Senin, 19 Oktober 2015

MOVIE REVIEW: GOOSEBUMPS


Judul Film: Goosebumps
Pemain: Jack Black, Dylan Minnette, Odeya Rush, Ryan Lee, Amy Ryan, Jillian Bell
Sutradara: Rob Letterman
Studio: Sony / Columbia Pictures
Genre: Horror, comedy, fantasy
" Hello, my name is Mr. R.L. Stine. Every story ever told can be broken down into three parts. The beginning. The Middle. And The Twist."
Sebutkan salah satu buku seri horror anak-anak favoritmu saat kecil? Jika ada pertanyaan itu, maka saya pasti akan langsung menjawab Goosebumps. Walau untuk saya pribadi, Goosebumps nggak favorit juga, karena plot Goosebumps rata-rata sama dan saya bukanlah fans genre horror (iya, saya emang penakut). 

Goosebumps sendiri ada seri TV-nya, namun versi layar lebarnya baru tayang pada Oktober 2015. Yang saya rasa juga sebagai bagian dari parade film Halloween (selain Crimson Peak dan Hotel Transylvania 2). Awalnya saya tidak berniat menonton Goosebumps di bioskop, karena saat pertama kali melihat trailernya, Goosebumps the movie itu jauh dari horror atau seram. Mungkin karena targetnya anak-anak, jadinya film ini dibuat kid friendly atau film untuk keluarga. 

Dari trailernya, saya melihat film ini seperti film keluaran Nickelodeon (sebuah channel TV dari USA yang target utamanya adalah anak-anak dan remaja). Namun karena jadwal film ini tidak terlalu malam dibanding Crimson Peak, saya dan teman pun lebih memilih film ini di bioskop. 

Dan ternyata film ini cukup menyenangkan dan menghibur. Selain itu, karena bukan penikmat film horror, saya rasa saya seharusnya lega karena film Goosebumps tidak seseram versi bukunya. Monster-mosternya lebih ke lucu daripada seram. Zombi-zombinya berjalan lambat dan tidak menakutkan dan salah satu antagonis terkenal dari Goosebumps, Slappy tidak seperti boneka Chucky, meski tetap menyebalkan.

Plot ceritanya sangat standar Young Adult. Tokoh utama pindah ke tempat baru dan mendapatkan teman dan petualangan baru. Jadi dikisahkan tokoh utama adalah seorang anak remaja yang bernama Zach dan ibunya yang pindah ke sebuah kota kecil Madison, Delaware. 

Zach mempunyai tetangga cantik yang bernama Hannah, yang tinggal bersama ayahnya yang misterius dan jutek. Namanya juga ABG cowok dan lagi cari teman, Zach pengen kenalan sama Hannah, tapi entah mengapa ayah Hannah melarang anaknya bergaul dengan Zach. Di sekolah barunya, ibu Zach bekerja sebagai wakil kepala sekolah dan Zach mendapat teman baru yang bernama Champ. Yang masuk ke tipe anak-anak culun tidak populer. 

Pada suatu malam, Zach mendengar keributan di rumah Hannah. Cemas bahwa telah terjadi kekerasan domestik terhadap Hannah akibat perlakuan ayahnya, Zach langsung menelepon polisi dan ternyata Zach gagal membuktikan dugaannya. Meski begitu, Zach yakin bahwa ada sesuatu yang tidak beres di rumah Hannah. 

Zach pun mencari cara untuk bisa masuk ke rumah Hannah yang dikunci rapat. Namun Zach tidak melakukannya sendirian. Ia menelepon teman barunya Champ. Berdua mereka berusaha menyelidiki apa yang sesungguhnya terjadi di rumah Hannah. 

Meski plotnya klise dan monster-monsternya kurang gahar (it's children movie after all), namun film Goosebumps cukup menyenangkan untuk ditonton sebagai film keluarga. Film ini pun mempunyai pesan moral yang bagus. Jack Black berperan sebagai R.L. Stine, si penulis novel horror anak-anak yang tingkahnya cukup menyebalkan. Dan salah satu tokoh comic relief dalam film ini Champ, sukses mengundang tawa. Saya sempat mikir gigi Ryan Lee (pemeran Champ) ini palsu, tapi setelah gugling foto-fotonya ternyata doski beneran tonggos. Tapi salut sih karena alih-alih dirapihin, giginya itu justru menjadi trade mark. 

Selain itu, saya mendapatkan aktor muda favorit yang mungkin saja akan kita lihat lagi aktingnya untuk film-film adaptasi novel YA lain. Saya suka dengan akting dan chemistry antar pemain dalam film Goosebumps. Seperti Dylan Minnete dan Odeya Rush, yang chemistrynya cukup dapat  dan sukses membuat unsur romantis juga terasa dalam film Goosebumps. Saya jelas lebih suka dengan akting dan chemistry Dylan - Odeya di Goosebump daripada film adaptasi YA sebelumnya, The Giver - yang dibintangi Odeya Rush - Brenton Thwaites. Mungkin karena Dylan, Odeya dan Ryan ini emang beneran remaja yah (umur 18-19 tahun), jadinya feel YA dalam film ini terasa natural.

Dylan Minnette, Odeya Rush, Ryan Lee


Sepertinya Logan Lerman, Ansel Elgort dan Nat Wolff akan punya pesaing baru untuk young male actors, yaitu Dylan Minnette.

The Monsters

Kalau ngomongin Goosebumps, pastinya harus membahas para monsternya juga. Saya tidak membaca semua buku Goosebumps. Namun beberapa monster sangat populer. Seperti manusia salju dari Pasadena, Mantis raksasa, Gnome taman, para zombie (Ghoul), manusia serigala, dll. Namun tentu saja yang paling populer dari semua monster itu adalah Slappy, si boneka hidup beraksi. Karena dibanding semua monster Goosebumps, Slappy ini paling pintar dan paling sulit dihadapi dan meski Slappy versi film ini kocak, namun ciri khas rudenya tetap ada. Thumbs up untuk Jack Black yang selain menjadi R.L. Stine juga sukses mengisi suara Slappy dan The Invisible Boy.

Sejujurnya saya lebih menikmati film Goosebumps dibanding Pan. Karena para pemain berakting decent, chemistrynya dapat, plot cerita cukup cepat dan beberapa dialog dari para karakter sangat quotable. Cukup 3 unsur saja dari saya untuk membuat penilaian positif suatu film.

Mungkin untuk fans Goosebumps, film ini mengecewakan karena tidak seseram dan seabsurd bukunya. Namun untuk film keluarga, Gossebumps cukup rekomen.

So what The Lady said? It was good enough (as long as the movie fun and entertain, it was good enough for me) .




There will a book base on the movie

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...