Selasa, 18 November 2014

POLLYANNA GROWS UP: SIMPLE AND WARMHEARTED (POLLYANNA #2)

Judul: Pollyanna Grows Up (Pollyanna #2)
Pengarang: Eleanor H. Porter
Penerbit: Orange Books (Lingkar Pena)
Penerjemah: Rini Nurul Badariah
Editor: Azzura Dayana & Dee
Jumlah halaman: 374 halaman
Cetakan 1, 2010
Segmen: Anak-anak, remaja, semua umur
Genre: Klasik, drama
Rate: ★★★½

Setahun berlalu sejak kecelakaan yang menimpa Pollyanna terjadi. Kini  pihak rumah sakit menyatakan Pollyanna  telah sembuh dan ia bisa berjalan kembali.  Tidak ada yang berubah dalam diri Pollyanna. Ia tetap seorang gadis kecil yang ceria dan selalu ramah terhadap setiap orang. Sehingga mulai dari teman-temannya yang sesama pasien rumah sakit hingga para perawat dan dokter menyukai Pollyanna.  

Tak terkecuali salah satu dari perawat  rumah sakit yang bernama Ruth yang ingin agar Pollyanna tinggal sementara di rumah kakaknya yang pemurung dan kesepian di Boston. 

Ruth berharap kehadiran Pollyanna dapat menghibur sang kakak dan membuatnya bersemangat lagi menjalani kehidupan. Maka dimulailah hari-hari Pollyanna di kota Boston. Berbeda dengan pedesaan tempat Pollyanna dan bibinya tinggal, Boston sangat ramai dan penuh banyak orang, tapi Pollyana merasa sedih karena orang-orang di kota besar tersebut bersikap saling tak peduli. 

Namun berkat keramahan dan keberaniannya, Pollyana perlahan-lahan berhasil mendapatkan beberapa teman baru di Boston dan Pollyanna tidak hanya membantu mereka tapi juga mengubah hidup mereka. 

Kisah pun berlanjut hingga Pollyana tumbuh dewasa dan menjadi seorang wanita muda, namun lagi-lagi masalah dan kesedihan mengujinya saat suami Bibi Polly meninggal dunia dan membuat Bibi Polly kembali menjadi seperti Bibi Polly yang dulu, yang pemurung  dan memandang hidup dengan pahit.

Tapi Pollyanna tidak sendirian kali ini, ada teman-teman yang siap membantu termasuk menemukan pemuda yang membuat hatinya berdebar-debar. 


My thought.

Niatan awal saya mau baca Wuthering Height untuk melengkapi salah satu tantangan tambahan RC yang mewajibkan membaca buku bergenre klasik. Tapi berhubung sepanjang bulan Oktober kemaren rata-rata bacaan saya bertema gelap, jadinya saya kepengen membaca buku yang ceria dan menghangatkan hati, sementara Wuthering Height itu salah satu cerita dengan tema dan karakter yang suram dan gelap, akhirnya saya pun memilih Pollyanna Grows Up, yang juga sekuel dari Pollyanna

Dari segi cerita, Pollyanna Grows Up tidak jauh berbeda dengan Pollyanna, masih menekankan tema "bersyukur dan bersuka cita" dalam segala kondisi meskipun sulit. Beberapa bagian sedikit memasukan paham sosialis seperti unsur orang kaya yang harus menolong orang miskin. 

Cerita, gaya bahasa maupun plotnya sederhana saja tapi itulah salah satu yang saya suka karena sederhana dan lurus, saya tidak berekspektasi apa-apa selain dari sebuah akhiran happily ever after.  Plotnya juga pas tidak terasa cepat ataupun lamban. 

Ada 2 timeline cerita di sini, yaitu waktu Pollyanna kecil dan ketika Pollyanna dewasa. Saya lebih menyukai cerita saat Pollyanna masih kecil daripada cerita ketika Pollyanna dewasa, mungkin karena cerita saat dewasa terasa tanggung dan terburu-buru. Sehingga saya tidak merasa "dapat" unsur drama ataupun romansanya dan segala sesuatunya terasa banyak kebetulan karena semua orang mendapatkan apa yang mereka inginkan pada akhirnya.  Tapi  menurut saya eksekusinya fair enough. 

Satu-satunya hal yang tidak saya duga adalah hubungan perempuan yang lebih tua dengan pria yang jauh lebih muda ternyata sudah lazim di era tersebut. 
"Bahwa tempat paling sepi di seluruh dunia adalah kerumunan orang di kota besar."

This review also for RC: 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...