Tampilkan postingan dengan label Adventure. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adventure. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Mei 2016

THE 100-YEAR-OLD MAN WHO CLIMBED OUT OF THE WINDOW AND DISAPPEARED


Judul: The 100-Year-Old Man Who Climbed Out The Window And Disappeared
Pengarang: Jonas Jonasson
Penerbit: Bentang Pustaka
Penerjemah: Marcalais Fransisca
Jumlah halaman: 508 halaman
ISBN: 978-602-291-018-3
Cetakan 1, 2014
Segmen: Dewasa
Genre: Humor, historical fiction, petualangan

Ruang kerja Lady Storytelling pagi itu tampak penuh, kalau tidak mau dibilang berantakan. Buku-buku berceceran di lantai dan meja kerjanya. Beberapa saling buku bertumpukan tidak teratur sama sekali. Sementara di sebuah jendela besar terdapat sebuah kursi besar. Sang Lady tampak serius dengan buku bacaannya. Sesekali keningnya berkerut bingung, sesekali dia tertawa sendiri dan sesekali dia menguap.

Dengan semua ekspresi itu, tidak bisa ditebak apakah dia suka atau tidak dengan buku yang dibacanya. Menit demi menit berlalu, Sang Lady tiba-tiba berdiri menuju meja kerjanya dan mengambil sebuah lonceng kecil lalu benda tersebut diayunkan.

Senin, 20 April 2015

THE TITAN'S CURSE: STILL ADVENTUROUS AND FUNNY

Judul: TheTitan's Curse (Percy Jackson & The Olympians #3)
Pengarang: Rick Riordan
Penerbit: Mizan Fantasi (Mizan Grup)
Penerjemah: Nuraini Mastura
Editor: Soehindrat A. Shinta
Proofreader: Alfyan
Jumlah halaman: 398 halaman
Cetakan V, Juli 2010
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Fantasi, petualangan, mitologi
Rate: ★★★½


Awal cerita langsung dibuka dengan adegan Percy, Thalia dan Annabeth yang berusaha menyelinap masuk ke sebuah asrama sekolah militer untuk mencari keberadaan anak-anak blasteran lain yang dikabarkan Grover berada di sekolah tersebut. 

Ternyata tidak hanya Percy dkk yang mencari keberadaan anak blasteran tersebut. Seekor monster Manticore yang menyamar sebagai salah satu guru, ternyata juga sedang mengincar anak-anak blasteran. Jadinya Percy dkk terpaksa bertarung dengan monster ganas tersebut untuk melindungi kedua anak blasteran baru yang ditemukan oleh mereka. 

Dalam pertarungan tersebut, mereka dibantu oleh sekelompok gadis yang ternyata para pemburu yang dipimpin oleh salah satu dari dewi Oympus. Meski berhasil menang, sialnya, pertarungan tersebut memakan korban salah satu dari mereka, karena Annabeth yang ingin melindungi kawan-kawannya dari serangan monster ikut terjatuh ke jurang bersama si monster. Percy meyakini Annabeth tidaklah mati, hanya menghilang ke suatu tempat bersama si monster.  

Tidak hanya itu saja, sesampainya di perkemahana blasteran, Percy mendapat mimpi kalau dewi yang membantu mereka saat melawan monter Manticore sedang ditawan dan disiksa, begitu pula Annabeth yang sedang disandera dengan ancaman akan dibunuh apabila monster yang dicari sang musuh sudah ditemukan. 

Sekarang Percy mempunyai tugas untuk:
1. Mencari dan menyelamatkan Annabeth.
2. Membantu para pemburu menyelamatkan dewi mereka. 
3. Menemukan monster purba sebelum si monster menghancurkan Olympus. 

Dan Percy, dkk hanya punya waktu sedikit untuk menemukan semua itu, karena bila mereka terlambat maka semua akan binasa. 

Senin, 09 Februari 2015

THE FALSE PRINCE: TAKTIK DAN INTRIK PEREBUTAN TAHTA (THE ASCENDANCE TRILOGY #1)


Judul: The False Prince (Pangeran Palsu)
Pengarang: Jennifer A. Nielsen
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Cindy Kristanto
Editor: Primadonna Angela
Jumlah halaman: 392 halaman
ISBN: 978-979-22-9832-1 
Cetakan 1, Oktober 2013
Segmen: Anak-anak, remaja
Genre: Adventure, history fantasy, epic fantasy
Harga: Rp 60.000
Rate:  ★★★★

Tersebutlah ada suatu kerajaan bernama Carthya. Kerajaan tersebut diperintah oleh seorang Raja yang bernama Raja Eckbert dan permaisurinya, Ratu Erin. Raja dan Ratu mempunyai 2 orang pangeran. Yang sulung sekaligus pewaris tahta utama bernama Darius dan adik Darius bernama Jaron yang sedang dikirim untuk belajar ke negeri tetangga Carthya, yaitu Bymar. Namun dalam perjalanannya ke negeri Bymar, kapal Jaron diserang oleh para bajak laut dan sejak saat itu semua orang menyangka Pangeran Jaron tewas meski jasadnya tak pernah ditemukan. 

Keluarga kerajaan hanya tinggal Raja, Ratu dan Pangeran Darius. Namun suatu hari terdengar kabar kalau mereka bertiga juga tewas akibat diracun oleh salah satu bangsawan yang menginginkan tahta sang Raja. 

Untuk mencegah perebutan kekuasaaan yang dapat menyebabkan pecahnya perang saudara, salah satu regen  yang bernama Conner merencanakan untuk menemukan kembali Pangeran Jaron yang hilang dengan cara membuat "pangeran palsu" yang mirip Jaron. 

Maka dicarilah beberapa anak laki-laki yang mirip Jaron dari seluruh panti asuhan di Carthya untuk berperan sebagai sebagai Pangeran Jaron. Setiap anak laki-laki yang diambil dari panti asuhan tidak punya pilihan selain menurut atau mereka akan mati karena dianggap terlalu banyak tahu rahasia negara.

Salah satu anak laki-laki tersebut bernama Sage. Meski besar di panti asuhan, Sage anak yang cerdik dan pandai, lebih tepatnya pandai mencuri dan juga berlidah tajam. Dengan kecerdikannya, Sage berusaha menyelamatkan diri dari sebuah konspirasi berbahaya untuk merebut tahta. 

Untuk selengkapnya, silakan baca The False Prince dan ikuti petualangan Sage dalam menjadi pangeran palsu dan bisakah Sage menyelamatkan Carthya dari perang saudara?
  
Just like a light version of The Game of Thrones.

Sabtu, 29 November 2014

GUA RAHASIA: WALKING DOWN THE MEMORY LANE

Judul: Gua Rahasia (Hidey-Hole) Fabulous Four #5
Pengarang: Enid Blyton
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Agus Setiadi
Jumlah halaman: 96 halaman
Cetakan 1, Januari 1993
Segmen: Anak-anak
Genre: Petualangan, misteri
Rate: ★★★

Musim buah bram telah tiba. Bobby, Betty & Jocko sangat bersemangat mengumpulkan buah-buah bram liar  yang siap dipetik dari hutan di dekat rumah mereka. Nantinya buah-buah bram yang telah mereka petik akan mereka jual dan hasil penjualannya akan digunakan untuk membantu membelikan sepeda roda tiga untuk seorang anak penyandang cacat  yang miskin. 

Siapa sangka karena memetik buah bram,  ketiga anak-anak itu menemukan sebuah gua rahasia yang tersembunyi di balik semak-semak pohon bram. Jocko, Bobby dan Betty sangat senang dengan gua rahasia tersebut dan mereka menggunakan gua tersebut sebagai tempat persembunyian dan bermain mereka yang baru, termasuk Jiminy, anjing kesayangan Jocko. 

Namun ternyata bukan mereka saja yang menggunakan gua tersebut sebagai tempat persembunyian mereka, karena ada orang lain juga yang menggunakan gua tersebut. Maka dimulailah petualangan Jocko, Bobby dan Betty dalam menyingkap misteri gua tersebut. 

Selasa, 05 Agustus 2014

LIESL & PO : BEAUTIFULLY WRITTEN BUT SHALLOW IN CHARACTERS

Judul: Liesl & Po
Pengarang: Lauren Oliver
Penerbit: Mizan Fantasi
Penerjemah: Prisca Primasari
Editor: Esti A. Budihabsari
Proofreader: Yunni Y.M.
Jumlah halaman: 320 halaman
Cetakan 1, April 2013
Segmen: Anak-anak, semua umur
Genre: Fantasi
Beli di: Stand Mizan IBF, Rp 34.000 (20% off dari 42.500), bisa juga beli di rakuten atau bukukita
Rate: ★★★½

Kehidupan Liesl sepeninggal ayahnya terasa begitu sepi, sedih dan hampa seperti dunia tanpa warna. Namun pada suatu hari Liesl didatangi oleh 2 sosok hantu bernama Po dan hewan peliharaannya yang bernama Bundle. Mengetahui bahwa Po adalah hantu yang bisa menembus dunia hantu dan dunia manusia, Liesl meminta tolong pada Po untuk mencari ayahnya dan menyampaikan pesan yang tak sempat dikatakan Liesl saat sang ayah meninggal. 

Di lain tempat, seorang Alkemis telah berhasil membuat sebuah sihir paling hebat yang pernah ada. Di mana sihir ini akan membuat yang tua menjadi muda kembali dan yang mati dapat hidup kembali. Sihir tersebut disimpan dalam sebuah kotak kayu kecil, namun akibat kesalahan sang murid, kotak kayu berisi sihir tersebut tertukar dengan kotak kayu yang di dalamnya terdapat abu ayah Liesl.

Melalui Po, Liesl tahu bahwa keinginan terakhir ayahnya adalah agar dapat dimakamkan bersama-sama dengan istrinya yang telah meninggal di bawah sebuah pohon willow di rumah lama mereka. Bersama-sama, Liesl & Po (yang tidak tahu bahwa kotak kayu berisi abu ayahnya telah tertukar dengan sebuah sihir paling hebat yang pernah ada) berniat melarikan diri dari loteng tempat ia dikurung oleh ibu tirinya yang kejam, agar dapat mengubur abu ayahnya di bawah pohon willow tempat sang ibu juga dimakamkan di sana. 

Namun perjalanan Liesl tidak mudah, karena sang Alkemis murka saat tahu kalau kotak yang menyimpan sihir ajaibnya telah hilang dan bertekad untuk merebutnya kembali.

Selasa, 28 Januari 2014

BOOK REVIEW: THE TALE OF DESPEREAUX

★★★★
Judul: The Tale of Despereaux
Pengarang: Kate DiCamillo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 277 Halaman
Penerjemah: Diniarty Pandia
Segmen: Anak-Anak, Semua Umur
Genre: Fabel, Dongeng, Fantasi
Harga: Rp 15.000 (beli di obralan Gramedia Matraman)

"Maaf adalah sesuatu yang sangat mirip harapan dan cinta, sesuatu yang kuat dan indah."~hal. 212
Despereaux
Ada seekor tikus kecil yang bernama Despereaux. Orang tuanya sengaja memberinya nama Despereaux yang berarti kesedihan dan keputusasaan, karena kondisi Despereaux memang sangat menyedihkan waktu ia dilahirkan. Saudara-saudaranya yang lain mati dan hanya Despereaux yang bertahan hidup, selain itu badan Despereaux sendiri kecil dan lemah. Dan yang aneh, Despereaux memiliki ukuran telinga yang terlalu besar untuk seekor tikus. 

Setelah lebih besar, Despereaux juga berbeda dengan tikus-tikus lain. Ia tidak suka mencari remah-remah seperti layaknya tikus, dan saat kakaknya menyuruhnya untuk menggigiti kertas di buku, Despereaux malah membaca tulisan dalam kertas tersebut, dan ia langsung menyukai cerita tentang Putri dan Ksatria dalam buku tersebut dan terus membacanya berulang kali. Akhirnya saudara-saudara Despereaux pun menyerah untuk mengajari Despereaux cara menjadi tikus, karena Despereaux sendiri tidak suka berlaku selayaknya tikus. 

Senin, 16 September 2013

BOOK REVIEW: THE HOBBIT

✭✭✭✭✭
Judul Buku : The Hobbit
Pengarang : J.R.R. Tolkien
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah : A.Adiwiyoto
Jumlah Halaman : 352 Halaman
Segmen : Semua Umur dan semua yang menyukai fantasi
Genre : Fantasi, Buku Anak
Harga : Rp 42.000

Alkisah ada 2 orang sahabat, yaitu :
Monky dan Oniyon
Kedua sahabat ini bekerja pada suatu perusahaan yang ajaib (sebenarnya lebih tepat dibilang aneh daripada ajaib, tapi ajaib lebih halus dan enak didengar daripada aneh) yang bernama Story-Telling. Boss mereka, seorang perempuan muda yang aneh dan nyentrik. Mengapa disebut begitu? Karena kegemarannya akan petualangan. Lebih tepatnya petualangan dalam buku-buku yang gemar dibacanya. 

Lady Storytelling, begitulah ia dikenal. Sehabis berpetualang, sang lady pasti akan menceritakan kisah-kisahnya kepada anak buahnya untuk dicatat dalam jurnal mereka. Namun tidak seperti boss mereka yang suka berpetualang, Monky dan Oniyon lebih suka hidup damai, tentram dan teratur di ruang kerja mereka yang nyaman dan sejuk. Lihat saja perut Monky yang gembul karena hobby makannya. Sedangkan Oniyon tidak pernah melewatkan rutinitas minum teh di sore hari. 

Tapi, di sore itu, ketenangan mereka berdua terusik, karena Lady Storytelling ternyata pulang lebih cepat dari rencana. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kepulangan lady Storytelling, mengingat ini memang rumah sang lady dan sudah sewajarnya seorang pemilik rumah pasti pulang ke rumahnya. Namun biasanya sang lady pergi cukup lama, kurang lebih sebulan. Sedangkan ini baru 1 minggu dari kepergian sang lady, mengapa ia cepat kembali?

"Monky, Oniyon," dari jauh suara sang lady terdengar mengalun bagaikan nyanyian putri duyung yang ingin menenggelamkan kapal para pelaut.

Monky dan Oniyon saling pandang, firasat mereka berdua langsung tidak enak, rasanya seperti mendengar pengumuman siapa saja yang naik dan tinggal kelas. Dalam sekejap, sang lady sudah masuk ke dalam ruangan mereka, bingkai kacamatanya yang merah menyala tampak mengilat terkena cahaya matahari sore, tapi bagi Monky dan Oniyon rasanya seperti sambaran petir di siang bolong. 

"Kami siap melayani anda, Milady," ucap Monky dan Oniyon bersamaan walaupun dalam hati mereka berkata sebaliknya.

Sang lady mengambil sebuah kursi dan duduk, "Monky, Oniyon, coba tebak, kali ini kemana aku pergi?"

"Hamba, hanya bawang putih. Hamba tidak tahu, milady," jawab Oniyon.

"Dan hamba hanyalah seekor monyet kecil milady, bagaimana hamba bisa tahu," timpal Monky.

Lady Storytelling mengeluarkan sebuah peta, "Coba lihat dan bacalah," ia menyodorkan sebuah kertas yang tampak seperti peta pada Monky dan Oniyon. 

"Middle-earth," ujar Monky. 
"Liang hobbit," sambung Oniyon.
"Kerajaan Peri," timpal Monky lagi.
"Naga?" tanya Oniyon serak. 

"Benar," jawab sang lady terkekeh. "Aku baru saja kembali dari Middle-earth. Menemani pertualangan seorang hobbit dan 13 kurcaci serta seorang penyihir untuk membasmi seekor naga ganas bernama Smaug. Kalian tidak tahu kesulitan apa saja yang kami alami hanya untuk menuju ke tempat di mana Smaug berada."

"Mengapa sampai anda, maksud saya para kurcaci dan hobbit sampai ingin bersusah payah membasmi naga?" tanya Monky

"Quest for glory," pekik sang Lady. "Dan juga untuk emas dan harta benda lainnya, sebab Naga itu mencuri emas milik para kurcaci."

Sembari sang lady bercerita,  Monky dan Oniyon hanya mengangguk-angguk dan tentu saja mencatat kisah petualangan yang baru saja dilalui oleh sang lady, tapi mereka masih bingung dan cemas mengapa sang lady kembali lebih cepat. 

"Ah ya, aku tahu, kalian pasti bingung mengapa aku kembali lebih cepat dari biasanya?" potong sang lady tiba-tiba, seolah ia bisa membaca isi kepala Monky dan Oniyon. 

"Begini," sambung sang lady. "Aku bermaksud untuk mengunjungi sebuah kastil tua di Transylvania dan sesudah itu dilanjutkan pergi ke hutan rimba di belantara Amazon. Tapi aku tersadar, sebaiknya untuk kali ini aku tidak sendirian pergi kesana."

Inilah firasat buruk Monky dan Oniyon, bahkan sebelum sang lady meneruskan ucapannya, kedua mahluk tersebut sudah bisa menduga apa yang akan dikatakan oleh Lady Storytelling selanjutnya. 

"Aku ingin kalian berdua ikut denganku kali ini," sang lady berkata mantap.

"Maaf milady, tapi kalau kami ikut, siapa yang akan menjaga tempat ini dan juga menulis jurnal-jurnal untuk blog anda?" tanya Oniyon.

"Dan juga memposting meme yang anda ikuti?" tambah Monky

"Ah, mengapa kalian mengkhawatirkan masalah sepele macam itu. Bukankah masih ada Momon, Chiky dan Kitten?" jawab Lady Storytelling enteng. 

"Ta-tapi milady," suara Oniyon agak terbata-bata, "mengapa harus saya? saya hanyalah bawang putih, apa guna saya dalam petualangan anda? Saya jelas tidak bisa mencuri seperti BilBo Baggins karena langkah saya terlalu berisik untuk menjadi pencuri."

"Dan saya hanya seekor moyet kecil. Saya bahkan tidak bisa bertarung, mengapa saya diikut-sertakan?" Monky tak mau kalah dalam usahanya untuk mengubah pendirian sang lady. 

"Astaga Oniyon, kau sendiri yang bertanya, kau sendiri yang menjawab. Bukankan tadi sudah kukatakan, kalau aku akan pergi ke sebuah kastil tua di Transylvania. Kau tau kan tempat itu dipenuhi apa. Dan kau ini sesiung bawang putih, nah coba pikirkan kembali, apa kelemahan nosferatu?" dengus sang lady tak sabar.


"Apakah maksud anda ingin menggunakan saya sebagai senjata untuk melawan vampir? Oniyon langsung pucat seketika, walaupun tidak terlalu kentara perbedaannya, mengingat dia sendiri sudah putih. 

"Benar," jawab sang lady ceria, lalu tanpa memberi Oniyon kesempatan untuk menyela, sang lady langsung mengalihkan pandangannya pada Monky. "Dan Monky, tugasmu nanti adalah menjadi pemandu di belantara Amazon, kau kan monyet, pasti mudah bagimu untuk naik ke pohon dan mengawasi keadaan untukku. Dan aku tak ingin ada bantahan lagi"
Melihat kedua anak buahnya merengut, Lady Storytelling mencoba untuk membesarkan hati mereka.

"Kalian tau, alasan utama aku mengajak kalian dan bukannya Chiky, Momon dan Kitten, karena aku melihat potensi pada diri kalian. Kalian takkan pernah tau sampai kalian mencoba. Mungkin kalian terbiasa dalam zona nyaman kalian, tapi tidakkah kalian ingin naik ke tingkatan yang lebih tinggi?" 

"Apakah petualangan ini aman?" tanya Monky, yang sebenarnya sudah tau jawabannya. 

"Aman atau tidak, tergantung pada dirimu," jawab sang lady datar, seolah itu hal yang tidak penting. "Dan apakah kalian sudah selesai mencatat ceritaku dalam The Hobbit?"

Oniyon yang menjawab, "Sudah, milady. tapi berapa rating yang akan anda berikan?"

"Kasih 5 bintang," tegas sang lady. 

"Setinggi itu milady?" Oniyon tampak tak rela, karena buku tersebut membuat sang lady memaksa dirinya ikut berpetualang. 

"Ya, karena buku itu menginspirasi, dan sudah ada dalam klausa, bahwa setiap buku yang menginspirasi, ratingnya adalah 5 bintang."

"Saya tak mengerti milady, bagaimana bisa menginspirasi? dan saya belum memeriksa, tapi mungkin saja ada hal-hal teknis yang kurang dari buku," tambah Monky yang juga tak rela diajak ikut berpetualang karena sebuah buku. 

"Kalau yang kaumaksud terjemahan, hal itu sangat baik, bahkan terjemahan puisi dan nyanyian pun punya lirik yang ritmenya terdengar senada," jawab sang lady cepat. "Soal inspirasi, lihat saja game-game yang sering dimainkan oleh Chiky, bukankah banyak yang mirip dengan The Hobbit, lalu cerita-cerita fantasi kontemporer yang sering kalian baca pun banyak yang mengambil inspirasi dari The Hobbit."

"Dan juga, menurutku buku ini adalah kitab wajib bagi siapa pun yang ingin menulis fantasi," sambung Lady Storytelling. "Pesan moral ada, penuturan enak diikuti, cerita petualangannya asyik, humornya tidak garing, dan yang terutama, karakternya tidak keren sama seperti kita semua. It's a complete zero from hero journey with favorable ending."

Sesudah itu, Lady Storytelling segera memerintah Monky dan Oniyon untuk segera berkemas. 

Selasa, 25 Desember 2012

KISAH PI (LIFE OF PI)

✮✮✮½
  • Judul Buku : Kisah Pi
  • Pengarang  : Yann Martel
  • Penerbit      : Gramedia Pustaka Utama
Sinopsis :

Piscine Molitor Patel hanyalah anak lelaki biasa dari India yang namanya diambil dari sebuah kolam renang di Paris. Namun karena orang-orang suka mengejek namanya menjadi Pissing yang artinya kencing, maka dia memutuskan untuk mempersingkat namanya menjadi Pi. Keluarga Pi adalah keluarga modern dan cukup berada yang mengelola usaha kebun binatang di Pondicherry, India.



Meskipun Pi hanya anak lelaki biasa, Pi punya hobby yang tidak biasa bagi anak-anak seusianya bahkan bagi orang dewasa sekalipun, yaitu hobby mempelajari agama yang berbeda dan punya keinginan untuk mengenal Tuhan dari beberapa ajaran agama. Bagi Pi, semua agama baik dan Pi hanya ingin mengasihi Tuhan dan akhirnya Pi memutuskan untuk memeluk tiga agama sekaligus yang saat itu dikenalnya (Hindu, Kristen dan Islam). Tentu saja ada pertentangan dari pihak keluarga dan lingkungan sekitar, namun Pi tetap berpegang teguh pada prinsipnya.


Cerita berlanjut saat Pi memasuki umur 16 tahun, saat itu India sedang mengalami banyak pergolakan politik dan berimbas pada perekonomian India. Keluarga Pi memutuskan untuk pindah ke Canada demi memperoleh penghidupan yang lebih baik. Maka keluarga Pi memutuskan untuk menutup usaha kebun binatang dan binatang-binatang dalam kebun dijual, beberapa binatang terjual di India sedangkan sisanya terjual di Amerika Utara.



Pi dan keluarganya bersama beberapa binatang pergi ke Canada dengan menumpang kapal barang Jepang berbendera Panama bernama Tsimtsum yang berlayar dari India menuju Canada namun di tengah perjalanan kapal terjadi badai besar yang membuat kapal tersebut tenggelam. Setelah badai reda di sekoci penyelamat yang selamat hanya Pi, seekor Zebra yang kakinya patah, seekor Hynea, seekor orang utan dan seekor harimau Bengal dewasa.



Maka dimulailah kisah Pi yang sesungguhnya selama terombang-ambing dilautan, bagaimana dia berusaha bertahan hidup, mulai dari mencari persediaan makanan dalam sekoci yang dihuni binatang buas, lalu saat persediaan makan mulai habis, dia harus mulai berjuang mencari makanan dari alam (laut), Pi yang vegetarian terpaksa harus beradaptasi dengan alam demi bertahan hidup. Belum lagi bahaya utama ialah Pi berada 1 sekoci dengan binatang-binatang buas macam Hyena dan Harimau Bengal yang mekanisme kerjanya mirip dengan hukum rimba.



Kesan saya :



Cerita mengenai bertahan hidup sendirian di alam liar dan bebas (hutan atau laut) bukanlah favorit saya, dengan beberapa alasan :


1. Cerita jadi terasa monoton karena hanya ada tokoh utama yang berarti tidak ada interaksi dengan tokoh lain karena tokoh utama hanya sendiri dan berarti biasanya cerita hanya seputar keadaan alam liar tersebut, cara bertahan hidup (kehidupan sehari-hari tokoh utama di alam liar) dan mengenai si tokoh utama sendiri (misalnya kenangannya, masa lalunya, rencana kedepannya, dll)
2. Pace cerita suka menjadi lambat karena pengarang berusaha untuk menjabarkan bagaimana si tokoh bertahan hidup dengan penggambaran narasi yang kelewat detil dan kadang terkesan bertele-tele. 

Mungkin kedua hal di atas hanyalah opini saya dan juga selera saya. Terlepas dari bagian 2 yang merupakan inti utama cerita Life of Pi, saya menyukai bagian 1 yang membahas mengenai keluarga dan kisah hidup Pi kecil selama di India dan bagian ketiga boleh dibilang sangat menghibur dan dialog wawancara dengan kedua orang Jepang sukses memancing tawa saya.

Oke, sekarang pesan atau makna buku ini :

Tagline utama bulu ini adalah, "Kisah yang membuat orang percaya pada Tuhan" namun benarkah membaca kisah ini bisa membuat orang percaya pada Tuhan?

Jawabannya relatif dan mungkin sebagian besar bahkan tidak (maksudnya kisah dalam buku ini tidak membuktikan apa-apa mengenai keberadaan Tuhan), namun Kisah Pi bukanlan cerita untuk membuktikan keberadaan Tuhan melainkan mengenai keyakinan bahwa Tuhan selalu menjaga umatnya bahkan dalam kondisi paling tidak mungkin sekalipun dan Tuhan itu ada, tidak bisa dilihat namun bila kita yakin kita bisa merasakan keberadaan Tuhan. Karena Pi terapung-apung di sekoci di tengah lautan luas selama 7 bulan, namun Tuhan tetap menyediakan makanan untuknya melalui mahluk-mahluk laut (ikan & penyu) dan bahkan menjaga Pi dari serangan mahluk buas macam Harimau Bengal, si harimau punya berbagai macam kesempatan untuk menyerang Pi namun tidak pernah dilakukan. 

Mungkin banyak orang yang mengatakan alasan Pi bisa selamat karena kisah dalam buku ini tidaklah nyata (terbukti dengan banyaknya reader yang memberi label fantasy terhadap buku ini) seandainya kisah Pi nyata mungkin dia tidak akan selamat (apakah karena tenggelam, karena kelaparan dan dehidrasi, karena sakit, atau karena diserang oleh si harimau). Begitupula dengan beberapa bagian kanibalisme dalam buku yang membuat orang merasa aneh yang walaupun kanibalisme tersebut terpaksa dilakukan dengan demi bertahan hidup. 

Tapi sekali lagi, Kisah Pi juga bukanlah untuk diperdebatkan nyata atau tidaknya, bukan untuk dinilai salah atau benarnya, saya lebih suka label filosofi daripada fantasy dalam Kisah Pi ini, sebab Kisah Pi adalah suatu kisah untuk direnungkan bagi setiap umat manusia yang mengaku beragama. Bukan untuk membahas mengenai agamanya tapi bagaimana hubungan kita terhadap Tuhan

Saya menulis review ini tepat tanggal 25 Desember, pas hari Natal dan ada satu quote yang menarik untuk direnungkan :

"Memilih keraguan sebagai falsafah hidup sama halnya memilih kemandekan sebagai sarana transportasi" - Hal 55

BTW,  buku ini sudah diangkat ke film layar lebar yang disutradarai oleh Ang Lee, sangat disarankan untuk menontonnya dalam format 3D, karena visualisasi film ini sangat indah. Film tersebut sekaligus juga mengajarkan manusia, tidak perlu tempat khayalan, dunia dongeng, atau universe fantasy untuk melihat keindahan ciptaanNya, bumi tempat kita hidup dan tinggal juga indah asal kita mau meluangkan waktu untuk menyadari dan menikmatinya.

Terjemahan : Sangat baik, saya tidak menemukan typo dan juga susunan kata dalam kalimat mengalir dengan luwes. Dua jempol untuk penerjemah.  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...