Selasa, 02 Juli 2013

FLIPPED

✭✭✭
Judul Buku : Flipped
Pengarang : Wendelin Van Draanen
Penerbit : Orange Books
Jumlah Halaman : 262 Halaman
Segmen : Anak-anak, Pra Remaja, Remaja

Perhatian, untuk review kali ini, saya mau sok jadi editor sotoy karena saya ngga puas sama terjemahannya.  Jadi pertama-tama saya mau komplen soal terjemahannya dulu.

Buat saya, ada 3 jenis tipe terjemahan yang ngga enak :
  1. Yang terlalu kaku, misal genre fantasy atau genre lain yang bukan tipikal serius tapi terjemahannya terlalu formal.
  2. Terjemahan yang kelewat gaul, atau banyak penambahan perbendaharaan kata yang bikin karakter jadi tidak sesuai sama originalnya.
  3. Terjemahan mentah dengan banyak kata dalam satu kalimat yang kesannya muter-muter dan bikin pembacanya jadi tidak mengerti sama ceritanya atau memahami ceritanya secara berbeda. 
Nah, untuk novel Flipped ini, kasus ngga enak terjemahannya yang nomor 2 dan tambahan masalah EYD juga. Misal (note, red font terjemahan dari buku, blue font terjemahan sotoy saya) :

"Aku malah memotong rumput, menggunting rumput, kemudian menyapu jalan masuk ke rumah dan got. Menurutku sih menyapu got agak berlebihan ya."

Saya rasa lebih enak bila seperti ini :

"Aku malah memotong rumput, menyianginya, kemudian menyapu halaman depan rumah dan membersihkan selokan. Walau kupikir membersihkan selokan itu sedikit berlebihan."

Terus, penggunaan kata "nggak" alih-alih "tidak" Mungkin bila antara Juli dan Bryce yang menggunakan kata-kata tersebut, saya masih paham. Tapi bahkan termasuk orang tua saat sedang dalam jamuan makan malam formal.

"Kubilang pada Chet kalau mungkin sebaiknya kami menyewa tenaganya. Sepertinya dia ahli banget soal pagar, ya nggak?"

Saya pikir lebih enak bila :

"Kukatakan pada Chet, mungkin kami bisa menyewa tenaganya. Sepertinya dia sangat ahli soal pagar, benar kan?"

Dan ini yang ngga banget :

"Iya! Tapi terus kita ngga ngeh gitu sampai mereka tahu-tahu sudah kuning!", "Wow! Tahu-tahu sudah kuning: Yellow Already-nama yang keren tuh untuk band kita!"

Terlepas karakter yang mengucapkannya memang tipe yang pecicilan, tapi lebih baik seperti ini :

Iya! Tapi lalu kita tidak sadar kalau warna mereka tiba-tiba saja sudah menjadi kuning!" Wow! Tiba-tiba saja sudah menjadi kuning: Yellow Already-itu nama yang sangat keren untuk band kita!"

Dan saya janji ini contoh terakhir :

"Patsy, rumah ini bau enak! Selamat pagi, Rick. Halo Bryce,"

Bagaimana kalau diubah menjadi :

"Patsy, rumah ini wanginya harum!. Selamat pagi, Rick. Halo Bryce,"

Terus beberapa kalimat pendek lain dalam bahasa gaul lainnya, seperti "
  • Tuh lihat nggak? --> Lihat saja (hal  147)
  • Woi, bro ! -->; Hai, Kawan ! (hal 148)
  • Waah, santai saja, man! --> Hei, tenang bung! (hal 149)
Lalu tambahan kata-kata gaul yang lebih cocok untuk teenlit lokal macam : cemen, lebay, ngeh, eneg. Sorry, but I don't like those words appear in translation book. 

Kalau sudah begini biasanya saya jadi penasaran pengen baca yang dalam bahasa aslinya. Mungkin karena segmen buku ini pra remaja-remaja, jadi terjemahannya disesuaikan  ke bagaimana remaja sekarang ngomong. Hmmm sejujurnysa saya tidak yakin apakah semua remaja jaman sekarang ngomong seperti itu, karena bahkan percakapan twitter pun rasanya kalimatnya masih lebih terstruktur. Bagaimanapun saya berharap setiap buku terjemahan  harus diterjemahkan secara sewajarnya dalam artian terjemahannya tidak berlebihan ataupun sebaliknya terlalu mentah.  Baiklah cukup sekian soal editor terjemahan, sekarang saatnya membahas buku.

Tadinya saya berencana untuk membaca buku ini barengan sama Perfect Chemistry cuma berhubung satu dan lain hal, akhirnya buku ini baru sempat saya baca belakangan (alias baru-baru ini). Alasan saya mau baca bareng dengan buku Perfect Chemistry karena intuisi  saya (gaya bahasa sok keren saya) kalau kedua buku tersebut mirip dalam artian serupa tapi tak sama. 

Serupanya buku ini dengan Perfect Chemistry adalah sama-sama romansa remaja, 2 POV (POV orang pertama dari karakter utama cewe dan cowonya), karakter yang saling opposite attrach, dan perubahan tujuan/pandangan hidup dari karakternya menuju arah baru dan sama-sama ada anggota keluarga yang mengalami autis. Sedangkan beda atau tak samanya adalah Perfect Chemistry lebih rumit,  serius, kelam dan segmennya lebih untuk pembaca dewasa. Sedangkan Flipped itu ringan, dituturkan dengan ceria, lebih kocak dan segmennya untuk anak-anak - remaja. 

Jadi ceritanya :

Juli Baker dan Bryce Loski sudah lama bertetangga dan sejak pertama kali Bryce pindah ke seberang rumah Juli, gadis itu sudah naksir berat padanya terutama mata biru Bryce yang selalu membuat hati Juli berdebar-debar. Sayangnya Bryce tidak merasa demikian, sebaliknya dia merasa Juli itu gadis pengganggu yang selalu mengikutinya kemana-mana dan membatasi ruang geraknya. Tambah lagi Juli mempunyai kelakuan yang aneh, seperti berbicara pada ayam-ayam peliharaannya, mencintai pohon sikamor jelek yang tumbuh di atas bukit dan hal-hal lain yang tidak dipahami Bryce. 

Saat keduanya beranjak remaja, Juli makin menyadari kalau Bryce tidaklah seistimewa seperti yang selama ini ia kira dan perlahan rasa sukanya pada Bryce mulai menguap. Sebaliknya Bryce semakin hari makin menyadari kalau Juli yang selama ini hanya dianggapnya gadis aneh justru mulai melihat kalau gadis tersebut unik dan istimewa.

Jadi bagaimana kisah selanjutnya hubungan mereka?

Kesan saya :

Rasanya akhir-akhir ini saya banyak sekali membaca tema "don't judge a book by it's cover", atau "inner beauty" tema yang klise tapi tidak pernah usang dan selalu dikemas ulang. Begitu pula dengan buku ini. Juli adalah tipikal gadis periang, ramah, cerdas, baik hati, pemimpi dan memiliki rasa ingin tau yang besar, pokoknya gadis menyenangkan, sebagian pembawaan karakternya mengingatkan saya akan Anne dari Green Gables

Sedangkan Bryce, adalah kebalikan Juli, cenderung memandang dunia dengan skeptis. Walaupun dari luar sikap Bryce ini tampak cool dan pede tapi sebenarnya sebagai cowok, Bryce sering bersikap pengecut dan memilih jalan yang mudah alih-alih jalan yang benar. 

Dari 2 karakter tersebut saja pengarang sudah memberi pesan pada pembaca bagaimana cara memandang hidup agar lebih indah, seperti yang dikatakan Juli :
"Ayahku menggeleng dan bilang padaku untuk mulai melihat sesuatu secara keseluruhan, jangan hanya satu bagian saja." ~hal. 40
"Benar, yah. Aku sekarang mengerti soal keseluruhan lebih baik dari pada satu-satu bagian." ~hal. 47
Perumpamaannya mungkin :
Ada orang yang hanya melihat pepohonan, dan ada orang yang bisa melihat bahwa itu bukan hanya pepohonan tapi hutan. 
"Lain kali kalau kau menghadapi sebuah pilihan, pilih yang benar. Supaya ngga menyakiti orang lain nantinya." ~hal. 102
 "Sekarang sih mudah melihat kembali ke belakang dan memberikan nasihat, tapi sedihnya, banyak orang yang hanya melihat permukaannya saja hingga akhirnya semua sudah terlambat."
Seperti yang saya tulis di paragraf atas, kalau tema buku ini adalah inner beauty dan dalam interview dengan pengarang,  Wendelin Van Draanen memang berkata kalau pesan yang ingin disampaikan pada para pembacanya adalah agar mereka tidak hanya melihat orang lain dari tampilan fisik semata saja, tapi lihat juga kepribadiannya.  Misal percuma saja cantik tapi berotak kosong atau ganteng-ganteng tapi kelakuan jelek. Saya juga suka jawaban pengarang mengenai inti buku ini yaitu cinta sejati berlabuh setelah kita mengenal dan menghormati orangnya. (Opini sotoy saya adalah jatuh cintalah dengan orang yang juga mencintaimu).

Yang saya suka dari buku ini adalah 2 POV. Sehingga kita bisa melihat perspektif yang berbeda dan mengetahui bagaimana suatu masalah yang sama bisa berbeda tergantung dari cara pandang karakternya. Pengarang berhasil melakukan penguasaan karakterisasi yang baik karena walaupun dalam tiap bab ada nama karakter, namun bila pengarang tidak bisa menguasai karakternya maka yang terjadi kita akan merasa setiap karakter mirip dan sama walau beda POV. Di buku ini setiap bab kita tau karakter siapa yang bercerita hanya dari membaca narasi dan jalan pikiran mereka, Bryce cenderung cool dan sinis/sarkasme sedangkan POV Juli mempunyai tone percaya diri dan ceria. Buku lain yang saya rekomendasikan adalah Perfect Chemistry yang juga bagus untuk penguasaan karakter atau kalau anda ingin tau seperti apa POV karakter yang saya bilang agak mirip meskipun seharusnya sangat berbeda, anda bisa baca Breaking Dawn

Soal endingnya, hahaha saya suka, dan saya senang dengan keputusan bijak pengarang untuk tidak membuat lanjutannya. Spoiler(highlight to view) it's an open ending, do you think Bryce deserve the second chance with Juli? well to be honest yes (I shipped them) but not in the junior high school, maybe after both are adults and after both are working, Bryce can start dating Juli and propose her, LOL I should not make fanfiction here.  

Selain itu suka sama keluarga Baker, terutama Mr Baker yang baik dan berjiwa besar. Juga sama kakek Duncan yang bijaksana. Melalui kedua tokoh ini, pengarang memberikan pesan untuk tidak menjadi manusia yang dangkal yang hanya melihat permukaan luar saja.

Sebenarnya rate saya untuk buku ini adalah 4 stars tapi berhubung saya tidak nyaman dengan terjemahannya, maka saya kurangi bintangnya satu dan menjadi 3 bintang. 

Selain itu, saya jadi penasaran mau nonton filmnya, sepertinya cukup bagus, walaupun mungkin masuk kategori film Hallmark family
Sumber gambar : 1 dan 23,  edited by me

6 komentar:

  1. Hi!
    Terjemahan sotoynya emang lebih enak dibaca nih

    aku udah liat filmnya kemarin minggu di global tv. Dan sekarang, lagi nyari free ebooknya. penasaran bgt gara2 bahasanya oke punya. Lah, setelah baca postingan ini jadi males nyari nih. haha
    (selamat, anda berhasil mempengaruhi pikiran saya :D )

    Walaupun belum sempet baca novel terjemahannya, boleh dong ya berandai-andai. Coba kalo terjemahannya selevel sama buku-buku Dastan. pasti bakal aku sayang tuh buku . :D

    Anyway, thankyou for ur review :) dan musicnya enak nih. menenangkan pikiran haha

    Salam kenal.
    Saehae.

    BalasHapus
  2. terima kasih udah mampir ke blog ku.

    Soal terjemahan emang menggangu, kalau kata orang2 sih terjemahannya bahasa Jakarta banget, padahal kan yg baca Flipped bukan orang Jakarta doank.

    Saranku sih gpp baca saja bukunya, kalau terbiasa baca buku yg terjemahannya cukup baku dan eyd, emang baca buku ini rada aneh di awal. Tapi kalau udah masuk ceritanya, bisa cuek sendiri kok :D

    Makasih yah udah komen dan baca reviewku :D

    BalasHapus
  3. saya suka skli film ni, bru kli ni film yk ku nnton brpuluh kli
    sderhana, jadul, kena ke hati..pkoknya ak kli
    endingnya ak pliingggg suka...
    oy mbak, msalah trjemahan it klihatannya mudah di atasi kok...bnyak subtitle yg bgus utk film ni, cri ja mbak
    krna substitle ku bgus kok, sesuai dgn aslinya ditrjemahkan tnpa cacat...

    ak bnyak nnton film, tp ni film yg btul2 ak suka..ak jrg ngomen2 dn mngkritik film, tp gra2 film ni ak jdi laen..hehehe
    pengen bnget brbagi dgn org2 ttg film ni
    krna bgt bgus

    BalasHapus
    Balasan
    1. errr, maksudku terjemahan di sini itu versi bukunya, bukan filmnya.

      Karena aslinya film ini diangkat dari buku :D

      Hapus
  4. Saya suka ceritanya..
    Kak, saya sedang mencari bukunya..,
    tolong infonya..

    BalasHapus
  5. Kalo aku sih lebih senang pdf versi bahasa Inggris, walau harus beberapa kali menerjemahkan. Tapi gk papa.. bacanya gk ganjel gituu

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...