Senin, 17 Desember 2012

THE TIME TRAVELER'S WIFE

✮✮✮½
  • Judul Buku  : Istri Sang Penjelajah Waktu
  • Pengarang    : Audrey Niffenegger
  • Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama


Baca ringkasan cerita singkat di cover belakang buku sebenarnya udah sangat jelas kalau cerita ini akan berakhir sedih (terjadilah kisah cinta yang indah hingga ajal memisahkan mereka) Udah ada kata ajalnya, jadi udah bisa nebak gambaran endingnya bakal seperti apa.
Setelah sebelumnya cuman berkutat baca romance fairy tale dengan happily ever after ending ala Harlequin, saatnya baca cerita romance yang real dan lebih bermutu, walaupun banyak unsur science-fiction, ceritanya cukup mengharukan, terutama menjelang bab-bab akhir, tentang istri yang setia menunggu suaminya yang mempunyai gen yang membuatnya dapat menjelajah waktu tanpa bisa mengendalikannya. 


Satu hal yg unik disini, walaupun Henry dapat menjelajah waktu dan bahkan mengetahui masa depannya, dia tidak dapat mengubahnya.  Selain itu Henry juga tidak bisa mengendalikan kemampuannya dalam menjelajah waktu, dia bisa tiba-tiba menghilang dan muncul di suatu tempat yang tidak dia kehendaki (misal di tengah salju atau dalam kandang) dan dalam keadaan telanjang pula sebab bajunya tidak bisa ikut menjelajah waktu :D


Bacanya sih ngga sampe ketagihan tapi juga ngga membosankan, ada 2 POV,yaitu Henry dan istrinya Clare. Cerita dikisahkan sejak Clare masih kecil dan bagaimana dia bertemu bertemu Henry yang sedang balik ke masa lampau karena faktor genetiknya yang bisa menjelajah waktu.  Kalau dipikir rada aneh juga sih kisah buku ini karena ada pria dewasa dalam keadaan telanjang yang tiba-tiba muncul didepan anak kecil, walaupun anak kecil itu adalah istrinya di masa depan, tapi jadi ada kesan pedofil. 

Dan saya sangat setuju dengan salah satu reviewer missririz di goodreads mengenai romance dalam buku ini  yang lebih terkesan nafsu daripada cinta. Atau mungkin karena pengarang memang menjabarkannya seperti itu. Henry dan Clare adalah 2 karakter yang apa adanya tanpa dibuat menjadi flawless dan interaksi mereka sangat sehari-hari dan apa adanya. Tidak ada istilah bahasa puitis atau romantis dan emosional untuk menggambarkan hubungan dan interaksi mereka. Namun hubungan mereka lebih digambarkan dari interaksi mereka sehari-hari, apakah itu interaksi seksual, interaksi percakapan sehari-hari, interaksi pertistiwa, interaksi dengan karakter-karakter lain dan lain sebagainya. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...