Sabtu, 06 Juli 2013

THE TIGER RISING

✮✮✮
Judul Buku : The Tiger Rising (Sang Harimau)
Pengarang : Kate DiCamillo
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 146 Halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Segmen : Anak-anak

Jadi ceritanya :

Rob Horton, anak berusia 12 tahun yang selalu merasa kesepian semenjak sang ibu meninggal dunia akibat sakit keras. Ayahnya pun selalu bersikap dingin dan mendidiknya dengan keras. Keadaaan tersebut diperparah dengan perlakuan bullying yang diterima Rob di sekolah, teman-temannya selalu memukulinya dan orang-orang dewasa juga tidak menyukai Rob.  Dan Rob hanya diam saja tanpa membela diri. 

Karena itu Rob sangat senang saat gurunya memintanya untuk tidak bersekolah dahulu untuk sementara akibat luka di kaki Rob yang tak kunjung sembuh. Namun selain tidak bersekolah, ada hal lain yang membuat Rob bersemangat, yaitu seekor harimau yang ditemuinya di dalam hutan. Harimau tersebut berada dalam kandang dan bagi Rob,  harimau tersebut adalah mahluk tercantik yang pernah ia lihat. 

Bagi Rob, si harimau yang terkurung dalam kandang tersebut sama seperti kesedihannya yang selama ini disimpannya rapat-rapat dalam lubuk hatinya yang paling dalam.

Kesan saya :

Moral yang saya tangkap dari cerita ini adalah :
  1. Jangan simpan emosi terlalu lama karena akan berpengaruh pada tubuh dan kesehatan
  2. Mengekspresikan perasaan lebih baik daripada terus dipendam
  3. Kau tidak bisa memulai hidup baru bila kau belum bisa move on
Bukunya tipis, hanya 146 halaman dan tulisannya pun besar dengan spasi yang renggang. Saya rasa cukup baca 1,5 - 2 jam akan selesai. Saya tidak bisa bilang saya suka dengan buku ini. Karena walaupun buku anak-anak dengan penuturan cerita yang sederhana dan kisah yang ringan namun buku ini terasa kelam, yaitu tentang kegetiran hidup anak-anak akibat ditinggal orang tua dan percerian orang tua. 

Untuk karakter sendiri, tidak banyak yang menyenangkan. Rob terlihat lemah dikarenakan cenderung pasif dan pengalah karena ia tidak pernah melawan balik saat dibully. Sistine berkepribadian meledak-ledak, judes dan pemaksa walau kepribadiannya lebih menarik tapi tidak menyenangkan. Tokoh-tokoh lain pun sama yaitu cenderung bersikap pesimis dan sinis akibat kegetiran hidup yang mereka rasakan. 

Yah,  karena itulah saya kurang suka buku ini, terlalu banyak perasaan kelam, getir dan frustasi dari para tokohnya dan selesai baca saya tidak mau berlama-lama membawa efek perasaan negatif akibat kegetiran hidup, sudah cukup banyak kegetiran hidup dalam dunia nyata. We need hope. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...