Senin, 18 Agustus 2014

THE AFTER-DINNER MYSTERIES: SEBUAH NOVEL DETEKTIF DENGAN CITA RASA KOMIK

Judul: The After-Dinner Mysteries (Nazotoki wa Dinner no Ato de - 謎解きはディナーのあとで
Pengarang: Higashigawa Tokuya
Penerbit: Haru
Penerjemah: Khairun Nisak
Editor: Novianita
Proofreader: Dini Novita Sari
Desain Cover: Yusuke Nakamura
Jumlah halaman: 291 halaman
Cetakan 1, Februari 2014
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Misteri, detektif, kumpulan cerpen, komedi
Harga: Rp 59.000, bisa dibeli di owlbook storebukabuku
Rate: ★★★
Special Note: Thanks to Dinoy atas hadiah GA-nya

"Maaf, Tuan Putri.... Kalau Anda tidak tahu kebenaran kasus sepele seperti ini, apakah Tuan Putri sebenarnya bego?" 

"Maaf, Tuan Putri, jangan-jangan mata Tuan Putri sebenarnya hanya lubang tak berguna?"

"Kalau Tuan Putri tidak tahu mengetahui hal mudah seperti ini, apakah Anda bisa disebut detektif profesional?"

Apa yang akan kamu lakukan kalau kamu mempunyai pelayan dengan mulut lancang yang mengeluarkan kalimat-kalimat kurang ajar seperti di atas?

Hosho Reiko adalah putri tunggal dari anak pemilik Hosho grup, yaitu suatu grup konglomerat kaya raya yang memiliki berbagai jenis bisnis dan perusahaan. Meskipun kaya raya, tapi Reiko ogah bekerja di salah satu perusahaan milik ayahnya dan lebih memilih bekerja sebagai detektif di kepolisian lokal. 

Meski berprofesi sebagai detektif, kemampuan analisis Reiko bisa terbilang pas-pasan. Ia tidak pernah berhasil memecahkan kasus-kasus kriminal yang ditanganinya. Setiap malam seusai makan, Reiko selalu bercerita mengenai kasus-kasus kejahatan yang dihadapinya kepada Kageyama si pelayan. 

Meski hanya berstatus pelayan, namun kemampuan analisis Kageyama bahkan melebihi detektif profesional,  karena hanya mendengar cerita Reiko saja, Kageyama sudah bisa menganalisa suatu kasus dan motifnya lalu menyimpulkan siapa pelakunya dengan tepat. Karena itu tak mengherankan apabila Kageyama suka mengejek Reiko yang seorang detektif tapi tidak pernah bisa menebak siapa pelakunya dengan benar. 

Sialnya bagi Reiko, meski benci dengan mulut kurang ajar Kageyama tapi ia sulit memecat pelayan tersebut karena membutuhkan si pelayan untuk membantu pekerjaannya sebagai detektif. 

What I thought about this book.

Sejujurnya meski bergenre misteri, kesan buku ini sama sekali jauh dari seram ataupun gelap. Sebaliknya buku ini terasa ringan dan tidak serius, karena itu jangan terlalu serius memandang logika dalam buku ini, terutama dengan tokoh macam Reiko dan Kazamatsuri yang terlalu "muluk" untuk ukuran polisi.  Sisi komedi di sini bisa dilihat dari interaksi Reiko - Kageyama dan juga komandan Kazamatsuri, atasan Reiko di kepolisian yang dalam analisis kasus sama bodohnya seperti Reiko. 

Meski ketujuh cerita pendek dalam buku ini mempunyai kasus yang berbeda, namun polanya sama. Di mana siang hari Reiko mendapatkan kasus lalu malamnya Kageyama memecahkan kasusnya (kecuali cerpen nomor 4 yang kejadiannya langsung dialami oleh Reiko dan Kageyama)

Pros:

1. Interaksi antara Kageyama dengan Reiko yang penuh sarkasme cukup menyegarkan dan pada beberapa bagian cukup mengundang senyum.
2. Sisi comedy lain macam Komandan Kazamatsuri yang suka pamer dan lebay.
3. Desain cover ala manga yang sekilas mengingatkan akan XXXholic-nya Clamp

Cons (sayangnya consnya lebih terasa daripada pros-nya)

1. Kasus-kasus yang dibuat ala cerpen membuat saya kurang bisa menyelami ceritanya, karena seolah seperti membaca ringkasan kasus saja. Tokoh-tokoh dalam setiap kasuspun tidak banyak diketahui latar belakangnya yang membuat pembaca tidak merasa terikat dengan kasus-kasusnya dan akan menjadi terlupakan saat selesai membacanya. Analisis-analisisnya juga terasa membosankan dan tidak ada yang istimewa atau penuh kejutan.
2. Siapa Kageyama? Hingga saya selesai membaca buku ini, nama depan Kageyama pun tidak diketahui. Dan mengapa Reiko yang seorang detektif tidak mencoba menyelidiki siapa sebenarnya Kageyama? Mengingat Kageyama sangat cerdik, pintar dan jago bela diri untuk ukuran seorang pelayan. Mengapa hal ini tidak dijelaskan mungkin salah satu alasannya adalah karena buku ini berseri. So perhaps maybe the sequel will explain something. 
3. No romance at all? Oke saya tahu genrenya misteri tapi saya berharap sedikit percikan romantis antara Reiko - Kageyama. Karena sisi menarik buku ini menurut saya bukan pada kasus atau misterinya (kecuali misteri siapa Kageyama) tapi justru interaksi antar karakternya, yaitu Reiko si Tuan Putri cantik dengan Kageyama si pelayan tampan. Yah mengenai soal romance ini mungkin bakal dikembangkan di sekuelnya #ngarep.
4. Pengulangan deskripsi mengenai karakter para tokoh utama di setiap cerita, baik itu Reiko, Kageyama ataupun Kazamatsuri. Beberapa pembaca akan merasa hal tersebut cukup mengganggu dan menjengkelkan.

Saya rasa novel dengan format kumpulan cerpen ini akan lebih menarik bila dibuat ke dalam bentuk manga daripada novel. Mungkin akan menjadi manga sejenis Detektif Conan atau Hajime Kindaichi. Eniwei, karena saya masih penasaran sama Kageyama, seandainya seri ini dilanjut Haru, saya akan tetap membacanya. 

BTW, novel ini juga sudah difilmkan lho. Lebih tepatnya dibuat dorama TV. Yang menjadi pemerannya adalah:
Keiko Kitagawa as Princess Reiko Hosho, the Detective

Sho Sakurai as Kageyama, the Butler.
Dan inilah cover dorama TV seriesnya :

Bandingkan dengan cover novelnya.

Berikut ini sedikit trailernya :

video


Pemerannya ganteng dan cantik. Dan walau saya tidak suka lagu bahasa Inggris (A1 - Ready or Not) dipakai yang untuk video ini (saya suka lagunya tapi saya tidak merasa cocok dengan videonya), namun saya suka dengan editing videonya yang memperlihatkan interaksi Kageyama - Reiko. 

Reviewed by:

Review ini juga untuk:

2 komentar:

  1. Aku mikirnya sih, ini cerpen2 awalnya diterbitin di majalah, terus baru dikumpulin jadi satu kayak buku. Makanya deskripsi Reiko, Kazamatsuri sama Kageyama itu diulang - ulang mulu. Kalau ini manga, oke lah bisa diterima. Masalahnya? Ini novel :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ren, masuk akal banget. Bisa juga ini awalnya cerber untuk majalah, karena itu deskripsinya diulang-ulang.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...