Minggu, 24 Februari 2013

THE WIZARD OF OZ (OZ #1)

✮✮✮
Judul Buku : The Wizard of Oz
Pengarang  : L. Frank Baum
Penerbit     : Atria

Sinopsis cerita (berdasarkan cover belakang buku) : 

Angin puting beliung menerbangkan rumah Dorothy di padang rumput Kansas yang kelabu ke negeri antah berantah bernama Oz. Berbeda dengan keadaan di Kansas yang gersang, Oz sangat indah. Pepohonan hijau tumbuh subur, buah-buahan segar menerbitkan air liur. Walaupun begitu, bagi Dorothy tak ada tempat yang senyaman rumah. Maka, dia mencari jalan pulang.

Namun, kembali ke Kansas tidaklah semudah itu. Dia harus melewati padang pasir yang mengelilingi negeri Oz dan tidak bisa dilalui begitu saja. Dengan petunjuk dari Penyihir Utara yang baik hati, Dorothy pergi ke Kota Zamrud untuk menemui Penyihir Hebat Oz dan meminta bantuannya. 

Di tengah jalan, Dorothy bertemu dengan Boneka Jerami yang menginginkan otak, Tin Woodman yang mendambakan hati, dan Singa Penakut yang mengharapkan keberanian. Bersama Toto si anjing kecil Dorothy, mereka bertualang ke istana Oz dan melawan Tukang Sihir dari Barat yang keji.


Kesan saya :

Saat baca buku ini emang harus dari POV anak-anak, kalau POV nya orang dewasa yg ada akan timbul banyak kritik dan pertanyaan. 

Misal pada kata pengantar di awal buku, dimana sang penulis Frank L Baum berkata kalau dongeng modern dibuat untuk menyenangkan anak-anak, makanya dongeng modern meniadakan unsur horror, kesedihan, kesulitan & tragedi yang umumnya ada di dongeng2 ala Grimm & H.C. Anderson. Dan karena itulah penulis membuat petualangan Dorothy, gadis kecil dari Kansas terlihat menyenangkan meskipun dia tersesat di tempat asing di suatu negeri antah berantah dan setiap orang yang ditemui Dorothy pasti baik hati dan selalu bersedia menolongnya. 

Apakah cerita Dorothy menyenangkan? saya akan jawab ya, penulis membuatnya terlihat menyenangkan.

Apakah ada adegan gelap (maksudnya kekerasan) ? ada, dan inilah yg saya tidak setuju sama pandangan penulis, yang berjanji akan membuat cerita yang menyenangkan (non violance) di buku ini. Di cerita ini adegan yg melibatkan Tin Woodman, yang menurut saya termasuk gelap kalau seandainya ada di kisah nyata, misal memenggal monster kucing menjadi beberapa bagian, atau membunuh para kawanan serigala adalah adegan horror, tapi di buku ini, mungkin lebih diibaratkan seperti adegan kartun. 

Namun seperti yg saya bilang, ini bacaan anak-anak sekiranya biarlah membacanya dengan perasaan riang, rasa ingin tau seperti anak2 dan polos (tidak berprasangka dan berpikir rumit), maka membaca buku ini akan terasa menyenangkan. Seperti review saya di Alice in Wonderland lupakan logika orang dewasa saat kau membaca buku fantasy anak, sebab logika orang dewasa akan menghalangi mimpi anak-anak. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...