Selasa, 23 Juli 2013

THE SECRET GARDEN

✭✭✭½
Judul Buku : The Secret Garden
Penulis : Frances Hodgson Burnett
Penerbit : Qanita
Penerjemah : Rien Chaerani
Jumlah Halaman : 456 Halaman
Segmen : Anak-anak, Orang Tua, Garden Lover

Mary Lennox bukanlah gadis yang menyenangkan. Walaupun sejak kecil, Mary sudah dimanja dengan berbagai jenis mainan bagus dan setiap kemauannya dituruti namun sifat Mary tidak menjadi lebih baik. Mary tumbuh menjadi anak berwatak buruk dan kasar. Ia suka menghina para pelayan pribuminya, sangat egois, bahkan guru privatnya pun tidak tahan berada di dekatnya. Kedua orang tua Mary tidak memedulikannya. Ayahnya selalu bekerja dan ibunya hanya mementingkan urusan pesta dan hura-hura. 

Suatu hari Mary mendapati bungalonya dalam keadaan sepi sebab semua orang meninggalkannya, termasuk pengasuh dan para pelayan pribumi lainnya. Mary sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi, ia baru mengetahui bahwa kedua orang tuanya telah meninggal akibat kolera saat seorang perwira Inggris menemukan Mary sendirian saja di bungalonya di India. 

Mary lalu dikirim pulang ke Inggris, ke rumah pamannya di padang kerangas. Rumah tersebut sangat besar seperti kastil. Namun tidak banyak orang yang tinggal di rumah besar tersebut selain para pengurus seperti tukang kebun dan pengurus rumah tangga. Mary mengisi waktunya dengan menjelajah kastil dan berjalan-jalan di sekitar kastil. Lalu Mary bertemu dengan Dickon,  seorang anak yang tidak biasa karena ia mendengar Dickon bisa mengerti tentang binatang dan bisa menumbuhkan tanaman apapun. 

Selain itu Mary juga mendengar kalau di kastil tersebut ada sebuah taman rahasia yang sangat indah, namun sejak istri pamannya meninggal dunia, taman tersebut digembok dan selama bertahun-tahun tidak seorang pun pernah melihat taman itu lagi. Bersama-sama dengan Dickon, Mary berusaha menemukan taman tersebut. Selain taman rahasia tersebut ada lagi keanehan di rumah besar tersebut, yaitu Mary merasa setiap malam mendengar seseorang menangis. 

Kesan saya :

Sebenarnya ada enaknya juga bila suatu buku diadaptasi menjadi film dan kebetulan kita nonton filmnya dulu baru baca bukunya, terutama bila bukunya mempunyai penjelasan yang panjang & detil mengenai uraian-uraian lokasinya, pemandangannya, jadi sekiranya saya sudah dapat gambaran mengenai pendeskripsian panorama yang ada dalam buku ini. 

Secara pribadi saya banyak fast forward deskripsi pemandangan alam yang terasa nge-drag dan bertele-tele. Walaupun suka taman, tapi saya ngga sampai tergila-gila banget sama taman, dan point di buku ini sebenarnya sederhana (keyakinan dan pikiran positif), tapi penjelasan mengenai setting tempat yang rasanya hampir separuh buku membuat saya merasa bosan dan pengen cepat menyelesaikan buku ini segera. 

Walaupun ini buku anak-anak tapi cocok banget dibaca oleh para orang tua, karena mengajarkan :
  1. Anak-anak yang kurang perhatian dan dimanja jadinya akan berperangai buruk. 
  2. Biarkan anak-anak banyak bermain di luar dan menikmati alam, jangan takut kuman dan kotor, justru menghirup udara segar di luar ruangan membuat tubuh sehat dan kuat, sangat bagus untuk pertumbuhan anak-anak (maksudnya anak2 jangan dibiarkan kelamaan main games komputer dan nonton TV).
  3. Yang selalu ada dalam classic lit, adalah selalu berpikir positif bahwa kita pasti bisa (ini yang saya suka dari classic lit), dan pemikiran ini terus bertahan sampai jaman kontemporer sekarang. Saya ingat pernah kerja di bimbel dan ada pertaturan di mana kita tidak boleh membuat anak-anak tidak percaya diri dengan mengatakan kata "tidak" dan kata-kata negatif lainnya, semua ini ada pada bab "SIHIR" dalam buku ini. 

***
Seperti yg saya tulis diatas, saya tau cerita ini dari film, dan filmnya salah satu yang berkesan untuk saya pada saat itu. Saya nonton yang versi Hallmark (1987) di RCTI, filmnya bagus, tapi rada beda sama buku, terutama endingnya. Mungkin karena Hallmark, maka endingnya jadi romantis, dimana Colin  (kebetulan pemeran Colin dewasa bernama Colin juga, yaitu aktor Colin Firth) dan Mary berciuman & menikah di akhir film, saya lupa tapi sepertinya Mary & Colin bukan sepupu di film versi 1987, yang di versi 1993 (Warner Bross) lebih terasa “sihirnya” dan pemeran anak2nya juga cute, dan lebih mengikuti cerita aslinya. Tapi saya suka dengan kedua-duanya. Bagi yang merasa ingin melihat visualisasi cerita di buku, coba saja nonton filmnya di youtube, filmnya lengkap kok di youtube, mungkin yang suka cerita romantis, nonton versi 1987,  untuk yang suka cerita anak-anak ala Harry Potter bisa coba yang versi 1993 (tambah lagi ada Prof. McGonagall di versi 1993 :P )

Versi 1987

Versi 1993

1 komentar:

  1. Aku suka sama secret garden ini, sampai-sampai aku buat cerpen hasil inspirasi dari ini, hihi.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...