Minggu, 14 April 2013

DAUGHTER OF SMOKE AND BONE (DAUGHTER OF SMOKE AND BONE #1)

✮✮✮½

Judul : Dari Asap dan Tulang
Pengarang : Laini Taylor
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Kuceritakan sebuah kisah padamu :

Pada zaman dahulu,
Seorang malaikat dan iblis jatuh cinta
Kisah cinta mereka tidak berakhir indah

Karou, gadis remaja berusia 17 tahun, kecuali rambut birunya, dari luar dia tampak seperti gadis remaja pada umumnya. Karou bersekolah di sekolah seni Praha, mempunyai BFF yang selalu menemaninya bergosip, mengalami kegagalan dalam urusan cinta pertama dan berbakat dalam hal menggambar.

Namun yang terjadi di dalam bukanlah seperti itu. Karou tidak memiliki keluarga normal selayaknya manusia pada umumnya. Keluarganya adalah monster yang disebut chimaera yang hanya ada dalam dunia khayalan, namun bagi Karou para chimaera tersebut adalah nyata dan juga satu-satunya keluarga yang ia tau, mereka mengasuhnya sejak kecil, mendidiknya, menyayanginya.  

Karou sendiri tidak pernah tau siapa dirinya, para chimaera yang mengasuhnya tidak pernah menceritakan asal-usul dirinya, seperti siapa orang tuanya, mengapa ia bisa diasuh oleh para chimaera. Tidak hanya itu, selain sebagai siswi sekolah seni di Praha, Karou juga punya pekerjaan lain yang tidak lazim, pekerjaan yang berhubungan dengan dunia para chimaera, terutama yang berhubungan dengan mendapatkan gigi.......

Sementara itu muncul kejadian tidak biasa, di mana dari angkasa turun mahluk bersayap dengan wajah rupawan bak malaikat yang menandai pintu-pintu diseluruh dunia dengan cap tangan mereka yang terbakar, salah satu yang ditandai adalah pintu yang selama ini Karou gunakan untuk masuk ke toko tempat para keluarga chimaera-nya berada. 

Kesan saya :

Sejujurnya saya bingung berapa rate yang harus saya kasih untuk buku ini. Banyak yang bilang buku ini bagus dan di goodreads pun buku ini punya rating yang bagus tapi selama saya membacanya, entah mengapa saya tidak merasakan suatu hal yang spesial, exciting, intense, inspiratif maupun baru, so far cerita dalam buku ini sama seperti genre paranormal romance lainnya, dengan kata lain ternyata dibawah ekspektasi saya, tapi bukan berarti buku ini ngga bagus, cuma yah seperti yang saya bilang tadi, the book is good but there is nothing special about the story. Ibaratnya cerita klise yang dibungkus dengan penceritaan yang baik. Keputusan akhir saya adalah tiga setengah bintang. Karena dalam hal narasi, penggambaran cerita dan tempat, buku ini ditulis dengan kata-kata yang indah dan puitis.

Saya rasa seandainya saya baca buku ini 10 tahun lebih awal, mungkin saya bisa kasih buku ini 5 bintang. Karena sejujurnya tema cinta star-crossed lovers adalah salah satu tema romance favorit saya, dan karena alasan itu pula dari 4 buku YA  yang saya rencanakan sebagai reading challenge saya di bulan April, saya memilih buku Daughter of Smoke and Bone sebagai bacaan pembuka saya di bulan April. Tapi rupanya semakin banyak buku yang kita baca, semakin tinggi pula standar yang kita tetapkan terhadap suatu cerita dalam buku.

 Oke sekarang pembahasan cerita dan karakter. Ceritanya sendiri kalau saya ibaratkan seperti ini :



+

=
Kalian bingung dengan susunan gambar saya? baguslah, artinya saya ngga bikin masakan sop iler. Pada dasarnya saya bukan pengemar berat romance, tapi kalau eksekusinya bagus, saya justru suka. Permasalahan romance yang bikin saya kurang sreg pada buku ini adalah cinta ala mie instant. Tidak ada angin tidak ada badai, tiba-tiba saja 2 karakter utamanya bisa merasakan sexual tension padahal lagi saling serang.  Yah emang sih nanti ada penjelasan mengenai mengapa mereka bisa ada sexual tension / instant love. Tapi saya berharap untuk kedepannya ada plot building yang lebih terarah dalam urusan interaksi romantis atau sexual tension mereka.

Terus karakter, oke pada dasarnya ini novel romance, tapi saya harap hal tersebut tidak dijadikan  peraturan atau kebiasaan untuk membuat karakter heronya itu tipikal Gary Stu. Akiva di sini digambarkan sangat sempurna (ketampanan yang melampaui apa yang dipercaya manusia, tinggi, tatapan yang tidak bisa ditolak, dll) ya ya saya tau dia bukan manusia tapi tetap saja kadang saya merasa  pendeskripsian Akiva terlalu berlebihan terutama di fisik dan justru yang saya suka yaitu personalitinya terasa kurang digali oleh penulis.  Beberapa orang mungkin suka dan beberapa orang yang ada justru ilfil. Yah balik ke selera masing-masing. 

Untuk heroine sendiri, masih oke lah, Karou bukan Mary Sue dan selama 2/3 buku kita dibuat bertanya-tanya soal siapa Karou dan baru dijelaskan semua di 1/3 bagian akhir buku. Jadi boleh dibilang cerita utama ada di 1/3 akhir buku dan 2/3 buku mengenai kehidupan dan keseharian Karou. Untuk karakter-karakter pendukung, hahaha saya suka Issa, Brimstone dan Suzana. Isaa itu mengingatkan saya akan gambaran seorang bibi yang sayang keponakan tapi juga berlidah tajam. Sedangkan Brimstone, he is the wise one dan Suzana, galak tapi setia kawan. 

Cerita star-crossed lovers nya sendiri sebenarnya baru benar-benar terasa ketika buku berakhir, karena baik hero maupun heroine-nya sudah benar-benar punya konflik nyata, alasan dan perang batin yang sesungguhnya bagi diri mereka masing-masing. Jadi cerita buku 1 ini lebih membahas tentang Karou dan siapa Karou (karena itulah diberi judul Daughter) bukan tema star-crossed lovers-nya.  Singkat kata saya cukup puas dengan buku ini dan saya pasti akan membaca lanjutannya, yaitu Days of Blood and Starlight.  

Notable Quote :
"Harapan bisa menjadi kekuatan yang hebat. mungkin tidak ada sihir di dalamnya, tapi jika kau tahu apa yang paling kauharapkan, dan menjaganya seperti cahaya dalam dirimu, kau bisa membuat banyak hal terjadi, nyaris serupa sihir." ~hal. 446 
Sumber gambar Little Mermaid
Sumber gambar Romeo and Juliet
Sumber gambar Inuyasha

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...