Rabu, 12 November 2014

THE GRAVEYARD BOOK: ANAK YANG BERTAHAN HIDUP

Judul: The Graveyard Book (Cerita Dari Pemakaman)
Pengarang: Neil Gaiman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Lulu Wijaya
Editor: Ariyantri E. Tarman
Jumlah halaman: 351 halaman
Cetakan pertama, Maret 2013
Segmen: Anak-anak, semua umur
Genre: Fantasi, misteri
Harga: Rp 55.000
Rate: ★★★

Ini kisah tentang Nobody Owens atau Bod, anak lelaki yang tinggal di pemakaman dan dibesarkan oleh para hantu. Kisah Bod dimulai pada suatu malam saat ia masih bayi kecil yang baru belajar berjalan. Suatu malam seorang pembunuh kejam yang bernama Jack menghabisi seluruh anggota keluarganya, namun si bayi berhasil meloloskan diri dan pergi ke suatu kompleks pemakaman. Dengan dilindungi oleh para hantu dari pemakaman, si bayi berhasil selamat dari pembunuh kejam yang ingin menghabisi nyawanya. 

Oleh para hantu, si bayi diangkat anak, dilindungi dari keganasan dunia luar dan pembunuh keji yang masih mencarinya, si bayi tumbuh besar menjadi bocah lelaki, dididik dan disayangi oleh para hantu dan diberikan Kebebasan Pemakaman untuk bisa menjelajah seluruh pemakaman sebagaimana para hantu. 


My thought:

Entah apa mood baca saya yang sedang ciut, tapi saya butuh nyaris 10 hari untuk menyelesaikan buku setebal 351 halaman ini.  Sejujurnya ceritanya menurut saya biasa saja, namun keunaggulan buku ini ada pada pesan moral yang tidak menggurui, mulai dari untuk tidak menilai seseorang hanya dari penampilan, menuruti nasehat orang tua, melawan bully sampai bersiap dalam menghadapi dunia luar, 

Dan lagi-lagi gaya surealisme Neil Gaiman juga terasa di buku ini, terutama saat adegan gerbang Ghoul. Tapi entah mengapa, saya selalu merasa kesulitan mereview buku-buku Neil Gaiman. Yang pasti yang saya rasakan dalam membaca buku ini:
  1. Narasi menarik tapi saya merasa plotnya sama sekali tidak membuat saya penasaran, mungkin karena Gaiman membawa saya untuk menjelajahi "dunia surealis" pemakaman alih-alih misteri pembunuh keluarga Bod. Dan ini membuat saya merasa cepat bosan dan kurang masuk ke dalam ceritanya, akibatnya perhatian saya gampang teralih #ngeles (malah salahin bukunya). 
  2. Rada kecewa sama alasan mengapa Bod ingin dibunuh. Yah menurut saya berasa alasannya kurang kuat githu. 
  3. Mungkin karena sudut pandang orang ketiga atau emosi Bod kurang diceritakan lebih mendetil, saya jadi kurang merasakan emosional bonding dengan Bod, padahal Bod itu pemeran utama. 

Yang saya suka pada buku ini adalah cara Neil Gaiman menunjukkan karakter-karakternya. Favorit saya adalah Silas yang misterius dan bijaksana tapi juga sangat kebapakan terhadap Bod. Dan setelah baca review-review, saya baru ngeh mengapa Silas berbeda dari yang lain, ternyata Silas itu adalah v----r. 

Tokoh favorit saya yang kedua adalah Liza Hempstock. Entah ada apa antara Neil Gaiman dan nama Hempstock, tapi tokoh Hempstock tampaknya menjadi tokoh sidekick dari tokoh utama dalam novel-novel Gaiman. 

Yah sepertinya singkat saja review saya, selain karena faktor mood, seperti yang saya tulis di atas, saya merasa kesulitan menulis review buku ini. Mungkin buku ini bakal dapat rating besar kalau saya baca saat SD atau SMP. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...