Jumat, 17 Oktober 2014

THE OCEAN AT THE END OF THE LANE: MENDONGENG BERSAMA NEIL GAIMAN

Judul: The Ocean at The End of Lane
Pengarang: Neil Gaiman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Tanti Lesmana
Desain sampul: Eduard Iwan Mangopang
Jumlah halaman: 264 halaman
Cetakan 1, Juli 2013
Segmen: Dewasa
Genre: Dark fantasy, horror
Harga: RP 50.000, bisa dibeli di Grazera
Rate: ★★★★


Kisah dimulai dari kilas balik masa kecil narator tanpa nama yang juga tokoh utama buku ini. Saat ia datang mengunjungi sebuah pertanian yang menjadi tempatnya menghabiskan masa kecil. Sang Narator mengenang suatu kejadian masa kecil yang tak pernah ia lupakan

Kejadian itu bermula di suatu pagi, saat sesosok mayat pria tua yang berprofesi sebagai penambang opal ditemukan tewas dalam sebuah mobil di daerah pedesaan Inggris yang tenang. Peristiwa itu seolah membangkitkan suatu kekuatan kuno yang membuat mahluk-mahluk dari dunia lain datang menyebrang dan menyebabkan banyak hal-hal ganjil dan jahat terjadi. 

Kelangsungan hidup Sang Narator terancam, keutuhan keluarganya terancam saat satu sosok mahluk dunia seberang tiba-tiba muncul dan ingin menguasai kehidupannya. Sang Narator tahu bahwa hanya ada satu keluarga yang bisa menolongnya, yaitu keluarga Hempstock yang memiliki tanah pertanian luas di ujung jalan. Tanah pertanian yang mempunyai sebuah kolam yang juga diyakini sebagai samudra.
"Hidupku lebih banyak dijalani di alam buku-buku dibanding di tempat-tempat manapun."
Samudra di ujung jalan setapak adalah sebuah cerita yang ditulis dengan sangat indah oleh Neil Gaiman. Samudra di Ujung Jalan Setapak bukanlah mengenai hasil sebuah cerita tapi mengenai bagaimana proses sebuah cerita dikisahkan.

Banyak adegan dan kata-kata dalam Samudra di Ujung Jalan Setapak yang mengingatkan saya mengapa saya suka membaca buku sejak kecil. Buku adalah salah satu pelarian terbaik saat saya sedang suntuk, stress, dan berbagai emosi lain yang berkecamuk. 

Neil Gaiman menuliskan setiap prosanya dengan indah. Saya merasa ikut lapar saat penulis mendeskripsikan lezatnya masakan yang disajikan pada sang narator. Misalnya nih:
"Makan malamnya lezat sekali. Ada bongkahan daging sapi, kentang panggang yang kulitnya garing emas dan isinya putih lembut, berbagai sayuran hijau yang diberi mentega, wortel panggang yang semuanya hitam dan manis. Sebagai hidangan penutup ada pai isi apel, kismis-kismis besar, dan kacang tumbuk, semuanya diberi kuah kaldu yang kuning kental di atasnya, lebih gurih dan lezat dibanding apa pun yang pernah kucicipi di sekolah maupun di rumah. "
Surealisme sangat terasa dalam buku ini. Sebuah fantasi yang menampilkan imajinasi alam bawah sadar yang di luar logika. Terkadang saya bertanya apakah buku ini mengenai sebuah mimpi, karena jalinan kisah fantasinya persis seperti sebuah mimpi. Setiap adegannya terasa seperti memasuki suatu lukisan surealis antara alam logika dan alam imajinasi.

Karakter

Saya suka dengan karakter 3 perempuan keluarga Hempstock yang semuanya memiliki karakteristik kuat. Neil Gaiman menulis deskripsi mereka secara gamblang tanpa menghilangkan kesan misterius para tokohnya. Bahkan tokoh antagonis di sini pun memiliki karakteristik yang kuat. Favorit saya adalah Lettie Hemspstock yang cerdas dan pemberani  dan juga neneknya yang bijaksana. 

Selain karakter, salah satu hal yang saya suka dari buku ini adalah deskripsi tempat tinggal Sang Narator. Alam pedesaan Inggris yang hijau, rumah pertanian kuno yang nyaman dan hangat, sungguh membuat saya ingin pergi ke pedesaan dan melarikan diri dari kejenuhan kota besar. 

Terjemahan dan desain sampul

Kualitas terjemahan sangat baik. Setiap kata-kata dalam kalimatnya tersusun dengan luwes, seperti biasa kualitas terjemahan Mbak Tanti Lesmana selalu jaminan mutu. Untuk desain sampul juga saya suka karena sesuai dengan judulnya yang mengandung makna laut. 

Ada beberapa kutipan yang sangat menarik menurut saya:
"Tidak seorang pun yang wujud aslinya persis seperti diri mereka yang di dalam. Kau tidak, Aku tidak. Manusia jauh lebih rumit daripada itu. Semua orang juga begitu."
"Aku menyukai mitos. Mitos bukanlah cerita untuk orang dewasa, bukan juga cerita untuk anak-anak. Mitos lebih bagus daripada itu. Mitos ya Mitos.  
 Diulas oleh:

Review ini juga untuk RC:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...