Rabu, 16 Maret 2016

REVIEW KOMIK: HAI MIIKO 28

Judul: Hai Miiko 28
Pengarang: Ono Eriko
Penerbit: M&C
Penerjemah: Aswini Rosita
Jumlah halaman: 192 halaman
ISBN: 9786023397204
Cetakan 1, Januari 2016
Segmen: Anak-anak, semua umur
Genre: Komik, manga

Akhirnya yang ditunggu datang juga. Miiko 28 ini edisi spesial. Sebab:
  1. Jumlah halamannya lebih banyak.
  2. Kertas cetaknya bukan kertas koran, meski bukan kertas HVS juga. Kertasnya adalah jenis kertas yang biasa ada di novel-novel.
  3. Bonus pouch (walau hitungannya beli karena harganya  jadi mahal).
Hai Miiko masih mempunyai beberapa tema cerita yang sama, seperti natal, valentine dan ulang tahun. Rasanya sudah berapa kali saya melihat Miiko berulang tahun dan merayakan Natal, namun umurnya tidak bertambah, hehehe :D

Ada 10 bagian cerita dalam Miiko 28. Saya bahas yang paling saya suka saja:

1. Ih, padahal sekarang hari ulang tahunku.
Ini cerita persahabatan Miiko dan Mari. Sebagai pembaca saya selalu beranggapan Mari lebih dominan terhadap Miiko. Untungnya Miiko orangnya ngalahan walaupun dalam hatinya suka jengkel juga. Tapi saya selalu suka lihat persahabatan Miiko, Mari, dan Yukko yang meski sering berantem tapi tetap kompak saling mendukung di saat sulit. Saya rasa inilah yang membuat komik Miiko disukai, persahabatan Miiko, Mari dan Yukko itu realistis dan pembaca pun merasa kisah mereka sering terjadi dalam hidup pembaca.

2. Aku ingin komiiiiik!
Ini salah satu cerita yang terasa banget politisnya. Biasanya cerita-cerita dalam Miiko itu cenderung selow dan ringan. Yah yang ini juga ringan sih, tapi kentara banget pesan yang ingin disampaikan oleh Ono Eriko sensei untuk tidak membeli buku-buku second karena akan memengaruhi royalti bagi pihak penulis. Selain itu pihak distributor, toko buku dan penerbit juga tidak akan mendapat keuntungan. Saya sih jujur saja jarang beli buku second, kecuali kalau bukunya sudah susah dicari. Tapi kalau jual buku second saya memang ada, namun jual juga bukan jual untung, jual rugi secara saya bukan toko buku dan hanya ingin mengosongkan lemari untuk memberi space terhadap buku lain. #membeladiri

3. Bagaimana, Yoshida? Hubungan yang diidam-idamkan
Semua pembaca tahu kalau Tappei suka Miiko tapi terlalu gengsi dan malu untuk menyatakannya. Sementara Miiko mungkin belum sadar akan perasaannya dan tidak tahu rasa suka itu seperti apa. Jadi inti pertanyaan pembaca, "Kapan Tappei-Miiko jadian? Tapi 2 cerita terakhir dari komik Miiko ini bukan mengenai hubungan Tappei - Miiko, melainkan Yoshida dan tokoh sementara yang bernama Haruna (jujur, saya lupa sama Haruna dan ternyata Haruna adalah tokoh dari cerita mengenai Fukushima). Jadi dari bagian cerita ini jelas Ono sensei ingin menjodohkan Yoshida dengan Haruna. *Hahahaha, menyerahlah tim Yoshida, pengarang tidak akan ngeship Yoshida-Miiko* Saya pribadi sih lebih suka Yoshida daripada Tappei, tapi kalau lihat compatibility #gaya memang Miiko kurang cocok sama Yoshida. Meski sering ribut, Tappei dan Miiko itu sebenarnya serupa. Jadi untuk tim Yoshida, lupakan Yoshida bakal jadian sama Miiko, oke?

Yah, Hai Miiko 28 masih sama, masih memberikan harapan palsu:
1. Miiko - Tappei masih belum jadian. Mungkin argumentasi pengarang adalah ini buku anak-anak / middle-grade, dengan berpacaran akan menggeser segmentasi pasar menjadi remaja dan cerita akan sulit relevan. 
2. Mereka selalu anak-anak, kapan remaja? Alasannya balik ke nomor 1.
3. Ono Eriko jelas kehabisan ide (di bonus komik juga digambarkan), karena meski enjoyable tidak ada yang terasa fresh pada cerita Hai Miiko 28. 

Eniwei saya tetap puas kok baca Hai Miiko 28, apalagi edisi kali ini lebih tebal daripada yang biasanya. Jadi saya kasih 4 potong kue tart. 


Salam hangat,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...