempunyai latar belakang warna hitam. Walau dalam DOSB, lebih tepat disebut hitam kebiruan.  Tapi alasan utama saya memasukkannya dalam book kaleidoscope 2013, karena kesederhanaan covernya, yang hanya ada gambar bulu berwarna putih kebiruan yang tampak mengeluarkan asap. Bagi saya less is more. 

4. 

THER MELIAN - ANTHOLOGY. Alasan saya sederhana saja, karena saya suka warna biru, angkasa, latar malam dan gambar siluet 2 orang yang saling berdekatan, sehingga memberi kesan romantis. 

3. 

KRISTALISASI: SEPULUH KISAH VANDARIA SAGA.  Seandainya saya tidak tahu apa itu Vandaria, saya akan berpikir kalau buku ini sejenis walktrough game. Saya selalu suka buku yang covernya itu seperti anime, dan cover Kristalisasi memang tampak seperti anime. 

2. 

THE HOBBIT. Baiklah, saya memang sering bilang kalau saya nggak suka buku yang covernya dari cover film atau gambar orang. Tapi The Hobbit adalah pengecualian untuk saya. Karena saya suka dengan gambar Bilbo yang sedang membuka pintu, siap melangkah pergi keluar yang di hadapannya terhampar gambar pemandangan pedesaan yang indah dengan sinar matahari sore. Maksud saya, komposisi warna di covernya itu semuanya serba serasi. 

1. 

WHERE THE MOUNTAIN MEETS THE MOON. Rasanya salah bila saya tidak memasukkan cover buku ini ke book kalaidoscope 2013. Karena cover ini juga lahir langsung dari coretan tangan sang penulis. Sekali melihat cover ini, saya langsung tahu kalau ini akan bercerita tentang negeri Cina, karena ilustrasinya sangat mirip dengan lukisan klasik dari negeri tirai bambu tersebut, hanya saja dengan warna-warna yang lebih ceria dan cerah. 

Mau ikutan Book Kaleidoscope 2013 juga? Lihat caranya di blog Fanda Classiclit

Book Kaleidoscop 2013 - Day 2: Top 5 Most Memorable Quotes


Top 5 most memorable quotes. Ini peraturannya cuma 5 kutipan kan? Bukan kutipan dari 5 buku yang berbeda? Karena saya ada beberapa kutipan dari buku yang sama. Saya pilih kutipan tersebut murni karena saya suka kutipannya, meskipun cerita dalam bukunya hanya standar saja, tapi terkadang beberapa baris kalimat terasa begitu mengena. 

5. 


Saya itu termasuk tipe orang yang introvert. Sangat pendiam, sulit mengungkapkan perasaan, sulit berbicara di depan umum, sulit membaur dengan lingkungan baru. Bila emosi, saya lebih memilih untuk memendamnya alih-alih marah kepada orang lain. Terkadang menulis membantu saya untuk menyampaikan apa yang saya rasakan. Karena menulis itu salah satu bentuk komunikasi. Maka itu, banyak orang suka nyinyir di twitter. 

4. 
Terkadang, saya merasa menjadi orang yang terlalu idealistik, walau kenyataan berkata lain. Ada pepatah yang mengatakan, kita tidak bisa mengatur bagaimana perlakuan dan tindakan orang lain terhadap kita, tapi kita bisa mengatur bagaimana reaksi kita terhadap mereka. Intinya yang saya tangkap, bahwa hidup itu adalah pilihan. 

3. 

Saya tergelitik untuk mengadakan survei atau polling untuk memilih, mana yang lebih buruk, kebencian atau ketidakpedulian? Terkadang tanpa kita sadari, kita sering melakukan yang kedua, bukan karena kita tidak suka mereka, tapi karena kita tidak peduli dengan berbagai macam alasan, seperti tidak kenal, sibuk,dll. Mungkin saya juga sering seperti itu tanpa sadar. 

4




Munafik, duality, kontradiktif adalah sudah sifat alami manusia. Terkadang karena situasi dan kondisi juga. Misal bila kita ingin diterima dalam suatu lingkungan tertentu, terkadang tanpa sadar, kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kemauan kita yang sesungguhnya. Saya cenderung memakai topeng alim dan pendiam di kantor, padahal dalam hati, saya ini rebel. 

1. 

Terkadang saya selalu berharap, agar kehidupan itu lurus-lurus saja tanpa ada masalah yang berarti. Sebagai manusia, saya selalu bertanya-tanya pada diri saya sendiri, "Mengapa hal ini bisa terjadi pada diri saya? Apa salah saya sampai saya harus mengalami hal ini?" Mungkin agar kita sebagai manusia, tahu artinya kebahagiaan yang sesungguhnya, tahu artinya bersyukur. Kita tidak akan tahu betapa enaknya rasa suatu makanan, kecuali bila kita pernah merasa kelaparan. Kita tidak tahu bahwa damai dan tenang itu adalah bahagia, kecuali kita tinggal di negara yang selalu mengalami konflik dan peperangan. 

Mau ikutan Book Kaleidoscope juga? Silakan kunjungi blog Mbak Fanda di Fanda Classiclit. 

Kamis, 26 Desember 2013

Book Kaleidoskop 2013 - DAY 1: Top Five Book Boyfriends


Saya tahu mengenai meme ini pertama kali saat mendengar selentingan percakapan via whatsapps di bajay jaboers. Saat mendengar meme yang digagas oleh Mbak Fanda dari Fanda Classiclit, saya langsung tertarik ikutan, karena sebagai seorang escapism, saya punya kecenderungan suka berkhayal akan pria idaman saya #siapasihyangtidak. Sebenarnya ada beberapa tokoh yang mau saya masukkan, tapi berhubung saya sudah lama baca buku-buku mengenai mereka, jadi saya tidak bisa ikut sertakan (bye Carlisle, bye Peeta, bye Snape). 

Dan sejujurnya, saya agak kesulitan memilih para tokoh ini, bukan karena terlalu banyak, justru sebaliknya, saya nggak terlalu banyak baca buku-buku romens untuk tahun ini, jadi saya harus pilih mana yang menurut saya paling meninggalkan kesan dan bukan karena saya berangan-angan jadi kekasih mereka, tapi lebih karena ada sesuatu dari diri mereka yang saya suka. Langsung saja Top 5 Book Boyfriends:

5. Leighton dari Tetralogi Ther Melian.  Untuk ukuran cowo, Leighton ini masuk tipe yang Beta male. Tipe yang cenderung pengalah dan pengertian sama orang lain, termasuk ceweknya. Bagi sebagian orang, Leighton mungkin sedikit membosankan, karena sifatnya yang terlalu baik dan gampang percaya sama orang lain. Tapi saya rasa, mungkin Leighton itu, tipe yang tidak saya inginkan tapi saya butuhkan. Ngerti kan? Terkadang keinginan dan kebutuhan itu beda. 



4. Alford Cromwell dari Fleur. Sebenarnya saya ini agak 50-50 sama Alford, karena ada kalanya dia suka main keras. Tapi saya selalu terenyuh sama cowok yang rela berkorban demi cinta yang tidak berbalas. Saya agak kesulitan membayangnya real cast untuk Alford. Tapi akhirnya pilih Jonathan Rhys Meyes si bad boy. Karena aktor berwajah unyu jelas tidak cocok untuk memerankan Alford.
 

3. Dr. Walter Fane dari The Painted Veil. Dr Walter Fane is an ideal husband as long as you're not playing with his heart. He will do anything to make you happy. He is gentle, smart and will take care of you and all your needs. He even not pushy as a husband. Sayang kisah cinta Dr Fane dan istrinya tidak berakhir seperti dongeng Cinderella.

2. Lucian Kiggs dari Seraphina. Seraphina bukan jenis YA romantis, lebih ke teka-teki dan petualangan. Yang saya suka dari karakter Lucian adalah periang, sabar, cerdas, tidak gampang terhasut, berpola pikir terbuka dan juga yang terpenting perhatian. Dream cast saya untuk Lucian adalah Arnie Hammer. Saya suka akting Arnie sebagai pangeran di Mirror-Mirror, dan Lucian juga adalah seorang pangeran. Tapi bukan karena ia pangeran maka saya memilihnya, tapi karena karakternya. 

1. Augustus Waters dari The Fault in Our Stars. Oke, mungkin saya agak telat dan Gus juga pilihan yang terlalu populer di mata para bookworm, karena baru tahun 2013 saya membaca TFIOS, tapi sungguh bagi saya yang juga sama anehnya, cowok seperti Gus itu adalah anugrah. Augustus is a handsome nerds, sweet and funny guy with witty mouth that knows how brighten up your mood. What an ideal combination, well at least for me. Ngomong-ngomong soal castnya yaitu Ansel Elgort. Menurut saya pribadi, Ansel bukan tipe cowo yang pertama kali lihat itu tampak cakep. Saya saja susah ketemu fotonya yang tidak keliatan culun. Malah pemeran Isaac tampak lebih cakep walau wajahnya lebih pasaran. Tapi memang wajah Ansel lebih nggak biasa dibanding pemeran Isaac.

Itulah top 5 boyfriends versi saya. Standar yah, karena bule semua, yah mungkin tahun depan, saya akan coba lebih variatif, secara buku yang saya baca juga lebih banyak terjemahan novel barat yang tokohnya kaukasia. 

Jumat, 01 November 2013

TIPS: CARA MENYAMPUL BUKU DENGAN PLASTIK

Sebenarnya, tidak pernah terpikir oleh saya untuk membuat tutorial cara menyampul plastik sebuah buku. Karena saya pikir itu hal yang gampang dan siapapun pasti bisa. Tapi ternyata waktu chatting di whatsapps group dengan sesama blogger, banyak juga yang tidak tahu caranya. Jadi saya pun terpikir untuk membuat satu postingan khusus cara menyampul buku dengan plastik. 

Memang tidak ada kewajiban atau keharusan khusus untuk menyampul buku-buku yang kita beli dengan sampul plastik. Namun buku-buku yang disampul plastik pastinya, selain terlihat lebih rapih, juga lebih terlindungi. Hal ini lebih terasa terhadap buku-buku yang covernya mempunyai cetakan kertas dove. Apa itu cetakan kertas dove? katakan saja cover yang cetakannya tidak ada lapisan plastik tipis mengilap. Contoh paling gampang ditemui pada buku-buku terbitan Gagas Media. Kalau cetakan covernya dove, biasanya cover buku lebih mudah kotor, entah karena tangan yang berkeringat atau hal-hal lain macam debu. 

Sedangkan contoh cover yang kertasnya glossy atau mengilap, biasanya banyak ditemui pada buku-buku komik terbitan Elex dan MnC. Itu hanya contoh gampangnya saja.

Sekarang saya mulai tutorialnya secara step by step: 

1. Memilih sampul plastik. Ada 2 tipe sampul plastik, yaitu yang dove (buram) dan yang glossy (mengilap). Mau pilih yang mana, itu terserah dan sesuai selera. Tapi yang glossy menurut saya, tingkat kesulitannya dalam menyampul lebih tinggi. (BTW, tipe sampul plastik yang saya bahas di sini, hanya yang tanpa perekat atau lem yah) Dan yang saya pakai untuk tutorial ini adalah yang glossy. 

2. Pilih ukuran sampul plastik. Sampul plastik ada berbagai jenis ukuran (tinggi dan panjang gulungan roll). Jenis ukuran apapun bisa dipakai, jadi terserah anda mau pilih yang mana. Kalau saya pribadi, saya selalu membeli yang tingginya 45 atau 46 cm. Karena sekali gunting, saya bisa pakai untuk 2 buku. Kebanyakan panjang/tinggi buku yang biasa terbit di Indonesia itu 20 cm. Kalau untuk lebar/panjang (gulungan roll) relatif, tergantung harganya. Makin tebal rollnya, maka makin mahal. 
3. Pertama,  buka dahulu segel plastik dari buku baru anda. #AnakTKJugaTau. Tapi saya kan sudah janji untuk step by step.

4. Bersihkan meja dari benda-benda yang bikin sempit dan bentangkan sampul plastik di atas meja.

5. Ukur atau perkirakan plastik yang akan dipotong dari gulungan roll. Ukur pakai buku yang akan disampul. Jika ada 2 buku, pakai buku yang paling tebal dari 2 buku tersebut. Lalu lipat dan lekuk. 

6. Nah di saya hasilnya seperti ini. 

7. Tekan lipatan atau bagian lekukan dengan tangan untuk memastikan saat menggunting akan lebih mudah dan rapih. 

8. Sebelum lanjut menggunting, saya perlihatkan dahulu kalau sampul plastik tersebut cukup untuk 2 buku. 

9. Lalu guntinglah sampul plastik dibagian yang telah dilipat tadi. 

10. Ta-da. Bagian pertama selesai. Inilah hasilnya. Sampul plastik telah terpotong dari gulungan roll.

11. Nah, sekarang bagi sampul plastik tersebut menjadi 2 bagian. Mau dibagi sama rata atau berbeda, terserah. Yang penting ukurannya cukup dengan buku yang ingin disampul. Di sini saya bagi sama rata. Jadi saya lipat sampul plastik menjadi 2 bagian, lalu saya tekan bagian lekukannya supaya rapih dan mudah saat menggunting. 

12. Terus gunting deh. 

13. Dan inilah hasilnya. Dua potongan plastik untuk 2 buku. 

14. Ambil buku yang ingin disampul. Perkirakan bagian tepinya. Bila sudah dirasa pas, lipat bagian tepi sampul plastik dan ratakan bagian lekuk lipatan dengan menekannya. 

15. Ini sih terserah yah, tapi saya lupa membersihkan bukunya saat dibuka tadi. Jadi saya lap dahulu pakai tissue. :P

16. Sekarang ambil selotip. Rekatkan plastik bagian tepi dalam yang telah kita lipat ke buku dengan selotip. Lakukan hal yang sama pada sisi satunya juga. 

17. Inilah hasilnya. Bagian ini (cara merekatkan selotip) bebas. Kalau saya biasanya 3 bagian, lihat lingkaran merah (tepi atas, tengah dan tepi bawah #ribet). Kalau kalian cuma mau 2 saja merekatkannya, misal tepi bawah dan atas juga tidak mengapa. Atau mau digabung sekalian nanti dengan sisi atas dan bawah buku juga bisa. 

18. Bagian 2 alias sampul sisi samping buku selesai. Sekarang tinggal sisi atas dan bawah buku. Seperti inilah hasilnya. 

19. Oke, sebelum melipat bagian ujung atau pojok. Gunting dahulu plastik yang berada di bagian jilid buku (atas dan bawah). Hati-hati saat menggunting, jangan sampai bukunya ikutan tergunting. 

20. Lipat plastik yang berada di bagian ujung buku. Lipat hingga membentuk segitiga, lalu selipkan bagian lekukan ke dalam. Lakukan ini untuk setiap bagian ujung. Depan-belakang, atas-bawah. Baru lipat ke dalam  dan rekatkan dengan selotip. 


21. Jadinya akan seperti ini. Angle kameranya bikin seolah hasilnya terlihat tidak rata. Tapi aslinya rata kok. Hehehe. Lingkaran merah adalah bagian yang saya rekatkan dengan selotip.  


22. Selesai sudah. Buku sudah tersampul plastik rapih.  


Biasanya untuk saya, buku yang baru selesai saya sampul plastik tidak langsung saya baca #AstagaTimbunLagi. Tapi tidak saya timbun lama-lama kok. Biasanya sudah masuk jadwal coming soon saya untuk dibaca, misal dalam waktu 1 minggu hingga 1 bulan. Nah karena itulah langkah terakhir sebelum dibaca, saya simpan buku-buku yang habis saya sampul plastik dengan cara menindihnya bersama buku-buku lain yang tebal, supaya sampul plastiknya makin meresap nempel. #BahasaApaSih. 


Demikianlah, tutorial cara menyampul buku dengan plastik dari saya, semoga membantu. Mungkin banyak di antara kalian yang punya cara tersendiri dan lebih mudah dan praktis dibanding saya. Tapi untuk yang belum tahu, bisa mencoba cara saya. 

Sabtu, 15 Desember 2012

Apa yang disuka dari genre romance?

Romance atau romantis adalah kata-kata yang amat disukai oleh sebagian besar kaum hawa. Sebagian besar kaum wanita selalu mengidamkan pasangan yang romantis, hubungan yang romantis, dan lain-lain. Film-film bertema drama atau komedi romantis juga umumnya disukai oleh kaum wanita. Begitu pula dalam hal literatur. Cerita percintaan selalu abadi sepanjang masa, kalau ada pertanyaan jenis genre macam apa dalam dunia penulisan yang akan selalu ada tanpa takut ketinggalan jaman atau terpengaruh trend? jawabannya adalah genre percintaan. 

Novel romance selalu mempunya pasar setia, saya pun dulu awal-awal membaca novel tebal dimulai dengan cerita romance, waktu itu saya ingat novel harlequin sangat identik dengan genre romance. Padahal belakangan diketahui kalau herlequin mempunyai genre lain juga selain romance walau mungkin di Indonesia utamanya romance. Baru-baru ini Melody Violine mengadakan giveaway dalam giveaway itu ada quis yang pertanyaannya adalah  "apa yang kamu harapkan dari novel romance?" 

Ada beberapa jawaban yang menarik seperti dari 

Yang saya harapkan dari novel romance adalah chemistry yang dalam antarkarakter, penyelesaian konflik batin mereka tentang trust-betrayal yang beradu dengan masalah yang tengah mengurung mereka. Bukan sekadar kisah romantis bertabur keju asam. Intrik yang terjadi pun bukan melulu pada kisah romansa mereka sendiri, melainkan sesuatu yang lebih besar, lebih dalam, dan lebih gelap ... dan bagaimana ketahanan cinta, kepercayaan, dan ikatan di antara mereka diuji dalam intrik yang rumit itu.

Yang aku harapkan dari novel romance adalah cerita yang benar-benar menunjukkan chemistry antara hero dan heroinenya, perkembangan perasaan mereka dari halaman demi halaman yang aku baca. Aku nggak terlalu suka novel romance yang terlalu mengumbar adegan cinta secara fisik tapi melupakan unsur emosinya. Sebaiknya semuanya diceritakan secara pas. hehe.

Aku suka chemistry yg terbentuk dari perdebatan unik yg lucu. Jadi ga melulu romantisme klise. Tapi sebenernya asalkan ada hubungan antara hero dan heroine yg ga egois itu pasti jadi cerita yg oke :D

FennyHerawatiYusuf
Yang aku suka itu yang ga lebay, dan tokoh laki lakinya gak nyakitin 
perempuan lain. Pokoknya dalam cerita cinta itu gak boleh ada laki laki 
yang nyakitin perempuan lain demi hidup bahagia bersama perempuan lain 
yang dicintainya. Kayak novelnya Sunset Bersama Rosie-nya tere liye, 
saya paling benci karakter seperti Tegar.
 
riki pratamasari 
saat membaca novel romance yang aku harapkan adalah para tokohnya punya 
karakter dan prinsip yang kuat, yang sering kali karakter/prinsip itu 
saling bertentangan sehingga pada akhirnya mereka belajar untuk saling 
berkompromi dan manyatukan karakter/ prinsip mereka... juga permainan 
emosi yang bisa menaik-turunkan emosi pembaca... dan yang penting 
perjuangan cintanya terasa sehingga pada saat akhirnya pada saat happy 
ending akan benar2 terasa happy nya^^
  
Happy Goo  
yang aku harapin dari novel romance pastinya ceritanya ga klise dan ga 
mudah di tebak. bisa ngebuat kita ngeluarin emosi, dilengkapi konflik yg
menarik yg ngebuat kita penasaran dgn ending cerita tsb. dan pastinya 
chemistry para tokoh tersalur dgn tepat. Ga mesti happy ending, yg 
penting ceritanya jelas sehingga ngebuat kita ga mudah lupa sama cerita 
tsb dan malah pgn baca berulangkali. :) 
yg aku harapkan dari novel romance ialah tokoh2 yg terlibat dalam 
hubungan romance itu ngga too good to be true. Dan juga akan lebih bagus
lagi, kalau ada pesan moral dalam novel romance itu. Ga perlu happy 
end, ga perlu terlalu manis romance-nya, yg penting romance itu simple 
tapi bisa bikin heartwarming.. 
 
daneeollie
Yang kuharapkan dari novel romance tentu saja jalan certa yang menarik, chemistry yang kuat antara kedua tokoh utama, dan perkembangan karakter mereka berdua yang terjadi di sepanjang cerita cinta mereka. Dialog dan interaksi dua tokoh utama yang menarik dan cerdas biasanya membuatku tak mampu melepaskan novel romance itu sampai selesai. Apapun akhir kisah cinta dalam sebuah novel romance tidak pernah kupermasalahkan, bahagia ataupun sedih, sepanjang itu adalah akhir yang terbaik bagi kisah cinta kedua tokoh utama aku akan menerimanya. 

yang kuharapkan dari cerita romance itu chemistry antara kedua tokoh utamanya, alurnya yang nggak biasa, udah itu aja yang menurutku paling penting, jika kedua hal tersebut diramu dengan luar biasa, buku itu akan menjadi hebat :D

Itu adalah beberapa contoh  jawaban yang cukup bagus menurut saya dan dari jawaban-jawaban itu ada beberapa point yang akan saya rekap, mengenai hal-hal penting yang harus ada dalam genre romance, yaitu :
  1. Chemistry, ini hal paling utama dalam kisah percintaan karena chemistry itu menentukan interaksi. Nah pertanyaannya bagaimana contoh chemistry yang bagus dan yang tidak? romance bukanlah bacaan favorit saya, saya suka romance tapi saya tidak membaca romance sebanyak mereka yang memang penggemar genre tersebut, tapi saya ada beberapa yang saya anggap favorit, misal Devil in Winter karangan Lisa Kleypas tentang rake/playboy/badboy yang jatuh cinta pada  gadis gagap dan pemalu. atau Comanche Moon karangan Catherine Anderson tentang love-hate relationship. Dua itu yang menurut saya paling membekas di hati saya, hehehe. Terus kalau chemistry yang kurang seperti apa? sejujurnya saya tidak mau menjawab ini karena ini semua balik ke selara masing-masing dan sangat subyektif, tapi saat saya merasa bosan dalam membaca buku romance, saya anggap chemistry kedua tokoh utamanya kurang nyambung atau sekedar dipaksakan oleh pengarang.
  2. Konflik batin, ada beberapa orang yang suka membaca kisah percintaan yang berat dan melibatkan konflik batin, saya mungkin termasuk yang ini. Kisahnya bisa bermacam-macam, biasanya hero dan heroinenya datang dari latar belakang yang saling bertentangan, apakah itu status sosial, negara yang saling berperang, perbedaan keyakinan, atau profesi yang bertolak belakang, misal mata-mata oraganisasi kriminal dan polisi. Konflik batin disini biasanya hero dan heroinenya harus memilih antara cintanya atau kepada siapa mereka selama ini percaya dan berpegang. 
  3. Bukan sekedar fisik tapi lebih ke perasaan. Kalau ada hal-hal yang tidak saya sukai dari novel-novel romance yang terbit belakangan ini, macam historical romance dan paranormal romance adalah interaksi karakternya lebih banyak di sexual tension daripada emosi atau perasaan mereka. Mungkin ada yang suka, tapi karena kita terbiasa dengan budaya timur yang lebih sopan, kita lebih suka yang interaksinya lebih mengutamakan emosi dan perasaan daripada ketertarikan fisik semata.
  4. Likeability characters. Dalam genre fantasy, horror dan genre-genre lain yang lebih berat, mungkin oke-oke saja dengan  hero yang sifatnya antihero tapi dalam novel romance, faktor likeability itu penting, karena cinta itu diibaratkan dengan sesuatu yang indah, baik dan tidak egois. Kalau pengarang membuat tokoh yang terlalu dibenci, yang ada pembacanya merasa ilfil.
  5. Happy ending, ini masih diperdebatkan, tapi 70% pasar pecinta genre romance ingin happy ending. Yang saya maksud 70% pasar pecinta novel romance adalah mereka yang umumnya lebih memilih genre romance untuk mereka baca ketimbang genre lain. Karena mereka biasanya tidak menyukai cerita yang setelah perjalanan cinta hero dan heroinenya berlika-liku tau-tau endingnya malah tambah suram. Bagi saya sendiri yang bukan penggemar berat romance, happy or not happy ending tidak  masalah asalkan penyelesaiannya tidak memaksa. 
Yah itu saja beberapa point yang saya tangkap, dan seperti yang saya bilang, pada dasarnya saya sendiri bukanlah hardcore romance reader. Karena dalam romance jarang menawarkan sesuatu yang baru, namun cerita romance bisa menjadi segar asalkan dikemas dengan tepat dan saya pribadi lebih suka romance sebagai bumbu penyedap daripada cerita utama tapi bukan berarti saya tidak suka membaca romance, justru kalau ada romance yang bisa mengaduk-ngaduk perasaan, saya jadi malah bergairah untuk membacanya. 

    

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...