Jumat, 28 Desember 2012

UGLIES (UGLIES #1)

✮✮✮½
  • Judul Buku : Uglies
  • Pengarang   : Scott Westerfield
  • Penerbit       : Matahati
Sinopsis : 

Ini adalah sebuah cerita tentang masa depan, tentang masa depan di mana seseorang dilihat dari fisik dan wajahnya. Tentang masa depan di mana manusia terdiri dari 3 kaum, yaitu kaum buruk rupa, kaum rupawan dan kaum spesial.

Semua manusia yang lahir ke dunia adalah buruk rupa, namun saat mereka mencapai usia 16 tahun, para manusia ini akan mengalami perombakan total secara fisik, di mana setiap senti tubuh mereka akan dioperasi, mulai dari tubuh bagian bawah seperti kaki hingga tubuh bagian atas macam wajah, bahkan tulang-tulang mereka pun ikut dioperasi demi mendapat hasil fisik yang proporsional, kulit wajah mereka pun dioperasi agar bisa terlihat halus dan mulus. Nantinya para manusia yang telah dioperasi akan menjadi tampan dan cantik dan mereka akan disebut kaum rupawan.

Tally Youngblood tidak sabar menunggu ulang tahunnya yang ke-16, di mana dia akan segera memasuki kehidupan kaum rupawan. Setelah lama menjadi kaum buruk rupa, bagi Tally, menjadi kaum rupawan bukan hanya berarti wajah yang cantik tapi juga kehidupan yang menyenangkan karena setiap harinya akan penuh dengan pesta-pesta. 

Sebelum dioperasi, Tally tinggal di suatu tempat asrama bersama-sama dengan anak-anak buruk rupa lainnya yang sedang  menunggu saat waktunya tiba bagi mereka untuk dioperasi menjadi kaum rupawan. Di sini Tally bertemu dengan Shay yang sesama kaum buruk rupa, namun berbeda dengan Tally yang begitu bersemangat dan tidak sabar untuk segera menjadi rupawan, Shay tidak tertarik untuk menjadi kaum rupawan dan sebelum sempat dioperasi, Shay sudah melarikan diri. 

Utusan kaum spesial datang ke asrama tempat Tally saat mengetahui hal tersebut, kaum spesial adalah rupawan bengis, mereka tidak hanya rupawan tapi juga sangat kuat dan menakutkan. Kaum spesial tidak senang mengetahui bahwa Shay berhasil kabur dan juga mengajak beberapa anak buruk rupa untuk tetap menjadi buruk rupa. Mengetahui bahwa Tally dan Shay berteman, mereka memerintahkan Tally untuk mencari Shay. Tally ingin menolak namun diancam bila ia tidak mau bekerja sama, maka Tally tidak akan diijinkan menjalankan operasi dan selamanya Tally akan menjadi kaum buruk rupa. 

Tidak punya pilihan, Tally pun terpaksa pergi mencari Shay ke alam bebas, ke tempat-tempat yang tidak pernah Tally pikir akan ia datangi dan menemukan ada banyak hal yang tidak pernah Tally duga akan ia jumpai.

Kesan saya (mengandung spoiler)

Baca buku ini rasanya seperti gado-gado, ada bagian-bagian yang seru, ada bagian-bagian yang membosankan dan bikin lama bacanya, ada bagian-bagian yang bikin mengerutkan kening. Ada bagian-bagian yang tidak masuk akal. 
  
Secara keseluruhan buku ini cukup menarik, ide cerita cukup orisinal dengan tema pembagian golongan atau kelas dalam masyarakat saat itu berdasarkan rupa & fisik. Jadi pemerintahan dalam universe Uglies "mengendalikan" masyarakatnya dengan memberikan mereka fisik rupawan dan kehidupan yang menyenangkan seperti pesta-pesta dan juga orang-orang tidak perlu bekerja keras agar masyarakatnya gampang diatur. Tapi bagaimana mungkin hanya dengan rupa cantik dan pakaian bagus serta makanan yang cukup akan membuat manusia puas?

Review saya yang berikut adalah spoiler, silakan highlight bila Anda ingin baca.

Rupanya operasi yang dilakukan untuk mengubah kaum buruk rupa menjadi rupawan saat mereka berusia 16 tahun juga termasuk operasi untuk mengubah cara kerja otak. Operasi tersebut membuat para kaum rupawan baru berpikiran dangkal dengan pola pikir mereka adalah manusia sempurna dan hanya perlu untuk bersenang-senang, sehingga membuat mereka gampang dikendalikan oleh pihak penguasa. 

Hal ini dilakukan agar kejadian buruk yang terjadi dalam sejarah manusia tidak terulang pada mereka, seperti perang, kejahatan dan pengrusakan alam akibat ulah manusia. Para penguasa mengatur agar mereka tetap terkendali dengan menjadikan mereka kaum rupawan agar tidak ada kesenjangan sosial antar umat manusia. 

Karena setting dunia dalam Uglies adalah futuristik, banyak bertebaran benda-benda high tech yang canggih, macam Hover Car (mobil terbang), Hover Board (papan selancar terbang) bertenaga surya, alat pemurni air, dan para manusia dalam Uglies tidak menggunakan alam hidup untuk menopang kehidupan mereka, karena itu tidak ada daging, yang ada makanan yang terbuat dari berbagai jenis serat sebagai pengganti daging, dan tidak ada pohon benaran di kota kaum rupawan dan  buruk rupa tinggal, sepertinya hal ini dikarenakan sejarah kerusakan alam yang parah. 


Sayangnya saya berasa ada sesuatu yang kurang di buku ini, mungkin eksplorasi atau perasaan  Tally sebagai remaja perempuan kurang digali oleh pengarang atau karena ini menggunakan POV orang ketiga bukan pertama sehingga saya jadi kurang merasakan emosinya Tally yah? Padahal Tally banyak mengalami kejadian sejak Shay lari dari asrama. Terus di awal saya bilang ada bagian yang membosankan, yaitu mengenai deskripsi lingkungan dan tempat yang terlalu berusaha untuk mendetil tapi yang ada malah jadi kepanjangan dan bertele-tele. 

Untuk karakter, saya cukup oke dengan karakter Tally, Scott Westerfield di awal menceritakan dia hanya gadis remaja biasa yang  terobsesi untuk segera dioperasi agar bisa menjadi kaum rupawan, namun dalam perjalananannya mencari Shay, kita bisa melihat perkembangan karakter Tally dan ternyata Tally tidaklah sedangkal seperti yang kita kira di awal, dia cukup cerdas dan setia kawan. Bagusnya buku ini juga mengangkat tema persahabatan sejak awal hingga akhir cerita dan karena ini adalah YA tentunya  ada bumbu romance. 

Adegan memorabel, mungkin yang waktu Tally dan Shay melihat majalah-majalah zaman dahulu saat dunia belum hancur di mana semua orang-orangnya buruk rupa dan ada seorang model di majalah itu yang paling menyerupai kaum rupawan, saya nyengir sendiri membaca percakapan Shay & Tally yang merasa keheranan kenapa model di foto itu sangat kurus dan tampak seperti orang kelaparan dan kenapa mereka mau difoto dengan pakaian dalam  :D --> sepertinya ini sindiran pengarang akan gaya hidup masyarakat saat ini. Dan walaupun cerita ini membahas bahwa dunia masa depan, yang masyarakatnya juga ingin menjadi cantik karena oplas, namun cerita buku ini justru membawa pesan yang berkebalikan, dimana bahwa pikiran manusia yang menginginkan hanya menjadi cantik dari luar justru terlihat dangkal bila dibandingkan dengan kecantikan yang terpancar dari dalam. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...