Selasa, 08 Januari 2013

THE PALACE OF ILLUSIONS

✮✮✮✮✮
  • Judul Buku : Istana Khayalan (The Palace of Illusions)
  • Pengarang  : Chitra Banerjee Divakaruni
  • Penerbit      : Gramedia Pustaka Utama
Sinopsis :

Kau akan mengawini lima pahlawan terbesar pada masamu.
Kau akan menjadi ratu segala ratu, dicemburui semua dewi.
Kau akan menjadi pelayan.
Kau akan menjadi penguasa istana paling hebat, lalu kehilangan itu.

Kau akan diingat karena menyebabkan perang terbesar pada masamu.

Kau akan menyebabkan kematian raja-raja jahat dan anak-anakmu, dan kakakmu.
Sejuta perempuan akan menjadi janda gara-gara kau.
Ya, memang, kau akan meninggalkan jejak pada sejarah.

Kau akan dicintai, meskipun kau tidak selalu tahu siapa yang mencintaimu.
Meskipun kau mempunyai lima suami, kau akan mati sendirian, ditinggalkan pada akhirnya sekaligus tidak ditinggalkan.

-hal 67-68

Kesan saya :
Jujur saya tidak pernah menyangka akan bisa menyukai kisah terkenal dari mitologi Hindu Mahabharata. Waktu masih kecil saya pernah melihat serial TV nya ditayangkan di TPI (seingat saya) tapi saya hanya melihat sekilas dan tidak tertarik untuk menontonnya karena drama perang dan politiknya terlalu membingungkan untuk ukuran anak SD. 

Lalu saat sudah SMU, saya mendapat pelajaran sejarah dan sering mendengar nama-nama macam Arjuna, Bima, Yudistira lalu Pandawa lima, dan tentu saja Drupadi. Namun saya tetap tidak mengerti mengenai nama-nama itu dan menganggap nama-nama itu hanyalah kisah politik dan peperangannya yang harus saya hafal untuk ulangan pelajaran Sejarah. 

Dan beberapa tahun belakangan saya sering mendengar nama-nama tersebut dalam kisah pewayangan dan iklan jamu. Bagaimana Arjuna dilambangkan sebagai pecinta ulung, lalu ada jamu kuku Bima karena katanya biar kuat dan sakti kaya Bima dan Yudistira, saya ingat ada penerbit buku-buku sekolah bernama Yudistira. Tapi karena saya belum tau mengenai kisah Mahabharata nama-nama itu hanyalah sekedar nama dan saya bahkan menganggapnya cerita pewayangan Jawa.

Namun setelah saya baca buku ini, semuanya berubah, dan buku ini sangat berbeda dengan kisah Mahabharata yang sering saya dengar, memang ada kisah peperangan dan politik, namun bukan itu yang jadi cerita utama buku ini, cerita utama buku ini adalah mengenai pandangan-pandangan Drupadi (atau disebut juga Panchali) tentang apa yang terjadi dimasa kehidupannya dan ternyata pandangan-pandangan Drupadi sangat menarik dan menurut saya sangat maju untuk masa itu, dan banyak pandangan-pandangan hidupnya yang feminist.

Misal :
"Dan siapa yang memutuskan bahwa tujuan hidup tertinggi perempuan adalah mendukung kaum pria?"

"Laki-laki, sumpah! Aku sih, aku berniat melakukan hal-hal lain dengan hidupku." -hal 51

Dan mengapa perlu ada pertempuran? Pasti ada cara lain untuk mencapai kejayaan, bahkan bagi laki-laki? Aku akan mengajari mereka untuk mencari itu. -hal 51

Jadi ingat pernah ketemu pepatah ini :


Mungkinkah hal itu terjadi? :D dan beberapa pandangan lain yang sudah ditulis oleh Mas Harun Harahap di Goodreads

Drupadi juga tidak mau menjadi wanita bodoh seperti istri-istri ayahnya, dan untuk itu dia juga membaca buku-buku yang biasa dipelajari oleh para calon raja misal undang-undang dan hukum. Sebagai wanita dia tidak merasa cukup hanya belajar hal-hal yang berhubungan dengan kewanitaan macam seni saja, dia juga ingin belajar hal yang sama seperti kakak laki-lakinya Dre, agar kelak ilmunya berguna bila dia menjadi ratu. Keinginan Drupadi saat itu tidak lazim untuk wanita pada saat itu yang semuanya serba dibatasi. O ya saya juga suka dengan pelajaran dari si penyihir itu cocok buat menjadi femme fatale

Selain itu perkawinan Panchali dengan 5 suami sekaligus (baru kali ini saya baca buku yang tokoh utamanya poliandri, biasa adanya poligami) juga diceritakan dengan sangat menarik. Selama ini kita taunya tokoh Pandawa yang paling terkenal di Indonesia itu Arjuna dan lebih sering digambarkan sebagai pecinta sejati daripada pejuang karena Arjuna bisa hidup rukun dengan para istrinya (astaga karena hal itukah di Indonesia, Arjuna yang paling terkenal, karena banyak laki-laki mengangankan menjadi pecinta sejati seperti Arjuna yang bisa memikat banyak wanita bahkan dewi karena tampan dan cakap) namun bagusnya buku ini justru tidak menitikberatkan pada kisah-kisah asmara Arjuna, dan meskipun Arjuna digambarkan gagah dan pemanah ulung, tetapi dalam buku ini,  Panchali tidak mencintai Arjuna melebihi suami-suaminya yang lain, karena yang sesungguhnya dicintai Panchali adalah Karna yang tidak pernah bisa ia miliki semasa hidup. Dan ada suatu masa di mana Arjuna menjalani hidup sebagai kasim dan dia harus memakai sari :D

Untuk suami-suami Panchali, favorit saya adalah Bima, karena jelas dia yang paling mencintai Panchali dan rela melakukan apapun demi istrinya dan jago masak pula, wanita mana yang tidak mau punya suami seperti itu, walaupun tetap saja dalam hal kesetiaan, setiap laki-laki umumnya sama saja (kalau udah ngga tahan, ambil wanita lain).

Yudistira yang menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan, mungkin bukan tipikal suami yang diidolakan kaum wanita dalam buku ini, namun cocok untuk negara Indonesia yang butuh orang yang jujur dan taat peraturan, tapi menariknya buku ini, meskipun Yudistira digambarkan jujur, taat hukum dan peraturan juga membenci peperangan, tetap saja dia ada satu kelemahan utama dan kelemahan itu adalah judi. Sekali lagi bagusnya buku ini juga banyak memberi pelajaran hidup, contohnya bagaimana judi bisa menghilangkan segalanya begitu cepat hanya dalam waktu singkat. 

Sedangkan untuk Nakula dan Sadewa, saya melihat peran mereka hanya sebagai pelengkap dan pemanis. Tapi sekarang jadi paham kalau ada anak kembar dinamakan Nakula dan Sadewa.

Meskipun begitu hubungan Panchali dan suami-suaminya tidak selalu sempurna dan ada saat di mana dia merasa sangat dikecewakan karena para suaminya tidak membelanya, misal waktu dipermalukan oleh Duryodana, atau waktu suami impiannya Arjuna tidak membelanya saat sang ibu meminta Drupadi menikahi saudara-saudaranya yang lain.

Seperti yang sudah dibahas dalam review Mbak Echa di Goodreads yang membuat buku ini menarik dan nyambung dengan pembacanya adalah kisah ini diceritakan dengan sangat manusiawi, meskipun tema utamanya tentang dewa-dewa, raja-raja, politik dan perang, namun kepribadian Drupadi yang tidak biasa serta pandangan hidupnya yang sangat penuh dengan filosofi bisa membuat kita belajar dan berpikir akan segala perbuatan kita dalam dunia ini.  Ingatlah satu hal, bahwa karma itu ada di dunia, apa yang kita perbuat di masa sekarang bisa berdampak pada masa depan.

Buku yang sangat saya rekomendasikan bagi mereka yang berjiwa feminist.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...