Kamis, 09 Mei 2013

ANNE OF GREEN GABLES (ANNE OF GREEN GABLES #1)

✮✮✮✮✮
Judul Buku : Anne of Green Gables
Pengarang  : Lucy M. Montgomery
Penerbit      : Qanita

"Marilla, bukankah menyenangkan jika hari esok kita pandang sebagai hari baru yang masih bersih dari kesalahan?" ~Anne Shirley

Akan kuceritakan sebuah kisah yang indah padamu :


Ini kisah tentang seorang gadis yatim piatu bernama Anne. Pasangan kakak-beradik Matthew dan Marilla Cuthbert yang masing-masing tidak menikah memutuskan untuk mengadopsi seorang anak lelaki dari panti asuhan untuk membantu mereka mengurus tanah pertanian mereka di ranch milik mereka yaitu Green Gables. Namun alangkah terkejutnya mereka ketika yang datang justru seorang anak perempuan.

Anne seorang gadis kecil berusia 11 tahun berambut merah, bukanlah gadis kecil biasa, dia ceria, sangat suka berbicara, ceplas-ceplos dan sangat suka berimajinasi dalam sekejap Anne langsung jatuh cinta akan keindahan Green Gables dan desa Avonlea. Kendati bukan anak laki-laki seperti yang diharapkan, Matthew ternyata langsung menyukai Anne, yang kehadirannya justru membuatnya merasa nyaman dan membuat Green Gables menjadi sangat hidup dan ceria. Namun tidak demikian dengan saudara perempuannya Marilla, dia keberatan dan bermaksud untuk mengembalikan Anne, namun entah bagaimana Marilla  akhirnya juga merasa tidak tega untuk menyerahkan Anne yang polos terhadap orang tidak dikenal dan akhirnya memutuskan untuk tetap mengadopsi Anne.

Kehadiran Anne membawa nuansa baru bagi Green Gables, Matthew yang sudah menyukai Anne sejak awal, senang mendengarkan celotehan Anne yang sangat suka berimajinasi dan memberi nama-nama unik pada segala sesuatu hal yang menurutnya indah seperti Kanopi Kekasih, Permadani Violet, Hutan Berhantu, dll. Sedangkan Marilla yang memutuskan untuk mengasuh Anne dan mengajarinya berbagai macam hal seperti tata krama dan sopan santun pelan-pelan mulai juga menyukai Anne.

Sedangkan bagi Anne sendiri, Green Gables adalah rumah barunya yang sangat dia sukai, disini Anne juga menjalani kehidupan normalnya sebagaimana anak-anak lain, (dimana sebelumnya dia harus mengalami kehidupan tidak pasti akibat berpindah-pindah pengasuhan) berkenalan dengan anak perempuan sebayanya, Diana Barry yang langsung menjadi sahabat terbaiknya dan juga bersekolah di desa Avonlea dan membuatnya mendapat banyak teman seperti Ruby dan Jane. Satu hal penting, jangan sebut Anne dengan sebutan wortel, sebagaimana yang dilakukan Gilbert Blythe, yang langsung membuat Anne marah dan menjadikannya musuh dan rival dalam berbagai macam hal.

Anne juga anak yang cerdas, dengan segera dia menjadi populer di antara anak-anak sekolah lain dan sikapnya yang menyenangkan membuat orang paling kaku pun menjadi luluh padanya.

Kesan saya :

Saya sangat setuju dengan quote di tampilan cover tentang novel Anne of Green Gables yang kisahnya tak lekang oleh zaman. Buku ini diterbitkan tahun 1908, sudah benar-benar lama sekali, tapi tidak perlu khawatir akan merasa bosan ataupun basi saat membacanya. Sebagaimana literatur klasik, novel ini sangat kaya akan detail deskripsi pemandangan alamnya, dan dari narasi Anne mengenai indahnya desa Avonlea dan Green Gables, sukses  membuat saya ikutan berharap tinggal di Green Gables juga :D

Bagi yang pernah menonton serial TV lama berjudul Little House on Prairie, mungkin bisa membayangkan beberapa kisah Anne mirip dengan Laura. Dengan latar belakang landscape indah seperti hutan, tanah peternakan, sungai, pegunungan dan alam pedesaan lain, tapi yang terlihat nyata dibuku ini adalah bagaimana masa anak-anak itu harus dinikmati, karena masa anak-anak adalah salah satu fase penting dalam kehidupan, bahwa kehidupan adalah suatu petualangan, karena anak-anak itu umumnya imajinatif. Sifat imajinatif Anne inilah yang membuat semua orang kagum padanya, dan dengan imajinasi Anne pula yang ceria dan positif, saya merasa "dicerahkan" kembali mengenai pelajaran hidup yang sempat saya lupakan. 

Bagi penggemar buku-buku Enid Blyton, buku ini juga sangat saya rekomen, kisah persahabatan anak-anak perempuan saat bersekolah, jamuan minum teh, saat-saat menghadapi ujian di sekolah, dll semuanya benar-benar seperti dejavu saat membacanya.

Bagi yang gemar menulis kisah cerita, buku ini juga kasih saran menarik dalam salah satu bab-nya yaitu Terbentuknya Klub Cerita, dan saya setuju sama Anne dalam satu quote-nya, seperti, "Jauh lebih romantis untuk mengakhiri suatu cerita dengan pemakaman daripada dengan pernikahan" dan "terlalu banyak percintaan lebih buruk daripada terlalu sedikit" :P (maksud saya apa ini)

FYI, Anne of Green Gables juga termasuk salah satu literatur klasik populer sepanjang masa, bahkan di Jepang, buku ini sudah dimasukkan dalam curriculum pelajaran untuk anak-anak sekolah dasar (wah sayang banget coba di Indonesia juga begitu, seperti Totto Chan, buku ini juga sedikit banyak menjelaskan mengenai metode pendidikan dan pengajaran) setting buku ini di Canada sebagaimana negara asal penulis. Buku ini juga memiliki banyak quote-quote cerdas.

Bahkan setiap bab selalu saja ada inspirasi dan pesan moral dalam ceritanya dan yang saya suka, semua itu tidak diceritakan dengan cara menggurui. Saya setuju kalau cerita Anne of Green Gables juga dimasukkan dalam kurukulum sekolah di Indonesia, karena buku ini menurut saya sangat mendidik dan banyak mengajarkan pesan moral. 

Akhir kata, saya sangat suka dan menikmati membaca buku ini, setelah sekian lama buku anak-anak jaman sekarang lebih banyak berkutat dalam kisah fantasy dan science fiction yang melibatkan terlalu banyak khayalan canggih yang cenderung ribet tentang dunia-dunia ajaib dan mahluk-mahluk mistik dengan plot cerita yang secara general seragam, membaca buku ini ibarat oasis di padang gurun.

8 komentar:

  1. setujuu bangets.. bisa dibilang gua amat sangaaat telat mengenal "Anne" karena nih buku khan udah termasuk seri 'klasik' yaa.. dulu sempet diterbitin sama Gramedia ga sih? karena acuan cerita anak jaman dulu khan ya buku2 keluaran Gramedia, hahaha..

    tapi walau 'telat', sejak lembar pertama membaca kisah Anne, gua udah jatuh cintaa ama sosoknya yang penuh imajinasi.. cintaa bangets dhe ama diaa :)) and buku pertamanya ini menurut gua yang paling menarik di antara seri2 lainnya :D

    dan psstt.. walau dibilang si Anne ini 'meniru' Rebecca from Sunnybrook Farms.. tetap aja gua cintaa ama Anne, ahahaha.. gua coba baca Rebecca, baru dikits aja ngga berasa 'klik' akhirnya ya ngga dilanjutin baca dhe :)

    BalasHapus
  2. belum baca Rebecca from Sunnybrooks farms. Cerita lain yg setipe itu Little Princess dan Pollyanna soal tokoh utamanya sama2 suka ngayal

    BalasHapus
  3. Hihihi di buku terjemahannya Anne itu kalo udah ngomong panjang lebar bisa sampe ngabisin beberapa halaman berturut-turut nonstop :)) Tapi aku suka. Apalagi kelanjutannya dia sama Gilbert.

    Nice review mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. nyari terjemahan novel anne of green gables dimana ya??

      Hapus
  4. makasih mbak Tirta, Anne emang kalau ngomong udah bukan kalimat yg keluar, tapi pantun, puisi sampai cerita :D

    BalasHapus
  5. Saya menghentikan baca ketika tidak sanggup membaca ungkapan rasa kehilangan Anne saat paman angkatnya meninggalkannya untuk selamanya, ikut merasakan pedihnya

    BalasHapus
  6. Bgus sekali bukunya. Sayang di Malaysia belum ada lagi buku yg seperti ini. Gimana caranya tuk memesan buku ini ya...

    BalasHapus
  7. Bukankah kisah Anne dimulai di buku pertama L.M. Montgomery yang berjudul 'Before Green Gables'? Di buku itu kisah Anne dimulai. Di mulai dari ibunya melahirkan seorang bayi perempuan yang diberi nama 'Anne',orangtuanya meninggal karena terjangkit penyakit,Anne diasuh oleh pamannya, Anne mempunyai teman imajinasi di balik kaca dan di danau. dan pada akhirnya ia dititipkan di panti asuhan. Anne memulai imajinasinya kembali, ia tinggal di pulau Prince Edward. Yang mana, Prince Edward adalah pulau tempatnya diasuh oleh Marilla dan Matthew pada buku 'Anne Of Green Gables'yang merupakan kelanjutan dari 'Before Green Gables'

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...