Selasa, 14 Januari 2014

BOOK REVIEW: VIOLETS ARE BLUE

★★
Judul Buku: Violets Are Blue (Violet Biru)
Pengarang: James Patterson
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 422 Halaman
Penerjemah: B. Sendra Tanuwidjaja
Segmen: Dewasa
Genre: Thriller, Misteri, Detektif

Kronologis penemuan mayat  (diambil dari hal. 34):
  • Korban pria dan wanita ditemukan tewas pada pukul 03.20 di Golden Gate Park, San Fransisco. 
  • Korban digantung pada kakinya di pohon ek.
  • Mayat telanjang dan berlumuran darah.
  • Kaki, lengan dan dada korban pria tercabik hebat - korban tampak telah digigit berkali-kali. Korban pria bahkan tewas akibat gigitan!!!
  • Korban wanita digigit - tapi tidak separah rekannya. Juga dilukai dengan benda tajam. Tewas akibat kehilangan banyak darah, kelas IV (artinya kehilangan darah > 2000 cc). Korban wanita kehilangan lebih dari 40% darahnya.
  • Ada bintik-bintik merah kecil di pergelangan kaki yang diikat, tempat kedua korban digantung. 
  • Bekas-bekas gigi di korban pria tampak berasal dari hewan besar.
  • Cairan putih di kaki dan perut korban pria. Mungkin air mani. 

Belum selesai berurusan dengan penjahat super kejam dan licik yang bernama Mastermind, detektif pembunuhan Alex Cross kembali dilibatkan untuk menyelidiki sejumlah kasus pembunuhan brutal yang semua ciri korbannya tewas karena kehabisan darah dan luka gigitan di bagian leher. Detektif Alex Cross tidak percaya bahwa pelakunya adalah vampir. Namun bagaimanapun, ia harus menangkap para pelaku pembunuhan sadis tersebut sebelum jatuh korban lebih banyak, baik pelakunya manusia atau bukan. 


What I though about this book:

Dari kasusnya sepertinya seru yah, pembunuhan brutal dan sadis yang pelakunya seperti vampir, sayangnya sehabis membaca buku ini, kesan saya cuma 1, yaitu:

Muter-muter.

Untuk bagian awal, sepertinya cerita berjalan cukup menjanjikan, kasus tersebut sukses membuat saya penasaran akan penjahatnya dan juga membuat saya berpikir, apakah penjahatnya masih orang yang sama dengan Roses Are Red, mengingat buku ini adalah lanjutan dari Roses Are Red.

Tapi lama kelamaan saya merasa bosan dengan pola yang terus berulang dan penulis tampaknya memang sengaja memainkan pola "Catch Me if You Can". Sebenarnya bukan pola berulangnya, tapi yang saya permasalahkan adalah pola yang terus berulang ini tanpa ada unsur kejutan baru, penjahat yang tadinya tampak buas dan menakutkan mendadak hanya terkesan sakit jiwa saja. Untuk buku setebal 422 halaman, rasanya sangat buang-buang halaman.

Dan, bagi yang baca Roses Are Red, tentu sudah tahu siapa Mastermind, sayangnya setelah semua aksi-aksi Mastermind yang merepotkan dan tak terduga, saya agak kecewa dengan endingnya. Sepertinya seolah James Patterson merasa bosan dan memilih untuk mengakhirinya begitu saja. Bahkan alasan mengapa Mastermind melakukan itu semua pun menurut saya kurang kuat.

Begitupun saya kecewa dengan eksekusi penyelesaian ending para antagonis lainnya. Mengapa tidak ada penjelasan apa motif mereka dalam melakukan semua itu, selain daripada karena mereka pure crazy and evil. Yah, saya akui saya kurang suka dengan penjahat yang terlalu gila.

Tahukan kamu, kalau Alex Cross juga ada film bioskopnya, 2 film pertamanya Kiss The Girls dan Along Came A Spider dibintangi oleh Morgan Freeman dan film terakhirnya Alex Cross (2012) dimainkan oleh Tyler Perry 




Along Came A Spider dan Kiss The Girls, Morgan Freeman as Alex Cross

Dan satu lagi versi Tyler Perry dalam Alex Cross yang tayang pada tahun 2012.


Jika lihat dari trailernya, menurut saya pribadi, Morgan Freeman lebih cocok jadi Alex Cross. Versi terbaru filmnya sepertinya lebih action oriented alih-alih action thriller. Terlepas dari kesan tidak puas akan buku Alex Cross yang saya baca, saya rasa tidak banyak buku yang tokoh utamanya pria kulit hitam, yah mungkin pengetahuan saya soal buku masih cetek, tapi saya suka diversity rasial dari tokoh-tokoh yang saya baca dari buku. 

Buku ini saya beli sudah lama, mungkin tahun 2010 atau kurang :P dan baru sempat saya baca tahun pada 2014 >_< Karena itu saya ikut sertakan dalam 2 RC yaitu Lucky No. 14 RC: It's Benn There Forever dan 2014 TBRR Pile RC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...