Selasa, 05 Maret 2013

WARM BODIES (WARM BODIES #1)

✮✮✮½

Judul Buku : Warm Bodies

Pengarang  : Isaac Marion

Penerbit     : Ufuk Fiction
Penerjemah : Meda Satrio
Jumlah Halaman : 374 Halaman
Segmen : Remaja, Dewasa Muda

This is not a story about survive in the middle of zombie's apocalypse, this about love story between 2 persons from different world. 

Jadi ceritanya :

Dunia masa depan berantakan dan diambang kehancuran (namanya juga Dystopia), dan ada 2 jenis kelompok manusia yang saling bertahan hidup. Kelompok pertama adalah manusia kaum hidup alias manusia biasa pada umumnya yang butuh makan, merasakan emosi, merasakan sakit, mempunyai kenangan, bertambah tua dan lain hal sebagainya. Lalu kelompok kedua adalah  para bekas manusia a.k.a. zombie a.k.a kaum mati (begitulah sebutan seringnya untuk zombie di cerita ini). Dan zombie-zombie ini eh kaum mati ini punya kebiasaan khas seperti zombie pada umumnya yaitu suka mengkomsumsi otak manusia/kaum hidup dan juga kelemahannya sama seperti zombie pada umumnya yaitu ada di kepala alias otak, karena itu kalau kamu ketemu zombie ingatlah untuk :


Meskipun secara garis besar para zombie alias kaum mati disini mirip dengan gambaran zombie pada umumnya seperti muka pucat, daging yang membusuk, pemakan manusia, termasuk cara jalan mereka yang sempoyongan, namun para zombie disini juga berbeda dari zombie-zombie pada umumnya, sebab mereka masih berbudaya, karena (1) mereka ada tempat ibadah/gereja sendiri (2) mereka bisa mengadakan upacara pernikahan (3) mereka masih ada keinginan untuk melakukan hubungan seks dan selingkuh (4)mereka membentuk suatu komunitas termasuk saat berburu (5)mereka juga ada sekolah untuk anak-anak zombie, jadi katakanlah zombie yang manusiwi. 

Oke, sekarang langsung ke tokoh utama dan ceritanya, jadi ada seorang zombie namanya Romeo R. Tapi R ini tidak seperti zombie-zombie lain (dia the special one karena dia tokoh utama) dia punya pemikiran sendiri dan lebih peka, meskipun dia tidak tau mengenai masa lalunya, oleh sebab itu dia (dan juga zombie-zombie lain) menobatkan makanan favorit mereka adalah otak manusia, sebab dengan memakan otak manusia mereka bisa merasakan sedikit kehidupan dari para korban mereka, sesuatu yang tidak mereka miliki sebagai zombie. 

Suatu  hari R dan teman-temannya melakukan perburuan dan di sini R memakan otak seorang pemuda bernama Perry Kelvin, dan R mendapat kenangan akan Perry termasuk kenangan akan pacarnya, yaitu seorang gadis bernama Juliet Julie dan Julie juga ada di lokasi perburuan. Dan seketika R jatuh cinta pada Julie dan berniat melindungi gadis itu dan menjaganya tetap aman. Jadi dimulailah hari-hari saat R perlahan tapi pasti berubah
dari mati menjadi hidup berkat cinta......

Kesan saya :

Sebelumnya saya ingin tekankan, bagi kalian yang menyukai fantasy dan terbiasa dijejali dengan cerita survivor in the middle of zombie apocalypse, jangan banyak berharap tentang hal tersebut akan ada dibuku ini. Seperti yang saya tulis di sinopsis, kalau zombie di Warm Bodies ini lebih beradab dan berbudaya dibanding zombie-zombie pada umumnya, karena itu jangan mengeluh bahwa cerita dan zombienya tidak masuk akal bila kalian bingung dengan zombie di Warm Bodies karena memang tidak dijelaskan apa yang membuat para manusia tersebut menjadi zombie dan saya lebih memilih kalau zombie-zombie di sini terjadi lebih dikarenakan hal gaib/supernatural/okultisme/kutukan bukan karena infeksi virus dan hal-hal yang bersikap sains. Sebab saat kita mengaitkan dengan sains meski fiktif sekalipun, maka kita akan meminta pertimbangaan logika. Lain hal nya dengan supranatural yang lebih diterima karena memang konsep gaib atau supranatural sendiri adalah di luar akal sehat. 

Terus bagi kalian yang Twilight haters atau ngga suka tipikal cerita yang menye-menye, dan khawatir kalau buku ini mirip Twilight (BTW, saya bukan haters tapi juga bukan fans Twilight saga) jangan cemas. Meskipun di depan ada premis dari Stephenie Meyer, sang penulis Twilight saga tapi buku ini tidak mirip dengan cerita Twilight. Buku ini lebih mirip cerita Romeo dan Juliet. Bahkan nama R dan Julie pun saya rasa terinspirasi dari Romeo dan Juliet. Keseluruhan Warm Bodies adalah kisah mengenai pemahaman akan umat manusia dan empati yang dibungkus dengan cerita cinta dan mahluk supranatural. 

Meskipun R menyukai Julie tapi yang membuat karakternya likeable (bagi saya), dia tidak memuja-muja Julie secara berlebihan sebagaimana orang lagi dimabuk cinta dan saya suka pengarang menunjukkan perasaan R pada Julie lewat interaksi dan tindakan serta pemikiran-pemikirannya terhadap manusia lain. Tapi sedikit pertanyaan untuk penulis, saya masih bingung apakah R suka terhadap Julie karena memakan otak Perry Kelvin(yang memang pacar Julie) atau R memang jatuh cinta pada pandangan pertama? Lalu berubahnya R menjadi lebih hidup dan makin manusiawi apakah karena sejak awal dia memang ditakdirkan special (faktor karakter utama dan fanboy penulis) atau emang otak Perry Kelvin yang dikonsumsi oleh R itu yang special?


Lalu bagaimana dengan karakter heroinenya sendiri? Julie cukup likeable, tipe gadis tetangga sebelah yang berjiwa bebas tapi dia care dengan orang-orang disekelilingnya, jadi saya rasa dia oke. Berhubung R mengkonsumsi otak Perry Kelvin, maka R terpaksa berbagi POV dengan Perry, jadi masa lalu R tetap misterius karena diisi oleh masa lalu Perry Kelvin. Mungkin bagi beberapa pembaca menganggap kisah Perry agak pointless selain kaitannya dengan Julie. 


Terus yang saya suka di buku ini adalah, cara penceritaannya yang kalem dan beberapa kutipannya yang cukup bagus dan menginspirasi, misal :


"Tidak ada tolak ukur untuk bagaimana "semestinya" hidup berjalan. Perry. Tidak ada dunia ideal untuk kautunggu-tunggu. Dunia selalu hanya seperti adanya sekarang. Terserah kepadamu bagaimana kau akan bereaksi terhadapnya." ~hal 180

"Menulis bukan hanya huruf-huruf di atas kertas. Menulis adalah komunikasi. Menulis adalah ingatan."~hal 222


Untuk cover sendiri, kebetulan saya beli bukunya yang udah cover film, mungkin dengan maksud marketable alih-alih pakai cover film yang seperti ini :
tapi malah cover yang dipakai mirip sama Twilight :
Hehehe, ngga ada maksud apa-apa sih, cuma sekedar membandingkan dua gambar tersebut (tapi saya harus bilang, kalau Nicholas Hoult dan Teresa Palmer lebih hidup dan punya ekspresi) mungkin seperti yang saya tulis sebelumnya, yaitu alasan marketing untuk menarik minat para Twihard. Tapi untuk saya pribadi, saya lebih suka poster dengan latar belakang merah dan pose R memberi bunga pada Julie, karena menurut saya poster film tersebut lebih bercerita and more artistic. 

Source gambar gif 1 Resident Evil Damnation
Source gambar gif 2 The Walking Dead
Source gambar poster Warm Bodies merah : 21 Cineplex
Source gambar poster Warm Bodies kedua : klik sini
Source gambar poster Twilight : klik sini

4 komentar:

  1. Aku juga mikir gitu mbak, kenapa mereka jadi zombie ya? Mungkin di sekuelnya bakal diceritain.
    Menurutku kisah cinta novel ini terlalu ekstrem, bayangin deh seorang gadis cantik sama zombie pemakan otak manusia. Hiii, tapi ngehibur sih dan gak terlalu melo kayak twilight.

    gea

    BalasHapus
    Balasan
    1. makanya bacanya dibawa enjoy aja (maksudnya mengesampingkan logika) :D

      Hapus
  2. Hey, saya baruuuuu aja sejam yang lalu nyelesaiin film ini dan tiba-tiba nemu review-mu. Kayak takdir ya. :D
    Menurutku sih absurd ya, tapi suka sama cast-nya. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nicholas Hoult keren sih aktingnya

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...