Senin, 09 Februari 2015

THE FALSE PRINCE: TAKTIK DAN INTRIK PEREBUTAN TAHTA (THE ASCENDANCE TRILOGY #1)


Judul: The False Prince (Pangeran Palsu)
Pengarang: Jennifer A. Nielsen
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Cindy Kristanto
Editor: Primadonna Angela
Jumlah halaman: 392 halaman
ISBN: 978-979-22-9832-1 
Cetakan 1, Oktober 2013
Segmen: Anak-anak, remaja
Genre: Adventure, history fantasy, epic fantasy
Harga: Rp 60.000
Rate:  ★★★★

Tersebutlah ada suatu kerajaan bernama Carthya. Kerajaan tersebut diperintah oleh seorang Raja yang bernama Raja Eckbert dan permaisurinya, Ratu Erin. Raja dan Ratu mempunyai 2 orang pangeran. Yang sulung sekaligus pewaris tahta utama bernama Darius dan adik Darius bernama Jaron yang sedang dikirim untuk belajar ke negeri tetangga Carthya, yaitu Bymar. Namun dalam perjalanannya ke negeri Bymar, kapal Jaron diserang oleh para bajak laut dan sejak saat itu semua orang menyangka Pangeran Jaron tewas meski jasadnya tak pernah ditemukan. 

Keluarga kerajaan hanya tinggal Raja, Ratu dan Pangeran Darius. Namun suatu hari terdengar kabar kalau mereka bertiga juga tewas akibat diracun oleh salah satu bangsawan yang menginginkan tahta sang Raja. 

Untuk mencegah perebutan kekuasaaan yang dapat menyebabkan pecahnya perang saudara, salah satu regen  yang bernama Conner merencanakan untuk menemukan kembali Pangeran Jaron yang hilang dengan cara membuat "pangeran palsu" yang mirip Jaron. 

Maka dicarilah beberapa anak laki-laki yang mirip Jaron dari seluruh panti asuhan di Carthya untuk berperan sebagai sebagai Pangeran Jaron. Setiap anak laki-laki yang diambil dari panti asuhan tidak punya pilihan selain menurut atau mereka akan mati karena dianggap terlalu banyak tahu rahasia negara.

Salah satu anak laki-laki tersebut bernama Sage. Meski besar di panti asuhan, Sage anak yang cerdik dan pandai, lebih tepatnya pandai mencuri dan juga berlidah tajam. Dengan kecerdikannya, Sage berusaha menyelamatkan diri dari sebuah konspirasi berbahaya untuk merebut tahta. 

Untuk selengkapnya, silakan baca The False Prince dan ikuti petualangan Sage dalam menjadi pangeran palsu dan bisakah Sage menyelamatkan Carthya dari perang saudara?
  
Just like a light version of The Game of Thrones.

Saya beli buku ini sudah lama, sejak 2013, tapi baru kesempatan baca sekarang. Dan kali ini saya setuju dengan rata-rata review mayoritas yang mengatakan bahwa buku ini bagus. 

Kelebihan buku ini ada pada tokoh utamanya yang karakternya abu-abu. Saya bilang abu-abu karena Sage itu meskipun cerdik dan pintar tapi mulutnya lancang dan sering sikapnya kurang ajar karena selalu melawan dan juga sombong. Saya yakin sebagian pembaca pasti akan menganggap Sage ini menyebalkan. Kecerdikan dan kelancangan Sage mengingatkan saya dengan tokoh jin Bartimaeus.

Namun salah satu kelebihan Sage adalah pembaca juga dibuat bertanya-tanya oleh setiap tindakan yang akan ia lakukan. Karena perilaku Sage ini sering tidak terduga dan karena itu buku ini sukses menjadi buku yang page turner untuk saya. Karena saya selalu dibuat penasaran dengan apa yang akan Sage perbuat berikutnya. 

Meski ceritanya membahas seputar intrik politik perebutan tahta tapi pengemasannya tidak rumit karena buku ini juga ditujukan untuk usia remaja. Di halaman awal untuk memudahkan pembaca memahami dunia yang menjadi setting dalam buku ini, ada gambar petanya. Meski masuk kategori fantasi, buku ini tidak atau belum mempunyai unsur sihir atau pun mahluk-mahluk mitologi lainnya. Saya rasa unsur fantasinya ada pada settingnya yang di negeri antah berantah. 

Raja adalah milik negara dan rakyat. 

Setiap buku yang ditujukan untuk pra remaja atau middle grade biasanya mempunyai pesan moral yang kuat, begitu pula buku ini. Cerita dalam buku ini menjelaskan bahwa menjadi pangeran atau raja atau pemimpin suatu negeri bukanlah tugas yang mudah. Meskipun seorang raja berkuasa, raja juga mempunyai tanggung jawab yang berat dan terkadang karena tanggung jawab itu, ia tidak bisa berbuat seenaknya dan harus siap berkorban. Selain itu buku ini juga mempunyai pesan keluarga yang kuat, di mana kadang demi keselamatan dan menjaga orang yang disayangi tetap selamat, ada kalanya keputusan yang diambil sering mengorbankan perasaan orang yang disayangi.

Saya sudah membeli buku keduanya yang sampulnya hijau yaitu The Runaway King. Namun saya masih menahan diri untuk membacanya karena ingin menunggu buku terakhirnya (The Shadow Throne) terbit, jadi saya bisa langsung sambung membacanya. Semoga Gramedia cepat menerbitkannya. Dan bila warna utama buku pertama adalah biru, dan buku kedua adalah hijau, maka buku ketiga adalah merah. 

There will be a movie about this book.

Kabar gembira buat yang demen sama buku ini (termasuk saya), bahwa buku ini akan dibuat filmnya. Paramount Picture sudah membeli hak untuk memfilmkan buku ini. Biasanya saya suka membayangkan imaginery cast kalau suatu buku mau difilmkan. Dan untuk tokoh Sage ini, saya hanya membayangkan 1 aktor yang sangat pantas memerankan si bocah nakal nan cerdik ini, yaitu:

Thomas Sangster
Thomas Sangster mempunyai mata yang cerdik, rambut coklat muda dan senyum yang usil, sangat cocok memerankan Sage. Untuk karakter lain, saat ini saya belum punya ide atau punya gambaran karena peran mereka belum terlalu banyak, mungkin juga ini salah satu kelemahan sudut pandang orang pertama, karena membuat karakter pendamping jadi kurang mendapat tempat. 

Reviewed by:
 
NARC 2015 - Adventure
Lucky No. 15 RC:  Favorite Color

3 komentar:

  1. Bagus banget ini, baik buku pertama dan kedua. Semoga buku ketiga cepat terbit dan tidak mengecewakan seperti The Infernal Devices #3: Clockwork Princess.
    Btw untuk pemilihan tokoh utama Sage.. Bener cocok banget Thomas Sangster :)

    BalasHapus
  2. buku bagus ceritanya bikin penasaran addict

    BalasHapus
  3. Apa tidak ada unsur romantic dalam buku ini? Maksud saya apakah tidak main character perempuan yg menjadi lawan main sage?

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...